• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 439.506 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal
  • Iklan

Di balik Kedahsyatan Isra Mi’raj nabi Muhammad SAW

​Seri mengaji masjid Alitisham Peringatan Isra’Mi’raj nabi Muhammad SAW, 29Apr2017 / 2Sya’ban1438, Ust. Ahmadi Usman

MAKNA DI BALIK PERISTIWA ISRA’ MI”RAJ

1#
Isra’ Mi’raj di tahun ke-10 kenabian adalah hiburan Allah SWT bagi nabi Muhammad SAW di tahun-tahun berat dakwah beliau.

  • Di awali oleh embargo ekonomi oleh kaum Quraisy kepada suku beliau bani Hasyim, Pemboikotan dimulai dari tahun ke-7 kenabian hingga ke-10. Hingga bani Hasyim tidak memiliki sesuatu untuk dimakan. Hal ini terjadi karena saking frustasinya kaum musyrikin mencari cara untuk menghentikan dakwah nabi setelah semua cara bujukan ( dengan menawarkan wanita tercantik, sampai menawarkan kekuasaan), intimidasi ringan sampai berat ternyata tidak bisa menghentikan beliau.
  • Wafatnya pembela dakwah beliau dari kalangan keluarga terdekatnya yaitu pamannya Abu Thalib dalam kondisi sulit. Yang berat adalah, sang paman wafat dalam kekufuran atas pengaruh tokoh kesesatan Abu Jahal dan Abdullah bin Abu Umayyah ketika menjelang wafatnya.
  • Tak lama dari itu, adalah kejadian wafatnya belahan hati beliau, istri tercinta Khadijah Al Kubro, disaat-saat terakhir adalah pernyataan kecintaan sang istri kepada beliau yang sangat menggetarkan setelah beliau memintakan maaf atas keadaan berat ini karena konsekuensi dakwah beliau.

“Wahai Rasul utusan Allah, tiada lagi harta dan hal lainnya yang bersamaku untuk aku sumbangkan demi dakwah. Andai selepas kematianku, tulang-tulangku mampu ditukar dengan dinar dan dirham, maka gunakanlah tulang-tulangku demi kepentingan dakwah yang panjang ini.”.

Ternyata, kata-kata terakhir Sayyidatina Khadijah ini menusuk ke jiwa Rasulullah dan betapa sayunya perasaan Beliau SAW ketika itu. Hal tersebut turut disaksikan oleh malaikat Jibril A.s yang juga mendengar ungkapan kata-kata tersebut. Jibril lalu naik ke langit bertemu Allah lalu bertanya, “Adakah Allah mendengar kata-kata Sayyidatina Khadijah itu?”, Allah lalu menjawab, “Bukan hanya kata-katanya saja yang Aku dengar, malah bisikannya juga”, Lantas Allah SWT berpesan kepada Jibril untuk menyampaikan salam buat Sayyidatina Khadijah, wanita yang banyak menyumbangkan hartanya untuk menegakkan syiar Islam.

Jibril A.s turun dan memberitahu Rasulullah SAW akan hal tersebut. Lalu Rasulullah SAW menyampaikan salam tersebut kepada isterinya yang tercinta itu. Sebaik menerima salam tersebut, maka Sayyidatina Khadijah lalu menjawab, sambil melafadzkan bacaan yang begitu masyhur yang sering dibaca selepas shalat yang berbunyi:

“Allahumma antassalam waminkassalam wa ilaika ya’udussalam fahayyina rabbanaa bissalam, wa 
adkhilna jannata daarassalaam, tabarakta rabbana wa ta aalaita yaa dzaljalaali wal ikram”
Ya Allah Engkaulah As-Salam (keselamatan, kesejahteraan, keberkahan, kemulian, ketenangan) dan keselamatan dari-Mu dan keselamatan kembali pada-Mu, berilah keselamatan dalam hidup kami, dan masukkan kami ke dalam surga darussalam, Maha Suci Engkau ya Rabb yang Maha Luhur, yang Maha Agung dan Maha Mulia

Demikianlah Sayyidatina Kahdijah R.a yang mendapat Salam dari Allah SWT dan berita gembira sebuah rumah yang terbuat dari kayu di surga, yang di dalamnya tidak ada kepayahan dan kesusahan. Seperti sabda Rasulullah, ketika Jibril datang kepada Rasulullah SAW, ia berkata: “Wahai Rasulullah, ini adalah Khadijah, ia datang dengan membawa sebuah bejana dan wadah yang berisikan lauk-makanan serta minuman. Maka, jika ia telah sampai kepadamu, sampaikanlah kepadanya salam dari Tuhannya dan dariku, dan beritahukanlah kepadanya sebuah kabar gembira berupa sebuah rumah di dalam surga yang terbuat dari kayu yang di dalamnya
menyenangkan, dan tidak ada kepayahan serta kesusahan.”. (Hadits Riwayat Bukhari).

Anas bin Malik R.a berkata: Suatu ketika Jibril datang menemui Rasulullah, pada saat itu Beliau SAW sedang bersama Khadijah. Maka Jibril pun berkata: ”Sesungguhnya Allah menyampaikan salam kepada Khadijah.”, maka Khadijah menyahut: ”Sesungguhnya Allah itulah As-Salam. Salam (sejahtera) pula atas Jibril dan atasmu pula salam dari Allah beserta rahmat dan berkah-Nya.”. (Hadits Riwayat Nasai dan Hakim).

  • Meningkatnya ancaman pembunuhan kepada nabi Muhammad SAW di Makkah, sehingga beliau mencoba mencari tempat yang lebih aman untuk berdakwah ke Thaif.
  • Hinaan dan caci maki serta intimidasi dari manusia di Thaif yang tidak mengerti peradaban Islam, namun dengan kemuliaan beliau dijawab dengan doa spektakuler ketika berdarah-darah dan datang malaikat penjaga gunung yang menawarkan kehancuran bagi kaum Thaif tersebut.

Allahumma ilaika asykuu dho’fa quwwatii wa hawaanii ‘alannaas yaa arhamar raahimiin. Anta rabbul mustadh’afiin wa anta rabbii ila man takilunii ila ba’iidin yatajahhamunii au ila  ‘aduwwin malaktahuu amrii in lam yakun(m) bika ghadhabun ‘alaiyya falaa ubalii walu akin  ‘aafiyatuka hiya ausa’u lii. A’uudzu binuuri wajhikal ladzii asyraqat lahudz dzulumaatu wa  sholaha ‘alaihi amrud dunya wal ‘akhirah min an yanzila bii ghodhobuka au yahulla ‘alayya  sakhothuka lakal ‘utba hatta tardhoo laa haula wa laa quwwata illa bika”.

“Ya Allah, aku mengadukan kepada-MU akan lemahnya kekuatanku dan sedikitnya daya upayaku pada pandangan manusia. Wahai Yang Maha Rahim dari sekalian rahimin. Engkaulah Tuhannya orang2 yang merasa lemah, dan Engkaulah Tuhanku, kepada siapakah Engkau serahkan diriku. Kepada musuh yang menghinaku ataukah kepada keluarga yang Engkau berikan kepadanya urusanku, tidak ada keberatan bagiku asal saja aku tetap dalam keridhaan-Mu. Dalam pada itu afiat-Mu lebih luas bagiku. Aku berlindung dengan cahaya Wajah-Mu Yang Mulia yang menyinari seluruh langit dan menerangi semua yang gelap dan atasnyalah teratur segala
urusan dunia dan akhirat, dari Engkau menimpakan atas diriku kemarahan-Mu atau dari Engkau turun atasku adzab-Mu. Kepada Engkaulah aku mengadukan urusanku sehingga Engkau ridha. Tidak ada daya dan upaya melainkan melalui Engkau.” (Doa ini dari Hadits Riwayat Thabrani)

Demikian sedihnya doa yang dipanjatkan oleh Rasulullah SAW sehingga Jibril as datang dan memberi salam kepada beliau, dan berkata, “Allah SWT mengetahui apa yang terjadi dalam pembicaraanmu dengan kaummu, dan Allah mendengar jawaban mereka terhadapmu, dan Dia telah mengutus satu malaikat yang bertugas mengurusi gunung2 kepadamu untuk melaksanakan apa saja perintah yang diinginkan olehmu.”

Setelah malaikat itu datang dan memberi salam kepada Rasulullah SAW, ia berkata, “Apa yang engkau perintahkan akan saya lakukan. Jika engkau suka, saya sanggup membenturkan kedua gunung di samping kota ini bertubrukan sehingga akan mengakibatkan siapa saja yang tinggal di antara keduanya mati tertindih. Kalau tidak, apa saja hukuman yang engkau inginkan, saya siap melaksanakannya.”

Mendengar pernyataan malaikat Penunggu gunung itu, Rasulullah pun berkata, ‘Tidak usah. Aku malah berharap mudah-mudahan Allah SWT berkenan memunculkan dari kalangan mereka sendiri seseorang yang akan menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun

2#
Isra’ mi’raj adalah turunnya syariat melalui pintu-pintu langit yang dahsyat, yang bertujuan 
untuk memuliakan beliau sebagai makhluk yang sangat berpengaruh di dunia dan di akhirat di mata Allah Yang Maha Berkehendak.

Ketika perjalanan beliau sudah sampai langit ke tujuh, Nabi s.a.w meneruskan perjalanan naik ke Sidratul Muntaha sendirian tanpa ditemani oleh Malaikat Jibril, lantaran Jibril merasa berat untuk melangkah lebih tinggi lagi. Jibril,  malaikat terhebat di seluruh alam (pemimpin para malaikat, memiliki 600 sayap, yang besar sayapnya membentang dari timur dan barat galaksi) beliau berkata, “Jika aku maju satu langkah saja, maka tubuhku akan hancur berkeping-keping karena kedahsyatan sidrotul muntaha.”

Tidak ada makhluk yang pernah dipanggil masuk ke sidrotul muntaha selain nabi, kesemuanya itu adalah krn beliau menjadi manusia yang amat dimuliakan oleh Allah SWT. Kejadian ini memberi pesan pula, bagi kita semua agar mampu mendapatkan kemuliaan ini, perintah shalat yang dibawa langsung dari sidrotul muntaha adalah kendaraannya. Shalat adalah cara Allah memuliakan manusia sebagaimana Allah telah memuliakan nabi kita tercinta.

3#
Isra’ mi’raj membawa pesan penting bahwa Masjid adalah tempat khusus yang harus dijaga kaum muslimin sebagai pusat pergerakan, terutama dua masjid suci, masjidil Haram dan masjidl Aqso.

Masjid adalah representasi rumah Allah yang Maha Tinggi, penuh kehormatan dan merupakan benteng terakhir terkuat kaum muslimin. Tempat dimana Allah berada di pihak para pecinta masjid, yaitu orang-orang yang hatinya melekat pada masjid.

Orang-orang yang bisa memakmurkan dunia adalah ahlul masjid, “Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain Allah, maka merekalah yang termasuk golongan orang-orang yang selalu mendapat petunjuk (dari Allah Ta’ala)” (QS At-Taubah: 18).

Sejarah membuktikan, khulafaur rosyidin, Umar ibn Khattab, Umar bin Abdul Aziz, Salahuddin Al ayubi dan tokoh-tokoh peradaban Islam yang menguasai dunia ini adalah generasi-generasi pecinta masjid yang hatinya tertambat kepada masjid, dan menjadikan masjid menjadi pusat pembentukan peradaban terbaik di dunia.

Maka bagaimana bisa memakmurkan dunia, dan menguatkan kaum muslimin, kalau pusat charging keimanannya tidak diperhatikan. Maka persiapkan anak-anak dan cucu-cucu kita untuk terbiasa dalam kegiatan-kegiatan kemasjidan, kaki-kakinya terbiasa bersimpuh di dalam masjid agar menjadi gerbong generasi mukmin masa depan, dan selalu menjadikan masjid sebagai tempat paling nyaman untuk kaum muslimin, tempat kembalinya kaum muslimin menguatkan dan menyegarkan dirinya dari tekanan kehidupan.

4#
Dalam keterangan hadits Isra mi’raj, nabi Adam AS terlihat sedih ketika melihat anak keturunannya bermaksiat kepada Allah, namun begitu melihat nabi Muhammad SAW, beliau terlihat sangat bangga melihat keturunannya adalah orang pilihan Allah yang luar biasa. Harapan beliau tumbuh dan bangkit kembali.

Makna kebahagiaan hakiki adalah membangun kesholehan sehingga menurun kepada anak-anak dan cucu-cucu kita. Dengan kesholehan keturunan kita inilah, maka harapan kita menjadi besar. Namun, anak-anak sholeh tidak terjadi begitu saja, kecuali dengan doa-doa dan kesholehan orangtuanya.

5# Dalam riwayat hadits Isra mi’raj juga, Rasulullah SAW diperlihatkan kehidupan alam barzakh sesaat sebelum diturunkannya syariat Islam. Ditampakkan azab-azab yang merupakan konsekuensi bagi orang-orang yang tidak mau mengikuti syariat Islam.

Hal-hal ini dijadikan pendidikan motivasi pada nabi Muhammad SAW agar beliau bersungguh-sungguh mengajak ummatnya dengan segenap jiwa raga dan sebaik mungkin.
Terlihat dari kemuliaan budi beliau, amanah syariat Allah ini amat kuat sekali mempengaruhi beliau. Sampai di akhir hidup nabi Muhammad SAW, dari mulut mulianya keluar perhatian sangat dalam kepada ummatnya, ya ummati… ya ummati, ya sholati, ya sholati… Shalawat dan salam bagi junjungan kita semua Nabi Muhammad SAW.

Wallahu a’lam

 

Maraji’ Tambahan :

  1. http://kisahmuslim.com/5876-wafatnya-abu-thalib-kesedihan-mendalam-bagi-rasulullah.html
  2. https://www.facebook.com/notes/shohibul-fadhilah-sayyidiy-al-habib-muhammad-rafiq-al-
    kaff/sayyidatina-khadijah-ranha-salam-allah-baginya/1039526126101214/
  3. https://www.facebook.com/notes/mutiara-hikmah/ketika-penduduk-thaif-menebar-benci-
    rasulullah-membalas-dengan-kasih-sayang/245913560567/
Iklan

Ayo ke masjid

Istriku beberapa saat yg lalu mem-broadcast pesan menyentuh. Pesan ini adalah harapan agar aku suaminya beserta anak lelaki kecil yg mulai beranjak remaja bisa istiqomah berjamaah di masjid.
Ini adalah pesan cinta istriku, yang aku rasa di lubuk hatiku, disertai dgn jutaan harapannya kpd kami.

Teriring Terimakasihku padanya, pesan ini kubagi saja kpd saudara2ku semua yg sempat membaca blog ini. Semoga ada manfaatnya.

Untukmu Anakku
Anonim

Tahukah kamu nak, perjalanan terjauh dan terberat bagi seorang lelaki adalah perjalanan ke masjid.

Sebab banyak orang kaya tidak sanggup mengerjakannya.
Jangankan sehari lima waktu, bahkan banyak pula yang seminggu sekali pun terlupa. Tidak jarang pula seumur hidup tidak pernah singgah ke sana.

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke masjid.

Karena orang pintar dan pandai pun sering tidak mampu menemukannya, walaupun mereka mampu mencari ilmu hingga ke universitas Eropa ataupun Amerika. Mudah melangkahkan kaki ke Jepang, Australia dan Korea dgn semangat yg membara, namun ke masjid tetap saja perjalanan yg tidak mampu mereka tempuh walau telah bertitel S3.

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke masjid.

Karena para pemuda yg kuat dan bertubuh sehat yg mampu menaklukkan puncak gunung Bromo dan Merapi pun sering mengeluh ketika diajak ke masjid. Alasan mereka pun beragam, ada yang berkata sebentar lagi, ada yg berucap tidak nyaman dicap alim.

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke masjid.

Maka berbahagialah dirimu wahai anakku…., bila sejak kecil engkau telah terbiasa melangkahkan kaki ke masjid. Karena bagi kami, sejauh manapun engkau melangkahkan kaki, tidak ada perjalanan yg paling kami banggakan selain perjalananmu ke masjid.

Biar aku beritahu rahasia kepadamu, sejatinya perjalananmu ke masjid adalah perjalanan utk menjumpai Rabbmu. Itulah perjalanan yg diajarkan oleh Nabimu, serta perjalanan yg akan membedakanmu dengan orang-orang yg lupa akan Rabbnya.

Perjalanan terjauh dan terberat itu adalah perjalanan ke masjid.

Maka lakukanlah walau engkau harus merangkak dalam gelap shubuh demi mengenal Rabbmu.

Wallahu a’lam.