• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 354,552 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

KEHINAAN BAGI PENGKHIANAT

Seri mengaji Tafsir Al-Hijri, Ahad, 8/10/17, Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, MS

Tadabbur QS. Al-Ahzab Ayat 26-27
Allah Azza Wa Jalla berfirman,

وَأَنْزَلَ الَّذِينَ ظَاهَرُوهُمْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مِنْ صَيَاصِيهِمْ وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ فَرِيقًا تَقْتُلُونَ وَتَأْسِرُونَ فَرِيقًا

Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizah) yang membantu mereka (golongan-golongan yang bersekutu) dari benteng-benteng mereka, dan Dia memasukkan rasa takut ke dalam hati mereka. Sebagian mereka kamu bunuh dan sebagian yang lain kamu tawan.
وَأَوْرَثَكُمْ أَرْضَهُمْ وَدِيَارَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ وَأَرْضًا لَمْ تَطَئُوهَا ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرًا

Dan Dia mewariskan kepadamu tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak. Dan Allah Mahakuasa terhadap segala sesuatu.

Hikmah dan Pelajaran :

kedua ayat ini menjelaskan penyerangan kaum Mukminin terhadap kaum Yahudi Bani Quraizah. Bani Quraizah merupakan salahsatu kabilah Yahudi yang sangat terkenal di Madinah. Karena benteng pemukiman Bani Quraizah masih berlokasi di wilayah Madinah, maka Rasulullah saw melakukan atau mengadakan perjanjian dengan mereka untuk saling menjaga, melindungi wilayah Madinah dari serangan pihak luar, dan tidak saling mengkhianati satu sama lainnya. Salah satu isi perjanjian adalah ketika kaum Muslimin mendapatkan ancaman serangan dari musuh pihak luar Madinah, maka Bani Quraizah harus membantu umat Islam. 

Pengkhianatan Bani Quraizah terhadap perjanjiannya dengan umat Islam terjadi ketika umat Islam menghadapi pasukan golongan yang bersekutu yang dikenal dengan perang Ahzab. Mereka (Bani Quraizah) membangun kerjasama dengan pasukan golongan bersekutu, memberi sejumlah informasi ke pihak musuh, dan termasuk akan melakukan serangan terhadap umat Islam dari dalam. Tindakan mereka kaum Yahudi ini bagai menggunting dalam lipatan. Demi melihat pasukan golongan bersekutu yang jumlahnya begitu banyak, seolah tidak ada harapan menang bagi umat Islam, mereka pun berani berkhianat, melanggar perjanjiannya dengan Rasulullah muhammad saw.

Kondisi ini menjelaskan bahwa orang yang tidak beriman memang sulit untuk setia dengan janji terhadap umat Islam, akan selalu bekhianat dan mencari kesempatan untuk menghancurkan umat Islam. Prediksi Bani Quraizah jauh dari harapan, Allah justru memenangkan umat Islam, pasukan golongan berekutu itu lari pulang ke negeri-negeri mereka masing-masing. Dan karena Bani Quraizah ini telah membatalkan janji, telah berkhianat, dan telah membuat makar untuk menghancurkan Islam dari belakang, mereka pun harus menanggung akibat dari perbuatan mereka sendiri, umat Islam mendapat perintah dari Allah dan Rasul-Nya untuk membuat perhitungan dengan mereka.

Gambaran kerjasama yang dilakukan oleh Kaum Yahudi dengan pihak golongan bersekutu, saling bahu membahu diantara mereka sesama kafirin, bukanlah sesuatu yang aneh sebab memang demikianlah mereka disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya di surat Al-Anfal ayat 73. 

وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ

Dan orang-orang yang kafir, sebagian mereka melindungi sebagian yang lain. Jika kamu tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah (saling melindungi), niscaya akan terjadi kekacauan di bumi dan kerusakan yang besar._ (QS. 8 : 73)

Bani Quraizah pun melanggar janji, padahal mereka melakukan perjanjian di Madinah, tertulis, dihadiri sejumlah saksi, dan ditandatangani oleh mereka. Alhasil, sejak dahulu hanya umat Islam yang bisa menjaga dan menepati janji. Memenuhi janji adalah diantara prinsip ajaran Islam. Pada surat Al-Maidah ayat 1 Allah memerintahkan ummat Islam untuk memenuhi janji-janjinya baik dalam urusan ekonomi atau pun politik. 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ 

Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji.

Allah memberikan kemenangan kepada kaum Muslimin dengan pertolongan yang tidak terbayangkan sebelumnya. Pada dua ayat di atas (QS. Al-Ahzab : 26-27) terdapat dua pertolongan Allah kepada umat Islam menghadapi pengkhianatan Bani Quraizah: Pertama, ketakutan yang Allah hadirkan di hati-hati kaum Yahudi Bani quraizah. Karena ketakutan itulah, mereka keluar dari benteng-benteng mereka yang tinggi dan kokoh, yang secara logika sulit untuk ditembusi dan diterobosi. Kedua, Kepanikan yang luar biasa diantara mereka, sehingga pasrah dengan apa pun hukuman yang dijatuhkan kepada mereka. Dan pada akhirnya mereka disembelih oleh ummat Islam, sebagai akibat dari pengkhianatan mereka sendiri. Sekitar 800 orang laki-laki dewasa mereka  disembelih oleh ummat Islam. 

Korelasinya dengan perjanjian yang terjadi antara ummat Islam Palestina dengan kaum Yahudi dewasa ini. Mereka kaum Yahudi, jika kondisi tidak menguntungkan, akan menawarkan perjanjian damai dengan ummat Islam, namun sejatinya hanya untuk menunggu dan mencari kesempatan atau peluang yang pas dan tepat untuk menyerang umat Islam. Begitu kondisi mereka terjepit, maka perjanjian akan mereka tawarkan kepada ummat Islam. Demikian itulah seterusnya. Mereka Kaum Yahudi adalah trouble maker (pencipta dan pembuat masalah).

Hal yang menarik pula untuk kita angkat, bahwa kenyataannya hari ini, tentara-tentara Yahudi itu tetap dihinakan oleh Allah dengan rasa takut yang dalam di hati-hati mereka ketika menghadapi Ummat Islam. Maha benar Allah yang berfirman, _waqazafa fii quluubihim ar-ru’ba_ (Dan Allah menanamkan rasa takut ke dalam hati mereka). Begitu besar rasa takut mereka meskipun hanya menghadapi kaum wanita atau anak-anak Palestina yang hanya bersenjatakan ketapel. Tak heran jika sebagian besar tentara Yahudi itu memakai pampers karena ketakutan dari dalam diri mereka. Dalam kondisi sangat takut dan panik terkadang seseorang itu ngompol sendiri, nah begitulah mereka para tentara Yahudi. 

Allah selalu akan mendatangkan pertolongan kepada orang-orang yang beriman dari berbagai arah yang tidak terduga sebelumnya. Kasus kemenangan umat Islam di Jakarta pada pemilihan Gubernur DKI Jakarta merupakan salahsatu bentuk pertologan Allah kepada umat Islam. Keyakinan seperti ini harus selalu terbangun selagi ummat Islam konsisten di atas kebenaran.

Dua ayat di atas juga menyiratkan bahwa Allah senantiasa menjaga Nabi dan generasi sahabat-sahabatnya. Sahabat Nabi adalah sebaik-baik generasi ummat Islam. Mereka laksana bintang-bintang yang menghasilkan cahaya sendiri. Maka siapa saja yang mengikuti cahaya dari bintang-bintang itu niscaya akan mendapatkan petunjuk. Sayyid Quthub dalam kitabnya Ma’aalim fittariq menjelaskan bahwa sahabat itu _Jailun Qur’aniyyun_ generasi terbaik al-Qur’-an. Kepada siapa pun dari mereka yang kita mengikutinya, niscaya kita akan mendapatkan hidayah. Yang disebut sebagai sahabat adalah mereka yang hidup semasa dengan Nabi Muhammad saw, berjumpa dengan beliau saw, beriman dengan ajaran yang dibawah oleh beliau saw dan meninggal dengan tetap pada keimanan itu. Siapa saja yang mengikuti mereka dengan baik niscaya akan mendapatkan petunjuk dan kemuliaan. Allah berfirman,

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung._ (QS. 9: 100)
Terakhir, Ummat Islam harus saling bersinergi, saling ta’awwun (tolong menolong), saling bahu membahu, saling menguatkan satu sama lainnya. Dengan cara demikian inilah pertolongan Allah di dunia akan diturunkan kepada ummat Islam. Dan kelak di akhirat, ada diantara ummat Islam yang akan mendapatkan pemuliaan dari Allah meskipun mereka bukan Nabi, bukan pula sahabat Nabi, bukan pula para syuhada, tetapi mereka adalah yang dahulunya di dunia saling bersinergi dengan saudara muslimnya, saling mencintai dan mengasihi karena Allah.

Wallahu a’lam 

Ditulis oleh Samsul Basri, SSi, MEI

Iklan

Level manusia dalam menerima jalan kebenaran 

Seri mengaji masjid Alitisham jumat, Ust. Syamsul Bahri,  6Okt2017 / 15 Muharram 1439

Tafsir 40:36-40

# Tingkatan manusia dalam menerima jalan kebenaran :

1- Ilm’ : bersumber dari Quran dan hadits yg sdh menjadi keyakinan, 100% kebenaran. 

2- Dzon : dugaan kuat mendekati keyakinan >50% kebenaran. Spt firaun yg mau membuat menara tinggi utk melihat Tuhannya Musa (40:36). Konsep Tuhan menurut Fir’aun : berkuasa, hrs disembah dan ditaati, berhak melakukan apa saja yg diinginkan dan dibatasi oleh waktu dan tempat. Maka dzonnya mengarahkan klaimnya sbg tuhan Mesir. 

3- Syak : ragu2  kebenaran 50% –  50% dgn kesalahan. 

4. wahmun : ragu2 yg mendekati kesalahan,  kebenaran sdh <50%

5- Jahlun = kebodohan, yg ada cuma kebenaran 0%. 

6- Dhoollun = sesat,  melakukan sesuatu yg tdk dia ketahui. 

7- Jahlun murokkabun / dhoollun wa mudhillunnas =  kebodohan yg bertingkat2, tdk cukup menyesatkan dirinya tapi mengajak sesat org lain. Org yg sadar dia tdk tahu,  tapi tetap melakukannya dan mengajak org lain utk mengikutinya. 

# Iman adalah

Perkataan  hati : Al i’tiqaad = yakin dan At-tashdiiq = pembenaran  

Perbuatan hati : ikhlas (memurnikan),  al hubbu (cinta),  alkhaufu (takut), ar rajaau (harap), dll. 

Perkataan lisan : ikrar keimanan yaitu syahadat ataupun segala kalimat yg berkesesuaian dgn syahadat. 

Amal sholih : yg menyertai iman,  rukunnya niat krn Allah dan sesuai dgn petunjuk Rasul-Nya. 
# Pilihan jelas bagi manusia :

Neraka : org yg melampaui batas,  sombong shgg meninggalkan ketaatan kpd Allah dan lebih mengutamakan kehidupan dunia. 

Surga : org yg takut kpd kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan nafsunya. 

(Qs. 79:37-41) 

# Potensi kita hrs digunakan,  jgn cuma jadi penonton 

Qs. 5:35 perintah agar kita mengambil semua potensi,  washilah yg mempermudah kita dlm mendekati dan bernilai kebaikan disisi Allah

– seperti keluarga firaun yg tetap berani mengungkapkan kebenaran memanfaatkan potensi keduniaannya berupa kedudukannya yg terhormat utk mengajak kaumnya kepada kebenaran Islam. 

Wallahu a’lam

Orang Mukmin selalu dilindungi Allah

Seri mengaji tafsir  Al Hijri, Ahad, 01/10/17,  Ust. Dr. Ibdalsyah MA.

Surat Al Ahzab:  24-25

اعوذبالله من الشيطان الرجيم.

بسم الله الرحمن الرحيم

Allah SWT berfirman:

لِّيَجْزِيَ اللّٰهُ الصّٰدِقِيْنَ بِصِدْقِهِمْ وَيُعَذِّبَ الْمُنٰفِقِيْنَ اِنْ شَآءَ اَوْ يَتُوْبَ عَلَيْهِمْ   ۗ  اِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا   

liyajziyallohush-shoodiqiina bishidqihim wa yu’azzibal-munaafiqiina in syaaa`a au yatuuba ‘alaihim, innalloha kaana ghofuuror rohiimaa

“agar Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya, dan mengazab orang munafik jika Dia kehendaki, atau menerima tobat mereka. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 24)

وَرَدَّ اللّٰهُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِغَيْظِهِمْ لَمْ يَنَالُوْا خَيْرًا   ۗ  وَكَفَى اللّٰهُ الْمُؤْمِنِيْنَ الْقِتَالَ    ۗ  وَكَانَ اللّٰهُ قَوِيًّا عَزِيْزًا   

wa roddallohullaziina kafaruu bighoizhihim lam yanaaluu khoiroo, wa kafallohul-mu`miniinal-qitaal, wa kaanallohu qowiyyan ‘aziizaa

“Dan Allah menghalau orang-orang kafir itu yang keadaan mereka penuh kejengkelan, karena mereka (juga) tidak memperoleh keuntungan apa pun. Cukuplah Allah (yang menolong) menghindarkan orang-orang mukmin dalam peperangan. Dan Allah Maha Kuat, Maha Perkasa.” (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 25)

PELAJARAN & HIKMAH YG ADA:

1. Ayat ini untuk menjelaskan ayat sebelumnya yaitu ayat 23 dimana Allah SWT berfirman:

مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ رِجَالٌ صَدَقُوْا مَا عَاهَدُوا اللّٰهَ عَلَيْهِ ۚ  فَمِنْهُمْ مَّنْ قَضٰى نَحْبَهٗ وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّنْتَظِرُ   ۖ   وَمَا بَدَّلُوْا تَبْدِيْلًا  

minal-mu`miniina rijaalun shodaquu maa ‘aahadulloha ‘alaiih, fa min-hum mang qodhoo nahbahuu wa min-hum may yantazhiru wa maa baddaluu tabdiilaa

“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Dan di antara mereka ada yang gugur, dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya),” (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 23)

Bahwa Allah selalu memberi balasan kpd orang-orang yang beriman dgn balasan yg terbaik, krn orang beriman selalu memenuhi janji dan tdk mengingkari kebenaran, bahkan rela berkurban utk menegakkan kebenaran keimanannya.

Org beriman sangat menginginkan balasan di negeri akhirat, dan Allah akan sempurnakan balasannya. Dan orang beriman selalu mencari jalan utk mendapatkan kebahagiaan akhirat.

Allah SWT berfirman:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَابْتَغُوْۤا اِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِهٖ لَعَلَّـكُمْ تُفْلِحُوْنَ

yaaa ayyuhallaziina aamanuttaqulloha wabtaghuuu ilaihil-wasiilata wa jaahiduu fii sabiilihii la’allakum tuflihuun

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya, agar kamu beruntung.” (QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 35)

Wasilah yg benar dlm Islam sesuai Sabda Rasul dgn 3 jalan:

Pertama : Wasilah dgn banyak beramal sholeh yg diridhoi Allah, misalnya dgn banyak berinfaq. Krn dgn berinfaq dia membuka sarana kebaikan Qs. 2:261.

Allah SWT berfirman:

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ  كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ   وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَآءُ  ۗ  وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

masalullaziina yunfiquuna amwaalahum fii sabiilillaahi kamasali habbatin ambatat sab’a sanaabila fii kulli sumbulatim mi`atu habbah, wallohu yudhoo’ifu limay yasyaaa`, wallohu waasi’un ‘aliim

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 261)

Contoh lain dgn meringankan kesulitan org lain. Sesuai dgn sabda Rasul: Barangsiapa meringankan kesulitan seorang muslim, maka Allah akan meringankan kesulitannya di dunia dan kesulitannya di akhirat.

Kedua : Wasilah dgn meminta doa kpd orang-orang sholeh yg masih hidup, sebagaimana pernah terjadi antara Rasul kpd Umar bin Khotob saat hendak pergi haji. Ketika Umar berpamitan kpd Rasul maka Rasul s.a.w bersabda Wahai Umar jangan lupa sertakan doamu untukku setiap engkau berdoa.

Ketika ada orang yg datang meminta kpd Rasul utk dido’akan, maka dan Rasul membimbing dgn berdoa: Ya Allah berilah kebaikan sebagaimana kebaikan yg dimintakan oleh RasulMu Muhammad s.a.w.

Ketiga : wasilah dgn Asmaul Husna dan banyak bersholawat untuk Rasulullah s.a.w.

2. Orang beriman harus selalu mendahulukan kebenaran dlm berbicara, dalam menulis, dan dalam segala hal. Dan kebenaran itu hrs dapat dipertanggung jawabkan di hadapan Allah. Krn itu rujukan perkataannya, ilmunya dan amalnya adalah petunjuk Allah dan RasulNya.

Artinya: orang beriman itu akan selalu berusaha _sidqul kalam_ = berbicara benar dan _Sidqul muamalah_ benar dalam perbuatannya.

3. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang kepada hambaNya. Terhadap orang munafik saja, kemungkinan Allah akan memberi hidayah dan menerima taubatnya orang munafik tsb. Apalagi kpd orang mukmin. Oleh karena itu orang mukmin hrs selalu   bersangka baik kepada Allah dan tdk boleh berputus asa dgn Rahmat Allah.

4. Sesungguhnya Allah akan selalu melindungi orang-orang mukmin dari segala bentuk serangan dan permusuhan orang-orang kafir, musyrik dan munafik. Sehingga tdk mungkin orang-orang kafir itu dapat mengalahkan orang beriman. Dan ini adalah janji yg pasti berlaku dari Allah.

Allah SWT berfirman:

اۨ لَّذِيْنَ يَتَرَ بَّصُوْنَ بِكُمْ  ۚ  فَاِنْ كَانَ لَـكُمْ فَتْحٌ مِّنَ اللّٰهِ قَالُـوْۤا اَلَمْ نَـكُنْ مَّعَكُمْ     ۖ  وَاِنْ كَانَ لِلْكٰفِرِيْنَ نَصِيْبٌ ۙ  قَالُـوْۤا اَلَمْ نَسْتَحْوِذْ عَلَيْكُمْ وَنَمْنَعْكُمْ مِّنَ الْمُؤْمِنِيْنَ   ۗ  فَاللّٰهُ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ   ۗ  وَلَنْ يَّجْعَلَ اللّٰهُ لِلْكٰفِرِيْنَ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ سَبِيْلًا

allaziina yatarobbashuuna bikum, fa ing kaana lakum fat-hum minallohi qooluuu a lam nakum ma’akum wa ing kaana lil-kaafiriina nashiibung qooluuu a lam nastahwiz ‘alaikum wa namna’kum minal-mu`miniin, fallohu yahkumu bainakum yaumal-qiyaamah, wa lay yaj’alallohu lil-kaafiriina ‘alal-mu`miniina sabiilaa

“(yaitu) orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu. Apabila kamu mendapat kemenangan dari Allah mereka berkata, Bukankah kami (turut berperang) bersama kamu? Dan jika orang kafir mendapat bagian, mereka berkata, Bukankah kami turut memenangkanmu, dan membela kamu dari orang mukmin? Maka Allah akan memberi putusan di antara kamu pada hari Kiamat. *Allah tidak akan memberi jalan kepada orang kafir untuk mengalahkan orang-orang beriman*.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 141)

Ayat yg menunjukkan pembelaan Allah kpd orang-orang beriman ini, hendaklah menjadi penguat keyakinan, menjadi pendorong semangan dan menjadi dasar komitmen maupun konsistensi perjuangan orang beriman dlm mendahwahkan kebenaran syariat dan hukum-hukum Allah dan RasulNya.

Jika kemenangan yg dijanjikan itu belum terwujud, maka hal itu merupakan ujian keistiqomahan dan komitmen yg belum sesuai dgn persyaratan yg diinginkan Allah. Lbh dari itu, hal tsb merupakan indikasi ada sesuatu yg salah atau yg kurang dalam proses perjuangan atau untuk memperjuangkannya. Misalnya, kurang kompak atau kurang bersatu, kurang sabar sehingga mudah dicerai berai, mudah ditakut-takuti dll sebagainya.

Maka mari kita terus berbenah dan introspeksi diri utk menyongsong datangnya kemenangan dan kemuliaan yg dijanjikan.

Demikian pengajian subuh ini disebarluaskan. Semoga ayat-ayat al Qur’an di atas, memberi pencerahan dan memperkuat iman, ilmu, amal perilaku umat Islam dlm menjalani kehidupannya di dunia. Semangat dlm berjuang menegakkan ajaran agama dan membela negara, agar mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan selamat di alam akhirat.  Semoga menjadi ilmu yg bermanfaat. Aamiin. (Mohon bantu Sebarkan agar dapat bagian pahala ilmu yg bermanfaat).

سبحانك اللهم وبحمدك اشهد ان لا اله الا انت استغفرك ةاتوب اليك

Dicatat oleh : Willyuddin A.R. Dhani

Keteladanan Holistik Nabi Muhammad SAW 

Seri Mengaji Tafsir Masjid Al Hijri 1, Ahad, 17/09/17,  Prof. Dr. KH. Didin Hafiduddin  M.Sc.

Surat Al Ahzab:  21

اعوذبالله من الشيطان الرجيم.

بسم الله الرحمن الرحيم

Allah SWT berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًا   

laqod kaana lakum fii rosuulillaahi uswatun hasanatul limang kaana yarjulloha wal-yaumal-aakhiro wa zakarollaaha kasiiroo

“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.”

(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 21)

PELAJARAN & HIKMAH YG ADA DI DALAMNYA:

1. Ayat ini sering dibaca oleh para penceramah, terutama pada saat bulan Rabiul Awwal.

2. Bagi orang-orang yg beriman, diri Rasulullah s.a.w itu merupakan contoh teladan yg paling baik bagi manusia. Baik dalam perilakunya, perkataannya dan dalam segala hal. Karena beliau tidak pernah berkata-kata , berbuat sesuatu,  meninggalkan sesuatu atau melarang sesuatu, kecuali berdasarkan petunjuk wahyu Allah dan tidak berdasarkan hawa nafsunya.

3. Beliau adalah seorang ahli komunikasi yg terpercaya, ahli strategi dan ahli diplomasi yg tidak ada celanya.

4. Siapa pun yg mengaku beriman dan ingin disayang Allah, maka harus meneladani Rasulullah s.a.w. Umat ini tdk membutuhkan orang-orang yang pinter dan pandai tetapi tdk menjadi teladan. Lihat Ali Imran:164.

Allah SWT berfirman:

لَقَدْ مَنَّ اللّٰهُ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ اِذْ بَعَثَ فِيْهِمْ رَسُوْلًا مِّنْ اَنْفُسِهِمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِهٖ وَيُزَكِّيْهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ  ۚ  وَاِنْ كَانُوْا مِنْ قَبْلُ لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ

laqod mannallohu ‘alal-mu`miniina iz ba’asa fiihim rosuulam min anfusihim yatluu ‘alaihim aayaatihii wa yuzakkiihim wa yu’allimuhumul-kitaaba wal-hikmah, wa ing kaanuu ming qoblu lafii dholaalim mubiin

“Sungguh, Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika (Allah) mengutus seorang rasul (Muhammad) di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Qur’an) dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 164)

5. Yg dibutuhkan oleh umat ini adalah keteladanan dari para tokohnya, yg meneladani (ittiba) atau mengikuti dan mentaati Rasulullah s.a.w. yakni keteladanan dlm perilakunya, ucapannya dalam kepribadiannya.

Sbgmana Allah telah membuat ketentuan dlm Al Qur’an.

Allah SWT berfirman:

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ  يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَـكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ  وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

qul ing kuntum tuhibbuunalloha fattabi’uunii yuhbibkumullohu wa yaghfir lakum zunuubakum, wallohu ghofuurur rohiim

“Katakanlah (Muhammad), Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 31)

قُلْ اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ ۚ  فَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْكٰفِرِيْنَ

qul athii’ulloha war-rosuul, fa in tawallau fa innalloha laa yuhibbul-kaafiriin

“Katakanlah (Muhammad), Taatilah Allah dan Rasul. Jika kamu berpaling, ketahuilah bahwa Allah tidak menyukai orang-orang kafir.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 32)

مَنْ يُّطِعِ الرَّسُوْلَ فَقَدْ اَطَاعَ اللّٰهَ   ۚ  وَمَنْ تَوَلّٰى فَمَاۤ اَرْسَلْنٰكَ عَلَيْهِمْ حَفِيْظًا  

may yuthi’ir-rosuula fa qod athoo’alloh, wa man tawallaa fa maaa arsalnaaka ‘alaihim hafiizhoo

“Barang siapa menaati Rasul (Muhammad) maka sesungguhnya dia telah menaati Allah. Dan barang siapa berpaling (dari ketaatan itu) maka (ketahuilah) Kami tidak mengutusmu (Muhammad) untuk menjadi pemelihara mereka.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 80)

6. Keteladanan dalam hal lisan, Rasul memberi panduan dlm sabdanya: _”Siapa saja yang mengaku beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah kalian berbicara yg baik-baik, atau lebih baik kalian diam”_

Dlm perbuatan Rasulullah s.a.w sangat baik kepada tetangganya, kepada tamunya, dgn mengajarkan akhlaq kpd sesama manusia, diantaranya dgn bersabda; _”Barang siapa yg mengaku beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka hendaklah berbuat baik kepada tetangganya dan kepada tamunya”_

Juga dalam sabdanya; “_Seorang muslim itu adalah yg menjadikan tetangganya dan orang yang ada di sekitarnya selamat dari lisan dan perbuatannya”_

7. Keteladanan dalam kepribadiannya, Rasulullah s.a.w selalu berpenampilan sederhana, menarik, simpatik, bersahaja dan menghargai para sahabatnya, umatnya, menghormati lawannya.

Berdasarkan itulah maka Allah memuji Nabi Muhammad s.a.w dgn kalimatNya bahwa beliau memiliki akhlaq yang agung;

Allah SWT berfirman:

وَاِنَّكَ  لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍ

wa innaka la’alaa khuluqin ‘azhiim

“Dan sesungguhnya engkau benar-benar, berbudi pekerti yang luhur.”

(QS. Al-Qalam 68: Ayat 4)

Dari pengajian dan materi ini, semoga kita mampu mengambil pelajaran dan hikmahnya agar kita termasuk hamba Allah yang mampu _ittiba_ dan mengambil contoh keteladanan yang baik dari Rasulullah s.a.w dan menjadi manusia-manusia yg sholeh dan sholehah, berbudi pekerti yg baik, menjadi teladan yang baik dan menjadi imam atau pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yg bertaqwa. Aamiin.

Demikian pengajian subuh ini disebarluaskan. Semoga ayat-ayat Al Qur’an di atas, memberi pencerahan dan memperkuat iman, ilmu, amal perilaku umat Islam dlm menjalani kehidupannya di dunia. Semangat dlm berjuang menegakkan ajaran agama dan membela negara, agar mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan selamat di alam akhirat.  Semoga menjadi ilmu yg bermanfaat. Aamiin. 

سبحانك اللهم وبحمدك اشهد ان لا اله الا انت استغفرك ةاتوب اليك

Salam ukhuwah dari Bogor.
Dicatat oleh : Willyuddin A.R. Dhani

Tiga Kelompok Manusia 

Seri Mengaji Tafsir masjid Al Hijri, Ahad, 10/09/17,  Prof. Dr. KH. Didin Hafiduddin  M.Sc.

Surat Al Ahzab:  19-20

اعوذبالله من الشيطان الرجيم.

بسم الله الرحمن الرحيم

Allah SWT berfirman:

اَشِحَّةً عَلَيْكُمْ    ۚ  فَاِذَا جَآءَ الْخَوْفُ رَاَيْتَهُمْ يَنْظُرُوْنَ اِلَيْكَ تَدُوْرُ اَعْيُنُهُمْ كَالَّذِيْ يُغْشٰى عَلَيْهِ مِنَ الْمَوْتِ   ۚ  فَاِذَا ذَهَبَ الْخَـوْفُ سَلَقُوْكُمْ بِاَ لْسِنَةٍ حِدَادٍ اَشِحَّةً عَلَى الْخَيْـرِ  ۗ  اُولٰٓئِكَ لَمْ يُؤْمِنُوْا فَاَحْبَطَ اللّٰهُ اَعْمَالَهُمْ   ۗ  وَكَانَ ذٰ لِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرًا

asyihhatan ‘alaikum fa izaa jaaa`al-khoufu ro`aitahum yanzhuruuna ilaika taduuru a’yunuhum kallazii yughsyaa ‘alaihi minal-mauut, fa izaa zahabal-khoufu salaquukum bi`alsinatin hidaadin asyihhatan ‘alal-khoiir, ulaaa`ika lam yu`minuu fa ahbathollaahu a’maalahum, wa kaana zaalika ‘alallohi yasiiroo

“mereka kikir terhadapmu. Apabila datang ketakutan (bahaya), kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka kikir untuk berbuat kebaikan. Mereka itu tidak beriman, maka Allah menghapus amalnya. Dan yang demikian itu mudah bagi Allah.”(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 19)

Allah SWT berfirman:

يَحْسَبُوْنَ الْاَحْزَابَ لَمْ يَذْهَبُوْا   ۚ  وَاِنْ يَّأْتِ الْاَحْزَابُ يَوَدُّوْا لَوْ اَنَّهُمْ بَادُوْنَ فِى الْاَعْرَابِ يَسْـاَ لُوْنَ عَنْ اَنْۢبَآئِكُمْ   ۗ  وَلَوْ كَانُوْا فِيْكُمْ مَّا قٰتَلُوْۤا اِلَّا قَلِيْلًا

yahsabuunal-ahzaaba lam yaz-habuu, wa iy ya`til-ahzaabu yawadduu lau annahum baaduuna fil-a’roobi yas`aluuna ‘an ambaaa`ikum, walau kaanuu fiikum maa qootaluuu illaa qoliilaa

“Mereka mengira (bahwa) golongan-golongan (yang bersekutu) itu belum pergi, dan jika golongan-golongan (yang bersekutu) itu datang kembali, niscaya mereka ingin berada di dusun-dusun bersama-sama orang Arab Badui, sambil menanyakan berita tentang kamu. Dan sekiranya mereka berada bersamamu, mereka tidak akan berperang, melainkan sebentar saja.” (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 20)

*PELAJARAN & HIKMAH YG ADA :*

Surat yg membahas ttg kisah perang ahzab (musuh yg bersekutu) ini, menjelaskan karakter manusia menjadi 3 kelompok. 

Kelompok 1 (pertama) adalah klompok yg mukmin, yg mengatakan *_sami’na wa atho’na_* konsisten thd keimanan dan selalu aktif ikut berjuang mempertahankan dan membela keimanan, bersatu bergerak bersama-sama untuk membela orang-orang beriman. 

Dlm hadits Rasulullah s.a.w bersabda: *_Akan senantiasa ada di kalangan umatku yg konsisten dalam keimanannya, tdk pernah menyurutkan dan melemahkan mereka, kebencian dan permusuhan orang-orang kafir, demikian itulah mereka sampai Allah memberikan keputusanNya sampai hari kiamat_*

Kelompok kedua; kelompok kafir yang selalu memusuhi dan menghalang-halangi tegaknya hukum Allah, memusuhi orang beriman, menghalangi perjuangan orang beriman, bahkan melarang orang beriman mensmpakkan jatidiri keimanannya, dgn tuduhan-tuduhan keji, seperti tuduhan sebagai teroris, anti toleran, anti persatuan dan tuduhan keji lainnya. Makanya Allah tegaskan dlm al Qur’an surat Al Baqarah : 120.

Allah SWT berfirman:

وَلَنْ تَرْضٰى عَنْكَ الْيَهُوْدُ وَلَا النَّصٰرٰى حَتّٰى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ   قُلْ اِنَّ هُدَى اللّٰهِ هُوَ الْهُدٰى  ۗ  وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ اَهْوَآءَهُمْ بَعْدَ  الَّذِيْ جَآءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ  مَا لَـكَ مِنَ اللّٰهِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا نَصِيْرٍ

wa lan tardhoo ‘angkal-yahuudu wa lan-nashooroo hattaa tattabi’a millatahum, qul inna hudallohi huwal-hudaa, wa la`inittaba’ta ahwaaa`ahum ba’dallazii jaaa`aka minal-‘ilmi maa laka minallohi miw waliyyiw wa laa nashiir

“Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya). Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 120)

Ciri mereka selalu memusuhi umat islam dengan mulutnya, dengan sikap dan perilakunya, dalam segala permasalahan yg dicari-cari. Walaupun permusuhan mereka itu dilakukan secara sembunyi, tdk pernah berani berhadapan langsung, ketika umat islam mayoritas. Tetapi manakala umat islam sudah lemah, mereka akan membunuh, membantai dan menghancurkan umat islam. Contoh kasus terakhir ini adalah pembantaian kaum muslimin di Rohingya. 

Semoga Allah menyalamatkan dan melindungi saudara-saudara kita di Rohingya, dan menjadikan mereka yg gugur sebagai korban kedzaliman penguasanya, menjadi syahid di sisi Allah S.W.T. Aamiin

Kelompok ke 3: Kelompok munafikuun, yg diantara ciri-cirinya dijelaskan dalam ayat 19&20 surat al ahzab di atas.

Yakni, tidak ingin ikut berjuang, menghindari perjuangan sambil mencela atau bahkan menyalahkan orang-orang yg berjuang, karena menganggap orang yg berjuang di jalan Allah membuat situasi keamanan dan kenyamanan terganggu. 

Allah umpamakan kebencian mereka terhadap kaum mukmin yg berjuang melawan sekutu yg berbuat kedzaliman dan kekufuran, dgn pandangan yg terbalik-balik krn benci kpd orang mukmin campur ketakutan kepada serangan orang kafir.

Sehingga mereka kikir, tdk mau membantu perjuangan kaum mukminin yg terus istiqomah dlm berjuang.

Ketika situasi telah aman mereka tetap nyinyir dan terus mencela orang beriman, dengan pernyataan yg menyakiti hati umat islam, sehingga tampaklah mereka itu lbh suka bergaul akrab dgn orang kafir, dan cenderung membela kaum kafir. 

Karakter seperti ini pun bahkan terus terjadi dan terlihat nyata di negeri muslim seperti di Indonesia sekaarang ini. Contohnya ttg GENOCIDE pembunuhan biadab terhadap kaum muslimin di Rohingya, pernyataan orang-mumafik aneh-aneh dan tetap menyakiti kaum muslim yg jelas-jelas didzalimi.

Maka Allah akan terus mebuka kedok-kedok kekufuran mereka.

Demikian pengajian subuh ini disebarluaskan. Semoga ayat-ayat al Qur’an di atas, memberi pencerahan dan memperkuat iman, ilmu, amal perilaku umat islam dlm menjalani kehidupannya di dunia. Semangat dlm berjuang menegakkan ajaran agama dan membela negara, agar mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan selamat di alam akhirat.  Semoga menjadi ilmu yg bermanfaat. Aamin. (Mohon bantu Sebarkan agar dapat bagian pahala ilmu yg bermanfaat).

سبحانك اللهم وبحمدك اشهد ان لا اله الا انت استغفرك ةاتوب اليك

Dicatat oleh : Willyuddin A.R. Dhani

Nabi Yusuf,  Pejabat ekonomi Luar Biasa

Seri mengaji masjid Alitisham jumat 8sep2017 / 1dzulhijjah1438, Ust Syukron Makmun, Qs. 12:57-62

# Apakah meminta jabatannya nabi yusuf ini di Quran ini bertentangan dgn hadits larangan meminta jabatan? 

Tdk,  krn saat sahabat abdurrahman meminta jabatan kpd Rasulullah SAW,  kondisinya ragu2 mengenai kemampuannya sendiri memegang amanah tsb. Sedang nabi Yusuf punya dua kemampuan yg meyakinkan yaitu hafidzun aliim,  perhitungan yg luar biasa 1 kepala 1 sho’ (135kg) dlm waktu 7 tahun. Pengendalian ekonomi ygcanggih.  Stock makanan stabil selama 7 tahun,  teknologi pengawetan makanan. Para pejabat tdk boleh makan berlebihan

# Apakah boleh jadi pejabat di bawah pemerintahan non muslim ? 

Jabatan penting perlu dipegang kaum muslimin agar keadilannya sesuai dgn Quran. Agar Allah terlibat shgg muncul keberkahan dalam negeri tersebut. Kombinasi Iman –  amanah – akan memunculkan rasa aman rakyat,  bahkan dalam strategisnya jabatan tersebut tidak membuat nabi Yusuf tdk dendam pada saudara2nya yg telah mendzolimi beliau. 

Kekuasaan yg berkah :

  • Menambah kebaikan
  • Mengundang kebaikan 
  • Menetapkan kebaikan

# dalil diperbolehkannya ancaman / motivasi oleh penguasa untuk menetapkan realisasi tujuan bersama dlm bernegara untuk kemaslahatan org banyak. 

Spt nabi yusuf menekan saudara2nya. Agar bunyamin didatangkan kalau ingin dpt perbekalan di musim kering. 

Sbg pembelajaran amanah bagi saudara2nya lagi utk mengembalikan kepercayaan ayah mereka kpd mereka.

Penekanan penguasa ini bisa dalam bentuk :

  • Ancaman bagi pengusaha dzalim
  • Reward bagi pengusaha yg baik. 

Wallahu a’lam 

Karakteristik orang Munafik 

Seri mengaji tafsir masjid Al Hijri 1, Ahad, 27/08/17,  Prof. Dr. KH. Didin Hafiduddin  M.Sc.

Surat Al Ahzab:  15 – 16

اعوذبالله من الشيطان الرجيم.

بسم الله الرحمن الرحيم

Allah SWT berfirman:

وَلَقَدْ كَانُوْا عَاهَدُوا اللّٰهَ مِنْ قَبْلُ لَا يُوَلُّوْنَ الْاَدْبَارَ   ۗ  وَكَانَ عَهْدُ اللّٰهِ مَسْــئُوْلًا

wa laqod kaanuu ‘aahadulloha ming qoblu laa yuwalluunal-adbaar, wa kaana ‘ahdullohi mas`uulaa

“Dan sungguh, mereka sebelum itu telah berjanji kepada Allah, tidak akan berbalik ke belakang (mundur). Dan perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggungjawabannya.” (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 15)

قُلْ لَّنْ يَّنْفَعَكُمُ الْفِرَارُ اِنْ فَرَرْتُمْ مِّنَ الْمَوْتِ اَوِ الْقَتْلِ وَاِذًا لَّا تُمَتَّعُوْنَ اِلَّا قَلِيْلًا

qul lay yanfa’akumul-firooru in farortum minal-mauti awil-qotli wa izal laa tumatta’uuna illaa qoliilaa

“Katakanlah (Muhammad), Lari tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika demikian (kamu terhindar dari kematian) kamu hanya akan mengecap kesenangan sebentar saja.” (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 16)

PELAJARAN & HIKMAH YG ADA:

1. Allah menceritakan sifat dan karakter munafik, sebagaimana penjelasan ayat sebelumnya (ayat 12-14) bhw salah satu kelompok yg membahayakan umat adalah kelompok munafik. Ketika terjadi huru-hara yg merusak Islam atau umat Islam menghadapi masalah, maka Allah tampakkan orang-orang munafik dgn karakternya yg utama, dimana visi hidupnya; _Hubbud dun-ya wa karohiyyatul maut_ (rakus/cinta harta dunia, sehingga mereka takut mati berjuang).

2. Sifat mereka digambarkan sering  membelot kepada kekufuran dan membela kaum kafir. Oleh krn itu dlm hadits dijelaskan tentang 7 perbuatan buruk:

a. Syirik kepada Allah.

b. Melakukan sihir & budaya sihir.

c. Membunuh manusia yg beriman tanpa alasan.

d. Memakan & bermain riba.

e. Memakan harta anak yatim (dicurangi)

f. Jika menghadapi musuh, berpihak kepada musuh dan membocorkan rahasia kelemahan kaum muslimin.

g. Melakukan perzinahan dgn segala sebab-sebabnya.

3. Jika dunia dijadikan tujuan oleh penganutnya, maka Islam akan runtuh oleh internal Islam sendiri, dan Allah akan cabut keberkahan hidupnya.

4. Maka dlm ayat 16 di atas, Allah membuat pernyataan bila lari dari perjuangan menegakkan kebenaran maka apapun keuntungan yg diperoleh berupa harta dunia, tidak akan menimbulkan kemenangan dan kesenangan, kecuali hanya sebentar saja.

5. Orang munafik tertipu dgn harta dunia, sehingga jika diseru utk taat kpd Allah, taat kepada RasulNya dan utk berjuang membela agama Allah, mereka sempit dada karenanya.

Allah SWT berfirman:

فَمَنْ يُّرِدِ اللّٰهُ اَنْ يَّهْدِيَهٗ يَشْرَحْ صَدْرَهٗ لِلْاِسْلَامِ ۚ  وَمَنْ يُّرِدْ اَنْ يُّضِلَّهٗ يَجْعَلْ صَدْرَهٗ ضَيِّقًا حَرَجًا كَاَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِى السَّمَآءِ ۗ  كَذٰلِكَ يَجْعَلُ اللّٰهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ

fa may yuridillaahu ay yahdiyahuu yasyroh shodrohuu lil-islaam, wa may yurid ay yudhillahuu yaj’al shodrohuu dhoyyiqon harojang ka`annamaa yashsho”adu fis-samaaa`, kazaalika yaj’alullohur-rijsa ‘alallaziina laa yu`minuun

“Barang siapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 125)

Semoga kajian ini membuka hati kita utk dapat berpihak kpd kebenaran, membersihkan hati kita dari segala bentuk karakter sifat kemunafikan.

Demikian pengajian subuh ini disebarluaskan. Semoga ayat-ayat Al Qur’an di atas, memberi pencerahan dan memperkuat iman, ilmu, amal perilaku umat Islam dlm menjalani kehidupannya di dunia. Semangat dlm berjuang menegakkan ajaran agama dan membela negara, agar mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan selamat di alam akhirat.  Semoga menjadi ilmu yg bermanfaat. Aamin. (Mohon bantu Sebarkan agar dapat bagian pahala ilmu yg bermanfaat).

سبحانك اللهم وبحمدك اشهد ان لا اله الا انت استغفرك ةاتوب اليك

Dicatat oleh : Willyuddin A.R. Dhani