• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 416,596 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal
  • Iklan

Adab Kepada Allah

Seri Pengajian rutin Sabtu Sore ba’da Ashar di Msj Al Hijri 2 Kampus UIKA, Prof. Dr. KH. Didin Hafiduddin, M.Sc, Sabtu, 14 April 2018

Surat Al Kahfi (18):50-51

اعوذ بالله من الشيطان الرجيم
بسم الله ابرحمن الرحيم

وَاِذْ قُلْنَا لِلْمَلٰۤئِكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوْۤا اِلَّاۤ اِبْلِيْسَ ۗ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ اَمْرِ رَبِّهٖ ۗ اَفَتَـتَّخِذُوْنَهٗ وَذُرِّيَّتَهٗۤ اَوْلِيَآءَ مِنْ دُوْنِيْ وَهُمْ لَـكُمْ عَدُوٌّ ۗ بِئْسَ لِلظّٰلِمِيْنَ بَدَلًا
wa iz qulnaa lil-malaaa`ikatisjuduu li`aadama fa sajaduuu illaaa ibliis, kaana minal-jinni fa fasaqo ‘an amri robbih, a fa tattakhizuunahuu wa zurriyyatahuuu auliyaaa`a min duunii wa hum lakum ‘aduww, bi`sa lizh-zhoolimiina badalaa

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, Sujudlah kamu kepada Adam! Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Dia adalah dari (golongan) jin, maka dia mendurhakai perintah Tuhannya. Pantaskah kamu menjadikan dia dan keturunannya sebagai pemimpin selain Aku, padahal mereka adalah musuhmu? Sangat buruklah (Iblis itu) sebagai pengganti (Allah) bagi orang yang zalim.”
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 50)

مَّاۤ اَشْهَدْتُّهُمْ خَلْقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَلَا خَلْقَ اَنْفُسِهِمْ ۖ وَمَا كُنْتُ مُتَّخِذَ الْمُضِلِّيْنَ عَضُدًا
maaa asy-hattuhum kholqos-samaawaati wal-ardhi wa laa kholqo anfusihim wa maa kuntu muttakhizal-mudhilliina ‘adhudaa

“Aku tidak menghadirkan mereka (Iblis dan anak cucunya) untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri; dan Aku tidak menjadikan orang yang menyesatkan itu sebagai penolong.”
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 51)

PELAJARAN YG ADA

1. Adab kaum beriman yg berilmu adalah selalu rendah hati, tunduk kepada Allah yg menurunkan ilmu kepadanya. Tidak menyombongkan diri thd Allah dan juga kpd sesama makhluk Allah, seperti Iblis yg tekutuk.

2. Allah jelaskan bhw Iblis adalah dari golongan jin yg membangkang, maka dia termasuk setan (makhluk pembangkang) dari golongan jin. Setan (makhluk pembangkang) ada juga yg dari golongan manusia. Maka ada setan (makhluk pembangkang) dari golongan jin dan ada yg dari golongan manusia, dan mereka saling bersekutu utk menolak / membangkang thd aturan syariat Allah S.W.T dan hukum-hukum Allah.

3. Menolak dan membangkang thd aturan syariat Allah dan hukumnya adalah kekafiran yg tingkatannya ada yg disebut kufur, fasik dan dhzalim. Termasuk kekufuran adalah musyrik (mempersekutukan) Allah.
Jadi…jika ada orang
mengaku Islam tapi perilakunya menolak aturan Allah, mengingkari perintah Allah baik dgn ucapan maupun perbuatannya, maka sesungguhnya ia adalah kufur.

4. Sikap dan perilaku orang kufur/kafir adalah kesombongan. Tidak saja sombong kepada sesama manusia tetapi pada dasarnya ia sombong kpd Allah, menolak, mencela aturan Allah, dan membantah (mengkritisi) syariat Allah adalah kekufuran dan sifat utama setan.

5. Dalam ayat di atas Allah juga menetapkan suatu aturan yakni larangan menjadikan setan (baik dari golongan jin maupun dari golongan manusia) dan para temannya atau kaki tangannya menjadi walinya (pemimpin, teman dekat, sahabat karib, pelindung). Karena mereka adalah musuh yg nyata bagi Allah dan musuh yg nyata bagi manusia.

6. Seburuk-buruk wali (pemimpin, penolong, pelindung, teman /sahabat setia) bagi manusia adalah Iblis / setan (makhluk yg kufur/pembangkang) baik setan yang dri golongan jin maupun setan-setan dri golongan manusia.

Orang-orang yg beriman hrs memilih dan menjadikan orang beriman sebagai walinya (pemimpin, pelindung, penolong, sahabat/teman setianya). Ini adalah bagian dari aturan dan ketetapan (syariat) dari Allah, yg tdk boleh dilanggar oleh kaum muslimin yg beriman.

7. Orang beriman tdk boleh pesimis, tdk boleh futur (berhenti) dlm berjuang menegakkan aturan Allah sampai Allah memberikan kemenangan. Islam selalu mendahulukan proses perjuangan yg harus tetap didahulukan bersih (tulus & jujur), konsisten dan komitmen thd keimanan dan kebenaran. Ini adalah bagian amanah dari Allah

Allah SWT berfirman:

وَلَا تَهِنُوْا فِى ابْتِغَآءِ الْقَوْمِ ۗ اِنْ تَكُوْنُوْا تَأْلَمُوْنَ فَاِنَّهُمْ يَأْلَمُوْنَ كَمَا تَأْلَمُوْنَ ۚ وَتَرْجُوْنَ مِنَ اللّٰهِ مَا لَا يَرْجُوْنَ ۗ وَ كَانَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًا
wa laa tahinuu fibtighooo`il-qouum, in takuunuu ta`lamuuna fa innahum ya`lamuuna kamaa ta`lamuun, wa tarjuuna minallohi maa laa yarjuun, wa kaanallohu ‘aliiman hakiimaa

“Dan janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka ketahuilah mereka pun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu rasakan, sedang kamu masih dapat mengharapkan dari Allah apa yang tidak dapat mereka harapkan. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 104)

Karena pada akhirnya, hanya orang-orang yg beriman, yg bersih, yang komitmen dan yg konsisten lah yang Allah akan berikan kemenangan.

Demikian pengajian rutin Sabtu sore ba’da Ashar ini dicatat dan disebar luaskan.

Semoga ayat-ayat Al Qur’an di atas, memberi pencerahan dan memperkuat iman, ilmu, dan amal perilaku kita dlm menjalani kehidupannya di dunia. Semangat dlm berjuang menegakkan ajaran agama yg diwariskan Rasul kepada kita, dan optimis dalam menjalani perjuangan da’wah utk membela negara, agar mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan selamat di alam akhirat. Semoga menjadi ilmu yg bermanfaat. Aamiin. (Mohon bantu sebarkan agar dapat bagian pahala ilmu yg bermanfaat).

سبحانك اللهم وبحمدك اشهد ان لا اله الا انت استغفرك ةاتوب اليك
Bogor, 14/04/18
Salam ukhuwah dari Bogor.

Dicatat oleh : Willyuddin A.R. Dhani

Iklan

Istiqomah

Seri mengaji masjid Alitisham sabtu 7 April 2018, Ust. Sambo

Istiqomah

Perintahnya cukup sederhana, dua langkah saja yaitu : beriman kepada Allah dan istiqomah.

Qs. 30:30 Surah Ar-Rum Verse 30: Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,

Qs. 46:13 Surah Al-Ahqaf, Verse 13: Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.

# Istiqomah itu :
– Mulai dari yg kecil
– Membiasakan syariat nya dulu kepada anak-anak.
– sampai kemudian puncaknya adalah memahami Konsekuensi, menjadi org yg bersyukur, menjadi kenal dekat dgn Allah, org yg membutuhkan ibadah sbg pengabdiannya kpd Allah.

# Betapa besarnya nilai istiqomah :
– Shalat qobliyah fajar mendapat pahala dunia seisinya, apalagi shalat wajib shubuhnya, apalagi berjamaah di masjid.

# Unsur istiqomah dlm ibadah :
1. Konsisten, terus menerus : utk org yg tegar beribadah sepanjang hidupnya berbeda dgn org yg baru mulai, ada nilai loyalitas, walau ibadahnya sama.
2. Benar, jujur, punya integritas : sama antara fisik dan isi hatinya, badannya shalat, jiwanya pun begitu. Lisannya beriman, hatinya pun begitu – mulutnya shaum, jiwanya pun begitu.
Allahu akbar dilisan dan dihati, efeknya akan sangat luar biasa, mengusir syetan dan berbagai keburukan, spt pada peristiwa jatuhnya pedang yg mengancam nabi Muhammad SAW ketika beliau mengucap yakin yg melindunginya adalah Allah.
3. Amanah, tanggung jawab : setelah mengucap saya terima nikahnya, makan yg berat setelahnya mendidik istri, mendidik anak2.

# Konsekuensi Allahu Akbar :
1. tdk ada yg lebih besar daripada Allah
2. Yg selain Allah adalah kecil, termasuk dirinya, maka tdk ada kesombongan, krn harta, kekuasaan.
Konsekuensi La ilaha Illallah yg sangat berat, shgg bahkan paman nabi, pemuka Quriasy dlm bujukan nabi pun tdk berani menyatakannya. Apalagi bagi Abu Jahal.
Sesuatu yg ringan diucapkan tetapi berat dalam timbangan (hadits)

# Konsekuensi bersyukur : berterima kasih, selalu berprasangka baik kpd Allah, org bersyukur pasti sabar, tdk berlaku sebaliknya. Walaupun barangnya diambil oleh Allah tetap berterima kasih, tdk pundung, tdk marah.

Wallahu a’lam

Akhlaq Menjaga Lisan

Seri Kajian Tafsir Al Hijri 1 Air Mancur Bogor, Ahad, 25 Pebruari 2018, Prof. Dr. KH. Didin Hafiduddin, M.Sc

Qs. Al Ahzab (33): 69-71

اعوذبالله من الشيطان الرجيم.
بسم الله الرحمن الرحيم

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ اٰذَوْا مُوْسٰى فَبَـرَّاَهُ اللّٰهُ مِمَّا قَالُوْا ۗ وَكَانَ عِنْدَ اللّٰهِ وَجِيْهًا
yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa takuunuu kallaziina aazau muusaa fa barro`ahullohu mimmaa qooluu, wa kaana ‘indallohi wajiihaa

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa, maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka lontarkan. Dan dia adalah seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah.”

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا
yaaa ayyuhallaziina aamanuttaqulloha wa quuluu qoulan sadiidaa

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kalian kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar,”

يُّصْلِحْ لَـكُمْ اَعْمَالَـكُمْ وَيَغْفِرْ لَـكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا
yushlih lakum a’maalakum wa yaghfir lakum zunuubakum, wa may yuthi’illaaha wa rosuulahuu fa qod faaza fauzan ‘azhiimaa

“niscaya Allah akan memperbaiki amal-amal kaluan dan mengampuni dosa-dosa kalian. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya, dia mendapat kemenangan dengan kemenangan yang agung.”
(QS. Al-Ahzab 33:69 – 71)

PELAJARAN & HIKMAH YANG ADA DI DALAMNYA

1. Pada ayat ini (ayat 69), Allah menjelaskan tentang akhlaq menjaga lisan. Orang yg mampu menjaga lisannya, maka ia akan mendapatkan kebaikan dan keselamatan. Sebaliknya orang yg tdk mampu menjaga lisannya akan mendapatkan keburukan.
Sehingga dalam kata-kata hikmah dinyatakan “Keselamatan seseorang tergantung lisannya”.

Banyak orang tersesat karena lisannya, sehingga ia menjadi musyrik dan kufur

Allah SWT berfirman:

وَقَالَتِ الْيَهُوْدُ عُزَيْرُ اۨ بْنُ اللّٰهِ وَقَالَتِ النَّصٰرَى الْمَسِيْحُ ابْنُ اللّٰهِ ۗ ذٰ لِكَ قَوْلُهُمْ بِاَ فْوَاهِهِمْ ۚ يُضَاهِئُوْنَ قَوْلَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ قَبْلُ ۗ قَاتَلَهُمُ اللّٰهُ ۚ اَنّٰى يُؤْفَكُوْنَ‏
wa qoolatil-yahuudu ‘uzairunibnullohi wa qoolatin-nashoorol-masiihubnulloh, zaalika qouluhum bi`afwaahihim, yudhoohi`uuna qoulallaziina kafaruu ming qobl, qootalahumulloh, annaa yu`fakuun

“Dan orang-orang Yahudi berkata, Uzair putra Allah, dan orang-orang Nasrani berkata, Al-Masih putra Allah. *Itulah ucapan yang keluar dari mulut mereka*. *Mereka meniru ucapan orang-orang kafir* yang terdahulu. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 30)

Maka siapa pun yg ucapannya tdk terjaga, maka Allah sangat membencinya. Apalagi ucapan dusta yg dituduhkan kepada para nabi, pewaris para nabi (ulama, dai dan para ustadz).

Allah SWT berfirman:

لَـقَدْ كَفَرَ الَّذِيْنَ قَالُوْۤا اِنَّ اللّٰهَ ثَالِثُ ثَلٰثَةٍ ۘ وَمَا مِنْ اِلٰهٍ اِلَّاۤ اِلٰـهٌ وَّاحِدٌ ۗ وَاِنْ لَّمْ يَنْتَهُوْا عَمَّا يَقُوْلُوْنَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْهُمْ عَذَابٌ اَ لِيْمٌ
laqod kafarollaziina qooluuu innalloha saalisu salaasah, wa maa min ilaahin illaaa ilaahuw waahid, wa il lam yantahuu ‘ammaa yaquuluuna layamassannallaziina kafaruu min-hum ‘azaabun aliim

“Sungguh, telah kafir orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga, padahal tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka ucapkan, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih.”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 73)

2. Pada ayat 69 Allah jelaskan pembelaannya thd nabi Musa, atas ejekan dan tuduhan umatnya bahwa nabi Musa memiliki cacat di kemaluannya, karena nabi Musa selalu menutupi auratnya. Bahkan ketika mereka memindahkan pakaiannya yg ditaruh diatas batu pada saat Musa sedang mandi, maka atas mu’jizat Allah tongkatnya mengejar pakaian itu sampai melewati sekumpulan orang dan mengembalikannya kepada musa agar tdk terbuka, maka mereka menyimpulkan bahwa di tubuh Musa ada cacat dan kemaluannya ada benjolan. Inilah ucapan buruk dan tuduhan manusia jahil kpd nabinya, karena selalu berpakaian rapat menutupi auratnya.

3. Maka pada ayat berikutnya (70) Allah perintahkan kepada orang-orang yg beriman utk bertaqwa dengan menjaga ucapannya yaitu harus selalu mengatakan ucapan yang benar. Tdk boleh sembarangan berucap, tdk boleh berburuk sangka, tdk boleh mencari-cari aib orang (seperti para jasus/intel), tdk boleh menebar fitnah, tuduhan palsu (rekayasa) dan menyebarkan kedustaan (istilah sekarang disebut hoax), terutama kpd para nabi, pengikut dan pewaris nabi, para dai, para ustadz dan yg sejenisnya. Karena semua itu menimbulkan fitnah, huru-hara permusuhan, dan mendatangkan murka (laknat) Allah bagi siapa yang melakukannya.
Contoh yg terjadi saat ini misalnya tuduhan rekayasa thd HRS, tuduhan makar dll yg dilakukan oleh orang-orang kafir.

4. Oleh karena itu, Allah berjanji kepada siapa saja yg mampu menjaga lisannya utk selalu berkata benar, Allah hapuskan kesalahan-kesalahannya dengan memperbaiki amal-amalnya, Allah ampuni dosa-dosanya. Hal itu berarti bentuk ketaatan kepada Allah dan RasulNya, dan siapa pun yang taat kepada Allah & RasulNya ia akan mendapatkan kemenangan yang besar.

Wallahu a’lam

Dicatat oleh : Willyuddin A.R. Dhani

Ketika Penghuni Surga memasuki Surga

Seri Kajian Tafsir Al Hijri 1 Air Mancur Bogor, Ahad, 18 Pebruari 2018, Prof. Dr. KH. Didin Hafiduddin, M.Sc.

Qs. Al Ahzab (33):66-68

اعوذبالله من الشيطان الرجيم.
بسم الله الرحمن الرحيم

يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوْهُهُمْ فِى النَّارِ يَقُوْلُوْنَ يٰلَيْتَـنَاۤ اَطَعْنَا اللّٰهَ وَاَطَعْنَا الرَّسُوْلَا
yauma tuqollabu wujuuhuhum fin-naari yaquuluuna yaa laitanaaa atho’nalloha wa atho’nar-rosuulaa

“Pada hari (ketika) wajah mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata, Wahai, kiranya dahulu kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.”

وَقَالُوْا رَبَّنَاۤ اِنَّاۤ اَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَآءَنَا فَاَضَلُّوْنَا السَّبِيْلَا
wa qooluu robbanaaa innaaa atho’naa saadatanaa wa kubarooo`anaa fa adholluunas-sabiilaa

“Dan mereka berkata, Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati para pemimpin dan para pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar).”

رَبَّنَاۤ اٰتِهِمْ ضِعْفَيْنِ مِنَ الْعَذَابِ وَالْعَنْهُمْ لَعْنًا كَبِيْرًا
robbanaaa aatihim dhi’faini minal-‘azaabi wal’an-hum la’nang kabiiroo

“Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan laknatlah mereka dengan laknat yang besar.”
(QS. Al-Ahzab 33:66 – 68)

*PELAJARAN & HIKMAH YG ADA:*

1. Ayat-ayat yg kita baca di atas, berkaitan dgn keimanan terhadap hari akhirat. Dimana Allah jelaskan keadaan penyesalan orang-orang yg tidak mau mentaati aturan Allah dan RasulNya, dan lebih mentaati tokoh-tokoh menyimpang dan penguasa-penguasa yg tidak taat kepada aturan Allah dan RasulNya.

2. Penyesalan itu diantaranya mereka wujudkan dengan melaknat pemimpin-pemimpin dan tokoh-tokohnya sendiri yg sebelumnya dibela-belai dgn taqlid dan ashobiyah yg nyata.

3. Allah akan memasukkan orang-orang yg taat kepada aturan Allah dan RasulNya. Dan penghuni surga itu ada tiga jenis:

a. Kelompok yg masuk surga sendirian karena imannya benar dan amal sholehnya yg konsisten.

Allah SWT berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًـا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَـنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةً ۚ وَلَـنَجْزِيَـنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
man ‘amila shooliham min zakarin au unsaa wa huwa mu`minun fa lanuhyiyannahuu hayaatan thoyyibah, wa lanajziyannahum ajrohum bi`ahsani maa kaanuu ya’maluun

“Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. An-Nahl 16: Ayat 97)

b. Kelompok yg masuk surga bersama dgn keluarganya yg beriman.

Allah SWT berfirman:

وَالَّذِيْنَ صَبَرُوا ابْتِغَآءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً وَّيَدْرَءُوْنَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ اُولٰۤئِكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِ
wallaziina shobarubtighooo`a waj-hi robbihim wa aqoomush-sholaata wa anfaquu mimmaa rozaqnaahum sirrow wa ‘alaaniyataw wa yadro`uuna bil-hasanatis-sayyi`ata ulaaa`ika lahum ‘uqbad-daar

“Dan orang yang sabar karena mengharap keridaan Tuhannya, melaksanakan sholat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik),”

Allah SWT berfirman:

جَنّٰتُ عَدْنٍ يَّدْخُلُوْنَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ اٰبَآئِهِمْ وَاَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيّٰتِهِمْ وَالْمَلٰٓئِكَةُ يَدْخُلُوْنَ عَلَيْهِمْ مِّنْ كُلِّ بَابٍ
jannaatu ‘adniy yadkhuluunahaa wa man sholaha min aabaaa`ihim wa azwaajihim wa zurriyyaatihim wal-malaaa`ikatu yadkhuluuna ‘alaihim ming kulli baab

“(yaitu) surga-surga ‘Adn, mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang yang saleh dari nenek moyangnya, pasangan-pasangannya dan anak cucunya, sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;”
(QS. Ar-Ra’d 13:22 – 23)

c. Kelompok yg masuk surga bersama dengan rombongan & rombongan orang-orang iman dan amal sholehnya benar sesuai dengan Syariat Allah dan RasulNya.

Sifat-sifat mereka:

* Tidak menyelisihi sunnah Nabi dan tdk suka berselisih dengan sesama orang beriman.
* Tidak suka mencaci dan tidak menghujat sesama orang yg beriman.
* Tidak ada iri, dengki, dan hasud diantara sesama orang beriman.

Ini menunjukkan karakter orang-orang yg selalu ingin membangun kekuatan jamaah kekuatan umat yang didasarkan kepada aturan Allah dan sunnah RasulNya.

4. Ketika orang kafir (musyrik, fasik, munafik) disiksa mereka menyatakan seandainya dulu kami mentaati Allah dan RasulNya. Mereka menyesal karena mentaati pemimpin dan tokoh-tokoh yg dzalim, yang menyimpang dari ajaran Allah dan ajaran Rasul.

Karena itu umat Islam tdk boleh salah memilih pemimpin. Jangan memilih pemimpin dari golongan orang kafir, fasik, dan munafik.
Walaupun orangnya menarik dan banyak duit.

Dicatat oleh : Ust. Willyuddin A.R. Dhani

Bersiap menghadapi Hari Kiamat

​Seri Kajian Tafsir Al Hijri 1 Air Mancur Bogor,  Ahad, 11 Pebruari 2018,  Prof. Dr. KH. Didin Hafiduddin, M.Sc.

Al Ahzab (33):63-65

اعوذبالله من الشيطان الرجيم.

بسم الله الرحمن الرحيم

يَسْــئَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ ۗ  قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللّٰهِ ۗ  وَمَا  يُدْرِيْكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُوْنُ قَرِيْبًا

yas`alukan-naasu ‘anis-saa’ah, qul innamaa ‘ilmuhaa ‘indalloh, wa maa yudriika la’allas-saa’ata takuunu qoriibaa

“Manusia bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari Kiamat. Katakanlah, Ilmu tentang hari Kiamat itu hanya di sisi Allah. Dan tahukah engkau, boleh jadi hari Kiamat itu sudah dekat waktunya.”

اِنَّ اللّٰهَ لَعَنَ الْكٰفِرِيْنَ  وَاَعَدَّ لَهُمْ سَعِيْرًا  

innalloha la’anal-kaafiriina wa a’adda lahum sa’iiroo

“Sesungguhnya, Allah melaknat orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka),”

خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۤ اَبَدًا   ۚ  لَا يَجِدُوْنَ وَلِيًّا وَّلَا نَصِيْرًا   

khoolidiina fiihaaa abadaa, laa yajiduuna waliyyaw wa laa nashiiroo

“mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; mereka tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong.”

(QS. Al-Ahzab (33):63-65)

PELAJARAN & HIKMAH YG ADA DI DALAMNYA:

1. Ayat ayat yg kita baca ini, berkaitan dengan rukun iman yg ke 5, yakni beriman kepada hari qiyamat, yg artinya hari berbangkit atau hari berdiri kembali. Kadang juga disebut _sa’ah_ (waktu tibanya). Juga disebut _yaumuddin_ (hari agama) yakni pembuktian ajaran agama Islam, juga disebut _yaumil jaza_ (hari pembalasan) yakni ditegakkannya keadilan terhdp semua amal perbuatan manusia. Juga disebut _al qoriah_ atau hari kegoncangan, yakni saat digoncangkan seluruh bumi untuk diratakan.

Juga disebut _yaumul hisab_ yakni hari perhitungan amal manusia, dimana kelak akan ada yg diampuni Allah dan akan ada yg disiksa karena amal buruknya. Juga disebut _yaumil hasyr_, hari berkumpul untuk membaca dan mengkoreksi dirinya sendiri. Hari qiyamat juga disebut _yaumut taghabun_, hari ditampakkan seluruh amal manusia.

2. Maka kelak akan ada 7 kelompok manusia yg akan mendapat naungan Allah, yg diantaranya adalah 

a. Pemimpin yg adil, yg tdk suka janji tapi dia amanah, yg tidk suka bohong dan pencitraan.

b. Pemuda yg tumbuh dlm keadaan selalu beribadah kepada Allah dlm setiap keadaan,

c. Para pemuda yg mencintai kegiatan masjid., sehingga hatinya ada di dalam masjid.

d. Orang yg cinta mencintai karena Allah, mereka berkumpul atau berpisah hanya karena Allah.

e. Orang yang rajin berinfaq dan bersedekah ikhlas mengharap ridho Allah, sehingga perumpamaannya tangan kanan memberi, tangan kiri tdk mengetahuinya.

f. Para pemuda yg dibujuk wanita cantik dan kaya utk berbuat zina, tapi ia tolak karena takut thd murka Allah.

g. Orang yg selalu menyebut nama Allah dan memohon ampunanNya di sepertiga malam dgn khusu’ sehingga mencucurkan air matanya krn rindu dan takut kepada Allah.

3. Dampak positif beriman kepada hari akhir:

a. Menjadi orang yg istiqomah dalam kebenaran dan  kebaikan. Sehingga menambah kekuatan iman.

Allah SWT berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ  الْمَلٰٓئِكَةُ اَ لَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَبْشِرُوْا بِالْجَـنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ  تُوْعَدُوْنَ

innallaziina qooluu robbunallohu summastaqoomuu tatanazzalu ‘alaihimul-malaaa`ikatu allaa takhoofuu wa laa tahzanuu wa absyiruu bil-jannatillatii kuntum tuu’aduun

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, Tuhan kami adalah Allah kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.”

نَحْنُ اَوْلِيٰٓـؤُکُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَفِى الْاٰخِرَةِ   ۚ  وَلَـكُمْ فِيْهَا مَا تَشْتَهِيْۤ اَنْفُسُكُمْ وَلَـكُمْ فِيْهَا مَا تَدَّعُوْنَ  

nahnu auliyaaa`ukum fil-hayaatid-dun-yaa wa fil-aakhiroh, wa lakum fiihaa maa tasytahiii anfusukum wa lakum fiihaa maa tadda’uun

“Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta.”

(QS. Fussilat (41):30-31)

b. Akan menjadi orang yang optimis, tidak mudah putus asa dan merdeka sehingga selalu mencari kebaikan, menebarkan kebaikan dan suka berbuat kebaikan.

Allah SWT berfirman:

يٰبَنِيَّ اذْهَبُوْا فَتَحَسَّسُوْا مِنْ يُّوْسُفَ وَاَخِيْهِ وَلَا تَايْـئَسُوْا  مِنْ رَّوْحِ اللّٰهِ ۗ  اِنَّهٗ لَا يَايْـئَسُ مِنْ رَّوْحِ اللّٰهِ اِلَّا الْقَوْمُ  الْكٰفِرُوْنَ

yaa baniyyaz-habuu fa tahassasuu miy yuusufa wa akhiihi wa laa tai`asuu mir rouhillaah, innahuu laa yai`asu mir rouhillaahi illal-qoumul-kaafiruun

“Wahai anak-anakku! Pergilah kamu, carilah (berita) tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang yang kafir.”

(QS. Yusuf 12: Ayat 87)

c. Akan menjadi orang yg amanah dan selalu bertanggung jawab, menjadi orang kaya dan diberikan kekayaan oleh Allah, sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah s.a.w yg bersabda:

الامانة تجرب الرزق والحيانة تجرب الفقرى.

Amanah itu mendatangkan rezki, dgn khianat akan menghasilkan kefakiran”. (Hadits)

Dalam hadirs yg lain Rasulullah menyatakan bahwa “Iman itu adalah amanah, tidak ada iman kecuali dengan amanah”. (Hadits)

d. Akan menjadikan keyakinan yg kuat bahwa akan ada pengadilan Allah, sehingga ia akan selalu menjaga lisan, hati dan amal perbuatannya selama di dunia, utk tdk melakukan hal-hal yg tercela.

4. Kapan terjadinya kiamat? Ketika Rasul ditanyakan ttg kiamat, beliau menjawab bahwa;  “Semua pengetahuan tentang itu hanyalah Allah yg mengetahui.  Beliau hanya bernasehat untuk mempersiapkan bekal terbaik berupa iman yg lurus, bersih dan amal yg shaleh. Beliau hanya mampu menjelaskan ttg tanda-tanda dekatnya kedatangan qiyamat tsb sebagaimana ketika ditanya oleh malaikat Jibril tentang Iman, Islam, Ihsan dan  kapan tiba hari kiamat? Ketika ditanyakan yg ke empat tsb (ttg qiyamat), beliau menjawab bahwa yg ditanya tdk lebih tahu daripada yang bertanya, lalu beliau hanya mampu menjelaskan tanda-tandanya, dekatnya hari qiyamat.

Karena itu jika ada manusia selain dari Rasulullah s.a.w yg mampu atau sok tahu ttg kapan dan tahun berapa akan qiyamat, maka kita tdk boleh mempercayainya, karena khawatir terjebak dlm kedustaan. Wallahu a’lam. 

Di tulis oleh : Ust. Willyuddin A.R. Dhani

Sekarang Kajian ini bisa dilihat di Youtube,  silahkan menuju link berikut :  https://youtu.be/WcRvzYuWark


Larangan Berputus Asa dari rahmat Allah SWT 

​Seri Mengaji masjid Alitisham jumat 26jan2018, Ust. Syukron Makmun, Qs. Yusuf : 84-88

# Surah Yusuf :  86-87

Ya’qub menjawab: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya. (86)

Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (87)

Larangan berputus asa / tdk punya harapan kpd Allah,  krn putus asa itu org2 kafir :

1- tdk beriman / ingkar kpd takdir

2- tdk mengakui kebesaran Allah,  seolah2 Allah tdk bisa diandalkan dan tdk mampu menghadirkan apa2 yg diharapkannya. 

– tdk punya harapan,  tdk percaya bergantung kpd Allah,  padahal betapa luas harapan di dunia maupun di sisi akhirat. Harapan terbesar adalah harapan kpd Allah. Iman tinggipasti optimis. 

Tdk satu pun makhluk melata dimuka bumi ini,  kecuali ada dlm genggaman Allah setiap rizkinya. 

3- menuduh Allah,  suudzon kpd Allah telah salah dalam keputusanNYA. 

# Surah Yusuf : 88

Maka ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, mereka berkata: “Hai Al Aziz, kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan dan kami datang membawa barang-barang yang tak berharga, maka sempurnakanlah sukatan untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami, sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bersedekah”.

1. Dalil meminta tolong kpd org lain ketika dlm kondisi terpaksa. Agar masyarakat muslim lain mengetahui kesulitannya. Kadang ketinggian iman seseorang menahan dirinya utk tdk meminta bantuan kpd org lain. 

Yg dilarang adalah menjadikan meminta-minta sbg profesi. Dlam hadits : Dtg dgn muka tanpa daging,  dan terus mencakar2 wajahnya. 

2. Rakyat boleh menuntut haknya kpd penguasanya untuk menyelesaikan 

3. Jika mrk membantu akan dicatat sebagai sedekah,  aplikasi yg sangat luas,  hadits : membuang duri/hal2 yg menganggu di jalan adalah sedekah. 

Berhati2 pedagang yg mencari nafkah di jalan,  sehingga banyak org yg lalu lalang jadi terganggu. 

Hadits : Allah berterima kasih kpd org yg menyingkirkan duri di jalan. 

Ayat ini menunjukkan banyaknya implementasi sedekah,  spt kita membeli sesuatu yg kita butuhkan utk membantu sang penjual. Atau kita berikan semua harta yg sdh kita tdk butuhkan. 

Balasan kesabaran nabi Yusuf :

  • menjadi penguasa tertinggi 
  • berkumpul lagi dgn keluarganya
  • pemimpin yg tdk ada dendam pribadi,  memaafkan tanpa syarat kpd seluruh kakaknya. 

Wallahu a’lam 

Belajar Hak dan Batil di Surah Al A’raf

​Seri mengaji Mushalla Alitisham, 21jan2018, Ust. Ahmadi Usman

Salam dan Shalawat,  Selama Allah masih memberi kesempatan kpd kita, maka sdh seharusnya kita mencurahkan segenap jiwa raga kita utk mendapatkan ridhoNya.

Evaluasi seberapa dosa dan amal baik atau kesholihan yg kita lakukan dan brp nikmat yg telah Allah berikan, dan berapa yg kita syukuri dan kita kufuri.

jika itu banyak kebaikan, kita mintakan agar istiqomah dan mendapatkan husnul khatimah.

# Qs. al anam berisi penanaman ketauhidan, dgn teori dan aplikasi dan  juga secara verbal. 

  1. teori : Qul innassholati wa nusuki, wa…
  2. verbal : selalu dibaca dlm iftitah shalat.
  3. Amal harus terus dikerjakan utk menyibukkan hati kita, menjadi perhatian setiap desah nafas kita, agar saat terakhir mudah mengucapkan kalimah toyyibah. 

Qs. 2:2 ada 3 hal yang harus selalu dipegang manusia agar bahagia,  yaitu bgmn mensinergikan Al-Quran, perasaan dan petunjuk.

jika org ragu pada Quran,  maka tdk akan dpt petunjuk, jika dibaca dgn keyakinan akan dpt petunjuk. jika org merasa tdk butuh Quran, maka sama saja kita tdk merasa butuh petunjuk Allah, tdk perlu berada dlm ketaqwaan dan tdk mau mengakhiri hidupnya dgn husnul khatimah.

hadits : siapa yg hari ini lebih baik dari kemari, maka terbaik.

# Qs. Al a’raf berisi :

1# Allah menampilkan pertempuran antara haq dan bathil. 

Sebagai petunjuk dimana posisi dan sikapmu, bgmn belajarmu mengetahui ini. 

Surah ini turun ketika Rasul terintimidasi org mekkah, krn dakwah sdh terbuka bermuwajahah (melobi dan berdiplomasi), banyak hoax yg memutar balikkan ajaran nabi, shgg banyak yg jadi bingung, maka turunlah surah ini sbg backing.

2# banyak kisah yang mendidik

Kisah terjadinya friksi yg amat kuat diawali dgn dengkinya iblis atas penciptaan manusia,  sampai kisah-kisah pertentangan antara Adam dan iblis. Dalam hal ini, digambarkan dgn jelas sikap nabi adam berada di sisi yg haq, dan iblis yg memposisikan diri di sisi batil.
Kisah lengkapnya tercantum pula pada Qs. 2:30-37, semua yg diciptakan Allah cukup kun fayakun, namun ketika Allah menciptakan manusia, fungsinya sdh disampaikan kpd malaikat sbg khalifah dimuka bumi, lalu diciptakan (fisik dan jiwanya disempurnakan), lalu diajarkan ilmu2, lalu didiseminasi lagi kpd malaikat kehebatan manusia dlm menyebutkan nama2 dan fungsi alam semesta. Lalu makhluk2 diperintahkan sujud kpd Adam.

Qs. 2:30 sikap malaikat terhadap penciptaan manusia, yg kawatir manusia bertumpah darah, 

mengapa tdk cukup kami saja yg sdh taat, bertasbih dan bertahmid, ternyata faktanya membangun dunia tdk cukup sekedar dgn tasbih dan tahmid.

malaikat sdh melihat pola2 syahwat para jin yg diturunkan ke bumi sekian ribu tahun sblm penciptaan manusia.

jin hanya mengkonsumsi apa saja yg di bumi, tdk bisa merawat alam atau bahkan mengembangkannya. sampai utk makan saja mereka saling membunuh.

akhirnya Allah menyuruh malaikat menghancurkan bangsa jin tersebut. 

Secara fitrah manusia suci, tapi ada ruang kosong di hatinya shgg dapat dikuasai oleh pengaruh syetan.

jika futur mendominasi maka manusia bisa seperti jin yg merusak bumi pada waktu itu.

jika taqwanya mendominasi, maka manusia dpt memakmurkan bumi.

kejahatan itu krn pengaruh syahwat dan pengaruh syetan.

Qs. as-syam – melengkapi manusia dgn ruh, pikiran, perasaan, hati, jiwa, sesuatu yg tdk dimiliki oleh selain manusia. malaikat tdk punya hawa nafsu, hanya melakukan ketaatan. jin punya nafsu, tapi cuma sedikit akal.

Semenjak sblm diciptakan lalu disempurnakan penciptaannya, Allah terus memuliakan manusia, namun banyak manusia yg tdk memuliakan dirinya dgn maksiat kpd Allah.

Namun ketika perintah Allah untu bersujud penghormatan kepada nabi Adam,  ada yg tdk mau bersujud, krn iblis merasa lebih baik. Allah mengusir iblis dari surga atas pembangkangannya ini. 

Qs, Thoha disebutkan deklarasi  iblis sbg musuh manusia.

Hikmah adam turun ke bumi :

  1. utk memakmurkan bumi, sebagai fitrah manusia.
  2. utk mengetahui konsekuensi akibat dosa, Adam itu contoh ketika melakukan dosa, meraa hina dan rendah dihadapan Allah
  3. utk mengetahui musuh manusia yg sesungguhnya. tdk akan pernah hidup berdampingan krn iblis dengki dan sombong.
  4. ada kaitan aurat dgn dosa. semakin ia buka auratnya semakin mudah dosa dilakukannya.
  5. Allah ghofurur rohim, maha pengampun. Dijelaskan pada tafsir baghowi, selama 100 tahun,  nabi Adam menangis dan tdk mau  mendekati istrinya ketika melanggar perintah Allah krn meratapi dosanya.

3#. Jika terjadi keributan atau kesalahan2 atau kebatilan di dunia ini, apakah kita yg menjadi penyebabnya.

Apakah kita selalu berpihak kpd kebenaran atau jadi  penyebab kebatilan, misalnya dengan :

  • mendiamkan sistem pendidikan yg tdk islami
  • mengikuti cara berfikir materialisme
  • tdk mengikuti ajaran quran.
  • mengikuti keserakahan diri.

harus segera disadari di dunia ini, krn kalau baru sadar di akhirat maka semua sudah terlambat.

setiap nabi ada penentangnya, dan penentangnya tdk merasa menentangnya.

4#. syetan selalu membujuk manusia sampai akhir ayat al araf:21-22, selalu membuat tipuan. 

Org-org yg mengikuti syetan juga melakukan tipuan. mereka melakukan prinsip tdk ada makan siang gratis. membantunya utk memurtadkan. konsep free lunch cuma dimiliki ummat Islam.

misalnya di sebuah daerah di jawa tengah pemurtadan terjadi : 

  • bibit jagung diberi, ada program  meminjamkan uang ketika anak sekolah dari kaum kafirin. semuanya syaratnya cukup dtg ke rumah  ibadah mereka saja.
  • mereka menunggangi program pemerintah.
  • mereka memanfaatkan dokter2 utk menjelek2kan pesantren atau kegiatan kaum muslimin.
  • mereka juga memanipulasi kepala2 daerah, dgn isu minoritas dan membela kebutuhan mereka. 
  • dibuat para pembela islam, merupakan sesuatu yg radikal, intoleransi dll.

5#. Qs. Alaraf : 21, 26 – senjata yg digunakan oleh iblis adalah aurat. aurat jadi material.

6#. hidup ini hanya dua, kategori org beriman membela kebenaran, atau ikut org kufur membela kebatilan. 

Namun ada suatu tempat bernama Alaraf di akhirat, tempat org yg muzabzabin, org yg ambivalen, bimbang tdk memilih kelompok2 ini, tdk di sisi baik, tdk juga di sisi buruk. Mereka akan terombang ambing,  sampai akhirnya kecenderungan merekalah yg membawa mereka  ke surga atau ke neraka. Inilah akibat memilih jadi golongan tidak jelas spt lalat, yang hinggap di semua tempat, baik di tempat yg kotor, atau juga hinggap tempat yg baik.

7. kesimpulan dari kisah2 para nabi di surah Al araf :

  • persengketaan hak dan batil tdk akan berhenti sampai kiamat. jgn berkata saya akan berbuat baik, kalau sdh tdk ada konflik. jadilah yg terbaik dlm menghadapi itu. 
  • kebatilan pasti kalah.
  • yg menyebabkan kehancuran itu disebabkan krn jauh dari Allah.

Wallahu a’lam