• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 346,032 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Sihir Masa Kini

Kalau kita mencoba memperhatikan keramaian dan riuh redam masyarakat di tahun-tahun belakangan ini, tentang sosial media yg semakin punya pengaruh pada pola pikir, sahut-sahutannya antara hater dan lover  terhadap suatu berita. Kita akan menemukan bahwa para pelaku media baik media cetak, elektronik terutama media digital telah meletakkannya sebagai sarana utama untuk mengalirkan berbagai macam propaganda dalam memperebutkan pengaruh pada floating mass masyarakat Indonesia dan dunia penikmat teknologi informasi dan pengguna internet yang sangat luas ini. Tak peduli apa pun tujuannya, media digital ini bisa kita manfaatkan.

Media digital yang penyampaian beritanya cenderung ringkas dan dituntut lebih cepat dari apa pun, terkadang membuat fakta menjadi tidak lengkap disajikan atau bahkan malah berubah menjadi opini si penulis-penulisnya yang diamini oleh redaksi-redaksinya. End user akhirnya menerima separuh berita dan terarahkan pola kesan berfikirnya sesuai dengan kehendak si penghasil informasi dengan mudah.

Jika kita tarik fenomena ini ke beberapa ribu tahun yang lalu, ketika penguasa lalim Firaun di zaman nabi Musa berusaha mencegah perkembangan dakwah nabi Musa. Dalam kisah yang dikabarkan oleh Alquran di surah Yunus ayat 79-82, Firaun memerintahkan pembantu2nya untuk mengumpulkan ahli-ahli sihir terhebat. Untuk mengubah persepsi rakyatnya bahwa yang dibawa oleh nabi Musa tak lain adalah sesuatu yang tidak lebih baik atau jauh lebih buruk dari kemakmuran yg sdh dicapai oleh rezim Firaun.

Menurut beberapa ustadz yang sempat saya tanyakan, kata sihir satu akar kata dgn kata sahur/sahr. Artinya bisa berupa waktu malam, yaitu waktu dimana manusia makan sahur; atau waktu yg gelap dan samar2 antara siang dan malam sehingga waktu ini adalah waktu yg serba tidak jelas. Artinya berarti sihir itu fungsinya adalah mencoba menimbulkan ketidak jelasan, atau bisa juga untuk mengalihkan orang dari obyek yg sebenarnya. Contoh2 yg kita dapatkan di buku2 teks, pada zaman dulu, tukang sihir mampu mengubah tali jadi ular, tongkatnya nenjadi kadal, katak dan sebagainya. Oleh sebab itulah maka jika dinisbatkan pada saat ini, sihir paling modern adalah media massa. Kita semua bisa “disihir” dengan opini dan media kata dalam bentuk visual atau audio yang dapat memalingkan dari kebenaran suatu fakta, akibatnya tidak sedikit umat Islam yang terbius dgn “sihir digital dan elektronik” yang dilakukan oleh para pendusta. Wallahu a’lam..

Tapi harus dipahami pula, bahwa mekanisme penyebaran informasi itu tidak bisa juga langsung dianggap sebagai sihir digital yg kita nisbatkan kepada kejadian ribuan tahun yng lalu di pelataran kerajaannya Firaun. Teknologi informasi bukanlah sihir yg dimaksud dgn terminologi sihir yg diturunkan oleh Yajuj dan ma’juj itu. Walau pun fungsinya ternyata dapat menyebabkan hal yg setara dengan akibat sihir yg haram tersebut.

Supaya adil, kita mestinya bisa menarik garis tegas pada pemanfaatan media massa menggunakan teknologi informasi, bahwa selama itu tdk menjadi kedustaan dan membuat orang jadi bingung karena fikirannya jadi samar-samar, maka itu bukanlah makna sihir yang dimaksud di atas.

Jadi boleh dinyatakan bahwa teknologi digital itu seperti ‘pisau’ yang bisa digunakan utk melukai orang, tapi juga bisa digunakan utk menyembelih ayam untuk bisa memasak opor ayam. Teknologi digital juga bisa bermanfaat utk tausiah dan saling nasihat menasihati dalam kebaikan dan berbagai aktivitas positif lainnya, tapi teknologi digital juga bisa dijadikan media berzina, berbuat maksiat dan berbagai keburukan lainnya.

Alhamdulillah dalam tradisi Islam diajarkan yang namanya mekanisme tabayyun (yaitu verifikasi) terhadap berita2 yg disampaikan oleh orang fasik yg meragukan. Ini bisa dijadikan penawar pertama dari “sihir” yg membawa kedustaan tersebut.

Dan penawar tingkat lanjutannya adalah metode pewarisan kebaikan dengan mekanisme sanad seperti yg kita temukan dalam pencatatan hadits nabi yg mengedepankan track record kejujuran dan kebesaran jiwa dan perilaku para penyampainya.

Jadi bagaimana menurut saudara?

Iklan

Belajar dari Keteguhan Abu Bakar Shiddiq

Seri Mengaji FSG Universitas Gunadarma, 29apr2015 / 10rajab1436, Ust muhsinin Fauzi Lc, MA.

Ada fakta sejarah Rasul yang sangat menarik ttg kemuliaan abu bakar shiddiq, yaitu :
– beliau tdk pernah disiksa org kafir
– wafatnya di rumahnya dalam situasi yang tenang.
– tdk dpt perlakuan buruk org kafir.
– Mereka kaum musyrikin tdk menganggu Umar Ibn Khattab karena mrk takut kepada Umar. Tetapi kepada Abu Bakar, mereka tidak mengganggunya karena mereka sangat menaruh hormat kepada beliau.
– ketika pasca wafat nabi org langsung menerima begitu Abubakar diangkat sebagai khalifah.

Begitu enaknya hidup beliau, baik ketika jahilliyah, dan menjadi lebih baik lagi ketika sudah beriman. Kenapa? karena kualitas hatinya, dan banyak sekali amalan hatinya. yaitu :

1-iman abubakar jika ditimbang iman manusia sedunia masih lebih berat iman abubakar (alhadits).

2-amal tawakkal yg beliau lakukan begitu sempurna shgg dapat mencapai kualitas yg mampu menghantarkannya masuk surga tanpa hisab setelah masuk surgnya org2 yg mati syahid. (alhadits)

3-rasa mahabbah kpd Allah yang sangat tinggi.

4-ikhlas dalam seluruh episode kehidupannya.
-amal hati tdk pakai waktu, tdk pakai materi, maka sbg dosen bnyk mhs yg bisa dirawat dan memiliki daya jangkau tinggi krn memegang nilai.

5-Aktivitas tafakkurnya yg sangat padat. Hadits : tafakkur sesaat lebih utama dari qiyamul lail semalaman. padahal tahajjud itu maqomnya terpuji (mulia) sekali. kenapa bisa sangat mulia ? karena tafakkur itu kegiatan berkesinambungan utk tetap berada dalam kebenaran dan menuju konsep yg benar. Sinergi antara leadership : visi dlm bertindak benar, dan manajerial:bertindak dgn benar.

-tafakkur itu juga adalah cara menemukan arah hidup. Secara sunnatullah visi itu perlu waktu lama utk dpt menemukannya. Untuk itulah islam sdh mengarahkan manusia dlm menemukan visi itu. Visi utama yg diajarkan Islam itu adalah untuk apa manusia hidup dan pencarian visi digambarkan secara jelas dan indah sekali pada Qs. 3:190-191:
– “inna fi kholqis samawati wal ardi… “(penciptaan langit bumi dan keteraturan siang malam) – adalah sesuatu yg HANYA dapat dijangkau oleh ulil albab (orang yang memiliki kecerdasan hati), yaitu org yg berdzikir dan berfikir di setiap episode kehidupannya, sedikit berbeda dgn istilah ulil absor (cerdas pandangan).

– hasil dari dzikir dan tafakkur di atas adalah pernyataan : “robbana ma kholaktana batiila…” (tdk ada satupun yg diciptakan sia2). Inilah fakta yg mengungkap bahwa kebanyakan org tdk tunduk kpd Allah krn tdk bisa menangkap kebesaran Allah. Tauhid ubudiyyah (penghambaan) akan menjadi bagus dan meningkatkan kualitas tauhid uluhiyahnya (ketaatannya), ketika manusia mencapai level ulil albab. Hal inilah yg membuat Abubakar yg cerdas segera membenarkan langsung berita isra miraj ; benar, krn dtg dari muhammad (tidak perlu lagi pertimbangan logis atau faktual). Hal ini bisa kuat karena tertanamnya tauhid rububiah (mengagumi, merasakan kebesaran Allah).
– Contoh lain adalah dengan melihat pencarian nilai2 Islam oleh para mualaf yg kesadaran berislamnya seringkali menjadi lebih hebat dari pada org2 yg sudah islam dari lahir, krn dorongan tauhid rububiyah ini (pernyataan : robbana makholaktana hadza batiila), spt yg kita temui dalam kisah alquran mengenai tukang2 sihirnya firaun yg bertaubat rela dihukum berat Firaun karena melihat dgn kesadarannya adanya suatu kekuatan yg jauh lebih kuat dari sihirnya yaitu kekuatan mu’jizat dari Tuhannya nabi Musa.

Dzikir dan tafakkur menghasilkan pemahaman tauhid rububiyah (konsepsi atau dasar utk taat) yg kokoh yg menjadi dasar tauhid uluhiyah.

Wallahu a’lam

Masjid Ramah Anak

ini adalah kutipan tulisan dari salah satu sosial media twitter, temanya menarik, bagaimana memakmurkan masjid untuk semua tingkatan kaum muslimin, termasuk anak-anak. Semoga bisa mencerahkan kita semua.

DIBUTUHKAN ! MASJID RAMAH ANAK by bendri jaisyurrahman (@ajobendri)

1| Saya ingin berbagi pengalaman kawan sy yg berjuang agar anak2 punya hak utk berada di dalam #masjid

2| Sudah bukan menjadi rahasia lagi betapa kadang anak2 kehadirannya tidak begitu diharapkan di dalam #masjid

3| Anak2 dianggap pengganggu kekhusyukan dalam beribadah. Sehingga bahkan ada masjid yg terang2an menulis larangan anak masuk #masjid

4| Bahkan ada orang dewasa yg tak segan2 menghardik & mengancam mrk jika bermain dan bercanda. Masjid pun menjadi tempat menyeramkan #masjid

5| Anak2 pun mncari tmpt alternatif hiburan.Pilihannya playstation & game online.Prmainan mnyenangkan. Pnjaganya pun menyambut ramah #masjid

6| Akhirnya pihak masjid pun susah mencari kader remaja masjid. Banyak remaja yg menolak, sbb waktu kecil sll dimusuhi saat di #masjid

7| Sifat Allah yg Maha Rahman tak muncul dlm perilaku sebagian pengurus masjid yg galak dan suka bentak anak #masjid

8| Anak2 lebih mengenal Allah yg Mahakeras siksanya dibandingkan Maha RahimNya. Sbb mrk banyak dihukum dan dimarahi jika bermain2 di #masjid

9| Pun jika ada anak yg sungguh2 ibadah. Ternyata banyak mereka yg tak layak ada di shaf depan. Padahal mereka datang sejak awal. #masjid

10| Padahal hak ada di shaff depan adalah yg datang duluan, bukan berdasarkan usia #masjid

11| Kadang saat sholat jumat pun, khatib lupa menyapa anak2. Lebih fokus kepada jamaah dewasa. Anak2 dianggap warga kelas dua. #masjid

12| Masjid sbg pusat display agama, seharusnya menjadi tmpt utk mengajarkan hakikat islam sesungguhnya : kasih sayang dan keramahan #masjid

13| Tidak berminatnya remaja saat ini terhadap Islam, sebagian besar krn trauma di masa kecil akan tampilan islam khususnya di #masjid

14| Masjid kalah bersaing dgn mall, warnet dan tempat permainan lain dimana penjaganya ramah dan murah senyum. #masjid

15| Banyak jamaah berebut menjalankan sunah di masjid. Lupa akan sunah yg lain yg diajarkan rasul : memuliakan anak2 #masjid

16| Sungguh indah saat rasul membawa cucunya, umamah dan husain ke masjid. Digembirakan mereka dgn digendong seraya bermain di #masjid

17| Demi memuaskan husain bermain di masjid, Rasul melamakan sujudnya agar ia puas menungganginya seperti kuda. Tak memarahinya. #masjid

18| Sahabat menduga lamanya sujud akibat datangnya wahyu. Mereka salah. Rasul menyengajakannya supaya anak2 puas bermain di #masjid

19| Kisah2 Rasul yg memuliakan anak di masjid mngkn jarang trdengar/sengaja dilupakan sbagian orang. Pdhl mrk mngaku pncinta rasul #masjid

20| Alhamdulillah stlh banyak dialog dgn pengurus masjid yg melarang anak2, akhirnya ada jg yg tercerahkan meski awalnya marah2 #masjid

21| Bahkan ada yg berinisiatif membuat ruang bermain bg anak2 serta menyediakan pampers bagi anak2 #masjid

22| Biarlah anak betah bermain di masjid daripada memilih bermaih di tempat lain yg menjauhkan mereka dr agama. #masjid

23| Jk sudah merasa nyaman di masjid. Barulah buat peraturan. Kpn harus bermain dan kapan harus ibadah. Mereka tentu bisa menerima #masjid

24| Indahnya jk anak2 saat waktu luang, izin ke ortunya untuk pergi ke mesjid. Berlama2 disana. Masjid pun ramai. #masjid

25| Orang dewasa lain yg malas ke masjid pun jadi bergairah melihat masjid yg ramai. Jadilah setiap masyarakat memakmurkan #masjid

26| Jk masjid ramai, mk tak ada lagi yg ribut dgn konser lady gaga. Sebab masyarakat sepakat menolak. Mrk semua hatinya terpaut ke #masjid

27| Jd dr skrng, mari buat masjid sbg tempat yg nyaman, ramah, bersih dan menyenangkan bagi anak2. Kelak mereka yg akan memakmurkan #masjid

28| Jk sudah terlanjur, bikin iklan ke warnet2 dan gameonline, bahwa masjid skrng punya tempat bermain. Niscaya warnet sepi #masjid

29| Mudah2an ada pengurus masjid yg baca tweet ini dan memulai gerakan ajak anak ke #masjid. Saya berdoa semoga terwujud. Aamiin….

Menjadi Muslim Tangguh

Seri Mengaji liqo ust. Yasir, 15mar2015 / 24jumadilawwal1436, rumah akh yana.

almukminul qowiyyu / Mukmin yg tangguh

hadits riwayat imam muslim, “org mukmin tangguh lebih baik dan lebih dicintai Allah dari mukmin yg lemah,…”

hadits : kekuatan itu melempar tombak

Menurut imam assyahid hasan al banna, ada 4 tanda mukmin yg kuat :
1. mukmin mas’uliah – memiliki tanggungjawab, ada amanah yg dititipkan, pekerjaan yg dilakukan, dia melaksanakan sesuatu dlm hidupnya. pendidikan penting anak hrs dilatih tanggungjawab.
ruh bekerja ada pada 9:105 – kerjakan amal2 itu jgn banyak teori, krn Allah, Rasulnya dan ummat melihatnya.
– annaba ujung, mengungkapkan penyesalan org kafir yg tdk berbuat.
– yg kuat mendorong tanggungjawab adalah dzikrul maut.
– abubakar : siapa yg mencari kematian akan mendapatkan kehidupan siapa yg tergila2 kehidupan dia pasti mati.
khalid bin walid, kalian adalah pasukan yg mencari kematian sementara org kafir berperang mencari kehidupan.
– almautu fi sabilillah adalah cita2 tertinggi kita.

2. assajaah – punya keberanian
– ruhnya keberanian adalah konsistensi, tanpa ini tdk mungkin muncul sifat ini.
– keberanian adalah karunia Allah Qs. 41:30 begitu ruh keberanian kita laksanakan (istiqomah (konsistensi)) maka malaikat akan diturunkan Allah utk mencabut rasa takut di hati kita.
– suami konsisten lebih baik daripada suami takut istri.

3. Tadhiyyah – mampu pengorbanan
– tanggungjwb dan keberanian tdk akan nyata tanpa pengorbanan.
– tanggungjwb dan keberanian akan bertahan selama kita tetap berkorban.
– ruhnya adalah keikhlasan. tdk hitungan2 6:162-163 – semata2 krn Allah “qulninnasholati…”
– Qs. al insan 76:9 – memberi krn mengharap ridho Allah saja, bukan tdk menerima sanjungan sbg efek, tapi tak terlintas pikiran utk mendapatkan itu. maka menyumbang itu bukan banyak atau sedikit, tp rasakan nilai ukhuwahnya.

3 hal ini syarat menjadi pahlawan. tapi tdk bisa bertahan lama krn malas atau godaan syetan.
(addifa : para pembela, hero)

4. memiliki kesabaran
– tali utuh pengikat 3 hal di atas adalah kesabaran.
– ruh kesabaran adalah kesabaran itu sendiri, karena 39:10 hanya dgn sabar yg pahalanya tdk terbatas.
– sebagai suami, sbg aktivis dakwah, selama kita sabar, maka tdk putus pahala akan datang. jika kita tdk sabar, sesungguhnya banyak yg akan menggantikan kita.
– generasi 5:54 ciri2 generasi yg tangguh. tdk takut celaan org.
– berjamaah itu usianya lebih panjang dari usia kita. yg penting peran kita ada di sana sekecil apapun, Allah tdk menilai performance atau besarnya peran kita, tapi Allah menilai motivasi dan karya yg telah kita buat. preman taubat jadi supir ustad khusnul khotimah.
– melatih sabar adalah ketika kita memegang holaqoh. bersabar dgn org lain, bukan sekedar ke keluarga. mempersaudarakan dua org2.

hadits : bukan lah kuat jika hanya bisa mengalahkan seseorang dlm  gulat, tp yg kuat itu adalah org yg dpt mengontrol diri ketika marah.

Sultan sulaiman terakhir di dinasti utsmani, berani menolak tekanan yahudi utk tdk memberikan sejengkal tanahpun utk mrk, karena sering mengingat mati dgn suka tidur di tempat khusus di lubang tanah tdk tertutup, menghilangkan sombong, marah, tamak, ingin berkuasa.

wallahu a’lam

Waliyyan wa nashiron

Ada dua istilah yang menarik dalam Quran, yaitu waliyyan wa nashiiron. Walau tafsirannya hampir sama, tapi jika Quran menyebut dua terminologi, maka kemungkinan juga memiliki maksud dan tujuan atau punya fungsi yg berbeda. Kita sbg manusia hendaknya bisa mencoba menelaahnya lebih jauh, sebab ilmu itu tdk boleh berhenti di defenisi global tapi sampai operasional. Di sini kita ambil fungsi kita sbg implementator.

Di Qs. 4:75 – Allah berfirman mengenai pelindung utk org2 yg dilemahkan (mustadafin) bukan sekedar lemah (dhuafa) dari gol laki2, wanita, anak2. Mereka yg tertindas ini semua berdoa minta perlindungan kpd Allah, “Ya robbi, keluarkan kami dari negeri yg penduduknya dzolim dan berikan kami waliyyan dan nashiiron (penolong) dari sisi Engkau..” ).

Diskusi yang menarik dengan Akhi Ihsan Arqam menelisik perbedaan makna dua istilah di atas.

1-waliyyan – perlindungan – misal terkait dgn masalah hukum spy keadilan bisa tegak kpd mereka yg mustad’afin.

2-nashiiron – pertolongan – misalnya urusan bencana , ekonomi, teknologi, kebutuhan dasar, aqidah dan pelaksanaan agamanya.

Dari ayat di atas kita bisa punya peran-peran berbeda utk setiap wilayah kemanusiaan sebagai waliyyan wa nashiiron :
Jika kita sebagai pemimpin – umaro – maka kita punya peran keadilan
Jika kita termasuk ulama – peran kita keilmuan
Jika kita termasuk agniya – peran kita ada pada harta kita.

Jadi, mau di mana kita?

Wallahu a’lam

Deklarasi Nama Anak ke-4 Kami

Arisha Khaulah Fairuza

Datang bersama rasa syukur kami sekeluarga atas keluasan rizki dan keluasan amanah yang Allah curahkan atas kelahiran anak keempat kami yang sehat pada pukul 02.08 dini hari 20 Juni 2014 / 21 Sya’ban 1435H, maka pada hari Jum’at mulia ini, 27 Juni 2014 / 28 Sya’ban 1435H, aku selaku ayahnya setelah berdiskusi panjang dengan bundanya, mendeklarasikan nama bagi putri kami tersebut, yaitu :

ARISHA KHAULAH FAIRUZA

ARISHA adalah bermakna tangkas atau cekatan, atau bisa pula bermakna membangun sesuatu yang besar (seperti yang ada pada Qs. 21:22 dan Qs 25:59). Semoga anak kami ini memiliki semangat dan kesempatan besar dalam berkarya dan mengisi hidupnya dengan sesuatu yang bermanfaat bagi ummat manusia.

KHAULAH adalah nama wanita teladan sahabat Rosulullah, Pendekar Islam Wanita, pandai bermain pedang dan sering berperang bersama sama Rasulullah, nama lengkapnya Khaulah Al Azwar. Semoga anak kami ini memiliki nilai-nilai keberanian dan keterampilan yang diteladankan oleh shahabiyah ini.

FAIRUZA adalah batu permata yang amat bernilai, Semoga anak kami ini menjadi anak yang cemerlang dalam hal kebaikan.

Dalam kesempatan ini pula, aku ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada para keluarga, tetangga, kerabat dan seluruh sahabat yang telah mendoakan, menghibur, menasihati dan menolong serta memberikan perhatian tak terhingga pada keluarga kami. Bagi kami, atas segala doa dan tanggapan2 para sahabat dan handai taulan, sangat menentramkan hati kami sekeluarga, menyemangati dan menggugah rasa terimakasih kami terdalam.

Akhirnya, semoga Allah melipatgandakan pahala kepada kita semua, sehingga dengan rahmat-NYA tersebut, kita dapat menjaga ukhuwah yang sudah terjalin selama ini. Amin.
———–
Bahan bacaan tentang KHAULAH BINTI AL AZWAR :

  1. http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/02/22/lzsbyj-mujahidah-khaulah-binti-azwar-alkindi-wanita-pedang-allah-1
  2. http://en.wikipedia.org/wiki/Khawlah_bint_al-Azwar
  3. http://www.islamicthinkers.com/index/index.php?option=com_content&task=view&id=256&Itemid=26

Negeri penuh Prasangka

24 Desember 2009

Setiap ada sesuatu, seringkali kita berprasangka negatif. Entah kenapa, selalu saja kita berusaha mencari sisi-sisi ketidaksempurnaan dari suatu tindakan atau suatu keputusan orang lain atau bahkan keputusan kita sendiri. Padahal – tentu saja – kita pun sesungguhnya seringkali tidak mampu menyajikan sesuatu yang sempurna.

Sepertinya kita sering menuntut terlalu jauh pada orang lain atau pada diri kita sendiri untuk bisa berlaku sempurna disetiap keadaan.

Padahal titik pandang kita melihat sesuatu itu sangat sempit sekali, dan seringkali pula hanya melihat sekilas saja, tanpa kajian mendalam dan tidak dibarengi oleh ilmu yang cukup. Namun lisan atau tulisan telah berbicara sangat banyak melebihi kapasitasnya sendiri dan itu dipakai untuk mengadili sesuatu.

Nah, fenomena apakah ini? Terlalu banyak bicara kurang bekerja, atau karena kurang kerjaan sehingga banyak bicara.

Keadaan ini ternyata seringkali melahirkan energi yang banyak terbuang percuma untuk berdebat satu sama lain sehingga tidak sedikit pun menyentuh esensi permasalahan yang dibahas untuk menuju suatu tujuan yang positif tertentu. Dampaknya adalah tidak ada yang take action, semuanya nyangkut dalam tatanan wacana dan perbenturan pemikiran.

sangat tidak konstruktif dan biasanya ini sangat mengganggu jalannya perubahan menuju ke arah yang lebih baik.

Ada sesuatu pada diri kita yang rupanya kita suka melupakannya.
Kita selalu menuntut hak secara sempurna, tapi seringkali lupa menyempurnakan kewajiban.
Kita juga selalu melihat yang negatif dan melupakan nilai-nilai positif.

Dunia akan selalu mengakomodasi prasangkaan kita, jika negatif, maka kita akan selalu dapat menemukan alasan untuk mendukung kenegatifan tersebut, begitu juga jika positif. Ini tidak akan habis-habis.

Dunia ini juga tidak akan sempurna, jika kita menarik sesuatu ke salah satu sisi, maka sisi yang lain akan berkurang. Berlaku hukum keseimbangan energi. Semakin kita menentang sesuatu, semakin keras pula tentangan yang kita terima.

Lalu bagaimana untuk membuat kita kembali menjadi manusia positif ?

Coba kita mencoba menghadirkan positif lebih dahulu. Dalam beberapa pelatihan, pengembangan pribadi, ada simulasi untuk berusaha menciptakan 10 alasan baik sebelum kita bertindak atau mengucapkan sesuatu. Nah, alasan baik yang terbentuk diharapkan dapat mengarahkan kita ke tujuan positif yang bisa terwujud setelah kita pastikan.

Dalam Islam, sebetulnya diajarkan untuk manajemen pribadi seperti ini dalam sholat. Kesabaran untuk melakukan sholat dalam urutan-urutan dan bilangan rokaat tertentu, dan pengucapan bacaan sholat yang tidak keras tidak juga berbisik dan didengar telinga kita, rupanya menjadi salah satu alat untuk mencanangkan tujuan2 positif dalam hidup kita, untuk segera diterima oleh panca indera dan diwujudkan setelah sholat.

Jadi dalam Islam, solusi memberantas prasangka diri yang negatif tidak lain dan tidak bukan adalah shalat.

Bagi para ustad, ditunggu kedalaman ilmunya utk menelaah lebih jauh lagi tentang shalat ini.

Untuk kita kaum muslimin, tunggu apa lagi ? Segera bershalatlah dengan benar dan ambil manfaatnya sebesar2nya utk peningkatan kualitas hidup kita.