• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 354,552 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Ketaatan kepada Allah sebagai Karakter

Seri mengaji tafsir Masjid Al Hijri 1, Ahad, 12/11/17, Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, M.Sc.

Surat Al Ahzab:  36

اعوذبالله من الشيطان الرجيم.

بسم الله الرحمن الرحيم

Allah SWT berfirman:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَّلَا مُؤْمِنَةٍ اِذَا قَضَى اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗۤ اَمْرًا اَنْ يَّكُوْنَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ اَمْرِهِمْ   ۗ  وَمَنْ يَّعْصِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًا مُّبِيْنًا

wa maa kaana limu`miniw wa laa mu`minatin izaa qodhollaahu wa rosuuluhuuu amron ay yakuuna lahumul-khiyarotu min amrihim, wa may ya’shillaaha wa rosuulahuu fa qod dholla dholaalam mubiinaa

“Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat, dengan kesesatan yang nyata.”

(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 36)

PELAJARAN & HIKMAH YG ADA DI DALAMNYA:

1. Ayat ini lanjutan ayat sebelumnya, tentang karakter orang beriman yg akan mendapat keberuntungan dan pembalasan yg baik berupa pengampunan dosa dan surga yg penuh kenikmatan.

Allah SWT berfirman:

اِنَّ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمٰتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ وَالْقٰنِتِيْنَ وَالْقٰنِتٰتِ وَالصّٰدِقِيْنَ وَالصّٰدِقٰتِ وَالصّٰبِرِيْنَ وَالصّٰبِرٰتِ وَالْخٰشِعِيْنَ وَالْخٰشِعٰتِ وَالْمُتَصَدِّقِيْنَ وَ الْمُتَصَدِّقٰتِ وَالصَّآئِمِيْنَ وَالصّٰٓئِمٰتِ وَالْحٰفِظِيْنَ فُرُوْجَهُمْ وَالْحٰـفِظٰتِ وَالذّٰكِرِيْنَ اللّٰهَ كَثِيْرًا وَّ الذّٰكِرٰتِ  ۙ  اَعَدَّ اللّٰهُ لَهُمْ مَّغْفِرَةً وَّاَجْرًا عَظِيْمًا

innal-muslimiina wal-muslimaati wal-mu`miniina wal-mu`minaati wal-qoonitiina wal-qoonitaati wash-shoodiqiina wash-shoodiqooti wash-shoobiriina wash-shoobirooti wal-khoosyi’iina wal-khoosyi’aati wal-mutashoddiqiina wal-mutashoddiqooti wash-shooo`imiina wash-shooo`imaati wal-haafizhiina furuujahum wal-haafizhooti waz-zaakiriinalloha kasiirow waz-zaakirooti a’addallohu lahum maghfirotaw wa ajron ‘azhiimaa

“Sungguh, laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.”

(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 35)

Karena itu segala aturan, ketetapan maupun ketentuan hukum dari Allah dan RasulNya, disikapi dgn komitmen dan keimanan yg kuat oleh setiap orang beriman.

Allah mengingatkan tdk pantas bagi orang beriman mencari-cari alasan terhadap segala aturan dan ketetapan dari Allah dan RasulNya, dgn lebih mengedepankan budaya dan tradisi-tradisi masyarakat atau tradisi nenek moyang.

2. Ada empat alasan mengapa setiap mukmin hrs tunduk dan taat kepada ketentuan Allah & RasulNya:

a. Keselamatan dan kebahagiaan hidup kita tergantung dari ketaatan kita kepada ketentuan Allah dan RasulNya. Ini sesuai dengan janji dari Allah, dimana Allah SWT telah berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا  

yaaa ayyuhallaziina aamanuttaqulloha wa quuluu qoulan sadiidaa

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar,”

(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 70)

يُّصْلِحْ  لَـكُمْ اَعْمَالَـكُمْ وَيَغْفِرْ لَـكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ  وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ  فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا

yushlih lakum a’maalakum wa yaghfir lakum zunuubakum, wa may yuthi’illaaha wa rosuulahuu fa qod faaza fauzan ‘azhiimaa

“niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia menang dengan kemenangan yang agung.”

(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 71)

b. Manusia akan celaka dan dilanda kerusakan,  jika tdk memiliki komitmen keimanan kpd aturan Allah dan RasulNya, sebagaimana firman Allah :

Yakni akhir ayat 36 diatas: 

“Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat, dengan kesesatan yang nyata.”

(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 36)

Juga firman Allah SWT berikut ini : 

وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَـقُّ اَهْوَآءَهُمْ  لَفَسَدَتِ السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُ وَمَنْ فِيْهِنَّ ۗ  بَلْ اَتَيْنٰهُمْ بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ  عَنْ ذِكْرِهِمْ مُّعْرِضُوْنَ 

wa lawittaba’al-haqqu ahwaaa`ahum lafasadatis-samaawaatu wal-ardhu wa man fiihinn, bal atainaahum bizikrihim fa hum ‘an zikrihim mu’ridhuun

“Dan seandainya kebenaran itu menuruti keinginan mereka, pasti binasalah langit dan bumi, dan semua yang ada di dalamnya. Bahkan Kami telah memberikan peringatan kepada mereka, tetapi mereka berpaling dari peringatan itu.”

(QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 71)

c. Aturan Allah dan RasulNya itu sesuai dengan fitrah manusia, dan sangat adil bagi setiap manusia.

Allah SWT berfirman:

فَاَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًا   ۗ  فِطْرَتَ اللّٰهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا   ۗ  لَا تَبْدِيْلَ لِخَـلْقِ اللّٰهِ  ۗ  ذٰ لِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ   ۙ   وَلٰـكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ   

fa aqim waj-haka lid-diini haniifaa, fithrotallohillatii fathoron-naasa ‘alaihaa, laa tabdiila likholqillaah, zaalikad-diinul qoyyimu wa laakinna aksaron-naasi laa ya’lamuun

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,”

(QS. Ar-Rum 30: Ayat 30)

مُنِيْبِيْنَ اِلَيْهِ وَاتَّقُوْهُ وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَلَا تَكُوْنُوْا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ 

muniibiina ilaihi wattaquuhu wa aqiimush-sholaata wa laa takuunuu minal-musyrikiin

“dengan kembali bertobat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta laksanakanlah sholat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang menyekutukan Allah,”

(QS. Ar-Rum 30: Ayat 31)

Allah SWT berfirman:

مِنَ الَّذِيْنَ فَرَّقُوْا دِيْنَهُمْ وَكَانُوْا شِيَعًا   ۗ  كُلُّ حِزْبٍۢ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُوْنَ

minallaziina farroquu diinahum wa kaanuu syiya’aa, kullu hizbim bimaa ladaihim farihuun

“yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.”

(QS. Ar-Rum 30: Ayat 32)

Kita sangat bersedih kpd penyelenggara negara, yg memberi kebebasan kpd aliran-aliran sesat dan aliran kepercayaan yg menyimpang yg tdk sesuai dgn fitrah penciptaan manusia, yg pasti bakal menimbulkan kerusakan akal dan kebodohan manusia.

d. Allah dan RasulNya tdk pernah menyuruh atau menetapkan sesuatu perintah, kecuali hal itu demi kebaikan dan kebahagiaan umat manusia. Dan tdk melarang sesuatu dalam ketetapanNya, kecuali karena apabila dilanggar akan berakibat buruk dan menghancurkan manusia itu sendiri kpd kebinasaan dan penyesalan.

Allah SWT berfirman:

اَ لَّذِيْنَ يَتَّبِعُوْنَ الرَّسُوْلَ النَّبِيَّ الْاُمِّيَّ الَّذِيْ يَجِدُوْنَهٗ مَكْتُوْبًا عِنْدَهُمْ فِى التَّوْرٰٮةِ وَالْاِنْجِيْلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهٰٮهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبٰۤئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ اِصْرَهُمْ وَالْاَغْلٰلَ الَّتِيْ كَانَتْ عَلَيْهِمْ   ۗ  فَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِهٖ وَعَزَّرُوْهُ وَنَصَرُوْهُ وَ اتَّبَـعُوا النُّوْرَ الَّذِيْۤ اُنْزِلَ مَعَهٗ ۤ   ۙ  اُولٰۤئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

allaziina yattabi’uunar-rosuulan-nabiyyal-ummiyyallazii yajiduunahuu maktuuban ‘indahum fit-taurooti wal-injiili ya`muruhum bil-ma’ruufi wa yan-haahum ‘anil-mungkari wa yuhillu lahumuth-thoyyibaati wa yuharrimu ‘alaihimul-khobaaa`isa wa yadho’u ‘an-hum ishrohum wal-aghlaalallatii kaanat ‘alaihim, fallaziina aamanuu bihii wa ‘azzaruuhu wa nashoruuhu wattaba’un-nuurollaziii unzila ma’ahuuu ulaaa`ika humul-muflihuun

“(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang beruntung.”

(QS. Al-A’raf 7: Ayat 157)

Oleh karena itu, segala yg membawa dampak keburukan bagi manusia (pribadi maupun umum) pada hukum azalinya (hukum dasarnya) adalah dilarang (diharamkan) oleh Allah. Daging babi, khamar (minuman beralkohol), berjudi, merokok, semuanya itu membawa dampak keburukan, maka hukum dasarnya diharamkan oleh Allah dan RasulNya.

Semoga kita mampu bersikap dan berperilaku dgn benar sebagai orang beriman yg tdk sekedar mengaku beriman saja, yakni rela diatur dgn tunduk dan taat kepada Aturan Allah dan RasulNya s.a.w. sehingga menjadi orang-orang yg diselamatkan oleh Allah S.W.T. Aamiin.

Semoga ayat-ayat Al Qur’an di atas, memberi pencerahan dan memperkuat iman, ilmu, dan amal perilaku umat Islam dlm menjalani kehidupannya di dunia. Semangat dlm berjuang menegakkan ajaran agama dan membela negara, agar mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan selamat di alam akhirat.  Semoga menjadi ilmu yg bermanfaat. Aamiin. (Mohon bantu sebarkan agar dapat bagian pahala ilmu yg bermanfaat).

سبحانك اللهم وبحمدك اشهد ان لا اله الا انت استغفرك ةاتوب اليك

Dicatat oleh : Willyuddin A.R. Dhani

Iklan

Visi & misi Keluarga Muslim

Seri mengaji tafsir Masjid Al Hijri 1, Ahad, 22/10/17, Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, M.Sc.

Surat Al Ahzab:  30-31

اعوذبالله من الشيطان الرجيم.

بسم الله الرحمن الرحيم

Allah SWT berfirman:

يٰنِسَآءَ النَّبِيِّ مَنْ يَّأْتِ مِنْكُنَّ بِفَاحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ يُّضٰعَفْ لَهَا الْعَذَابُ ضِعْفَيْنِ   ۗ  وَكَانَ ذٰ لِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرًا

yaa nisaaa`an-nabiyyi may ya`ti mingkunna bifaahisyatim mubayyinatiy yudhoo’af lahal-‘azaabu dhi’faiin, wa kaana zaalika ‘alallohi yasiiroo

“Wahai istri-istri Nabi! Barang siapa di antara kamu yang mengerjakan perbuatan keji yang nyata, niscaya azab-Nya akan dilipatgandakan dua kali lipat kepadanya. Dan yang demikian itu, mudah bagi Allah.”

(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 30)

Allah SWT berfirman:

وَمَنْ يَّقْنُتْ مِنْكُنَّ لِلّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَتَعْمَلْ صَالِحًـا نُّؤْتِهَـآ اَجْرَهَا مَرَّتَيْنِ ۙ  وَاَعْتَدْنَا لَهَا رِزْقًا كَرِيْمًا

wa may yaqnut mingkunna lillaahi wa rosuulihii wa ta’mal shoolihan nu`tihaa ajrohaa marrotaini wa a’tadnaa lahaa rizqong kariimaa

“Dan barang siapa di antara kamu (istri-istri Nabi) tetap taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengerjakan kebajikan, niscaya Kami berikan pahala kepadanya dua kali lipat dan Kami sediakan rezeki yang mulia baginya.”

(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 31)

PELAJARAN & HIKMAH YG ADA DI DALAMNYA:

1. Pada ayat ini melanjutkan penjelasan ayat sebelumnya, yg membahas tentang ancaman siksaan bagi istri-istri yg durhaka, tetapi juga menjelaskan yg taat kepada perintah Allah dan ajaran RasulNya menjadi istri-istri sholehah yg qonaah, sederhana akan mendapatkan kemuliaan dan penghormatan dari Allah dgn diberikan rezki yg baik.

2. Meskipun ayat-ayat ini khitobnya penjelasan keadaan istri-istri nabi, tetapi pelajaran ini berlaku umum untuk seluruh kaum muslimin.

3. Dalam Islam suami-suami hrs mempunyai visi membangun keluarga yg diberkahi Allah dgn mengajak dan membimbing istri-istrinya untuk memiliki visi dan misi yg sama. Krn istri-istri tsb diharapkan akan menjadi pasangan-pasangan yg abadi kelak di alam akhirat ( surga). Tetapi apabila istri-istri menentang visi & misi suami (imam) dikhawatirkan menjadi istri durhaka sebagaimana istri nabi Nuh dan Nabi Luth.

ضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا لِّـلَّذِيْنَ كَفَرُوا امْرَاَتَ نُوْحٍ وَّ امْرَاَتَ لُوْطٍ   ۗ  كَانَـتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَـيْنِ فَخَانَتٰهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللّٰهِ شَيْـئًا وَّقِيْلَ ادْخُلَا النَّارَ مَعَ الدّٰخِلِيْنَ

dhoroballohu masalal lillaziina kafarumro`ata nuuhiw wamro`ata luuth, kaanataa tahta ‘abdaini min ‘ibaadinaa shoolihaini fa khoonataahumaa fa lam yughniyaa ‘an-humaa minallohi syai`aw wa qiiladkhulan-naaro ma’ad-daakhiliin

“Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir, istri Nuh, dan istri Lut. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, tetapi kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada kedua istri itu), Masuklah kamu berdua ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka).”

(QS. At-Tahrim 66: Ayat 10)

Sebaliknya jika istri sdh taat kepada aturan Allah, aturan NabiNya, dan taat kepada suaminya, walaupun suaminya seorang perdurhaka pun, maka ia akan tetap dimuliakan oleh Allah, seperti istri Fir’aun.

Allah SWT berfirman:

وَضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا لِّـلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا امْرَاَتَ فِرْعَوْنَ ۘ  اِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِيْ عِنْدَكَ بَيْتًا فِى الْجَـنَّةِ وَنَجِّنِيْ مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهٖ وَنَجِّنِيْ مِنَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ 

wa dhoroballohu masalal lillaziina aamanumro`ata fir’auun, iz qoolat robbibni lii ‘indaka baitan fil-jannati wa najjinii min fir’auna wa ‘amalihii wa najjinii minal-qoumizh-zhoolimiin

“Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, istri Fir’aun, ketika dia berkata, Ya Tuhanku, bangunkan lah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim,”

(QS. At-Tahrim 66: Ayat 11)

Maka berbahagialah istri-istri yang sholehah, seperti yg rajin ngaji di Al Hijri tiap Ahad pagi yg dilantai atas. (Kelakar ustadz Didin).

4. Dalam hubungan membangun keluarga yg diberkahi Allah, keluarga itu berkaitan dengan pewarisan harta pusaka (waris) yg penjelasannya dibahas dalam ayat-ayat waris.

Karena itu dalam membangun keluarga yg diberkahi Allah maka istri-istri yg sholehah itu yg menjaga kehormatannya seperti yg dijelaskan Allah 

Allah SWT berfirman:

اَلرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ اللّٰهُ بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍ وَّبِمَاۤ اَنْفَقُوْا مِنْ اَمْوَالِهِمْ  ۗ  فَالصّٰلِحٰتُ قٰنِتٰتٌ حٰفِظٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللّٰهُ  ۗ  وَالّٰتِيْ تَخَافُوْنَ نُشُوْزَهُنَّ فَعِظُوْهُنَّ وَاهْجُرُوْهُنَّ فِى الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوْهُنَّ  ۚ  فَاِنْ اَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوْا عَلَيْهِنَّ سَبِيْلًا   ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيْرًا

ar-rijaalu qowwaamuuna ‘alan-nisaaa`i bimaa fadhdholallohu ba’dhohum ‘alaa ba’dhiw wa bimaaa anfaquu min amwaalihim, fash-shoolihaatu qoonitaatun haafizhootul lil-ghoibi bimaa hafizhollaah, wallaatii takhoofuuna nusyuuzahunna fa’izhuuhunna wahjuruuhunna fil-madhooji’i wadhribuuhunn, fa in atho’nakum fa laa tabghuu ‘alaihinna sabiilaa, innalloha kaana ‘aliyyang kabiiroo

“Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang saleh, adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Maha Tinggi, Maha Besar.”

(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 34)

Saat ini, kondisi keluarga-keluarga di Indonesia mulai mengkhawatirkan karena tertipu dgn perkembangam globalisasi sehingga angka perceraian mencapai 30%, sebagian besar karena perselingkuhan dan sebagian lain krn alasan ekonomi (materialistik).

5. Karena itu kewajiban suami itu sangat penting, yakni menjelaskan dan membimbing istri dan keluarganya tentang visi dan misi membangun keluarga yg diberkahi Allah, maka suami yg baik adalah yg memperlakukan istri-istrinya dgn baik, berbicara lembut, melindunginya dari segala keburukan lahir dan batin.

 Nabi menjelaskan : Tidaklah seseorang itu memuliakan istrinya kecuali dia orang yg mulia, dan tdklah seseorang itu menghinakan istrinya kecuali orang tsb adalah orang yg hina.

Maka berbahagialah keluarga-keluarga muslim yg dibangun atas dasar misi dan visi untuk menjadi keluarga yg diberkahi Allah S.W.T. 

Semoga kita dan keluarga-keluarga kita dijadikan sebagai keluarga-keluarga yg diberkahi Allah. Aamiin.

Demikian pengajian Subuh ini disebarluaskan. Semoga ayat-ayat Al Qur’an di atas, memberi pencerahan dan memperkuat iman, ilmu, dan amal perilaku umat Islam dlm menjalani kehidupannya di dunia. Semangat dlm berjuang menegakkan ajaran agama dan membela negara, agar mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan selamat di alam akhirat.  Semoga menjadi ilmu yg bermanfaat. Aamiin.

سبحانك اللهم وبحمدك اشهد ان لا اله الا انت استغفرك ةاتوب اليك

Dicatat oleh : Willyuddin A.R. Dhani

KEHINAAN BAGI PENGKHIANAT

Seri mengaji Tafsir Al-Hijri, Ahad, 8/10/17, Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, MS

Tadabbur QS. Al-Ahzab Ayat 26-27
Allah Azza Wa Jalla berfirman,

وَأَنْزَلَ الَّذِينَ ظَاهَرُوهُمْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مِنْ صَيَاصِيهِمْ وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ فَرِيقًا تَقْتُلُونَ وَتَأْسِرُونَ فَرِيقًا

Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizah) yang membantu mereka (golongan-golongan yang bersekutu) dari benteng-benteng mereka, dan Dia memasukkan rasa takut ke dalam hati mereka. Sebagian mereka kamu bunuh dan sebagian yang lain kamu tawan.
وَأَوْرَثَكُمْ أَرْضَهُمْ وَدِيَارَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ وَأَرْضًا لَمْ تَطَئُوهَا ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرًا

Dan Dia mewariskan kepadamu tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak. Dan Allah Mahakuasa terhadap segala sesuatu.

Hikmah dan Pelajaran :

kedua ayat ini menjelaskan penyerangan kaum Mukminin terhadap kaum Yahudi Bani Quraizah. Bani Quraizah merupakan salahsatu kabilah Yahudi yang sangat terkenal di Madinah. Karena benteng pemukiman Bani Quraizah masih berlokasi di wilayah Madinah, maka Rasulullah saw melakukan atau mengadakan perjanjian dengan mereka untuk saling menjaga, melindungi wilayah Madinah dari serangan pihak luar, dan tidak saling mengkhianati satu sama lainnya. Salah satu isi perjanjian adalah ketika kaum Muslimin mendapatkan ancaman serangan dari musuh pihak luar Madinah, maka Bani Quraizah harus membantu umat Islam. 

Pengkhianatan Bani Quraizah terhadap perjanjiannya dengan umat Islam terjadi ketika umat Islam menghadapi pasukan golongan yang bersekutu yang dikenal dengan perang Ahzab. Mereka (Bani Quraizah) membangun kerjasama dengan pasukan golongan bersekutu, memberi sejumlah informasi ke pihak musuh, dan termasuk akan melakukan serangan terhadap umat Islam dari dalam. Tindakan mereka kaum Yahudi ini bagai menggunting dalam lipatan. Demi melihat pasukan golongan bersekutu yang jumlahnya begitu banyak, seolah tidak ada harapan menang bagi umat Islam, mereka pun berani berkhianat, melanggar perjanjiannya dengan Rasulullah muhammad saw.

Kondisi ini menjelaskan bahwa orang yang tidak beriman memang sulit untuk setia dengan janji terhadap umat Islam, akan selalu bekhianat dan mencari kesempatan untuk menghancurkan umat Islam. Prediksi Bani Quraizah jauh dari harapan, Allah justru memenangkan umat Islam, pasukan golongan berekutu itu lari pulang ke negeri-negeri mereka masing-masing. Dan karena Bani Quraizah ini telah membatalkan janji, telah berkhianat, dan telah membuat makar untuk menghancurkan Islam dari belakang, mereka pun harus menanggung akibat dari perbuatan mereka sendiri, umat Islam mendapat perintah dari Allah dan Rasul-Nya untuk membuat perhitungan dengan mereka.

Gambaran kerjasama yang dilakukan oleh Kaum Yahudi dengan pihak golongan bersekutu, saling bahu membahu diantara mereka sesama kafirin, bukanlah sesuatu yang aneh sebab memang demikianlah mereka disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya di surat Al-Anfal ayat 73. 

وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ

Dan orang-orang yang kafir, sebagian mereka melindungi sebagian yang lain. Jika kamu tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah (saling melindungi), niscaya akan terjadi kekacauan di bumi dan kerusakan yang besar._ (QS. 8 : 73)

Bani Quraizah pun melanggar janji, padahal mereka melakukan perjanjian di Madinah, tertulis, dihadiri sejumlah saksi, dan ditandatangani oleh mereka. Alhasil, sejak dahulu hanya umat Islam yang bisa menjaga dan menepati janji. Memenuhi janji adalah diantara prinsip ajaran Islam. Pada surat Al-Maidah ayat 1 Allah memerintahkan ummat Islam untuk memenuhi janji-janjinya baik dalam urusan ekonomi atau pun politik. 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ 

Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji.

Allah memberikan kemenangan kepada kaum Muslimin dengan pertolongan yang tidak terbayangkan sebelumnya. Pada dua ayat di atas (QS. Al-Ahzab : 26-27) terdapat dua pertolongan Allah kepada umat Islam menghadapi pengkhianatan Bani Quraizah: Pertama, ketakutan yang Allah hadirkan di hati-hati kaum Yahudi Bani quraizah. Karena ketakutan itulah, mereka keluar dari benteng-benteng mereka yang tinggi dan kokoh, yang secara logika sulit untuk ditembusi dan diterobosi. Kedua, Kepanikan yang luar biasa diantara mereka, sehingga pasrah dengan apa pun hukuman yang dijatuhkan kepada mereka. Dan pada akhirnya mereka disembelih oleh ummat Islam, sebagai akibat dari pengkhianatan mereka sendiri. Sekitar 800 orang laki-laki dewasa mereka  disembelih oleh ummat Islam. 

Korelasinya dengan perjanjian yang terjadi antara ummat Islam Palestina dengan kaum Yahudi dewasa ini. Mereka kaum Yahudi, jika kondisi tidak menguntungkan, akan menawarkan perjanjian damai dengan ummat Islam, namun sejatinya hanya untuk menunggu dan mencari kesempatan atau peluang yang pas dan tepat untuk menyerang umat Islam. Begitu kondisi mereka terjepit, maka perjanjian akan mereka tawarkan kepada ummat Islam. Demikian itulah seterusnya. Mereka Kaum Yahudi adalah trouble maker (pencipta dan pembuat masalah).

Hal yang menarik pula untuk kita angkat, bahwa kenyataannya hari ini, tentara-tentara Yahudi itu tetap dihinakan oleh Allah dengan rasa takut yang dalam di hati-hati mereka ketika menghadapi Ummat Islam. Maha benar Allah yang berfirman, _waqazafa fii quluubihim ar-ru’ba_ (Dan Allah menanamkan rasa takut ke dalam hati mereka). Begitu besar rasa takut mereka meskipun hanya menghadapi kaum wanita atau anak-anak Palestina yang hanya bersenjatakan ketapel. Tak heran jika sebagian besar tentara Yahudi itu memakai pampers karena ketakutan dari dalam diri mereka. Dalam kondisi sangat takut dan panik terkadang seseorang itu ngompol sendiri, nah begitulah mereka para tentara Yahudi. 

Allah selalu akan mendatangkan pertolongan kepada orang-orang yang beriman dari berbagai arah yang tidak terduga sebelumnya. Kasus kemenangan umat Islam di Jakarta pada pemilihan Gubernur DKI Jakarta merupakan salahsatu bentuk pertologan Allah kepada umat Islam. Keyakinan seperti ini harus selalu terbangun selagi ummat Islam konsisten di atas kebenaran.

Dua ayat di atas juga menyiratkan bahwa Allah senantiasa menjaga Nabi dan generasi sahabat-sahabatnya. Sahabat Nabi adalah sebaik-baik generasi ummat Islam. Mereka laksana bintang-bintang yang menghasilkan cahaya sendiri. Maka siapa saja yang mengikuti cahaya dari bintang-bintang itu niscaya akan mendapatkan petunjuk. Sayyid Quthub dalam kitabnya Ma’aalim fittariq menjelaskan bahwa sahabat itu _Jailun Qur’aniyyun_ generasi terbaik al-Qur’-an. Kepada siapa pun dari mereka yang kita mengikutinya, niscaya kita akan mendapatkan hidayah. Yang disebut sebagai sahabat adalah mereka yang hidup semasa dengan Nabi Muhammad saw, berjumpa dengan beliau saw, beriman dengan ajaran yang dibawah oleh beliau saw dan meninggal dengan tetap pada keimanan itu. Siapa saja yang mengikuti mereka dengan baik niscaya akan mendapatkan petunjuk dan kemuliaan. Allah berfirman,

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung._ (QS. 9: 100)
Terakhir, Ummat Islam harus saling bersinergi, saling ta’awwun (tolong menolong), saling bahu membahu, saling menguatkan satu sama lainnya. Dengan cara demikian inilah pertolongan Allah di dunia akan diturunkan kepada ummat Islam. Dan kelak di akhirat, ada diantara ummat Islam yang akan mendapatkan pemuliaan dari Allah meskipun mereka bukan Nabi, bukan pula sahabat Nabi, bukan pula para syuhada, tetapi mereka adalah yang dahulunya di dunia saling bersinergi dengan saudara muslimnya, saling mencintai dan mengasihi karena Allah.

Wallahu a’lam 

Ditulis oleh Samsul Basri, SSi, MEI

Keteladanan Holistik Nabi Muhammad SAW 

Seri Mengaji Tafsir Masjid Al Hijri 1, Ahad, 17/09/17,  Prof. Dr. KH. Didin Hafiduddin  M.Sc.

Surat Al Ahzab:  21

اعوذبالله من الشيطان الرجيم.

بسم الله الرحمن الرحيم

Allah SWT berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًا   

laqod kaana lakum fii rosuulillaahi uswatun hasanatul limang kaana yarjulloha wal-yaumal-aakhiro wa zakarollaaha kasiiroo

“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.”

(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 21)

PELAJARAN & HIKMAH YG ADA DI DALAMNYA:

1. Ayat ini sering dibaca oleh para penceramah, terutama pada saat bulan Rabiul Awwal.

2. Bagi orang-orang yg beriman, diri Rasulullah s.a.w itu merupakan contoh teladan yg paling baik bagi manusia. Baik dalam perilakunya, perkataannya dan dalam segala hal. Karena beliau tidak pernah berkata-kata , berbuat sesuatu,  meninggalkan sesuatu atau melarang sesuatu, kecuali berdasarkan petunjuk wahyu Allah dan tidak berdasarkan hawa nafsunya.

3. Beliau adalah seorang ahli komunikasi yg terpercaya, ahli strategi dan ahli diplomasi yg tidak ada celanya.

4. Siapa pun yg mengaku beriman dan ingin disayang Allah, maka harus meneladani Rasulullah s.a.w. Umat ini tdk membutuhkan orang-orang yang pinter dan pandai tetapi tdk menjadi teladan. Lihat Ali Imran:164.

Allah SWT berfirman:

لَقَدْ مَنَّ اللّٰهُ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ اِذْ بَعَثَ فِيْهِمْ رَسُوْلًا مِّنْ اَنْفُسِهِمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِهٖ وَيُزَكِّيْهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ  ۚ  وَاِنْ كَانُوْا مِنْ قَبْلُ لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ

laqod mannallohu ‘alal-mu`miniina iz ba’asa fiihim rosuulam min anfusihim yatluu ‘alaihim aayaatihii wa yuzakkiihim wa yu’allimuhumul-kitaaba wal-hikmah, wa ing kaanuu ming qoblu lafii dholaalim mubiin

“Sungguh, Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika (Allah) mengutus seorang rasul (Muhammad) di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Qur’an) dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 164)

5. Yg dibutuhkan oleh umat ini adalah keteladanan dari para tokohnya, yg meneladani (ittiba) atau mengikuti dan mentaati Rasulullah s.a.w. yakni keteladanan dlm perilakunya, ucapannya dalam kepribadiannya.

Sbgmana Allah telah membuat ketentuan dlm Al Qur’an.

Allah SWT berfirman:

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ  يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَـكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ  وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

qul ing kuntum tuhibbuunalloha fattabi’uunii yuhbibkumullohu wa yaghfir lakum zunuubakum, wallohu ghofuurur rohiim

“Katakanlah (Muhammad), Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 31)

قُلْ اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ ۚ  فَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْكٰفِرِيْنَ

qul athii’ulloha war-rosuul, fa in tawallau fa innalloha laa yuhibbul-kaafiriin

“Katakanlah (Muhammad), Taatilah Allah dan Rasul. Jika kamu berpaling, ketahuilah bahwa Allah tidak menyukai orang-orang kafir.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 32)

مَنْ يُّطِعِ الرَّسُوْلَ فَقَدْ اَطَاعَ اللّٰهَ   ۚ  وَمَنْ تَوَلّٰى فَمَاۤ اَرْسَلْنٰكَ عَلَيْهِمْ حَفِيْظًا  

may yuthi’ir-rosuula fa qod athoo’alloh, wa man tawallaa fa maaa arsalnaaka ‘alaihim hafiizhoo

“Barang siapa menaati Rasul (Muhammad) maka sesungguhnya dia telah menaati Allah. Dan barang siapa berpaling (dari ketaatan itu) maka (ketahuilah) Kami tidak mengutusmu (Muhammad) untuk menjadi pemelihara mereka.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 80)

6. Keteladanan dalam hal lisan, Rasul memberi panduan dlm sabdanya: _”Siapa saja yang mengaku beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah kalian berbicara yg baik-baik, atau lebih baik kalian diam”_

Dlm perbuatan Rasulullah s.a.w sangat baik kepada tetangganya, kepada tamunya, dgn mengajarkan akhlaq kpd sesama manusia, diantaranya dgn bersabda; _”Barang siapa yg mengaku beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka hendaklah berbuat baik kepada tetangganya dan kepada tamunya”_

Juga dalam sabdanya; “_Seorang muslim itu adalah yg menjadikan tetangganya dan orang yang ada di sekitarnya selamat dari lisan dan perbuatannya”_

7. Keteladanan dalam kepribadiannya, Rasulullah s.a.w selalu berpenampilan sederhana, menarik, simpatik, bersahaja dan menghargai para sahabatnya, umatnya, menghormati lawannya.

Berdasarkan itulah maka Allah memuji Nabi Muhammad s.a.w dgn kalimatNya bahwa beliau memiliki akhlaq yang agung;

Allah SWT berfirman:

وَاِنَّكَ  لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍ

wa innaka la’alaa khuluqin ‘azhiim

“Dan sesungguhnya engkau benar-benar, berbudi pekerti yang luhur.”

(QS. Al-Qalam 68: Ayat 4)

Dari pengajian dan materi ini, semoga kita mampu mengambil pelajaran dan hikmahnya agar kita termasuk hamba Allah yang mampu _ittiba_ dan mengambil contoh keteladanan yang baik dari Rasulullah s.a.w dan menjadi manusia-manusia yg sholeh dan sholehah, berbudi pekerti yg baik, menjadi teladan yang baik dan menjadi imam atau pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yg bertaqwa. Aamiin.

Demikian pengajian subuh ini disebarluaskan. Semoga ayat-ayat Al Qur’an di atas, memberi pencerahan dan memperkuat iman, ilmu, amal perilaku umat Islam dlm menjalani kehidupannya di dunia. Semangat dlm berjuang menegakkan ajaran agama dan membela negara, agar mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan selamat di alam akhirat.  Semoga menjadi ilmu yg bermanfaat. Aamiin. 

سبحانك اللهم وبحمدك اشهد ان لا اله الا انت استغفرك ةاتوب اليك

Salam ukhuwah dari Bogor.
Dicatat oleh : Willyuddin A.R. Dhani

Tiga Kelompok Manusia 

Seri Mengaji Tafsir masjid Al Hijri, Ahad, 10/09/17,  Prof. Dr. KH. Didin Hafiduddin  M.Sc.

Surat Al Ahzab:  19-20

اعوذبالله من الشيطان الرجيم.

بسم الله الرحمن الرحيم

Allah SWT berfirman:

اَشِحَّةً عَلَيْكُمْ    ۚ  فَاِذَا جَآءَ الْخَوْفُ رَاَيْتَهُمْ يَنْظُرُوْنَ اِلَيْكَ تَدُوْرُ اَعْيُنُهُمْ كَالَّذِيْ يُغْشٰى عَلَيْهِ مِنَ الْمَوْتِ   ۚ  فَاِذَا ذَهَبَ الْخَـوْفُ سَلَقُوْكُمْ بِاَ لْسِنَةٍ حِدَادٍ اَشِحَّةً عَلَى الْخَيْـرِ  ۗ  اُولٰٓئِكَ لَمْ يُؤْمِنُوْا فَاَحْبَطَ اللّٰهُ اَعْمَالَهُمْ   ۗ  وَكَانَ ذٰ لِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرًا

asyihhatan ‘alaikum fa izaa jaaa`al-khoufu ro`aitahum yanzhuruuna ilaika taduuru a’yunuhum kallazii yughsyaa ‘alaihi minal-mauut, fa izaa zahabal-khoufu salaquukum bi`alsinatin hidaadin asyihhatan ‘alal-khoiir, ulaaa`ika lam yu`minuu fa ahbathollaahu a’maalahum, wa kaana zaalika ‘alallohi yasiiroo

“mereka kikir terhadapmu. Apabila datang ketakutan (bahaya), kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka kikir untuk berbuat kebaikan. Mereka itu tidak beriman, maka Allah menghapus amalnya. Dan yang demikian itu mudah bagi Allah.”(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 19)

Allah SWT berfirman:

يَحْسَبُوْنَ الْاَحْزَابَ لَمْ يَذْهَبُوْا   ۚ  وَاِنْ يَّأْتِ الْاَحْزَابُ يَوَدُّوْا لَوْ اَنَّهُمْ بَادُوْنَ فِى الْاَعْرَابِ يَسْـاَ لُوْنَ عَنْ اَنْۢبَآئِكُمْ   ۗ  وَلَوْ كَانُوْا فِيْكُمْ مَّا قٰتَلُوْۤا اِلَّا قَلِيْلًا

yahsabuunal-ahzaaba lam yaz-habuu, wa iy ya`til-ahzaabu yawadduu lau annahum baaduuna fil-a’roobi yas`aluuna ‘an ambaaa`ikum, walau kaanuu fiikum maa qootaluuu illaa qoliilaa

“Mereka mengira (bahwa) golongan-golongan (yang bersekutu) itu belum pergi, dan jika golongan-golongan (yang bersekutu) itu datang kembali, niscaya mereka ingin berada di dusun-dusun bersama-sama orang Arab Badui, sambil menanyakan berita tentang kamu. Dan sekiranya mereka berada bersamamu, mereka tidak akan berperang, melainkan sebentar saja.” (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 20)

*PELAJARAN & HIKMAH YG ADA :*

Surat yg membahas ttg kisah perang ahzab (musuh yg bersekutu) ini, menjelaskan karakter manusia menjadi 3 kelompok. 

Kelompok 1 (pertama) adalah klompok yg mukmin, yg mengatakan *_sami’na wa atho’na_* konsisten thd keimanan dan selalu aktif ikut berjuang mempertahankan dan membela keimanan, bersatu bergerak bersama-sama untuk membela orang-orang beriman. 

Dlm hadits Rasulullah s.a.w bersabda: *_Akan senantiasa ada di kalangan umatku yg konsisten dalam keimanannya, tdk pernah menyurutkan dan melemahkan mereka, kebencian dan permusuhan orang-orang kafir, demikian itulah mereka sampai Allah memberikan keputusanNya sampai hari kiamat_*

Kelompok kedua; kelompok kafir yang selalu memusuhi dan menghalang-halangi tegaknya hukum Allah, memusuhi orang beriman, menghalangi perjuangan orang beriman, bahkan melarang orang beriman mensmpakkan jatidiri keimanannya, dgn tuduhan-tuduhan keji, seperti tuduhan sebagai teroris, anti toleran, anti persatuan dan tuduhan keji lainnya. Makanya Allah tegaskan dlm al Qur’an surat Al Baqarah : 120.

Allah SWT berfirman:

وَلَنْ تَرْضٰى عَنْكَ الْيَهُوْدُ وَلَا النَّصٰرٰى حَتّٰى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ   قُلْ اِنَّ هُدَى اللّٰهِ هُوَ الْهُدٰى  ۗ  وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ اَهْوَآءَهُمْ بَعْدَ  الَّذِيْ جَآءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ  مَا لَـكَ مِنَ اللّٰهِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا نَصِيْرٍ

wa lan tardhoo ‘angkal-yahuudu wa lan-nashooroo hattaa tattabi’a millatahum, qul inna hudallohi huwal-hudaa, wa la`inittaba’ta ahwaaa`ahum ba’dallazii jaaa`aka minal-‘ilmi maa laka minallohi miw waliyyiw wa laa nashiir

“Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya). Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 120)

Ciri mereka selalu memusuhi umat islam dengan mulutnya, dengan sikap dan perilakunya, dalam segala permasalahan yg dicari-cari. Walaupun permusuhan mereka itu dilakukan secara sembunyi, tdk pernah berani berhadapan langsung, ketika umat islam mayoritas. Tetapi manakala umat islam sudah lemah, mereka akan membunuh, membantai dan menghancurkan umat islam. Contoh kasus terakhir ini adalah pembantaian kaum muslimin di Rohingya. 

Semoga Allah menyalamatkan dan melindungi saudara-saudara kita di Rohingya, dan menjadikan mereka yg gugur sebagai korban kedzaliman penguasanya, menjadi syahid di sisi Allah S.W.T. Aamiin

Kelompok ke 3: Kelompok munafikuun, yg diantara ciri-cirinya dijelaskan dalam ayat 19&20 surat al ahzab di atas.

Yakni, tidak ingin ikut berjuang, menghindari perjuangan sambil mencela atau bahkan menyalahkan orang-orang yg berjuang, karena menganggap orang yg berjuang di jalan Allah membuat situasi keamanan dan kenyamanan terganggu. 

Allah umpamakan kebencian mereka terhadap kaum mukmin yg berjuang melawan sekutu yg berbuat kedzaliman dan kekufuran, dgn pandangan yg terbalik-balik krn benci kpd orang mukmin campur ketakutan kepada serangan orang kafir.

Sehingga mereka kikir, tdk mau membantu perjuangan kaum mukminin yg terus istiqomah dlm berjuang.

Ketika situasi telah aman mereka tetap nyinyir dan terus mencela orang beriman, dengan pernyataan yg menyakiti hati umat islam, sehingga tampaklah mereka itu lbh suka bergaul akrab dgn orang kafir, dan cenderung membela kaum kafir. 

Karakter seperti ini pun bahkan terus terjadi dan terlihat nyata di negeri muslim seperti di Indonesia sekaarang ini. Contohnya ttg GENOCIDE pembunuhan biadab terhadap kaum muslimin di Rohingya, pernyataan orang-mumafik aneh-aneh dan tetap menyakiti kaum muslim yg jelas-jelas didzalimi.

Maka Allah akan terus mebuka kedok-kedok kekufuran mereka.

Demikian pengajian subuh ini disebarluaskan. Semoga ayat-ayat al Qur’an di atas, memberi pencerahan dan memperkuat iman, ilmu, amal perilaku umat islam dlm menjalani kehidupannya di dunia. Semangat dlm berjuang menegakkan ajaran agama dan membela negara, agar mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan selamat di alam akhirat.  Semoga menjadi ilmu yg bermanfaat. Aamin. (Mohon bantu Sebarkan agar dapat bagian pahala ilmu yg bermanfaat).

سبحانك اللهم وبحمدك اشهد ان لا اله الا انت استغفرك ةاتوب اليك

Dicatat oleh : Willyuddin A.R. Dhani

Karakteristik orang Munafik 

Seri mengaji tafsir masjid Al Hijri 1, Ahad, 27/08/17,  Prof. Dr. KH. Didin Hafiduddin  M.Sc.

Surat Al Ahzab:  15 – 16

اعوذبالله من الشيطان الرجيم.

بسم الله الرحمن الرحيم

Allah SWT berfirman:

وَلَقَدْ كَانُوْا عَاهَدُوا اللّٰهَ مِنْ قَبْلُ لَا يُوَلُّوْنَ الْاَدْبَارَ   ۗ  وَكَانَ عَهْدُ اللّٰهِ مَسْــئُوْلًا

wa laqod kaanuu ‘aahadulloha ming qoblu laa yuwalluunal-adbaar, wa kaana ‘ahdullohi mas`uulaa

“Dan sungguh, mereka sebelum itu telah berjanji kepada Allah, tidak akan berbalik ke belakang (mundur). Dan perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggungjawabannya.” (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 15)

قُلْ لَّنْ يَّنْفَعَكُمُ الْفِرَارُ اِنْ فَرَرْتُمْ مِّنَ الْمَوْتِ اَوِ الْقَتْلِ وَاِذًا لَّا تُمَتَّعُوْنَ اِلَّا قَلِيْلًا

qul lay yanfa’akumul-firooru in farortum minal-mauti awil-qotli wa izal laa tumatta’uuna illaa qoliilaa

“Katakanlah (Muhammad), Lari tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika demikian (kamu terhindar dari kematian) kamu hanya akan mengecap kesenangan sebentar saja.” (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 16)

PELAJARAN & HIKMAH YG ADA:

1. Allah menceritakan sifat dan karakter munafik, sebagaimana penjelasan ayat sebelumnya (ayat 12-14) bhw salah satu kelompok yg membahayakan umat adalah kelompok munafik. Ketika terjadi huru-hara yg merusak Islam atau umat Islam menghadapi masalah, maka Allah tampakkan orang-orang munafik dgn karakternya yg utama, dimana visi hidupnya; _Hubbud dun-ya wa karohiyyatul maut_ (rakus/cinta harta dunia, sehingga mereka takut mati berjuang).

2. Sifat mereka digambarkan sering  membelot kepada kekufuran dan membela kaum kafir. Oleh krn itu dlm hadits dijelaskan tentang 7 perbuatan buruk:

a. Syirik kepada Allah.

b. Melakukan sihir & budaya sihir.

c. Membunuh manusia yg beriman tanpa alasan.

d. Memakan & bermain riba.

e. Memakan harta anak yatim (dicurangi)

f. Jika menghadapi musuh, berpihak kepada musuh dan membocorkan rahasia kelemahan kaum muslimin.

g. Melakukan perzinahan dgn segala sebab-sebabnya.

3. Jika dunia dijadikan tujuan oleh penganutnya, maka Islam akan runtuh oleh internal Islam sendiri, dan Allah akan cabut keberkahan hidupnya.

4. Maka dlm ayat 16 di atas, Allah membuat pernyataan bila lari dari perjuangan menegakkan kebenaran maka apapun keuntungan yg diperoleh berupa harta dunia, tidak akan menimbulkan kemenangan dan kesenangan, kecuali hanya sebentar saja.

5. Orang munafik tertipu dgn harta dunia, sehingga jika diseru utk taat kpd Allah, taat kepada RasulNya dan utk berjuang membela agama Allah, mereka sempit dada karenanya.

Allah SWT berfirman:

فَمَنْ يُّرِدِ اللّٰهُ اَنْ يَّهْدِيَهٗ يَشْرَحْ صَدْرَهٗ لِلْاِسْلَامِ ۚ  وَمَنْ يُّرِدْ اَنْ يُّضِلَّهٗ يَجْعَلْ صَدْرَهٗ ضَيِّقًا حَرَجًا كَاَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِى السَّمَآءِ ۗ  كَذٰلِكَ يَجْعَلُ اللّٰهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ

fa may yuridillaahu ay yahdiyahuu yasyroh shodrohuu lil-islaam, wa may yurid ay yudhillahuu yaj’al shodrohuu dhoyyiqon harojang ka`annamaa yashsho”adu fis-samaaa`, kazaalika yaj’alullohur-rijsa ‘alallaziina laa yu`minuun

“Barang siapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 125)

Semoga kajian ini membuka hati kita utk dapat berpihak kpd kebenaran, membersihkan hati kita dari segala bentuk karakter sifat kemunafikan.

Demikian pengajian subuh ini disebarluaskan. Semoga ayat-ayat Al Qur’an di atas, memberi pencerahan dan memperkuat iman, ilmu, amal perilaku umat Islam dlm menjalani kehidupannya di dunia. Semangat dlm berjuang menegakkan ajaran agama dan membela negara, agar mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan selamat di alam akhirat.  Semoga menjadi ilmu yg bermanfaat. Aamin. (Mohon bantu Sebarkan agar dapat bagian pahala ilmu yg bermanfaat).

سبحانك اللهم وبحمدك اشهد ان لا اله الا انت استغفرك ةاتوب اليك

Dicatat oleh : Willyuddin A.R. Dhani

Waspada terhadap orang Munafik 

Seri mengaji tafsir Al Hijri Ahad, 13/08/17, Prof. Dr. KH. Didin Hafiduddin  M.Sc.

Surat Al Ahzab:  10-12

اعوذبالله من الشيطان الرجيم.

بسم الله الرحمن الرحيم

Allah SWT berfirman:

اِذْ جَآءُوْكُمْ مِّنْ فَوْقِكُمْ وَمِنْ اَسْفَلَ مِنْكُمْ وَاِذْ زَاغَتِ الْاَبْصَارُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوْبُ الْحَـنَـاجِرَ وَتَظُنُّوْنَ بِاللّٰهِ الظُّنُوْنَا    

“(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika penglihatan(mu) terpana dan hatimu menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu berprasangka yang bukan-bukan terhadap Allah.” (QS. Al-Ahzab: Ayat 10)

هُنَالِكَ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُوْنَ وَزُلْزِلُوْا زِلْزَالًا شَدِيْدًا

“Di situlah diuji orang-orang mukmin dan diguncangkan (hatinya) dengan guncangan yang dahsyat.” (QS. Al-Ahzab: Ayat 11)

وَاِذْ يَقُوْلُ الْمُنٰفِقُوْنَ وَالَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ مَّا وَعَدَنَا  اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗۤ اِلَّا غُرُوْرًا

“Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang hatinya berpenyakit berkata, “Yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kami hanya tipu daya belaka.”” (QS. Al-Ahzab: Ayat 12)

PELAJARAN & HIKMAH YG ADA DI DALAMNYA:

1. Ayat ini lanjutan penjelasan kisah perang Ahzab yg terkenal dgn perang Khandaq (parit) antara kaum muslimin dg pasukan sekutu. 

Dimana Allah menguji kaum muslimin dgn pasukan kafir dan para sekutu dari luar maupun dari dalam. Kaum muslimin dikepung pasukan sekutu. Ketika itu Allah datangkan pasukan musuh dari luar Madinah yg datang dari atas perbukitan-perbukitan dan pasukan dari dalam (yaitu penghianatan orang-orang yahudi yg ada dari dalam kota Madinah) yg diumpamakan pasukan dari bawah tanah (tersembunyi) yg menebarkan isyu-isyu utk berbalik ke belakang. Sehingga   kaum muslimin tergoncang keimanannya dan ada yg berprasangka buruk kepada Allah tetapi kaum beriman selalu berprasangka baik kepada Allah.

2. Walaupun sebelumnya sdh ada piagam perjanjian utk bela negara bagi seluruh penduduk Madinah, tetapi kaum yahudi dan orang kafir berkhianat  mempengaruhi kaum munafikuun utk berbalik melepaskan diri dari persatuan kaum mukminin yang dipimpin oleh Rasulullah sendiri. 

Sampai-sampai Allah mengabadikan karakrer orang yahudi ini dlm Al Qur’an Surat 2:120.

Allah SWT berfirman:

وَلَنْ تَرْضٰى عَنْكَ الْيَهُوْدُ وَلَا النَّصٰرٰى حَتّٰى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ  ؕ   قُلْ اِنَّ هُدَى اللّٰهِ هُوَ الْهُدٰى  ؕ  وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ اَهْوَآءَهُمْ بَعْدَ  الَّذِيْ جَآءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ  مَا لَـكَ مِنَ اللّٰهِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا نَصِيْرٍ

“Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya).” Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah.” (QS. Al-Baqarah: Ayat 120)

3. Penghianatan kaum yahudi dan kaum munafik ini betul-betul memporak-porandakan persatuan dan kekuatan kaum muslimin, sebagai ujian keimanan. Sehingga Allah jelaskan keadaannya seperti dlm QS.2:214:

Allah SWT berfirman:

اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تَدْخُلُوا الْجَـنَّةَ وَ لَمَّا يَأْتِكُمْ مَّثَلُ الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ  ؕ  مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَآءُ وَالضَّرَّآءُ وَزُلْزِلُوْا حَتّٰى يَقُوْلَ الرَّسُوْلُ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ مَتٰى نَصْرُ اللّٰهِ  ؕ  اَ لَاۤ اِنَّ نَصْرَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ

“Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.” (QS. Al-Baqarah: Ayat 214)

Tapi Allah tetap akan memberi pertolongan kepada orang-orang beriman.

4. Sifat orang munafik, visi dan amaliahnya selalu demi mencari keuntungan pribadi dan demi kepentingannya sendiri. Tidak memiliki pendirian dan jatidiri yg kuat, penakut dan takut miskin. Berpihak kepada kekufuran dan cenderung berwala’ kpd orang orang kafir, sebaliknya bara’ kpd orang mukmin. Allah abadikan diantara ancaman & sifatnya thd orang munafik dlm QS.4:138-140

Allah SWT berfirman:

بَشِّرِ الْمُنٰفِقِيْنَ بِاَنَّ لَهُمْ عَذَابًا اَلِيْمًا 

“Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih,”

(QS. An-Nisa’: Ayat 138)

اۨ لَّذِيْنَ يَتَّخِذُوْنَ الْـكٰفِرِيْنَ اَوْلِيَآءَ مِنْ دُوْنِ الْمُؤْمِنِيْنَ   ؕ  اَيَبْتَغُوْنَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَاِنَّ الْعِزَّةَ لِلّٰهِ جَمِيْعًا    

“(yaitu) orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Ketahuilah bahwa semua kekuatan itu milik Allah. (QS. An-Nisa’: Ayat 139)

وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِى الْـكِتٰبِ اَنْ اِذَا سَمِعْتُمْ اٰيٰتِ اللّٰهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَاُبِهَا فَلَا تَقْعُدُوْا مَعَهُمْ حَتّٰى يَخُوْضُوْا فِيْ حَدِيْثٍ غَيْرِهٖۤ     ۖ   اِنَّكُمْ اِذًا مِّثْلُهُمْ  ؕ  اِنَّ اللّٰهَ جَامِعُ الْمُنٰفِقِيْنَ وَالْكٰفِرِيْنَ فِيْ جَهَـنَّمَ جَمِيْعَا 

“Dan sungguh, Allah telah menurunkan (ketentuan) bagimu di dalam Kitab (Al-Qur’an) bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir) maka janganlah kamu duduk bersama mereka sebelum mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena (kalau tetap duduk dengan mereka), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sungguh, Allah akan mengumpulkan semua orang munafik dan orang kafir di Neraka Jahanam,” (QS. An-Nisa’: Ayat 140)

Maka sebagai muslim yg beriman, kita harus selalu berperan dalam perjuangan da’wah dan terlibat langsung dalam perjuangan sesuai dengan keahlian, profesi dan kapasitasnya masing masing dengan tetap membangun kebersamaan dan persatuan ukhuwah sesama muslim. Sesuai dengan pemberitahuan dari Allah berikut ini : 

Allah SWT berfirman:

وَالَّذِيْنَ  كَفَرُوْا بَعْضُهُمْ اَوْلِيَآءُ بَعْضٍ  ؕ  اِلَّا تَفْعَلُوْهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِى الْاَرْضِ  وَفَسَادٌ كَبِيْرٌ  

“Dan orang-orang yang kafir, sebagian mereka melindungi sebagian yang lain. Jika kamu (wahai kaum beriman) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah (saling melindungi / saling menolong / saling menguatkan), niscaya akan terjadi kekacauan di Bumi dan kerusakan yang besar.” (QS. Al-Anfal: Ayat 73)

وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَهَاجَرُوْا وَجٰهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَالَّذِيْنَ اٰوَوْا وَّنَصَرُوْۤا اُولٰۤئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ حَقًّا    ؕ  لَّهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌ

“Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang Muhajirin), mereka itulah orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki (nikmat) yang mulia.” (QS. Al-Anfal: Ayat 74)

Demikian pengajian subuh ini disebarluaskan. Semoga ayat-ayat al Qur’an di atas, memberi pencerahan dan memperkuat iman, ilmu, amal perilaku umat islam dlm menjalani kehidupannya di dunia. Semangat dlm berjuang menegakkan ajaran agama dan membela negara, agar mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan selamat di alam akhirat.  Semoga menjadi ilmu yg bermanfaat. Aamin. (Mohon bantu Sebarkan agar dapat bagian pahala ilmu yg bermanfaat).

سبحانك اللهم وبحمدك اشهد ان لا اله الا انت استغفرك ةاتوب اليك

Dicatat oleh : Willyuddin A.R. Dhani