• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 354,552 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Membimbing Keluarga dengan Kebijaksanaan 

Seri mengaji tafsir Masjid Al Hijri 1, Ahad, 15/10/17, Ust. Dr. H. Ibdalsyah MA.

Surat Al Ahzab:  28-29.

اعوذبالله من الشيطان الرجيم.

بسم الله الرحمن الرحيم

Allah SWT berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِّاَزْوَاجِكَ اِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا وَزِيْنَتَهَا فَتَعَالَيْنَ اُمَتِّعْكُنَّ وَاُسَرِّحْكُنَّ سَرَاحًا جَمِيْلًا

yaaa ayyuhan-nabiyyu qul li`azwaajika ing kuntunna turidnal-hayaatad-dun-yaa wa ziinatahaa fa ta’aalaina umatti’kunna wa usarrihkunna saroohan jamiilaa

“Wahai nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, Jika kamu menginginkan kehidupan di dunia dan perhiasannya, maka kemarilah agar kuberikan kepadamu mut‘ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik.”

(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 28)

Allah SWT berfirman:

وَاِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَالدَّارَ الْاٰخِرَةَ فَاِنَّ  اللّٰهَ اَعَدَّ لِلْمُحْسِنٰتِ مِنْكُنَّ اَجْرًا عَظِيْمًا

wa ing kuntunna turidnalloha wa rosuulahuu wad-daarol-aakhirota fa innalloha a’adda lil-muhsinaati mingkunna ajron ‘azhiimaa

“Dan jika kamu menginginkan Allah dan Rasul-Nya dan negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan pahala yang besar bagi siapa yang berbuat baik di antara kamu.”

(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 29)

PELAJARAN DAN HIKMAH YG ADA DI DALAMNYA:

1. Ayat ini, berkaitan dengan kisah pasca perang Al Ahzab (dengan kaum kafir dan para sekutunya), dimana Rasulullah s.a.w tdk mendapatkan ghonimah yg banyak, ketika itu istri-istri Rasul s.a.w mengharapkan dapat bagian masing-masing dari harta, krn selama ini hidupnya bersama dengan Rasulullah s.a.w dalam kesederhanaan, krn Rasulullah lebih sering memberi sedekah pembagian ghanimah kepada orang lain dalam rangka dakwah mengajak orang lain untuk ber Islam.

Ketika istri-istri Nabi mengharapkan pemenuhan kebutuhan dzahir (materi dunia) tsb, sedangkan Rasul memiliki keterbatasan harta yg dikaruniakan kepada beliau, maka turunlah wahyu ayat ke 28 & 29 surat Al Ahzab ini.

2. Dalam kehidupan berumah tangga, memang kewajiban suami utk memenuhi dan menafkahi istri secara dzahir dan batin dengan cara yang ma’ruf sesuai dengan kemampuan dan apa yang telah ditaqdirkan oleh Allah. Sesuai dgn perintah Allah.

Allah SWT berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَحِلُّ لَـكُمْ اَنْ تَرِثُوا النِّسَآءَ كَرْهًا  ۗ  وَلَا تَعْضُلُوْهُنَّ لِتَذْهَبُوْا بِبَعْضِ مَاۤ اٰتَيْتُمُوْهُنَّ اِلَّاۤ اَنْ يَّأْتِيْنَ بِفَاحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ  ۚ  وَعَاشِرُوْهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ  ۚ  فَاِنْ كَرِهْتُمُوْهُنَّ فَعَسٰۤى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـئًـا وَّيَجْعَلَ اللّٰهُ فِيْهِ خَيْرًا كَثِيْرًا

yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa yahillu lakum an tarisun-nisaaa`a kar-haa, wa laa ta’dhuluuhunna litaz-habuu biba’dhi maaa aataitumuuhunna illaaa ay ya`tiina bifaahisyatim mubayyinah, wa ‘aasyiruuhunna bil-ma’ruuf, fa ing karihtumuuhunna fa ‘asaaa an takrohuu syai`aw wa yaj’alallohu fiihi khoirong kasiiroo

“Wahai orang-orang yang beriman! Tidak halal bagi kamu mewarisi perempuan dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, kecuali apabila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya”

(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 19)

Allah SWT berfirman:

نِسَآؤُكُمْ حَرْثٌ لَّـكُمْ ۖ  فَأْتُوْا حَرْثَكُمْ اَنّٰى شِئْتُمْ  وَقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْ ۗ  وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّکُمْ مُّلٰقُوْهُ ۗ  وَ بَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ

nisaaa`ukum harsul lakum fa`tuu harsakum annaa syi`tum wa qoddimuu li`anfusikum, wattaqulloha wa’lamuuu annakum mulaaquuh, wa basysyiril-mu`miniin

“Istri-istrimu adalah ladang bagimu, maka datangilah ladangmu itu kapan saja dengan cara yang kamu sukai. Dan utamakanlah (yang baik) untuk dirimu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menemui-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang yang beriman.”

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 223)

Karena itu wanita muslimah yg shalehah adalah wanita yang menghargai dan tetap hormat kepada suaminya dalam keadaan suka maupun duka, menjaga kehormatan diri dan keluarganya dari hasutan dan tipu daya setan yg selalu ingin mencerai beraikan kehidupan rumah tangga orang-orang yg beriman.

Allah SWT berfirman:

اَلرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ اللّٰهُ بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍ وَّبِمَاۤ اَنْفَقُوْا مِنْ اَمْوَالِهِمْ  ۗ  فَالصّٰلِحٰتُ قٰنِتٰتٌ حٰفِظٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللّٰهُ  ۗ  وَالّٰتِيْ تَخَافُوْنَ نُشُوْزَهُنَّ فَعِظُوْهُنَّ وَاهْجُرُوْهُنَّ فِى الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوْهُنَّ  ۚ  فَاِنْ اَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوْا عَلَيْهِنَّ سَبِيْلًا   ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيْرًا

ar-rijaalu qowwaamuuna ‘alan-nisaaa`i bimaa fadhdholallohu ba’dhohum ‘alaa ba’dhiw wa bimaaa anfaquu min amwaalihim, fash-shoolihaatu qoonitaatun haafizhootul lil-ghoibi bimaa hafizhollaah, wallaatii takhoofuuna nusyuuzahunna fa’izhuuhunna wahjuruuhunna fil-madhooji’i wadhribuuhunn, fa in atho’nakum fa laa tabghuu ‘alaihinna sabiilaa, innalloha kaana ‘aliyyang kabiiroo

“Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang saleh, adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Maha Tinggi, Maha Besar.”

(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 34)

3. Kewajiban lainnya dari seorang suami terhadap istrinya yang telah ditetapkan oleh Allah, adalah membimbing istri dan keluarga utk menjadi manusia-manusia yg bertaqwa, secara sabar, bijak dan penuh kasih sayang, agar keluarganya terhindar dari ancaman api neraka. Sesuai dengan perintah Allah

Allah SWT berfirman:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْۤا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ  نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ  لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَاۤ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

yaaa ayyuhallaziina aamanuu quuu anfusakum wa ahliikum naarow wa quuduhan-naasu wal-hijaarotu ‘alaihaa malaaa`ikatun ghilaazhun syidaadul laa ya’shuunalloha maaa amarohum wa yaf’aluuna maa yu`maruun

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

(QS. At-Tahrim 66: Ayat 6)

Mengapa dalam membimbing keluarganya harus tetap dengan sabar, bijak dan penuh kasih sayang? Karena diantara anak dan istrinya kemungkinan akan ada yg menjadi musuhnya, sehingga suami tdk boleh berputus asa terhadap apapun ujian hidupnya dalam membina rumah tangganya.

Allah SWT berfirman:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ  اٰمَنُوْۤا اِنَّ مِنْ اَزْوَاجِكُمْ وَاَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَاحْذَرُوْهُمْ ۚ   وَاِنْ تَعْفُوْا وَتَصْفَحُوْا وَتَغْفِرُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

yaaa ayyuhallaziina aamanuuu inna min azwaajikum wa aulaadikum ‘aduwwal lakum fahzaruuhum, wa in ta’fuu wa tashfahuu wa taghfiruu fa innalloha ghofuurur rohiim

“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

(QS. At-Taghabun 64: Ayat 14)

Allah SWT berfirman:

اِنَّمَاۤ  اَمْوَالُـكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ    ۗ  وَاللّٰهُ عِنْدَهٗۤ اَجْرٌ عَظِيْمٌ

innamaaa amwaalukum wa aulaadukum fitnah, wallohu ‘indahuuu ajrun ‘azhiim

“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah pahala yang besar.”

(QS. At-Taghabun 64: Ayat 15)

Karena kelebihan seorang suami ini, maka Rasulullah pun  pernah bersabda: “Seandainya aku diijinkan menyuruh manusia untuk bersujud kepada sesama manusia, niscaya aku perintahkan kepada wanita (istri) untuk bersujud kepada suaminya.

Hal ini karena beratnya tanggung jawab suami untuk keselamatan istri dan keluarganya dalam kehidupan di dunia dan di akhirat, dan harus dilakukan dengan penuh kesabaran dan ketawakalan. 

Adakalanya seorang suami mendapatkan perlawanan yg sangat keras dari istri atau anaknya, sehingga dapat mempermalukannya dalam lingkungan sosial masyarakatnya, karena akhlaq istri dan anaknya yg tidak baik. Maka kesabaran dan kearifan suami akan mendatangkan ampunan Allah.

4. Bagi perempuan (istri-istri) yg lebih cenderung dan selalu menuntut pemenuhan materi terhadap suaminya (materialistik), yg tdk dapat dipenuhi oleh suaminya karena keterbatasan karunia Allah yg ditaqdirkan kepada suaminya, maka suami boleh menceraikannya dengan cara yg baik, sesuai dan merujuk kepada ayat 28 & 29 surat Al Ahzab tersebut di atas. Wallahu a’lam.

Namun kepada istri-istri yang lebih cenderung materialistik dan suka menuntut hal-hal diluar kemampuan suaminya, hendaklah berhati hati, karena kedudukannya di sisi Allah tdk beda dengan istri-istri durhaka seperti istri nabi Nuh dan nabi Luth _alaihissalam_. Karakter istri durhaka seperti yg dijelaskan oleh

Rasul s.a.w yg pernah bersabda yg artinya kurang lebih demikian:

“Aku lihat isi neraka sebagian besar adalah kaum wanita, karena mereka lemah akal (kurang bersyukur). Para sahabat bertanya, apa yg dimaksud lemah akalnya? Dijelaskan oleh Rasul s.a.w dgn bersabda seberapa pun kalian telah berbuat baik kepada mereka, tetapi ketika mereka mendapati satu keburukanmu (yg tidak berkenan dihatinya) maka mereka akan berkata, kamu belum pernah sedikitpun berbuat baik kepadaku.

Berbahagialah jika seorang suami memiliki istri-istri yg shalehah dan keturunan yg shaleh-shalehah. Semoga kita termasuk suami yg demikian. Aamiin.

Dan merugilah istri-istri yg durhaka kepada para suaminya. 

Demikian pengajian Subuh ini disebarluaskan. Semoga ayat-ayat al Qur’an di atas, memberi pencerahan dan memperkuat iman, ilmu, dan amal perilaku umat Islam dlm menjalani kehidupannya di dunia. Semangat dlm berjuang menegakkan ajaran agama dan membela negara, agar mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan selamat di alam akhirat.  Semoga menjadi ilmu yg bermanfaat. Aamiin. (Mohon bantu sebarkan agar dapat bagian pahala ilmu yg bermanfaat).

سبحانك اللهم وبحمدك اشهد ان لا اله الا انت استغفرك ةاتوب اليك

Dicatat oleh : Willyuddin A.R. Dhani

Iklan

Orang Mukmin selalu dilindungi Allah

Seri mengaji tafsir  Al Hijri, Ahad, 01/10/17,  Ust. Dr. Ibdalsyah MA.

Surat Al Ahzab:  24-25

اعوذبالله من الشيطان الرجيم.

بسم الله الرحمن الرحيم

Allah SWT berfirman:

لِّيَجْزِيَ اللّٰهُ الصّٰدِقِيْنَ بِصِدْقِهِمْ وَيُعَذِّبَ الْمُنٰفِقِيْنَ اِنْ شَآءَ اَوْ يَتُوْبَ عَلَيْهِمْ   ۗ  اِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا   

liyajziyallohush-shoodiqiina bishidqihim wa yu’azzibal-munaafiqiina in syaaa`a au yatuuba ‘alaihim, innalloha kaana ghofuuror rohiimaa

“agar Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya, dan mengazab orang munafik jika Dia kehendaki, atau menerima tobat mereka. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 24)

وَرَدَّ اللّٰهُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِغَيْظِهِمْ لَمْ يَنَالُوْا خَيْرًا   ۗ  وَكَفَى اللّٰهُ الْمُؤْمِنِيْنَ الْقِتَالَ    ۗ  وَكَانَ اللّٰهُ قَوِيًّا عَزِيْزًا   

wa roddallohullaziina kafaruu bighoizhihim lam yanaaluu khoiroo, wa kafallohul-mu`miniinal-qitaal, wa kaanallohu qowiyyan ‘aziizaa

“Dan Allah menghalau orang-orang kafir itu yang keadaan mereka penuh kejengkelan, karena mereka (juga) tidak memperoleh keuntungan apa pun. Cukuplah Allah (yang menolong) menghindarkan orang-orang mukmin dalam peperangan. Dan Allah Maha Kuat, Maha Perkasa.” (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 25)

PELAJARAN & HIKMAH YG ADA:

1. Ayat ini untuk menjelaskan ayat sebelumnya yaitu ayat 23 dimana Allah SWT berfirman:

مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ رِجَالٌ صَدَقُوْا مَا عَاهَدُوا اللّٰهَ عَلَيْهِ ۚ  فَمِنْهُمْ مَّنْ قَضٰى نَحْبَهٗ وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّنْتَظِرُ   ۖ   وَمَا بَدَّلُوْا تَبْدِيْلًا  

minal-mu`miniina rijaalun shodaquu maa ‘aahadulloha ‘alaiih, fa min-hum mang qodhoo nahbahuu wa min-hum may yantazhiru wa maa baddaluu tabdiilaa

“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Dan di antara mereka ada yang gugur, dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya),” (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 23)

Bahwa Allah selalu memberi balasan kpd orang-orang yang beriman dgn balasan yg terbaik, krn orang beriman selalu memenuhi janji dan tdk mengingkari kebenaran, bahkan rela berkurban utk menegakkan kebenaran keimanannya.

Org beriman sangat menginginkan balasan di negeri akhirat, dan Allah akan sempurnakan balasannya. Dan orang beriman selalu mencari jalan utk mendapatkan kebahagiaan akhirat.

Allah SWT berfirman:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَابْتَغُوْۤا اِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِهٖ لَعَلَّـكُمْ تُفْلِحُوْنَ

yaaa ayyuhallaziina aamanuttaqulloha wabtaghuuu ilaihil-wasiilata wa jaahiduu fii sabiilihii la’allakum tuflihuun

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya, agar kamu beruntung.” (QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 35)

Wasilah yg benar dlm Islam sesuai Sabda Rasul dgn 3 jalan:

Pertama : Wasilah dgn banyak beramal sholeh yg diridhoi Allah, misalnya dgn banyak berinfaq. Krn dgn berinfaq dia membuka sarana kebaikan Qs. 2:261.

Allah SWT berfirman:

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ  كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ   وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَآءُ  ۗ  وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

masalullaziina yunfiquuna amwaalahum fii sabiilillaahi kamasali habbatin ambatat sab’a sanaabila fii kulli sumbulatim mi`atu habbah, wallohu yudhoo’ifu limay yasyaaa`, wallohu waasi’un ‘aliim

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 261)

Contoh lain dgn meringankan kesulitan org lain. Sesuai dgn sabda Rasul: Barangsiapa meringankan kesulitan seorang muslim, maka Allah akan meringankan kesulitannya di dunia dan kesulitannya di akhirat.

Kedua : Wasilah dgn meminta doa kpd orang-orang sholeh yg masih hidup, sebagaimana pernah terjadi antara Rasul kpd Umar bin Khotob saat hendak pergi haji. Ketika Umar berpamitan kpd Rasul maka Rasul s.a.w bersabda Wahai Umar jangan lupa sertakan doamu untukku setiap engkau berdoa.

Ketika ada orang yg datang meminta kpd Rasul utk dido’akan, maka dan Rasul membimbing dgn berdoa: Ya Allah berilah kebaikan sebagaimana kebaikan yg dimintakan oleh RasulMu Muhammad s.a.w.

Ketiga : wasilah dgn Asmaul Husna dan banyak bersholawat untuk Rasulullah s.a.w.

2. Orang beriman harus selalu mendahulukan kebenaran dlm berbicara, dalam menulis, dan dalam segala hal. Dan kebenaran itu hrs dapat dipertanggung jawabkan di hadapan Allah. Krn itu rujukan perkataannya, ilmunya dan amalnya adalah petunjuk Allah dan RasulNya.

Artinya: orang beriman itu akan selalu berusaha _sidqul kalam_ = berbicara benar dan _Sidqul muamalah_ benar dalam perbuatannya.

3. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang kepada hambaNya. Terhadap orang munafik saja, kemungkinan Allah akan memberi hidayah dan menerima taubatnya orang munafik tsb. Apalagi kpd orang mukmin. Oleh karena itu orang mukmin hrs selalu   bersangka baik kepada Allah dan tdk boleh berputus asa dgn Rahmat Allah.

4. Sesungguhnya Allah akan selalu melindungi orang-orang mukmin dari segala bentuk serangan dan permusuhan orang-orang kafir, musyrik dan munafik. Sehingga tdk mungkin orang-orang kafir itu dapat mengalahkan orang beriman. Dan ini adalah janji yg pasti berlaku dari Allah.

Allah SWT berfirman:

اۨ لَّذِيْنَ يَتَرَ بَّصُوْنَ بِكُمْ  ۚ  فَاِنْ كَانَ لَـكُمْ فَتْحٌ مِّنَ اللّٰهِ قَالُـوْۤا اَلَمْ نَـكُنْ مَّعَكُمْ     ۖ  وَاِنْ كَانَ لِلْكٰفِرِيْنَ نَصِيْبٌ ۙ  قَالُـوْۤا اَلَمْ نَسْتَحْوِذْ عَلَيْكُمْ وَنَمْنَعْكُمْ مِّنَ الْمُؤْمِنِيْنَ   ۗ  فَاللّٰهُ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ   ۗ  وَلَنْ يَّجْعَلَ اللّٰهُ لِلْكٰفِرِيْنَ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ سَبِيْلًا

allaziina yatarobbashuuna bikum, fa ing kaana lakum fat-hum minallohi qooluuu a lam nakum ma’akum wa ing kaana lil-kaafiriina nashiibung qooluuu a lam nastahwiz ‘alaikum wa namna’kum minal-mu`miniin, fallohu yahkumu bainakum yaumal-qiyaamah, wa lay yaj’alallohu lil-kaafiriina ‘alal-mu`miniina sabiilaa

“(yaitu) orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu. Apabila kamu mendapat kemenangan dari Allah mereka berkata, Bukankah kami (turut berperang) bersama kamu? Dan jika orang kafir mendapat bagian, mereka berkata, Bukankah kami turut memenangkanmu, dan membela kamu dari orang mukmin? Maka Allah akan memberi putusan di antara kamu pada hari Kiamat. *Allah tidak akan memberi jalan kepada orang kafir untuk mengalahkan orang-orang beriman*.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 141)

Ayat yg menunjukkan pembelaan Allah kpd orang-orang beriman ini, hendaklah menjadi penguat keyakinan, menjadi pendorong semangan dan menjadi dasar komitmen maupun konsistensi perjuangan orang beriman dlm mendahwahkan kebenaran syariat dan hukum-hukum Allah dan RasulNya.

Jika kemenangan yg dijanjikan itu belum terwujud, maka hal itu merupakan ujian keistiqomahan dan komitmen yg belum sesuai dgn persyaratan yg diinginkan Allah. Lbh dari itu, hal tsb merupakan indikasi ada sesuatu yg salah atau yg kurang dalam proses perjuangan atau untuk memperjuangkannya. Misalnya, kurang kompak atau kurang bersatu, kurang sabar sehingga mudah dicerai berai, mudah ditakut-takuti dll sebagainya.

Maka mari kita terus berbenah dan introspeksi diri utk menyongsong datangnya kemenangan dan kemuliaan yg dijanjikan.

Demikian pengajian subuh ini disebarluaskan. Semoga ayat-ayat al Qur’an di atas, memberi pencerahan dan memperkuat iman, ilmu, amal perilaku umat Islam dlm menjalani kehidupannya di dunia. Semangat dlm berjuang menegakkan ajaran agama dan membela negara, agar mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan selamat di alam akhirat.  Semoga menjadi ilmu yg bermanfaat. Aamiin. (Mohon bantu Sebarkan agar dapat bagian pahala ilmu yg bermanfaat).

سبحانك اللهم وبحمدك اشهد ان لا اله الا انت استغفرك ةاتوب اليك

Dicatat oleh : Willyuddin A.R. Dhani

Iman dan Ilmu adalah sumber keselamatan hidup

​Seri mengaji tafsir alhijri Surah Ar-Rum : 54-57, Ust.  Ibdalsyah, 27nov2016 / 27safar1438

Surah Ar-Room, Verse 54: Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.

Surah Ar-Room, Verse 55: Dan pada hari terjadinya kiamat, bersumpahlah orang-orang yang berdosa; “mereka tidak berdiam (dalam kubur) melainkan sesaat (saja)”. Seperti demikianlah mereka selalu dipalingkan (dari kebenaran).

Surah Ar-Room, Verse 56: Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan (kepada orang-orang yang kafir): “Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit; maka inilah hari berbangkit itu akan tetapi kamu selalu tidak meyakini(nya)”.

Makna 1#

Bukti Kekuasaan Allah yg menciptakan manusia dgn berbagai tahapannya : mulai dari air yg memancar, menjadi bayi yg lemah,  menjadi dewasa dan kuat,  lalu menjadi lemah lagi. 

Maka fakta2 kekuasaan ini haruslah :

– Menjadi bertambah imannya,  kesadaran atas Kemahakekuasaan Nya Allah.  Org2 yg sehat fikirannya akan menyatakan : Robbana ma kholaktana batiila,.. 

– Meningkatkan taqorrub (kedekatan) dgn Allah,  shgg Allah akan memberi ketenangan kpdnya. Sebetulnya sdh ada panduan dari Rasulullah mulai dari bangun tidur diawali dgn doa, masuk & keluar ke WC dgn doa, berpakaian dgn doa, makan dgn doa, keluar rumah dgn berkendara dgn doa, bekerja dgn doa,  sampai tidur lagi. 

Inilah org beriman yg selalu saja setiap detik kehidupannya, proses2 kehidupan yg  tdk rasakan, terus mengingat Allah. 

Makna 2#

Ilmu dan iman akan membuat selamat hidup dunia dan akhirat. 

Qs. Mujadalah:11 –  Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

3 perkara yg menghancurkan :

1- Ikuti hawa nafsu

2- mengikuti kebakhilan

3- Mengagumi dirinya sendiri

Keutaman ilmu dan org2 berilmu :

– Barangsiapa yg berjalan utk mendapatkan ilmu,  maka Allah memudah jalannya ke surga,  malaikatpun meletakkan sayap2nya di penuntut ilmu dan semua hewan di darat dan lautan akan mendoakannya. 

– Indikasi kebaikan adalah dari pemahaman terhadap agamanya (tafaqquh fiddin) yg dalam. 

– ilmu adalah simpanan amal kita yg pahalanya akan diberikan sampai akhirat. 

Jika anak adam meninggal, maka terputuslah amalannya kecuali tiga hal,  yaitu sodaqoh jariyah (mengalir), ilmu yg bermanfaat yg diajarkan, anak sholeh (bukan hanya anak kandung (ibnu),  tapi juga anak2 didik) , yg mendoakan

– Rasulullah selalu memohon ditambahkan ilmu : robbi zidni ilma

– Sumber keselamatan ada pada iman

Dlm iman selalu disebut istiqomah (berdiri tegak dan tokoh) : menjaga Dari yg merusak iman spt syirik,  sombong dan juga dari ibadah yg terus menurun. 

Org yg istiqomah dalam imannya,  malaikat maut akan datang sambil memperlihatkan surga

Sumber iman ada dlm Quran,  maka hrs menjaga Quran,  membacanya dan mempelajarinya. Dan bahkan membelanya. 

Makna 3#

Org2 yg berlaku dzalim di dunia ini,  permohonan ampunnya tdk akan diterima Allah

Qs.Alahzab:73 –  sehingga Allah mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrikin laki-laki dan perempuan; dan sehingga Allah menerima taubat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Wallahu a’lam