• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 416,597 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal
  • Iklan

Dakwah adalah jalan hidup kaum muslimin

Seri Mengaji Masjid Al I’tisham Jumat, Ust. Syamsul Bahri, 13 Juli 2018 / 29 Syawal 1439h

Tadabbur hadits :
Dari Abu Sa’îd al-Khudri Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Aku pernah mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya (kekuasaannya); jika ia tidak mampu, maka dengan lidahnya (menasihatinya); dan jika ia tidak mampu juga, maka dengan hatinya (merasa tidak senang dan tidak setuju), dan demikian itu adalah selemah-lemah iman.’”

# Pelajaran 1 :

Qs. Yusuf : 108 – Dakwah itu adalah jalan hidup Rasulullah, mengajak manusia ke jalan Allah berdasarkan hujjah, deklarasi bahwa diri beliau adalah pelaku utama dakwah.

Qs. 3:31 menjadi pelaku dakwah adalah tanda cinta kepada Allah.
Krn dakwah adalah jalan hidup Rasulullah maka kita hrs melakukannya sesuai dgn tingkat kesungguhan yg Allah berikan kpd kita.

# Pelajaran ke-2

Man ro a : barang siapa melihat. Melihat dalam arti memahami dgn ilmu dari suatu kemungkaran. Ada 3 syarat, sesuatu itu dapat disebut sebagai kemungkaran, yaitu :

1#. Kemungkaran yg dilakukan secara perbuatan dan pelakunya.

Jadi hal2 semisal : berbuka di siang hari Ramadhan secara perbuatan dzohirnya munkar, tapi pelakunya blm tentu mungkar, jika dia melakukannya krn ada alasan syar’i seperti : safar, sakit, haid.

Kemungkaran itu adalah berbuat kemaksiatan dgn niat pelakunya yg menyengaja melakukannya.

2#. Ketika para ulama bersepakat itu adalah munkar, tdk ada khilaf sama sekali.

Ada 2 jenis khilafiyah :
1. Dlm persoalan agama : ketika berbeda agama, silahkan jalankan masing2 ajaran agamanya. Misal : tdk perlu mengucapkan selamat kpd perayaan agama lain yg terkait dgn keyakinan, atau tdk perlu menyumbang pembangunan rumah ibadah agama lain. Batasannya adalah utk kegiatan2 terkait kemanusiaan tdk ada larangan bermuamalah selama didlmnya ada maslahat bagi kaum muslimin, misalnya : saling mengirim makanan, berdagang, dll.
2. Dlm masalah aqidah atau keyakinan.

Dua hal ini tak boleh membuat kita berselisih, krn tdk ada ruang toleransi sedikitpun. Tdk boleh berlapang dada atau memberikan keluasan bahkan kemakluman kpd hal2 ini.

Sedangkan jika ada yg menganggap qunut di waktu shubuh adalah kemungkaran. Ini masuk kepada khilafiyah krn merupakan masalah furuiyyah bukan ushul / aqidah.

Apalagi menghukumi semua muslim yg diluar kelompoknya disebut kafir.

Atau menghukumi org2 yg bekerja di pemerintahan disebut kafir krn menggunakan sistem thogut.

Kita harus berhati-hati dlm hal ini, krn Nabi SAW telah memperingatkan kaum muslimin, bahwa berbantah2 di wilayah furuiyyah akan melemahkan kaum muslimin, maka bersabarlah (al-Hadits)

3#. Sesuatu itu bisa jadi kemungkaran, tapi dilakukan utk mencegah kemungkaran yg lebih besar, maka hal tersebut tdk boleh dianggap mungkar.
– Ini adalah salah satu kaidah dlm dakwah untuk mengingkari suatu kemungkaran.
– Contoh : pelajaran dari nabi Khidir yg setelah ditolong nelayan, beliau merusak perahunya utk mencegah dirampasnya perahu tsb oleh penguasa dzolim. Nabi Khidir juga membunuh jiwa yg blm baligh, untuk mencegah takdir masa depan kekafiran.
– Dalilnya adalah Qs. Al anam : 108

Contoh lainnya :
– ada yg menganggap pemilu sbg kemungkaran, shgg golput, padahal ini hal penting utk mendptkan pemimpin yg membela Islam dan kaum muslimin. Pedomannya adalah kita memilih calon yg disepakati ulama. Golput boleh saja jika semua paslon tdk ada yg berpihak kpd kaum muslimin.
– ketika ada badui buang air di masjid nabawi, sahabat yg akan bertindak ditahan oleh nabi SAW, biarkan sampai selesai, selain untuk mencegah kotorannya meluas, juga utk menunjukkan keluhuran akhlaq kaum muslimin dlm menyikapi kejahilliyahan. Akhirnya sikap ini menjadi sebab org badui tsb beserta semua sukunya ikut memeluk islam.
– dlm pemukiman padat yg kebakaran boleh kita merusak rumah utk memutus jalur api.

# Pelajaran 3

Gambaran keluasan Islam :

– bertaqwalah kpd Allah dgn cara yg paling kamu sanggupi.

Allah menghendaki kemudahan bagi makhluk Nya.

Allah menghendaki agar dalam menjalankan agama tdk kesulitan.

– Menghadapi kemungkaran dgn tangan juga bermakna kekuasaan, spt orgtua yg melarang anak perempuanya keluar malam dgn laki2, pengusaha yg mewajibkan karyawan nya shalat berjamaah.
Selain itu, ini juga bisa berarti menggunakan kekuatan Harta, sehingga bisa mengajak org menghentikan maksiat.

– Menghadapi kemungkaran dgn cara lisan, berlaku juga dgn tulisan.
– jika tidak mampu, mengingkari kemungkaran dgn hati, selemah2 iman. Tapi tidak ada yg lebih rendah lagi dari ini.

Ruh iman tdk akan se- kufu dgn hal2 yg merusak keimanan. Maka jika tdk ada getaran ketika terjadi kemungkaran yg terjadi di sekitar kita, bisa jadi sdh habis tak bersisa iman kita.

– Hati punya perkataan, yaitu aqidah. Jika hati kita melakukan pembenaran thdp kemaksiatan

– Ada 2 pendapat hati yg bisa membatalkan iman atau islamnya seseorang : misal ada yg bermaksiat dlm keluarga melakukan selingkuh krn lemah iman shgg melakukan perzinahan atau meninggalkan shalat, namun hatinya menyadari itu sbg dosa besar, jika masih ada ini maka tdk sampai membatalkan imannya walaupun tercatat sebagai dosa dan kekejian yg sangat besar. Tapi kalau dalam hatinya, ia menganggap kemaksiatan itu tidak masalah lagi bagi dirinya maka sdh batal imannya.

– Hati kita punya perbuatan, yaitu niat. Mengucapkan / melafaskan niat dlm ibadah menurut iman syafii, tujuannya : Utk mengajarkan/membiasakan kpd org lain, utk ikrar, utk pengulangan apa yg ada di dlm hati.

– Maka berhati-hatilah dgn niat, setiap kita berniat melaksanakan sesuatu, luruskan niat apakah sudah sesuai dgn syariat Allah atau tidak.

# Syarat pemimpin itu salah satunya adalah dicintai oleh rakyatnya. Bisa jadi krn Masyarakat sdh melihat bahwa pemimpin itu tdk pantas.

Qs. Assyuara:83-85 – Pemimpin yang baik itu dekat dan dicintai org2 sholeh

Kasus momen2 kepemimpinan dari surah Al Kahfi :

  1. Kisah Ashabul kahfi – pemimpin dzolim kpd kaum muslimin, kaum muslimin diburu hebdak di habisi.
  2. Kisah shohibul janattain (pemilik dua kebun) ketika kaum muslimin hidup dgn org kafir yg memegang kekuasaan dan mereka mencemooh org Islam, namun sdh tidak diburu/ditindas secara fisik.
  3. Kisah nabi musa belajar dgn khidir, musa sdh dpt mempercayai masyarakatnya ketika ditinggalkan krn pemimpin2 sudah dekat dgn ulama.Kisah Dzulkarnain pemimpin yg dekat dgn ulama, diberi kemenangan ke timur dan ke barat.

Wallahu a’lam

Iklan

Agar Ketaqwaan dapat terus dipertahankan

Seri Mengaji masjid Alitisham, Ust Sambo, 7Juli2018 / 23Syawal1439

Di luar Ramadhan adalah pembuktian pelatihan Ramadhan itu berhasil atau tidak.

Penurunan ibadah sedikit secara kuantitas sesuatu yg wajar, tapi jgn dari sisi kualitas/mutu ibadah. Memang, spy berhasil, pada bulan Ramadhan yg tujuannya mendapatkan ketaqwaan maka harus mencapai 2 target :

1- kuantitas (yg bisa dihitung) : mencari amal yg sebanyak-banyaknya. Krn dlm ramadhan, pengalinya 70, 700 sampai tak hingga.(=nguber Setoran).
Capaian bisa dihitung, dilihat, diukur, misal mengaji sekian juz, shodaqoh sekian rupiah, qobliyah ba’diyah apa saja yg, dhuha, dll. Ini harus full membekas dlm keseharian.

2- kualitas (yg bisa dirasa) : rasa kenikmatan dlm beribadah, hrs dapat dgn meningkatkan kuantitas ibadah sebanyak-banyaknya.
Jika dlm Ramadhan ibadahnya kurang full, maka penurunan ibadahnya setelah Ramadhan akan langsung jauh perbedaannya. Bahkan di Ramadhan hari2 terakhir saja sudah menghilang dari masjid, padahal justru 10 terakhir kita bisa mendapatkan rasa.

Maka yg dpt taqwa, kuantitas ibadahnya tdk akan menurun jauh sekali dan kualitas ibadahnya cenderung stabil di hari2 luar Ramadhan.

Faktanya secara kuantitatif, ummat ini sedikit sekali yg dapat taqwa krn Ramadhan mereka yg kurang maksimal dan kurang Istiqomah berlatih sampai sebulan penuh.

# Target kualitatif yg harus terus berkesinambungan ketika dan setelah Ramadhan yg menunjukkan Ramadhan kita sukses :

1. Semangat berbuat kebaikan, beramal sholih.

2. Nikmat beribadah : nikmat sujud, nikmat baca Quran. Titik nikmat itu didapat jika sudah melakukan secara maksimal.

3. Terasa Allah itu dekat : Allah itu ada kapanpun dimanapun. Sehingga selalu bersungguh-sungguh dalam perintah, dan berhati-hati dan waspada dalam larangan.

4. Sadar akan Allah sehingga kita takut dan khawatir melanggar, pengendalian penuh terhadap hawa nafsu dan semangat penuh dalam ketaatan kepada Allah.

Badan / fisik / jasmani itu enak maksiat krn hawa nafsu berada disini, maka harus ada hati / ruhani yg mengendalikan. hanya ibadah yg pakai hati yg akan menimbulkan kesadaran akan Allah.

5. Mencintai akhirat, sehingga istiqomah dalam semangat berbekal untuk akhirat.
– Dunia menjadi kecil.
– Tujuan2 hidupnya adalah akhirat.

Jika ciri ini tdk ditemukan pada kita maka2 kita dalam kerugian krn Ramadhan kita gagal. Dan berharap ketemu Ramadhan tahun depan utk memperbaikinya.

Sambil menunggu kesempatan Ramadhan, berusaha Istiqomah dalam :

1. Jaga standar minimal dlm keadaan normal (tidak mengapa ditinggalkan ketika sakit, musafir, darurat krn kesulitan atau darurat karena kebutuhan) :
– Shalat malam 2+1 rakaat
– Shaum sebulan 3 hari.
– Tilawah Quran khatam 3 bulan sekali, atau tiap hari minimal 1-2 lembar.
– Dhuha 2 rakaat

2. Jaga kualitas ibadah

3. Mengendalikan hawa nafsu : nafsu marah, nafsu bermaksiat, cinta/mengejar dunia. Ketika org cinta dunia, maka terlihat cara mengejarnya ngotot, dan ibadahnya menurun.

Ketaqwaan adalah sesuatu yang harus sdlalu diperjuangkan.

Wallahu a’lam.

Supaya Ibadah Menjadi Akhlaqul Karimah

Seri mengaji masjid Alitisham Sabtu Ust Sambo, 19 Mei 2018 / 3 Ramadhan 1439

Ujung dari iman, ilmu, ibadah itu hasil akhirnya / buahnya adalah akhlaq.

– Qs. 18:24 – Seperti pohon yg akarnya kuat, batangnya besar, daunnya rindang dan berbuah banyak.

– Nabi diutus utk menyempurnakan akhlaq yg baik (hadits)

– Akhlaq yg dibentuk oleh iman, ibadah, dan ilmu bukan oleh budaya spt moral, etika, budi pekerti (sopan santun) atau norma. Inilah yg banyak dilatih di bulan Ramadhan.

Syariat – Tarekat – Ma’rifat / hakikat

– Yg paling mulia org yg taqwa (Quran 2:187)

– Yg paling mulia itu org yg berakhlaqul karimah (hadits)

# Spy akhlaq bernilai, dan mampu menghantarkan ke surga, dihapus dosa, dimuliakan hidup kita, motivasinya :

1. Ikhlas mencari ridho Allah
Jenis akhlaq : Akhlaq perbuatan, akhlaq ucapan / diam, akhlaq hati.

Krn akhlaq itu sdh menjadi karakter, tdk bisa dibuat-buat, maka yg hrs ditingkatkan adalah ibadahnya. Bgmn cara memasukkan ibadah ke dalam hati spy dia memancar keluar menjadi perilaku. Misal : shalat, ujungnya salam, keluar dari shalat ia menyebarkan salam, rahmat dan berkah, serta kedamaian.

2. Menyebar rahmat ke sekitar.

Allah menciptakan alam semesta karena :

A. sifat Arrohman arrohim, agar Allah bisa menyebarkan rahmatNya. (Qs. 55) : kita diturunkan Quran, kita berkata2, dsb adalah bentuk rahmanNya, Allah menurunkan Muhammad sbg rahmatan lil ‘alamin (Quran). Krn kita pengikut Rasulullah, maka ummatnya hrs demikian krn mencontoh uswatun hasanah.

B. Agar Allah di kenal oleh makhluknya, alam itu bermakna tanda2 kebesaran Allah. Utk mengenal Allah, kenali ciptaannya, yaitu ilmu.

Dakwah terbaik adalah akhlaq, hidupnya hebat, bahkan wafatnya Rasulullah membawa karunia iman, spt yahudi buta yg selalu mencaci Rasul setiap saat diberi makan oleh beliau. Begitu Abubakar menggantikan beliau, dan mengabarkan wafatnya beliau.

Kemuliaan Allah itu disampaikan oleh hebatnya alam semesta begitu juga oleh perilaku pengikutnya sbg agen2 Allah dimuka bumi ; yg berakhlaqul karimah, terpijarkan inilah kebesaran Allah.

Berimannya suami krn akhlaq istrinya, begitulah sebaliknya, berimannya anak2nya krn akhlaq orangtuanya, begitu sebaliknya. Juga ketika bertetangga. Tidak cukup dgn menyampaikan dalil2 saja, malah lebih efektif dgn perilaku.

# Bagaimana transformasi ibadah menjadi karakter akhlaqul Karimah dlm ibadah ramadhan :

1. Ikhlas dalam ibadah

#- tingkatan ikhlas :
– ikhlas budak : amal agar jauh dari neraka, dekat ke surga (mengerjakan krn takut),
– ikhlas kuli : mengerjakan sesuatu untuk mendapatkan balasan.
– mengerjakan sesuatu agar dicinta dan disayang Allah, mencari ridho dan mencari wajah Allah (Ibtigho wahjillah)

#- Tahapan ikhlas :
– ikhlas dlm ibadah mahdoh : shalat, shaum, dzikir, dll. (Inna sholati wannusuki…6:162)
– ikhlas dlm setiap kebaikan
– Ikhlas dlm akhlaqul karimah, ikhlas 24 jam.
Sifat org taqwa itu ikhlas.
– saat ada lintasan riya, maka segera kita istighfar dan jangan diiyakan oleh hati.

Tingkatan keimanan : Muslimin – mukminin – Muttaqin (level yg mungkin kita capai) muhsinin (level para sahabat) – muqorrobin (di dekati Allah, para nabi, malaikat)

2. Latihan ibadah yg terbaik

– bedanya org taqwa dgn sekedar org beriman, krn amalnya pasti yg terbaik, dan pasti diterima oleh Allah spt pada Qs.5:27
– jgn sampai utk dunia kita yg terbaik, sdg ibadahnya malah pas-pasan atau bahkan lalai.
– akhlaq yg baik bisa menarik rahmat dan mendorongnya ke surga, akhlaq buruk bisa menjerumuskan ke neraka. Sbg contoh outlier, spt pelacur yg memberi minum anjing, spt wanita yg suka ibadah tapi berakhlaq buruk sampai kucingnya mati.

3. Ibadah dgn menghadirkan hati disetiap prosesnya – fokus / konsentrasi

– ibadah2 spt sholat, shaum, sedekah dll, semua melibatkan hatinya, akan menyempurnakan efeknya. Bahkan utk perbuatan sehari2 yg dikerjakan dgn menjiwainya akan menjadi sesuatu yg luar biasa.
– Allah tdk menerima amal seorang hamba kecuali hatinya ikut bukan hanya fisiknya (hadits).
– Allah tdk menerima amal kecuali amalan org taqwa (quran), maka sdh pasti org taqwa itu amalannya hatinya hadir dan selalu menjiwai.

4. Menjiwai dan menghayati, serta meresapinya

– membuat hati bergetar, ketika shalat, baca quran, dll.
– saat menjiwai sesuatu, maka akan menghasilkan kerasi2 akhlaqul karimah

5. Merefleksikan dalam nilai2 kehidupan

– mengamalkan dlm keseharian, misalnya dalam ibadah mahdoh, sholat atau ke pengajian : datang dgn ikhlas, hatinya hadir /fokus, menjiwainya shgg hati tergetar, baru akan mudah mengamalkannya.

# Ramadhan ini adalah kesempatan kita berlatih melakukannya.

– Tahapan2 di atas harus dilewati setiap langkahnya dgn sempurna, tdk bisa melompat.
– Allah menilai sesuatu sesuai dgn syariat yg diturunkannya, utk kita yg berjarak jauh dgn nabi SAW tentu passing grade nya berbeda dgn menilai para sahabat. Itulah maha baiknya Allah kepada kita. Maka bermuhajadah utk setiap yg kita lakukan.

– Seperti Abu bakar, yg khawatir krn pas dekat nabi ingat surga, tapi ketika jauh melupakan.

# Hambatan yg harus dihilangkan supaya 5 hal di atas mudah dilakukan :

1- Dosa yg banyak, maka pintunya adalah perbanyaklah taubatan nasuha. Dosa yg banyak akan menutup hati (Qs.al mutaffifin – bal rona…)

2- hawa nafsu, maka hrs dikendalikan, dan shaum Ramadhan adalah latihan pengendalian nafsu.

3- cinta dunia / mengutamakan dunia, maka berlatih zuhud (meninggalkan dunia). Mengurangi kontak dgn kelezatan dunia, dlm Ramadhan ada i’tikaf (mengurangi makan, tidur, memperbanyak ibadah mengisi hari).

Wallahu a’lam

Istiqomah

Seri mengaji masjid Alitisham sabtu 7 April 2018, Ust. Sambo

Istiqomah

Perintahnya cukup sederhana, dua langkah saja yaitu : beriman kepada Allah dan istiqomah.

Qs. 30:30 Surah Ar-Rum Verse 30: Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,

Qs. 46:13 Surah Al-Ahqaf, Verse 13: Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.

# Istiqomah itu :
– Mulai dari yg kecil
– Membiasakan syariat nya dulu kepada anak-anak.
– sampai kemudian puncaknya adalah memahami Konsekuensi, menjadi org yg bersyukur, menjadi kenal dekat dgn Allah, org yg membutuhkan ibadah sbg pengabdiannya kpd Allah.

# Betapa besarnya nilai istiqomah :
– Shalat qobliyah fajar mendapat pahala dunia seisinya, apalagi shalat wajib shubuhnya, apalagi berjamaah di masjid.

# Unsur istiqomah dlm ibadah :
1. Konsisten, terus menerus : utk org yg tegar beribadah sepanjang hidupnya berbeda dgn org yg baru mulai, ada nilai loyalitas, walau ibadahnya sama.
2. Benar, jujur, punya integritas : sama antara fisik dan isi hatinya, badannya shalat, jiwanya pun begitu. Lisannya beriman, hatinya pun begitu – mulutnya shaum, jiwanya pun begitu.
Allahu akbar dilisan dan dihati, efeknya akan sangat luar biasa, mengusir syetan dan berbagai keburukan, spt pada peristiwa jatuhnya pedang yg mengancam nabi Muhammad SAW ketika beliau mengucap yakin yg melindunginya adalah Allah.
3. Amanah, tanggung jawab : setelah mengucap saya terima nikahnya, makan yg berat setelahnya mendidik istri, mendidik anak2.

# Konsekuensi Allahu Akbar :
1. tdk ada yg lebih besar daripada Allah
2. Yg selain Allah adalah kecil, termasuk dirinya, maka tdk ada kesombongan, krn harta, kekuasaan.
Konsekuensi La ilaha Illallah yg sangat berat, shgg bahkan paman nabi, pemuka Quriasy dlm bujukan nabi pun tdk berani menyatakannya. Apalagi bagi Abu Jahal.
Sesuatu yg ringan diucapkan tetapi berat dalam timbangan (hadits)

# Konsekuensi bersyukur : berterima kasih, selalu berprasangka baik kpd Allah, org bersyukur pasti sabar, tdk berlaku sebaliknya. Walaupun barangnya diambil oleh Allah tetap berterima kasih, tdk pundung, tdk marah.

Wallahu a’lam

Levelisasi hamba Allah dalam aktivitas ibadah mahdoh & ibadah harta

​Seri mengaji masjid Alitisham sabtu, Ust. Sambo, 18Nov2017 / 29Safar1439

Hamba Allah :

  • muslim dan beriman
  • mati sbg muslim

Qs. 89 : 27-30 dipanggil kembali sbg hamba,  dan dijamin Allah keselamatannya. 

# Level hamba Allah dalam hal ibadah :

1- selalu melakukan yg terbaik utk ibadah2 mahdohnya /wajibnya dan sunnatnya sdh rutin  (hamba Allah yg minimalis). Bagus dlm syariat,  fiqih dan kualitasnya. 

– shalat,  shaum, zakat,  infaq,  baca Quran 

– Haji perintahnya sempurnakan. 

– Karena ada yg rajin sholat (mushollin)  di dunia celaka,  di akhirat dpt neraka wail,  yg mereka lalai dlm shalatnya. Apalagi yg tidak shalat dpt kerak neraka jahannam, paling bawah bersama Firaun dan org2 celaka lainnya. 

– seluruh rangkaian ritualnya dinilai ibadah,  misal rangkaian menuju shalat berjamaah, mulai dari wudhu, berjalan menuju masjid,  menunggu iqomah,  lalu shalat,  lalu dzikir bada shalat (20-30 menit / shalat),  sehari semalam 2.5 jam. 

2- memperbanyak ibadah2 sambilan 

– Setiap ada waktu2 luangnya diisi dgn ibadah. 

– berdzikir,  baca quran,  baca buku agama,  mendengarkan tilawah Quran dan ceramah,  murojaah Quran, dll sambil melakukan aktivitas keseharian,  misal dlm perjalanan dalam antrian. 

– yg tidak boleh adalah dgn niat mahdoh, sambil melakukan ibadah disambi dgn keduniaan. 

– sambilan pekerjaan dunia sambil dzikir,  murojaah, dengarkan tilawah,  sehari semalam bisa memakan waktu 2.5 jam

3- memperbanyak Ibadah sunnah

– menyediakan waktunya. Misalnya tidur lebih cepat agar dpt tahajjud, ketika waktu senggang libur,  perbanyak dhuha. 

– waktu2 yg kosong kita manfaatkan utk beribadah. 

– jika sudah sampai tahapan ini,  maka Allah akan memberikan kemudahan waktu yg bebas (waktu discount), serta  rizki yg ditambah misalnya, org yg biasa kerja 8 jam plus perjalanan 2 jam, diberi peningkatan rizki dan diluangkan waktunya lebih banyak . 

Barangsiapa yg memenuhi hari2nya dgn ibadah,  maka Allah akan mengisi hatinya dgn kekayaan (hadits), Qs. Alfatihah,  iyya kana’budu wa iyya ka nas ta’in. 

– maka kemudahan waktu atau kelebihan hartanya yg didpt dari Allah tsb bisa kita gunakan lagi utk menambah ibadah kita lagi, bukan malah dihabiskan lagi utk keperluan dunianya. Misal : senin s.d jumat dlm kerja plus sambilan ibadah yg ketat,  sabtu-ahad tambah jumlah dan kualitas ibadahnya krn libur kerja. 

Syarat ibadah / amal sholeh : Ikhlas,  taat/ikut aturan dan selalu memberi manfaat. 

Syarat /Modal dlm usaha beramal sholeh : kemauan, sungguh-sungguh, banyak latihan (practice make perfect) . Sesulit apapun hal pekerjaan / amalan yg jika pakai syarat ini akan mudah,  insyaAllah. 

– amalan2 sunnah ini jika sdh kita perbanyak,  maka sehari bisa tambah 2-3 jam lagi waktu ibadahnya. 1/3 hidupnya sdh dipakai ibadah. 

4- latihan taat, menjalankan syariat. Selalu mengukur tindakan kita dgn ukuran syariat. 

– setiap kita berusaha taat, (dlm perbuatan sunnah atau mubah)  maka sdh dihitung sbg ibadah. Cara berfikirnya suatu ibadah ini sdh sesuai dgn aturan Allah.  Begitu juga setiap menghindar dari keburukan (dalam setiap makruh). Di negeri kaum muslimin,  memakan babi dan meminum arak,  jika meninggalkannya tdk terlalj besar nilainya,  berbeda dgn ketika kita tinggal di negeri dimana kaum muslimin minoritas. 

– yg boleh dikerjakan,  langsung dikerjakan. Yg dilarang ditinggalkan. 

– berfikir dulu sblm bertindak, apakah sesuai dgn syariat atau tdk sambil menimbang maslahat dan mudharat. 

– agar olahraganya dinilai ibadah,  agar setiap hal kesehariannya bisa terhitung sbg ibadah. 

– dgn ketaatan ini,  yg perbuatannya tdk  terlihat dan abstrak dlm tatanan pikiran kita,  maka waktu ketaatan ini bisa mengambil waktu banyak dlm harian kita. Krn setiap ketaatannya jadi ibadah,  seorg wanita memakai jilbab krn ketaatannya berjalan berjam2 sehari,  akan dpt pahala ketaatan. Ketaatan termasuk juga kebaikan2 lain,  taat pada suami,  silaturrahim. 

Setiap menjalankan perintah Allah dan meninggalkan larangan Allah,  menjalan kebaikan,  meninggalkan keburukan akan di nilai sbg ketaatan. 

Maka nilainya sdh dianggap 1/2 hari beribadah. 

5. Setiap mendapat musibah,  kesulitan,  penderitaan jika kita hadapi dgn ridho dan ikhlas dgn kesabarannya maka dihitung sbg ibadah. 

– Seorg yg sakit dan ridho dgn sakitnya,  ketika menderitanya sampai 24 jam,  maka akan dihitung sbg ibadah,  syaratnya selama sehat kita juga rutin ibadah yg bagus spt no. 1 di atas. 

– Bahkan,  ibadah rutin yg tdk bisa dikerjakan krn udzur sakitnya itu tetap dihitung : Dpt pahala sabar dan pahala rutinitas amal yg dulu bisa dikerjakan ketika sehatnya. 

Qs. 39:10 pahala kesabaran tdk terbatas. 

6. Setiap perbuatan yg mubah diniatkan ibadah. 

-ikhlas,  sesuai aturan dan bermanfaat. 

– tidur ikhlas,  sesuai aturan dan tdk berlebihan (tidur yg dilarang : abis shalat shubuh, shalat ashar) . Tidur yg dianjurkan Seblm dzuhur,  ashar, setelah isya

– olahraga ikhlas,  sesuai aturan menutup aurat, dan bermanfaat. 

– Ngobrol : ikhlas,  tdk ghibah dan fitnah,  dan banyak manfaatnya. 

Bisa ibadah 24 jam

7. Setiap desah nafas,  tarikan nafasnya adalah ibadah. 

– org yg bersyukur,  hatinya selalu  menyambung kpd Allah. 

– mengelola hati dan pikirannya utk selalu positif (ikhlas,  taat,  bermanfaat), diamnya saja berpahala. 

# Level hamba Allah dlm konteks harta : 

1. Dalam zakat, mengeluarkannya dgn terbaik dan dgn ilmu. Utk lebih amannya menggunakan konsultan zakat utk menilik semua aset yg kita miliki dgn lebih fair. 

– rumah atau tanah nganggur zakatnya seharga rumahnya/ 2.5%, rumah disewa,  zakatnya seharga sewanya. 

2. Perbanyak sedekah / infaq 

3. Setiap Penambahan hartanya diibadahkan lagi. 

4. Setiap cari harta yg halal dihitung sbg ibadah,  mengeluarkannya dgn cara halal juga,  minimal tdk makruh. 

5. Setiap dapat kesempitan rizki,  jika kita bersabar maka dihitung jadi ibadah. 

6. Niatkan semua pengeluaran kita yg mubah2 jadi ibadah. Misal : belanja utk ibadah. Semua harta kita bisa bernilai infaq. 

7. Bersyukur terhadap semua pemberian alla Allah. Jika dpt Sedikit lalu sabar,  jika dapat banyak lalu bersyukur itu biasa,  yg hebat itu jika dpt sedikit, lalu bersyukur. 

# Level pengetahuan Politik kaum muslimin  :

1. melek politik Islam dan lokal,  supaya kaum muslimin tdk jadi bulan2an, tujuannya amar ma’ruf nahi munkar. 

2. Terlibat politik aktif atau pasif (mencoblos,  memberikan nasihat sesuai ilmu) . 

3. Berdaya,  memberikan pengaruh kpd penguasa, masyarakat. Jgn gabung di partai yg selalu merugikan kaum muslimin, krn di sana sbg anggota menjadi tak berdaya melawan kebijakan2 umumnya. 

4. Berkuasa,  kebijakan2 pro kaum muslimin dan mengayomi seluruh masyarakatnya. 

Modal kemampuan dlm politik :

1. Intelektual

2. Mental spiritual 

3. Finansial,  harus mampu krn jika tdk mampu maka terpaksa taat pada yg mensponsori. 

Wallahu a’lam

Level Hamba Allah dalam ibadahnya

​Seri mengaji masjid Alitisham sabtu, 4nov2017 / 15safar1439, Ust. Sambo 

Ukuran agar kita selamat di dunia dan di akhirat. Kita harus masuk ke golongan hamba Allah. 

Qs. 41:30-31 –  Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.

Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta.

Golongan Ibad 89:29-30 –  org yg hidupnya utk beribadah akan berhasil mati sbg hamba Allah,  diridhoi Allah. 

# Ukurannya /  indikatornya :

– yg terbanyak kita lakukan sehari2 itu adalah ibadah (>50% dari 24jam),  baik mahdoh (hablum minallah)  atau ghoiro mahdoh (hablum minannas),  maka perlu kita mencoba menghitung2nya (hisab amal yaumiyah –  shaum 13jam, shalat 2jam, baca quran 2jam, silaturrahim 2jam, syaratnya ikhlas dll).

– Mayoritas yg dipikirkan adalah ibadah : ibadah dulu,  ibadah lagi,  ibadah terus. Termasuk di dalamnya adalah berbicara tentang ibadah. 

– obsesi hidup kita adalah ibadah,  cita-cita hidup, dan kebanggaan kita adalah ibadah. Kesenangan dan kebahagiaan kita adalah adalah ibadah. Penghargaan/apresiasi kita kpd org lain ukurannya ibadah. Bukan dunia atau materialistis. Maka tanamkan kpd anak2 kita,  “Nak,  ayah bangga kalau kau menjadi orang sholih. Tidak apa-apa kau menjadi guru,  dosen, pilot,  profesional,  dll.” 

# Syaratnya :

1- semua ibadah mahdoh dan ghoiro mahdoh dilakukan dgn niat ikhlas. Niatnya lurus.  

Ketika ibadah mahdoh niatnya harus dilakukan sekejap sebelum memulainya, harus dari awal. Boleh juga dikalimatkan. 

“Aku bersengaja berniat beribadah kepada-Mu hanya mengharap ridhomu, ya Allah.”

Utk ghoiro mahdoh, jadikan niat ini motivasi. Bisa jauh sebelum dilakukan,  ditengah ataupun sepanjang kita melakukannya bahkan diujungnya. “bismillahi wal awwalu wal akhiru.”

2- ikut aturan Allah dan Rasul-Nya. 

Hal2 yg makruh bahkan haram tdk termasuk bisa dikatakan ikhlas,  misal : Riba,  zina,  mencuri,  menipu dsb yg melanggar yg dilarang Allah. Bagaimana dapat ridho Allah jika melakukan larangannya. 

Hanya bisa utk perbuatan yg mubah

Perintah Allah  dgn ancaman –  wajib, perintaj dgn Himbauan saja –  sunnah,  dan perintah yg sblmnya ada larangannya dulu –  mubah (spt setelah jumatan bertebaranlah dimuka bumi,  sblmnya ada larangan utk berjual beli di masjid) 

3- bermanfaat tdk membawa mudharat,  walaupun secara syariah dibolehkan. 

Bgmn mencari ridho Allah,  tapi yg kita lakukan bisa berefek buruk. 

– misalnya menikah lagi,  hukumnya boleh/mubah,  bisa membawa mudharat besar krn ketidakmampuan suami. 

– hukum umum bisa lebih detil : 

shalat berjamaah di masjid –  sunnah yg wajib. 

Shalat qiyamul lail –  sunnah yg sunnah

Berpakaian terbaik ketika shalat,  cara makan dan minum,  cara berpakaian –  sunnah yg mubah. 

Nabi itu ketika tidur, wudhunya tdk batal krn nabi matanya tidur,  jiwanya tetap berdzikir,  kita tdk bisa seperti nabi utk urusan ini –  sunnah makruh. 

Nabi beristri lebih dari 4, nabi bershaum washol (spt tdk buka2) –  sunnah yg diharamkan utk Ummatnya khusus nabi. 

Hukum menikah lagi hukum umumnya mubah, tapi bisa jadi wajib,  sunnah,  mubah, makruh atau bahkan haram. 

# Level hamba Allah dalam hal ibadah :

1- selalu melakukan yg terbaik utk ibadah2 wajibnya (hamba Allah yg minimalis). 

– shalat,  shaum, zakat,  infaq,  baca Quran 

– Haji perintahnya sempurnakan. 

2- memperbanyak ibadah2 sambilan 

– berdzikir,  baca quran,  baca buku agama,  mendengarkan ceramah,  murojaah Quran, dll sambil melakukan aktivitas keseharian,  misal dlm perjalanan dalam antrian. 

– yg tidak boleh adalah dgn niat mahdoh, sambil melakukan ibadah disambi dgn keduniaan. 

3- memperbanyak Ibadah sunnah

– menyediakan waktunya. Misalnya tidur lebih cepat agar dpt tahajjud, ketika waktu senggang libur,  perbanyak dhuha. 

– waktu2 yg kosong kita manfaatkan utk beribadah. 

4- latihan taat, menjalankan syariat. Selalu mengukur tindakan kita dgn ukuran syariat. 

– yg boleh dikerjakan,  langsung dikerjakan. Yg dilarang ditinggalkan. 

– berfikir dulu sblm bertindak, apakah sesuai dgn syariat atau tdk sambil menimbang maslahat dan mudharat. 

– agar olahraganya dinilai ibadah,  agar setiap hal kesehariannya bisa terhitung sbg ibadah. 

Level 5 sampai 7 –  sangat spesial. Akan di bahas di pengajian selanjutnya. 

Wallahu a’lam

Masuk surga tanpa lebih dulu ke neraka

​Seri mengaji masjid Alitisham, 28 Oktober 2017 / 8 Safar 1439, ust Rofiuddin

Tadabbur hadits 

Dari ‘Abdullah bin Salam Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Yang pertama kali aku dengar dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sabda beliau: “Wahai manusia, tebarkan salam, berilah makan, sambunglah tali silaturahmi dan shalatlah di malam hari saat manusia tertidur, niscaya kalian akan masuk ke dalam Surga dengan selamat.”[HR. At-Tirmidzi]

Syarat masuk surga dan tdk mampir dulu ke api neraka :

1# menyebarkan salam

# Salam adalah hak kaum muslimin 

“Hak muslim pada muslim yang lain ada enam.” Lalu ada yang menanyakan, ”Apa saja keenam hal itu?” Lantas beliau shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”(1) Apabila engkau bertemu, ucapkanlah salam padanya, (2) Apabila engkau diundang, penuhilah undangannya, (3) Apabila engkau dimintai nasehat, berilah nasehat padanya, (4) Apabila dia bersin lalu dia memuji Allah (mengucapkan ’alhamdulillah’), doakanlah dia (dengan mengucapkan ’yarhamukallah’), (5) Apabila dia sakit, jenguklah dia, dan (6) Apabila dia meninggal dunia, iringilah jenazahnya (sampai ke pemakaman).” (HR. Muslim no. 2162)

# Ucapan salam kepada siapa saja

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bahwasanya ada seseorang yang bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Amalan islam apa yang paling baik?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab, “Memberi makan (kepada orang yang butuh) dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenali dan kepada orang yang tidak engkau kenali. ” (HR. Bukhari no. 6236)

“Di antara tanda-tanda (dekatnya) hari kiamat adalah seseorang melewati masjid yang tidak pernah dia shalat di sana, lalu dia hanya mengucapkan salam kepada orang yang dia kenali saja.” (Lihat Fathul Bari, 17/458)

# Ucapan Salam adalah bentuk kesempurnaan iman

“Tiga perkara yang apabila seseorang memiliki ketiga-tiganya, maka akan sempurna imannya: [1] bersikap adil pada diri sendiri, [2] mengucapkan salam pada setiap orang, dan [3] berinfak ketika kondisi pas-pasan. ” (Diriwayatkan oleh Bukhari

# Mengucapkan salam akan menumbuhkan rasa mencintai

“Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan pada kalian suatu amalan yang jika kalian melakukannya kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim no. 54)

# Yg mengucapkan lebih dahulu lebih baik. 

“Dua orang yang berjalan, jika keduanya bertemu, maka yang lebih dulu memulai mengucapkan salam itulah yang lebih utama.” (Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod dan Al Baihaqi dalam Sunannya) . 

# Salah satu adab dalam masuk rumah,  bahkan jika masuk rumah kosong dgn ucapan salam akan mengusir syetan di rumah itu

“Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah- rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik.” (QS. An Nur: 61).

Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Jika seseorang masuk rumah yang tidak didiami, maka ucapkanlah “Assalamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibadillahish sholihiin (salam bagi diri kami dan salam bagi hamba Allah yang sholeh)” (Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod 806/ 1055) 

“Jika seseorang memasuki rumahnya lalu dia menyebut nama Allah saat masuk rumah, begitu pula saat dia makan, maka setan pun berkata (pada teman-temannya), “Kalian tidak ada tempat untuk bermalam dan tidak ada jatah makan”. Ketika dia masuk rumahnya tanpa menyebut nama Allah, setan-pun mengatakan (pada teman-temannya), “Saat ini kalian mendapatkan tempat untuk bermalam”. Dan ketika dia lupa menyebut nama Allah saat makan, maka setan-pun berkata, “Kalian mendapat tempat bermalam dan jatah makan malam”. (HR. Muslim 2018).

# perilaku yg membuat nyaman org lain

“Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa).” (QS. An Nisa’: 86)

2# memberi makan org lain

Surah Al-Insan : 8-9 – Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. 

Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. 

“Siapa pun mukmin memberi makan mukmin yang kelaparan, pada hari Kiamat nanti Allah akan memberinya makanan dari buah-buahan surga. Siapa pun mukmin yang memberi minum mukmin yang kehausan, pada hari kiamat nanti Allah akan memberinya minum dari minuman surga. Siapa pun mukmin yang memberi pakaian mukmin lainnya supaya tidak telanjang, pada hari kiamat nanti Allah akan memberinya pakaian dari perhiasan surga.” (HR Tirmizi).

Dalam hadis lain diriwayatkan bahwa orang yang gemar memberi makan orang lain disediakan baginya pintu khusus di surga yang tidak ada yang boleh memasukinya selain dirinya dan semisal dengannya (HR Thabrani). 

Gemar memberi makan orang lain kelak akan memperoleh naungan pada hari perhitungan. “Tiga pekara siapa pun yang ada padanya, kelak akan dinaungi oleh Allah di bawah arsy-Nya pada hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. Yaitu, berwudhu pada waktu cuaca dingin, mendatangi masjid meskipun gelap, dan memberi makan orang yang kelaparan.” (HR Abu Muslim al-Ashbahani).

“Berkata Rasulullah SAW: “Bukanlah orang miskin itu dengan berkeliling-keliling, meminta-minta kepada manusia, lalu ditolak akan dia oleh satu suap dua suap atau satu butir dua butir kurma.” Lalu orang bertanya: “Kalau begitu, apa orang miskin itu ya Rasulallah?” Beliau menjawab: ”Ialah orang yang tidak mempunyai orang kaya untuk membantunya, dan orang yang tidak mengerti akan nasibnya, supaya orang bersedekah kepadanya; dan dia pun tidak pernah meminta-minta kepada orang lain.”” (HR. Bukhari dan Muslim).

3# Silaturrahim 

“Bahwasanya ada seseorang berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Wahai Rasulullah, beritahukan kepadaku tentang sesuatu yang bisa memasukkan aku ke dalam surga dan menjauhkanku dari neraka,” maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh dia telah diberi taufik,” atau “Sungguh telah diberi hidayah, apa tadi yang engkau katakan?” Lalu orang itupun mengulangi perkataannya. Setelah itu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu pun, menegakkan shalat, membayar zakat, dan engkau menyambung silaturahmi”. Setelah orang itu pergi, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika dia melaksanakan apa yang aku perintahkan tadi, pastilah dia masuk surga”. (Shahîh al-Bukhâri dan Shahîh Muslim, dari Abu Ayyûb al-Anshârî) 

Silaturrahim adalah sbgmn pads Qs. 9:128 Roufurrohim –  dgn berkasih sayang,  saling menjaga perasaan bukan sekedar saling mengunjungi 

4# shalat Di malam hari ketika org lain tidur 

“Hendaklah kalian melaksanakan sholat malam karena sholat malam itu merupakan kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian, ibadah yang mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, serta penutup kesalahan dan penghapus dosa.” (HR. Tirmidzi, Al-Hakim, Baihaqi).

“Dan pada sebagian malam hari bershalat ta-hajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Rabb-mu mengang-katmu ke tempat yang terpuji.” [Al-Israa’/17: 79]

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdo’a kepada Rabb-nya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka. Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata…” [As-Sajdah/32: 16-17].

Wallahu a’lam