• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 354,552 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Levelisasi hamba Allah dalam aktivitas ibadah mahdoh & ibadah harta

​Seri mengaji masjid Alitisham sabtu, Ust. Sambo, 18Nov2017 / 29Safar1439

Hamba Allah :

  • muslim dan beriman
  • mati sbg muslim

Qs. 89 : 27-30 dipanggil kembali sbg hamba,  dan dijamin Allah keselamatannya. 

# Level hamba Allah dalam hal ibadah :

1- selalu melakukan yg terbaik utk ibadah2 mahdohnya /wajibnya dan sunnatnya sdh rutin  (hamba Allah yg minimalis). Bagus dlm syariat,  fiqih dan kualitasnya. 

– shalat,  shaum, zakat,  infaq,  baca Quran 

– Haji perintahnya sempurnakan. 

– Karena ada yg rajin sholat (mushollin)  di dunia celaka,  di akhirat dpt neraka wail,  yg mereka lalai dlm shalatnya. Apalagi yg tidak shalat dpt kerak neraka jahannam, paling bawah bersama Firaun dan org2 celaka lainnya. 

– seluruh rangkaian ritualnya dinilai ibadah,  misal rangkaian menuju shalat berjamaah, mulai dari wudhu, berjalan menuju masjid,  menunggu iqomah,  lalu shalat,  lalu dzikir bada shalat (20-30 menit / shalat),  sehari semalam 2.5 jam. 

2- memperbanyak ibadah2 sambilan 

– Setiap ada waktu2 luangnya diisi dgn ibadah. 

– berdzikir,  baca quran,  baca buku agama,  mendengarkan tilawah Quran dan ceramah,  murojaah Quran, dll sambil melakukan aktivitas keseharian,  misal dlm perjalanan dalam antrian. 

– yg tidak boleh adalah dgn niat mahdoh, sambil melakukan ibadah disambi dgn keduniaan. 

– sambilan pekerjaan dunia sambil dzikir,  murojaah, dengarkan tilawah,  sehari semalam bisa memakan waktu 2.5 jam

3- memperbanyak Ibadah sunnah

– menyediakan waktunya. Misalnya tidur lebih cepat agar dpt tahajjud, ketika waktu senggang libur,  perbanyak dhuha. 

– waktu2 yg kosong kita manfaatkan utk beribadah. 

– jika sudah sampai tahapan ini,  maka Allah akan memberikan kemudahan waktu yg bebas (waktu discount), serta  rizki yg ditambah misalnya, org yg biasa kerja 8 jam plus perjalanan 2 jam, diberi peningkatan rizki dan diluangkan waktunya lebih banyak . 

Barangsiapa yg memenuhi hari2nya dgn ibadah,  maka Allah akan mengisi hatinya dgn kekayaan (hadits), Qs. Alfatihah,  iyya kana’budu wa iyya ka nas ta’in. 

– maka kemudahan waktu atau kelebihan hartanya yg didpt dari Allah tsb bisa kita gunakan lagi utk menambah ibadah kita lagi, bukan malah dihabiskan lagi utk keperluan dunianya. Misal : senin s.d jumat dlm kerja plus sambilan ibadah yg ketat,  sabtu-ahad tambah jumlah dan kualitas ibadahnya krn libur kerja. 

Syarat ibadah / amal sholeh : Ikhlas,  taat/ikut aturan dan selalu memberi manfaat. 

Syarat /Modal dlm usaha beramal sholeh : kemauan, sungguh-sungguh, banyak latihan (practice make perfect) . Sesulit apapun hal pekerjaan / amalan yg jika pakai syarat ini akan mudah,  insyaAllah. 

– amalan2 sunnah ini jika sdh kita perbanyak,  maka sehari bisa tambah 2-3 jam lagi waktu ibadahnya. 1/3 hidupnya sdh dipakai ibadah. 

4- latihan taat, menjalankan syariat. Selalu mengukur tindakan kita dgn ukuran syariat. 

– setiap kita berusaha taat, (dlm perbuatan sunnah atau mubah)  maka sdh dihitung sbg ibadah. Cara berfikirnya suatu ibadah ini sdh sesuai dgn aturan Allah.  Begitu juga setiap menghindar dari keburukan (dalam setiap makruh). Di negeri kaum muslimin,  memakan babi dan meminum arak,  jika meninggalkannya tdk terlalj besar nilainya,  berbeda dgn ketika kita tinggal di negeri dimana kaum muslimin minoritas. 

– yg boleh dikerjakan,  langsung dikerjakan. Yg dilarang ditinggalkan. 

– berfikir dulu sblm bertindak, apakah sesuai dgn syariat atau tdk sambil menimbang maslahat dan mudharat. 

– agar olahraganya dinilai ibadah,  agar setiap hal kesehariannya bisa terhitung sbg ibadah. 

– dgn ketaatan ini,  yg perbuatannya tdk  terlihat dan abstrak dlm tatanan pikiran kita,  maka waktu ketaatan ini bisa mengambil waktu banyak dlm harian kita. Krn setiap ketaatannya jadi ibadah,  seorg wanita memakai jilbab krn ketaatannya berjalan berjam2 sehari,  akan dpt pahala ketaatan. Ketaatan termasuk juga kebaikan2 lain,  taat pada suami,  silaturrahim. 

Setiap menjalankan perintah Allah dan meninggalkan larangan Allah,  menjalan kebaikan,  meninggalkan keburukan akan di nilai sbg ketaatan. 

Maka nilainya sdh dianggap 1/2 hari beribadah. 

5. Setiap mendapat musibah,  kesulitan,  penderitaan jika kita hadapi dgn ridho dan ikhlas dgn kesabarannya maka dihitung sbg ibadah. 

– Seorg yg sakit dan ridho dgn sakitnya,  ketika menderitanya sampai 24 jam,  maka akan dihitung sbg ibadah,  syaratnya selama sehat kita juga rutin ibadah yg bagus spt no. 1 di atas. 

– Bahkan,  ibadah rutin yg tdk bisa dikerjakan krn udzur sakitnya itu tetap dihitung : Dpt pahala sabar dan pahala rutinitas amal yg dulu bisa dikerjakan ketika sehatnya. 

Qs. 39:10 pahala kesabaran tdk terbatas. 

6. Setiap perbuatan yg mubah diniatkan ibadah. 

-ikhlas,  sesuai aturan dan bermanfaat. 

– tidur ikhlas,  sesuai aturan dan tdk berlebihan (tidur yg dilarang : abis shalat shubuh, shalat ashar) . Tidur yg dianjurkan Seblm dzuhur,  ashar, setelah isya

– olahraga ikhlas,  sesuai aturan menutup aurat, dan bermanfaat. 

– Ngobrol : ikhlas,  tdk ghibah dan fitnah,  dan banyak manfaatnya. 

Bisa ibadah 24 jam

7. Setiap desah nafas,  tarikan nafasnya adalah ibadah. 

– org yg bersyukur,  hatinya selalu  menyambung kpd Allah. 

– mengelola hati dan pikirannya utk selalu positif (ikhlas,  taat,  bermanfaat), diamnya saja berpahala. 

# Level hamba Allah dlm konteks harta : 

1. Dalam zakat, mengeluarkannya dgn terbaik dan dgn ilmu. Utk lebih amannya menggunakan konsultan zakat utk menilik semua aset yg kita miliki dgn lebih fair. 

– rumah atau tanah nganggur zakatnya seharga rumahnya/ 2.5%, rumah disewa,  zakatnya seharga sewanya. 

2. Perbanyak sedekah / infaq 

3. Setiap Penambahan hartanya diibadahkan lagi. 

4. Setiap cari harta yg halal dihitung sbg ibadah,  mengeluarkannya dgn cara halal juga,  minimal tdk makruh. 

5. Setiap dapat kesempitan rizki,  jika kita bersabar maka dihitung jadi ibadah. 

6. Niatkan semua pengeluaran kita yg mubah2 jadi ibadah. Misal : belanja utk ibadah. Semua harta kita bisa bernilai infaq. 

7. Bersyukur terhadap semua pemberian alla Allah. Jika dpt Sedikit lalu sabar,  jika dapat banyak lalu bersyukur itu biasa,  yg hebat itu jika dpt sedikit, lalu bersyukur. 

# Level pengetahuan Politik kaum muslimin  :

1. melek politik Islam dan lokal,  supaya kaum muslimin tdk jadi bulan2an, tujuannya amar ma’ruf nahi munkar. 

2. Terlibat politik aktif atau pasif (mencoblos,  memberikan nasihat sesuai ilmu) . 

3. Berdaya,  memberikan pengaruh kpd penguasa, masyarakat. Jgn gabung di partai yg selalu merugikan kaum muslimin, krn di sana sbg anggota menjadi tak berdaya melawan kebijakan2 umumnya. 

4. Berkuasa,  kebijakan2 pro kaum muslimin dan mengayomi seluruh masyarakatnya. 

Modal kemampuan dlm politik :

1. Intelektual

2. Mental spiritual 

3. Finansial,  harus mampu krn jika tdk mampu maka terpaksa taat pada yg mensponsori. 

Wallahu a’lam

Iklan

Ketaatan kepada Allah sebagai Karakter

Seri mengaji tafsir Masjid Al Hijri 1, Ahad, 12/11/17, Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, M.Sc.

Surat Al Ahzab:  36

اعوذبالله من الشيطان الرجيم.

بسم الله الرحمن الرحيم

Allah SWT berfirman:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَّلَا مُؤْمِنَةٍ اِذَا قَضَى اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗۤ اَمْرًا اَنْ يَّكُوْنَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ اَمْرِهِمْ   ۗ  وَمَنْ يَّعْصِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًا مُّبِيْنًا

wa maa kaana limu`miniw wa laa mu`minatin izaa qodhollaahu wa rosuuluhuuu amron ay yakuuna lahumul-khiyarotu min amrihim, wa may ya’shillaaha wa rosuulahuu fa qod dholla dholaalam mubiinaa

“Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat, dengan kesesatan yang nyata.”

(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 36)

PELAJARAN & HIKMAH YG ADA DI DALAMNYA:

1. Ayat ini lanjutan ayat sebelumnya, tentang karakter orang beriman yg akan mendapat keberuntungan dan pembalasan yg baik berupa pengampunan dosa dan surga yg penuh kenikmatan.

Allah SWT berfirman:

اِنَّ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمٰتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ وَالْقٰنِتِيْنَ وَالْقٰنِتٰتِ وَالصّٰدِقِيْنَ وَالصّٰدِقٰتِ وَالصّٰبِرِيْنَ وَالصّٰبِرٰتِ وَالْخٰشِعِيْنَ وَالْخٰشِعٰتِ وَالْمُتَصَدِّقِيْنَ وَ الْمُتَصَدِّقٰتِ وَالصَّآئِمِيْنَ وَالصّٰٓئِمٰتِ وَالْحٰفِظِيْنَ فُرُوْجَهُمْ وَالْحٰـفِظٰتِ وَالذّٰكِرِيْنَ اللّٰهَ كَثِيْرًا وَّ الذّٰكِرٰتِ  ۙ  اَعَدَّ اللّٰهُ لَهُمْ مَّغْفِرَةً وَّاَجْرًا عَظِيْمًا

innal-muslimiina wal-muslimaati wal-mu`miniina wal-mu`minaati wal-qoonitiina wal-qoonitaati wash-shoodiqiina wash-shoodiqooti wash-shoobiriina wash-shoobirooti wal-khoosyi’iina wal-khoosyi’aati wal-mutashoddiqiina wal-mutashoddiqooti wash-shooo`imiina wash-shooo`imaati wal-haafizhiina furuujahum wal-haafizhooti waz-zaakiriinalloha kasiirow waz-zaakirooti a’addallohu lahum maghfirotaw wa ajron ‘azhiimaa

“Sungguh, laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.”

(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 35)

Karena itu segala aturan, ketetapan maupun ketentuan hukum dari Allah dan RasulNya, disikapi dgn komitmen dan keimanan yg kuat oleh setiap orang beriman.

Allah mengingatkan tdk pantas bagi orang beriman mencari-cari alasan terhadap segala aturan dan ketetapan dari Allah dan RasulNya, dgn lebih mengedepankan budaya dan tradisi-tradisi masyarakat atau tradisi nenek moyang.

2. Ada empat alasan mengapa setiap mukmin hrs tunduk dan taat kepada ketentuan Allah & RasulNya:

a. Keselamatan dan kebahagiaan hidup kita tergantung dari ketaatan kita kepada ketentuan Allah dan RasulNya. Ini sesuai dengan janji dari Allah, dimana Allah SWT telah berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا  

yaaa ayyuhallaziina aamanuttaqulloha wa quuluu qoulan sadiidaa

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar,”

(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 70)

يُّصْلِحْ  لَـكُمْ اَعْمَالَـكُمْ وَيَغْفِرْ لَـكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ  وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ  فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا

yushlih lakum a’maalakum wa yaghfir lakum zunuubakum, wa may yuthi’illaaha wa rosuulahuu fa qod faaza fauzan ‘azhiimaa

“niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia menang dengan kemenangan yang agung.”

(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 71)

b. Manusia akan celaka dan dilanda kerusakan,  jika tdk memiliki komitmen keimanan kpd aturan Allah dan RasulNya, sebagaimana firman Allah :

Yakni akhir ayat 36 diatas: 

“Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat, dengan kesesatan yang nyata.”

(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 36)

Juga firman Allah SWT berikut ini : 

وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَـقُّ اَهْوَآءَهُمْ  لَفَسَدَتِ السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُ وَمَنْ فِيْهِنَّ ۗ  بَلْ اَتَيْنٰهُمْ بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ  عَنْ ذِكْرِهِمْ مُّعْرِضُوْنَ 

wa lawittaba’al-haqqu ahwaaa`ahum lafasadatis-samaawaatu wal-ardhu wa man fiihinn, bal atainaahum bizikrihim fa hum ‘an zikrihim mu’ridhuun

“Dan seandainya kebenaran itu menuruti keinginan mereka, pasti binasalah langit dan bumi, dan semua yang ada di dalamnya. Bahkan Kami telah memberikan peringatan kepada mereka, tetapi mereka berpaling dari peringatan itu.”

(QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 71)

c. Aturan Allah dan RasulNya itu sesuai dengan fitrah manusia, dan sangat adil bagi setiap manusia.

Allah SWT berfirman:

فَاَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًا   ۗ  فِطْرَتَ اللّٰهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا   ۗ  لَا تَبْدِيْلَ لِخَـلْقِ اللّٰهِ  ۗ  ذٰ لِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ   ۙ   وَلٰـكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ   

fa aqim waj-haka lid-diini haniifaa, fithrotallohillatii fathoron-naasa ‘alaihaa, laa tabdiila likholqillaah, zaalikad-diinul qoyyimu wa laakinna aksaron-naasi laa ya’lamuun

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,”

(QS. Ar-Rum 30: Ayat 30)

مُنِيْبِيْنَ اِلَيْهِ وَاتَّقُوْهُ وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَلَا تَكُوْنُوْا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ 

muniibiina ilaihi wattaquuhu wa aqiimush-sholaata wa laa takuunuu minal-musyrikiin

“dengan kembali bertobat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta laksanakanlah sholat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang menyekutukan Allah,”

(QS. Ar-Rum 30: Ayat 31)

Allah SWT berfirman:

مِنَ الَّذِيْنَ فَرَّقُوْا دِيْنَهُمْ وَكَانُوْا شِيَعًا   ۗ  كُلُّ حِزْبٍۢ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُوْنَ

minallaziina farroquu diinahum wa kaanuu syiya’aa, kullu hizbim bimaa ladaihim farihuun

“yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.”

(QS. Ar-Rum 30: Ayat 32)

Kita sangat bersedih kpd penyelenggara negara, yg memberi kebebasan kpd aliran-aliran sesat dan aliran kepercayaan yg menyimpang yg tdk sesuai dgn fitrah penciptaan manusia, yg pasti bakal menimbulkan kerusakan akal dan kebodohan manusia.

d. Allah dan RasulNya tdk pernah menyuruh atau menetapkan sesuatu perintah, kecuali hal itu demi kebaikan dan kebahagiaan umat manusia. Dan tdk melarang sesuatu dalam ketetapanNya, kecuali karena apabila dilanggar akan berakibat buruk dan menghancurkan manusia itu sendiri kpd kebinasaan dan penyesalan.

Allah SWT berfirman:

اَ لَّذِيْنَ يَتَّبِعُوْنَ الرَّسُوْلَ النَّبِيَّ الْاُمِّيَّ الَّذِيْ يَجِدُوْنَهٗ مَكْتُوْبًا عِنْدَهُمْ فِى التَّوْرٰٮةِ وَالْاِنْجِيْلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهٰٮهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبٰۤئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ اِصْرَهُمْ وَالْاَغْلٰلَ الَّتِيْ كَانَتْ عَلَيْهِمْ   ۗ  فَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِهٖ وَعَزَّرُوْهُ وَنَصَرُوْهُ وَ اتَّبَـعُوا النُّوْرَ الَّذِيْۤ اُنْزِلَ مَعَهٗ ۤ   ۙ  اُولٰۤئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

allaziina yattabi’uunar-rosuulan-nabiyyal-ummiyyallazii yajiduunahuu maktuuban ‘indahum fit-taurooti wal-injiili ya`muruhum bil-ma’ruufi wa yan-haahum ‘anil-mungkari wa yuhillu lahumuth-thoyyibaati wa yuharrimu ‘alaihimul-khobaaa`isa wa yadho’u ‘an-hum ishrohum wal-aghlaalallatii kaanat ‘alaihim, fallaziina aamanuu bihii wa ‘azzaruuhu wa nashoruuhu wattaba’un-nuurollaziii unzila ma’ahuuu ulaaa`ika humul-muflihuun

“(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang beruntung.”

(QS. Al-A’raf 7: Ayat 157)

Oleh karena itu, segala yg membawa dampak keburukan bagi manusia (pribadi maupun umum) pada hukum azalinya (hukum dasarnya) adalah dilarang (diharamkan) oleh Allah. Daging babi, khamar (minuman beralkohol), berjudi, merokok, semuanya itu membawa dampak keburukan, maka hukum dasarnya diharamkan oleh Allah dan RasulNya.

Semoga kita mampu bersikap dan berperilaku dgn benar sebagai orang beriman yg tdk sekedar mengaku beriman saja, yakni rela diatur dgn tunduk dan taat kepada Aturan Allah dan RasulNya s.a.w. sehingga menjadi orang-orang yg diselamatkan oleh Allah S.W.T. Aamiin.

Semoga ayat-ayat Al Qur’an di atas, memberi pencerahan dan memperkuat iman, ilmu, dan amal perilaku umat Islam dlm menjalani kehidupannya di dunia. Semangat dlm berjuang menegakkan ajaran agama dan membela negara, agar mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan selamat di alam akhirat.  Semoga menjadi ilmu yg bermanfaat. Aamiin. (Mohon bantu sebarkan agar dapat bagian pahala ilmu yg bermanfaat).

سبحانك اللهم وبحمدك اشهد ان لا اله الا انت استغفرك ةاتوب اليك

Dicatat oleh : Willyuddin A.R. Dhani

Ikhlas

​Seri mengaji mushalla Alitisham ahad, 29okt2017 / 9Safar1439, Ust. Zainal Abidin

Prinsip amal diterima tdk ditolak / mardhud : Ikhlas + niat yg baik + benar secara amaliyah (sesuai dgn petunjuk nabi) 

Ikhlas itu ruhnya amal, ilmu yg sulit dita’rifkan namun bisa dirasakan oleh yg melakukannya, ulama hanya bisa memberikan tanda2 keikhlasan. 

Ada 3 tanda ikhlas dlm beramal / mukhlis (al azkar,  imam alnawawi) :

1- sama saja bagi dirinya baik dipuji maupun dihina dlm beribadah kpd Allah, tdk membuatnya berbangga atau sakit hati, krn tujuan ibadahnya semata2 utk Allah. 

2- jika melakukan perbuatan baik tdk diingat2nya atau diungkit/diungkapkan,  dan bersegera utk selalu berbuat baik yg lainnya. Namun boleh mengingat perbuatan buruk, spy tdk terjerumus lebih dalam. 

Seorang mukmin jgn sampai terperosok di lubang yg sama dua kali (hadits) 

3- Tujuan ibadahnya untuk Allah,  jika mendapatkan keuntungan duniawi,  hanyalah dianggap sbg bonus kecil saja,  bukan tujuannya. Seperti melakukan sodaqoh agar dpt balasan berkali-kali lipat. 

Ikhlas itu : Keadaan dalam kesendirian maupun di tengah orang banyak kualitasnya sama, istiqomah dlm ketaatan. 

Hadits : Dlm hari pengadilan, Allah Mengadili para syuhada, Allah bertanya, “apa yg Telah kau kerjakan di dunia, aku beribadah jihad dan syahid” , Allah menjawab,  “dusta,  di dunia kau berjihad bukan utk diriKu,  agar kau dipandang sbg pahlawan/pejuang,  maka nerakalah utk-mu.” 

Ketika Allah Mengadili org kaya (agniya),  aku mendapatkan harta darimu,  lalu aku membantu org miskin, Allah menjawab, “dusta, engkau berderma bukan krnKu, tapi agar kau disebut dermawan,  maka nerakalah utkmu.” 

Ketika Allah Mengadili ulama,  aku dpt ilmu darimu,  lalu aku ajarkan manusia dan berdakwah kpd manusia,  Allah menjawab, “dusta, kau berdakwah bukan krnku,  Tapi kau ingin disebut org yg berilmu,  maka neraka utkmu.”

Ketika Allah Mengadili org yg suka baca Quran, menyatakan keikhlasannya dalam membaca dan mengamalkan Quran,  tapi Allah menjawab,” dusta, krn engkau ingin disebut qori terbaik,  maka nerakalah utkmu.”

Kisah Ilyatul aulia : seorang kaya ke masjid selalu membawa jubah yg di dalamnya membawa uang banyak,  lalu ketika shalat dia letakkan jubahnya di belakangnya,  utk memberi kesempatan kaum masakin mengambilnya. Org masakin pun mengambilnya sesuai keperluannya. Agniya dan masakinnya sholih. 

Ikhlas itu dgn proses menuju 100%.

Imam algozali,  ikhlas itu seperti semut hitam, di atas batu hitam dan ditengah kegelapan malam. Ada pergerakannya tapi tdk terlihat. 

Maka menilailah diri kita sendiri, krn sulit menilai org lain. Belajarlah dari majelis ilmu,  belajar dari org2 tua yg banyak pengalaman. 

Seperti Kisah khalid bin walid,  ikhlas dlm beribadah dan berjihad.  Seorg jenderal yg tak terkalahkan, berjuluk pedang Allah yg terhunus. Di perang Yarmuk beliau dipecat sbg jenderal menjadi prajurit biasa oleh Umar bin Khattab krn khalid tdk melakukan kesalahan sama sekali. beliau menyerahkan kepemimpinan  kpd Abu Ubaidah,  dan tetap menjadi pasukan biasa terus mengikuti perang tersebut. Aku berjuang bukan krn Abu bakar atau bukan krn Umar, aku berperang utk mengharap ridho Allah. 

Umar pun pemimpin yg peka terhadap keadaan khalid,  melindungi khalid dari ketidakikhlasan.

Wallahu a’lam.

Masuk surga tanpa lebih dulu ke neraka

​Seri mengaji masjid Alitisham, 28 Oktober 2017 / 8 Safar 1439, ust Rofiuddin

Tadabbur hadits 

Dari ‘Abdullah bin Salam Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Yang pertama kali aku dengar dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sabda beliau: “Wahai manusia, tebarkan salam, berilah makan, sambunglah tali silaturahmi dan shalatlah di malam hari saat manusia tertidur, niscaya kalian akan masuk ke dalam Surga dengan selamat.”[HR. At-Tirmidzi]

Syarat masuk surga dan tdk mampir dulu ke api neraka :

1# menyebarkan salam

# Salam adalah hak kaum muslimin 

“Hak muslim pada muslim yang lain ada enam.” Lalu ada yang menanyakan, ”Apa saja keenam hal itu?” Lantas beliau shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”(1) Apabila engkau bertemu, ucapkanlah salam padanya, (2) Apabila engkau diundang, penuhilah undangannya, (3) Apabila engkau dimintai nasehat, berilah nasehat padanya, (4) Apabila dia bersin lalu dia memuji Allah (mengucapkan ’alhamdulillah’), doakanlah dia (dengan mengucapkan ’yarhamukallah’), (5) Apabila dia sakit, jenguklah dia, dan (6) Apabila dia meninggal dunia, iringilah jenazahnya (sampai ke pemakaman).” (HR. Muslim no. 2162)

# Ucapan salam kepada siapa saja

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bahwasanya ada seseorang yang bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Amalan islam apa yang paling baik?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab, “Memberi makan (kepada orang yang butuh) dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenali dan kepada orang yang tidak engkau kenali. ” (HR. Bukhari no. 6236)

“Di antara tanda-tanda (dekatnya) hari kiamat adalah seseorang melewati masjid yang tidak pernah dia shalat di sana, lalu dia hanya mengucapkan salam kepada orang yang dia kenali saja.” (Lihat Fathul Bari, 17/458)

# Ucapan Salam adalah bentuk kesempurnaan iman

“Tiga perkara yang apabila seseorang memiliki ketiga-tiganya, maka akan sempurna imannya: [1] bersikap adil pada diri sendiri, [2] mengucapkan salam pada setiap orang, dan [3] berinfak ketika kondisi pas-pasan. ” (Diriwayatkan oleh Bukhari

# Mengucapkan salam akan menumbuhkan rasa mencintai

“Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan pada kalian suatu amalan yang jika kalian melakukannya kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim no. 54)

# Yg mengucapkan lebih dahulu lebih baik. 

“Dua orang yang berjalan, jika keduanya bertemu, maka yang lebih dulu memulai mengucapkan salam itulah yang lebih utama.” (Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod dan Al Baihaqi dalam Sunannya) . 

# Salah satu adab dalam masuk rumah,  bahkan jika masuk rumah kosong dgn ucapan salam akan mengusir syetan di rumah itu

“Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah- rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik.” (QS. An Nur: 61).

Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Jika seseorang masuk rumah yang tidak didiami, maka ucapkanlah “Assalamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibadillahish sholihiin (salam bagi diri kami dan salam bagi hamba Allah yang sholeh)” (Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod 806/ 1055) 

“Jika seseorang memasuki rumahnya lalu dia menyebut nama Allah saat masuk rumah, begitu pula saat dia makan, maka setan pun berkata (pada teman-temannya), “Kalian tidak ada tempat untuk bermalam dan tidak ada jatah makan”. Ketika dia masuk rumahnya tanpa menyebut nama Allah, setan-pun mengatakan (pada teman-temannya), “Saat ini kalian mendapatkan tempat untuk bermalam”. Dan ketika dia lupa menyebut nama Allah saat makan, maka setan-pun berkata, “Kalian mendapat tempat bermalam dan jatah makan malam”. (HR. Muslim 2018).

# perilaku yg membuat nyaman org lain

“Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa).” (QS. An Nisa’: 86)

2# memberi makan org lain

Surah Al-Insan : 8-9 – Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. 

Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. 

“Siapa pun mukmin memberi makan mukmin yang kelaparan, pada hari Kiamat nanti Allah akan memberinya makanan dari buah-buahan surga. Siapa pun mukmin yang memberi minum mukmin yang kehausan, pada hari kiamat nanti Allah akan memberinya minum dari minuman surga. Siapa pun mukmin yang memberi pakaian mukmin lainnya supaya tidak telanjang, pada hari kiamat nanti Allah akan memberinya pakaian dari perhiasan surga.” (HR Tirmizi).

Dalam hadis lain diriwayatkan bahwa orang yang gemar memberi makan orang lain disediakan baginya pintu khusus di surga yang tidak ada yang boleh memasukinya selain dirinya dan semisal dengannya (HR Thabrani). 

Gemar memberi makan orang lain kelak akan memperoleh naungan pada hari perhitungan. “Tiga pekara siapa pun yang ada padanya, kelak akan dinaungi oleh Allah di bawah arsy-Nya pada hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. Yaitu, berwudhu pada waktu cuaca dingin, mendatangi masjid meskipun gelap, dan memberi makan orang yang kelaparan.” (HR Abu Muslim al-Ashbahani).

“Berkata Rasulullah SAW: “Bukanlah orang miskin itu dengan berkeliling-keliling, meminta-minta kepada manusia, lalu ditolak akan dia oleh satu suap dua suap atau satu butir dua butir kurma.” Lalu orang bertanya: “Kalau begitu, apa orang miskin itu ya Rasulallah?” Beliau menjawab: ”Ialah orang yang tidak mempunyai orang kaya untuk membantunya, dan orang yang tidak mengerti akan nasibnya, supaya orang bersedekah kepadanya; dan dia pun tidak pernah meminta-minta kepada orang lain.”” (HR. Bukhari dan Muslim).

3# Silaturrahim 

“Bahwasanya ada seseorang berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Wahai Rasulullah, beritahukan kepadaku tentang sesuatu yang bisa memasukkan aku ke dalam surga dan menjauhkanku dari neraka,” maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh dia telah diberi taufik,” atau “Sungguh telah diberi hidayah, apa tadi yang engkau katakan?” Lalu orang itupun mengulangi perkataannya. Setelah itu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu pun, menegakkan shalat, membayar zakat, dan engkau menyambung silaturahmi”. Setelah orang itu pergi, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika dia melaksanakan apa yang aku perintahkan tadi, pastilah dia masuk surga”. (Shahîh al-Bukhâri dan Shahîh Muslim, dari Abu Ayyûb al-Anshârî) 

Silaturrahim adalah sbgmn pads Qs. 9:128 Roufurrohim –  dgn berkasih sayang,  saling menjaga perasaan bukan sekedar saling mengunjungi 

4# shalat Di malam hari ketika org lain tidur 

“Hendaklah kalian melaksanakan sholat malam karena sholat malam itu merupakan kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian, ibadah yang mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, serta penutup kesalahan dan penghapus dosa.” (HR. Tirmidzi, Al-Hakim, Baihaqi).

“Dan pada sebagian malam hari bershalat ta-hajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Rabb-mu mengang-katmu ke tempat yang terpuji.” [Al-Israa’/17: 79]

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdo’a kepada Rabb-nya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka. Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata…” [As-Sajdah/32: 16-17].

Wallahu a’lam

Visi & misi Keluarga Muslim

Seri mengaji tafsir Masjid Al Hijri 1, Ahad, 22/10/17, Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, M.Sc.

Surat Al Ahzab:  30-31

اعوذبالله من الشيطان الرجيم.

بسم الله الرحمن الرحيم

Allah SWT berfirman:

يٰنِسَآءَ النَّبِيِّ مَنْ يَّأْتِ مِنْكُنَّ بِفَاحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ يُّضٰعَفْ لَهَا الْعَذَابُ ضِعْفَيْنِ   ۗ  وَكَانَ ذٰ لِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرًا

yaa nisaaa`an-nabiyyi may ya`ti mingkunna bifaahisyatim mubayyinatiy yudhoo’af lahal-‘azaabu dhi’faiin, wa kaana zaalika ‘alallohi yasiiroo

“Wahai istri-istri Nabi! Barang siapa di antara kamu yang mengerjakan perbuatan keji yang nyata, niscaya azab-Nya akan dilipatgandakan dua kali lipat kepadanya. Dan yang demikian itu, mudah bagi Allah.”

(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 30)

Allah SWT berfirman:

وَمَنْ يَّقْنُتْ مِنْكُنَّ لِلّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَتَعْمَلْ صَالِحًـا نُّؤْتِهَـآ اَجْرَهَا مَرَّتَيْنِ ۙ  وَاَعْتَدْنَا لَهَا رِزْقًا كَرِيْمًا

wa may yaqnut mingkunna lillaahi wa rosuulihii wa ta’mal shoolihan nu`tihaa ajrohaa marrotaini wa a’tadnaa lahaa rizqong kariimaa

“Dan barang siapa di antara kamu (istri-istri Nabi) tetap taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengerjakan kebajikan, niscaya Kami berikan pahala kepadanya dua kali lipat dan Kami sediakan rezeki yang mulia baginya.”

(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 31)

PELAJARAN & HIKMAH YG ADA DI DALAMNYA:

1. Pada ayat ini melanjutkan penjelasan ayat sebelumnya, yg membahas tentang ancaman siksaan bagi istri-istri yg durhaka, tetapi juga menjelaskan yg taat kepada perintah Allah dan ajaran RasulNya menjadi istri-istri sholehah yg qonaah, sederhana akan mendapatkan kemuliaan dan penghormatan dari Allah dgn diberikan rezki yg baik.

2. Meskipun ayat-ayat ini khitobnya penjelasan keadaan istri-istri nabi, tetapi pelajaran ini berlaku umum untuk seluruh kaum muslimin.

3. Dalam Islam suami-suami hrs mempunyai visi membangun keluarga yg diberkahi Allah dgn mengajak dan membimbing istri-istrinya untuk memiliki visi dan misi yg sama. Krn istri-istri tsb diharapkan akan menjadi pasangan-pasangan yg abadi kelak di alam akhirat ( surga). Tetapi apabila istri-istri menentang visi & misi suami (imam) dikhawatirkan menjadi istri durhaka sebagaimana istri nabi Nuh dan Nabi Luth.

ضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا لِّـلَّذِيْنَ كَفَرُوا امْرَاَتَ نُوْحٍ وَّ امْرَاَتَ لُوْطٍ   ۗ  كَانَـتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَـيْنِ فَخَانَتٰهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللّٰهِ شَيْـئًا وَّقِيْلَ ادْخُلَا النَّارَ مَعَ الدّٰخِلِيْنَ

dhoroballohu masalal lillaziina kafarumro`ata nuuhiw wamro`ata luuth, kaanataa tahta ‘abdaini min ‘ibaadinaa shoolihaini fa khoonataahumaa fa lam yughniyaa ‘an-humaa minallohi syai`aw wa qiiladkhulan-naaro ma’ad-daakhiliin

“Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir, istri Nuh, dan istri Lut. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, tetapi kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada kedua istri itu), Masuklah kamu berdua ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka).”

(QS. At-Tahrim 66: Ayat 10)

Sebaliknya jika istri sdh taat kepada aturan Allah, aturan NabiNya, dan taat kepada suaminya, walaupun suaminya seorang perdurhaka pun, maka ia akan tetap dimuliakan oleh Allah, seperti istri Fir’aun.

Allah SWT berfirman:

وَضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا لِّـلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا امْرَاَتَ فِرْعَوْنَ ۘ  اِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِيْ عِنْدَكَ بَيْتًا فِى الْجَـنَّةِ وَنَجِّنِيْ مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهٖ وَنَجِّنِيْ مِنَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ 

wa dhoroballohu masalal lillaziina aamanumro`ata fir’auun, iz qoolat robbibni lii ‘indaka baitan fil-jannati wa najjinii min fir’auna wa ‘amalihii wa najjinii minal-qoumizh-zhoolimiin

“Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, istri Fir’aun, ketika dia berkata, Ya Tuhanku, bangunkan lah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim,”

(QS. At-Tahrim 66: Ayat 11)

Maka berbahagialah istri-istri yang sholehah, seperti yg rajin ngaji di Al Hijri tiap Ahad pagi yg dilantai atas. (Kelakar ustadz Didin).

4. Dalam hubungan membangun keluarga yg diberkahi Allah, keluarga itu berkaitan dengan pewarisan harta pusaka (waris) yg penjelasannya dibahas dalam ayat-ayat waris.

Karena itu dalam membangun keluarga yg diberkahi Allah maka istri-istri yg sholehah itu yg menjaga kehormatannya seperti yg dijelaskan Allah 

Allah SWT berfirman:

اَلرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ اللّٰهُ بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍ وَّبِمَاۤ اَنْفَقُوْا مِنْ اَمْوَالِهِمْ  ۗ  فَالصّٰلِحٰتُ قٰنِتٰتٌ حٰفِظٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللّٰهُ  ۗ  وَالّٰتِيْ تَخَافُوْنَ نُشُوْزَهُنَّ فَعِظُوْهُنَّ وَاهْجُرُوْهُنَّ فِى الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوْهُنَّ  ۚ  فَاِنْ اَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوْا عَلَيْهِنَّ سَبِيْلًا   ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيْرًا

ar-rijaalu qowwaamuuna ‘alan-nisaaa`i bimaa fadhdholallohu ba’dhohum ‘alaa ba’dhiw wa bimaaa anfaquu min amwaalihim, fash-shoolihaatu qoonitaatun haafizhootul lil-ghoibi bimaa hafizhollaah, wallaatii takhoofuuna nusyuuzahunna fa’izhuuhunna wahjuruuhunna fil-madhooji’i wadhribuuhunn, fa in atho’nakum fa laa tabghuu ‘alaihinna sabiilaa, innalloha kaana ‘aliyyang kabiiroo

“Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang saleh, adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Maha Tinggi, Maha Besar.”

(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 34)

Saat ini, kondisi keluarga-keluarga di Indonesia mulai mengkhawatirkan karena tertipu dgn perkembangam globalisasi sehingga angka perceraian mencapai 30%, sebagian besar karena perselingkuhan dan sebagian lain krn alasan ekonomi (materialistik).

5. Karena itu kewajiban suami itu sangat penting, yakni menjelaskan dan membimbing istri dan keluarganya tentang visi dan misi membangun keluarga yg diberkahi Allah, maka suami yg baik adalah yg memperlakukan istri-istrinya dgn baik, berbicara lembut, melindunginya dari segala keburukan lahir dan batin.

 Nabi menjelaskan : Tidaklah seseorang itu memuliakan istrinya kecuali dia orang yg mulia, dan tdklah seseorang itu menghinakan istrinya kecuali orang tsb adalah orang yg hina.

Maka berbahagialah keluarga-keluarga muslim yg dibangun atas dasar misi dan visi untuk menjadi keluarga yg diberkahi Allah S.W.T. 

Semoga kita dan keluarga-keluarga kita dijadikan sebagai keluarga-keluarga yg diberkahi Allah. Aamiin.

Demikian pengajian Subuh ini disebarluaskan. Semoga ayat-ayat Al Qur’an di atas, memberi pencerahan dan memperkuat iman, ilmu, dan amal perilaku umat Islam dlm menjalani kehidupannya di dunia. Semangat dlm berjuang menegakkan ajaran agama dan membela negara, agar mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan selamat di alam akhirat.  Semoga menjadi ilmu yg bermanfaat. Aamiin.

سبحانك اللهم وبحمدك اشهد ان لا اله الا انت استغفرك ةاتوب اليك

Dicatat oleh : Willyuddin A.R. Dhani

Membimbing Keluarga dengan Kebijaksanaan 

Seri mengaji tafsir Masjid Al Hijri 1, Ahad, 15/10/17, Ust. Dr. H. Ibdalsyah MA.

Surat Al Ahzab:  28-29.

اعوذبالله من الشيطان الرجيم.

بسم الله الرحمن الرحيم

Allah SWT berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِّاَزْوَاجِكَ اِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا وَزِيْنَتَهَا فَتَعَالَيْنَ اُمَتِّعْكُنَّ وَاُسَرِّحْكُنَّ سَرَاحًا جَمِيْلًا

yaaa ayyuhan-nabiyyu qul li`azwaajika ing kuntunna turidnal-hayaatad-dun-yaa wa ziinatahaa fa ta’aalaina umatti’kunna wa usarrihkunna saroohan jamiilaa

“Wahai nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, Jika kamu menginginkan kehidupan di dunia dan perhiasannya, maka kemarilah agar kuberikan kepadamu mut‘ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik.”

(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 28)

Allah SWT berfirman:

وَاِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَالدَّارَ الْاٰخِرَةَ فَاِنَّ  اللّٰهَ اَعَدَّ لِلْمُحْسِنٰتِ مِنْكُنَّ اَجْرًا عَظِيْمًا

wa ing kuntunna turidnalloha wa rosuulahuu wad-daarol-aakhirota fa innalloha a’adda lil-muhsinaati mingkunna ajron ‘azhiimaa

“Dan jika kamu menginginkan Allah dan Rasul-Nya dan negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan pahala yang besar bagi siapa yang berbuat baik di antara kamu.”

(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 29)

PELAJARAN DAN HIKMAH YG ADA DI DALAMNYA:

1. Ayat ini, berkaitan dengan kisah pasca perang Al Ahzab (dengan kaum kafir dan para sekutunya), dimana Rasulullah s.a.w tdk mendapatkan ghonimah yg banyak, ketika itu istri-istri Rasul s.a.w mengharapkan dapat bagian masing-masing dari harta, krn selama ini hidupnya bersama dengan Rasulullah s.a.w dalam kesederhanaan, krn Rasulullah lebih sering memberi sedekah pembagian ghanimah kepada orang lain dalam rangka dakwah mengajak orang lain untuk ber Islam.

Ketika istri-istri Nabi mengharapkan pemenuhan kebutuhan dzahir (materi dunia) tsb, sedangkan Rasul memiliki keterbatasan harta yg dikaruniakan kepada beliau, maka turunlah wahyu ayat ke 28 & 29 surat Al Ahzab ini.

2. Dalam kehidupan berumah tangga, memang kewajiban suami utk memenuhi dan menafkahi istri secara dzahir dan batin dengan cara yang ma’ruf sesuai dengan kemampuan dan apa yang telah ditaqdirkan oleh Allah. Sesuai dgn perintah Allah.

Allah SWT berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَحِلُّ لَـكُمْ اَنْ تَرِثُوا النِّسَآءَ كَرْهًا  ۗ  وَلَا تَعْضُلُوْهُنَّ لِتَذْهَبُوْا بِبَعْضِ مَاۤ اٰتَيْتُمُوْهُنَّ اِلَّاۤ اَنْ يَّأْتِيْنَ بِفَاحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ  ۚ  وَعَاشِرُوْهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ  ۚ  فَاِنْ كَرِهْتُمُوْهُنَّ فَعَسٰۤى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـئًـا وَّيَجْعَلَ اللّٰهُ فِيْهِ خَيْرًا كَثِيْرًا

yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa yahillu lakum an tarisun-nisaaa`a kar-haa, wa laa ta’dhuluuhunna litaz-habuu biba’dhi maaa aataitumuuhunna illaaa ay ya`tiina bifaahisyatim mubayyinah, wa ‘aasyiruuhunna bil-ma’ruuf, fa ing karihtumuuhunna fa ‘asaaa an takrohuu syai`aw wa yaj’alallohu fiihi khoirong kasiiroo

“Wahai orang-orang yang beriman! Tidak halal bagi kamu mewarisi perempuan dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, kecuali apabila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya”

(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 19)

Allah SWT berfirman:

نِسَآؤُكُمْ حَرْثٌ لَّـكُمْ ۖ  فَأْتُوْا حَرْثَكُمْ اَنّٰى شِئْتُمْ  وَقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْ ۗ  وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّکُمْ مُّلٰقُوْهُ ۗ  وَ بَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ

nisaaa`ukum harsul lakum fa`tuu harsakum annaa syi`tum wa qoddimuu li`anfusikum, wattaqulloha wa’lamuuu annakum mulaaquuh, wa basysyiril-mu`miniin

“Istri-istrimu adalah ladang bagimu, maka datangilah ladangmu itu kapan saja dengan cara yang kamu sukai. Dan utamakanlah (yang baik) untuk dirimu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menemui-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang yang beriman.”

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 223)

Karena itu wanita muslimah yg shalehah adalah wanita yang menghargai dan tetap hormat kepada suaminya dalam keadaan suka maupun duka, menjaga kehormatan diri dan keluarganya dari hasutan dan tipu daya setan yg selalu ingin mencerai beraikan kehidupan rumah tangga orang-orang yg beriman.

Allah SWT berfirman:

اَلرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ اللّٰهُ بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍ وَّبِمَاۤ اَنْفَقُوْا مِنْ اَمْوَالِهِمْ  ۗ  فَالصّٰلِحٰتُ قٰنِتٰتٌ حٰفِظٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللّٰهُ  ۗ  وَالّٰتِيْ تَخَافُوْنَ نُشُوْزَهُنَّ فَعِظُوْهُنَّ وَاهْجُرُوْهُنَّ فِى الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوْهُنَّ  ۚ  فَاِنْ اَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوْا عَلَيْهِنَّ سَبِيْلًا   ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيْرًا

ar-rijaalu qowwaamuuna ‘alan-nisaaa`i bimaa fadhdholallohu ba’dhohum ‘alaa ba’dhiw wa bimaaa anfaquu min amwaalihim, fash-shoolihaatu qoonitaatun haafizhootul lil-ghoibi bimaa hafizhollaah, wallaatii takhoofuuna nusyuuzahunna fa’izhuuhunna wahjuruuhunna fil-madhooji’i wadhribuuhunn, fa in atho’nakum fa laa tabghuu ‘alaihinna sabiilaa, innalloha kaana ‘aliyyang kabiiroo

“Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang saleh, adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Maha Tinggi, Maha Besar.”

(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 34)

3. Kewajiban lainnya dari seorang suami terhadap istrinya yang telah ditetapkan oleh Allah, adalah membimbing istri dan keluarga utk menjadi manusia-manusia yg bertaqwa, secara sabar, bijak dan penuh kasih sayang, agar keluarganya terhindar dari ancaman api neraka. Sesuai dengan perintah Allah

Allah SWT berfirman:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْۤا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ  نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ  لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَاۤ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

yaaa ayyuhallaziina aamanuu quuu anfusakum wa ahliikum naarow wa quuduhan-naasu wal-hijaarotu ‘alaihaa malaaa`ikatun ghilaazhun syidaadul laa ya’shuunalloha maaa amarohum wa yaf’aluuna maa yu`maruun

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

(QS. At-Tahrim 66: Ayat 6)

Mengapa dalam membimbing keluarganya harus tetap dengan sabar, bijak dan penuh kasih sayang? Karena diantara anak dan istrinya kemungkinan akan ada yg menjadi musuhnya, sehingga suami tdk boleh berputus asa terhadap apapun ujian hidupnya dalam membina rumah tangganya.

Allah SWT berfirman:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ  اٰمَنُوْۤا اِنَّ مِنْ اَزْوَاجِكُمْ وَاَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَاحْذَرُوْهُمْ ۚ   وَاِنْ تَعْفُوْا وَتَصْفَحُوْا وَتَغْفِرُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

yaaa ayyuhallaziina aamanuuu inna min azwaajikum wa aulaadikum ‘aduwwal lakum fahzaruuhum, wa in ta’fuu wa tashfahuu wa taghfiruu fa innalloha ghofuurur rohiim

“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

(QS. At-Taghabun 64: Ayat 14)

Allah SWT berfirman:

اِنَّمَاۤ  اَمْوَالُـكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ    ۗ  وَاللّٰهُ عِنْدَهٗۤ اَجْرٌ عَظِيْمٌ

innamaaa amwaalukum wa aulaadukum fitnah, wallohu ‘indahuuu ajrun ‘azhiim

“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah pahala yang besar.”

(QS. At-Taghabun 64: Ayat 15)

Karena kelebihan seorang suami ini, maka Rasulullah pun  pernah bersabda: “Seandainya aku diijinkan menyuruh manusia untuk bersujud kepada sesama manusia, niscaya aku perintahkan kepada wanita (istri) untuk bersujud kepada suaminya.

Hal ini karena beratnya tanggung jawab suami untuk keselamatan istri dan keluarganya dalam kehidupan di dunia dan di akhirat, dan harus dilakukan dengan penuh kesabaran dan ketawakalan. 

Adakalanya seorang suami mendapatkan perlawanan yg sangat keras dari istri atau anaknya, sehingga dapat mempermalukannya dalam lingkungan sosial masyarakatnya, karena akhlaq istri dan anaknya yg tidak baik. Maka kesabaran dan kearifan suami akan mendatangkan ampunan Allah.

4. Bagi perempuan (istri-istri) yg lebih cenderung dan selalu menuntut pemenuhan materi terhadap suaminya (materialistik), yg tdk dapat dipenuhi oleh suaminya karena keterbatasan karunia Allah yg ditaqdirkan kepada suaminya, maka suami boleh menceraikannya dengan cara yg baik, sesuai dan merujuk kepada ayat 28 & 29 surat Al Ahzab tersebut di atas. Wallahu a’lam.

Namun kepada istri-istri yang lebih cenderung materialistik dan suka menuntut hal-hal diluar kemampuan suaminya, hendaklah berhati hati, karena kedudukannya di sisi Allah tdk beda dengan istri-istri durhaka seperti istri nabi Nuh dan nabi Luth _alaihissalam_. Karakter istri durhaka seperti yg dijelaskan oleh

Rasul s.a.w yg pernah bersabda yg artinya kurang lebih demikian:

“Aku lihat isi neraka sebagian besar adalah kaum wanita, karena mereka lemah akal (kurang bersyukur). Para sahabat bertanya, apa yg dimaksud lemah akalnya? Dijelaskan oleh Rasul s.a.w dgn bersabda seberapa pun kalian telah berbuat baik kepada mereka, tetapi ketika mereka mendapati satu keburukanmu (yg tidak berkenan dihatinya) maka mereka akan berkata, kamu belum pernah sedikitpun berbuat baik kepadaku.

Berbahagialah jika seorang suami memiliki istri-istri yg shalehah dan keturunan yg shaleh-shalehah. Semoga kita termasuk suami yg demikian. Aamiin.

Dan merugilah istri-istri yg durhaka kepada para suaminya. 

Demikian pengajian Subuh ini disebarluaskan. Semoga ayat-ayat al Qur’an di atas, memberi pencerahan dan memperkuat iman, ilmu, dan amal perilaku umat Islam dlm menjalani kehidupannya di dunia. Semangat dlm berjuang menegakkan ajaran agama dan membela negara, agar mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan selamat di alam akhirat.  Semoga menjadi ilmu yg bermanfaat. Aamiin. (Mohon bantu sebarkan agar dapat bagian pahala ilmu yg bermanfaat).

سبحانك اللهم وبحمدك اشهد ان لا اله الا انت استغفرك ةاتوب اليك

Dicatat oleh : Willyuddin A.R. Dhani

KEHINAAN BAGI PENGKHIANAT

Seri mengaji Tafsir Al-Hijri, Ahad, 8/10/17, Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, MS

Tadabbur QS. Al-Ahzab Ayat 26-27
Allah Azza Wa Jalla berfirman,

وَأَنْزَلَ الَّذِينَ ظَاهَرُوهُمْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مِنْ صَيَاصِيهِمْ وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ فَرِيقًا تَقْتُلُونَ وَتَأْسِرُونَ فَرِيقًا

Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizah) yang membantu mereka (golongan-golongan yang bersekutu) dari benteng-benteng mereka, dan Dia memasukkan rasa takut ke dalam hati mereka. Sebagian mereka kamu bunuh dan sebagian yang lain kamu tawan.
وَأَوْرَثَكُمْ أَرْضَهُمْ وَدِيَارَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ وَأَرْضًا لَمْ تَطَئُوهَا ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرًا

Dan Dia mewariskan kepadamu tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak. Dan Allah Mahakuasa terhadap segala sesuatu.

Hikmah dan Pelajaran :

kedua ayat ini menjelaskan penyerangan kaum Mukminin terhadap kaum Yahudi Bani Quraizah. Bani Quraizah merupakan salahsatu kabilah Yahudi yang sangat terkenal di Madinah. Karena benteng pemukiman Bani Quraizah masih berlokasi di wilayah Madinah, maka Rasulullah saw melakukan atau mengadakan perjanjian dengan mereka untuk saling menjaga, melindungi wilayah Madinah dari serangan pihak luar, dan tidak saling mengkhianati satu sama lainnya. Salah satu isi perjanjian adalah ketika kaum Muslimin mendapatkan ancaman serangan dari musuh pihak luar Madinah, maka Bani Quraizah harus membantu umat Islam. 

Pengkhianatan Bani Quraizah terhadap perjanjiannya dengan umat Islam terjadi ketika umat Islam menghadapi pasukan golongan yang bersekutu yang dikenal dengan perang Ahzab. Mereka (Bani Quraizah) membangun kerjasama dengan pasukan golongan bersekutu, memberi sejumlah informasi ke pihak musuh, dan termasuk akan melakukan serangan terhadap umat Islam dari dalam. Tindakan mereka kaum Yahudi ini bagai menggunting dalam lipatan. Demi melihat pasukan golongan bersekutu yang jumlahnya begitu banyak, seolah tidak ada harapan menang bagi umat Islam, mereka pun berani berkhianat, melanggar perjanjiannya dengan Rasulullah muhammad saw.

Kondisi ini menjelaskan bahwa orang yang tidak beriman memang sulit untuk setia dengan janji terhadap umat Islam, akan selalu bekhianat dan mencari kesempatan untuk menghancurkan umat Islam. Prediksi Bani Quraizah jauh dari harapan, Allah justru memenangkan umat Islam, pasukan golongan berekutu itu lari pulang ke negeri-negeri mereka masing-masing. Dan karena Bani Quraizah ini telah membatalkan janji, telah berkhianat, dan telah membuat makar untuk menghancurkan Islam dari belakang, mereka pun harus menanggung akibat dari perbuatan mereka sendiri, umat Islam mendapat perintah dari Allah dan Rasul-Nya untuk membuat perhitungan dengan mereka.

Gambaran kerjasama yang dilakukan oleh Kaum Yahudi dengan pihak golongan bersekutu, saling bahu membahu diantara mereka sesama kafirin, bukanlah sesuatu yang aneh sebab memang demikianlah mereka disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya di surat Al-Anfal ayat 73. 

وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ

Dan orang-orang yang kafir, sebagian mereka melindungi sebagian yang lain. Jika kamu tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah (saling melindungi), niscaya akan terjadi kekacauan di bumi dan kerusakan yang besar._ (QS. 8 : 73)

Bani Quraizah pun melanggar janji, padahal mereka melakukan perjanjian di Madinah, tertulis, dihadiri sejumlah saksi, dan ditandatangani oleh mereka. Alhasil, sejak dahulu hanya umat Islam yang bisa menjaga dan menepati janji. Memenuhi janji adalah diantara prinsip ajaran Islam. Pada surat Al-Maidah ayat 1 Allah memerintahkan ummat Islam untuk memenuhi janji-janjinya baik dalam urusan ekonomi atau pun politik. 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ 

Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji.

Allah memberikan kemenangan kepada kaum Muslimin dengan pertolongan yang tidak terbayangkan sebelumnya. Pada dua ayat di atas (QS. Al-Ahzab : 26-27) terdapat dua pertolongan Allah kepada umat Islam menghadapi pengkhianatan Bani Quraizah: Pertama, ketakutan yang Allah hadirkan di hati-hati kaum Yahudi Bani quraizah. Karena ketakutan itulah, mereka keluar dari benteng-benteng mereka yang tinggi dan kokoh, yang secara logika sulit untuk ditembusi dan diterobosi. Kedua, Kepanikan yang luar biasa diantara mereka, sehingga pasrah dengan apa pun hukuman yang dijatuhkan kepada mereka. Dan pada akhirnya mereka disembelih oleh ummat Islam, sebagai akibat dari pengkhianatan mereka sendiri. Sekitar 800 orang laki-laki dewasa mereka  disembelih oleh ummat Islam. 

Korelasinya dengan perjanjian yang terjadi antara ummat Islam Palestina dengan kaum Yahudi dewasa ini. Mereka kaum Yahudi, jika kondisi tidak menguntungkan, akan menawarkan perjanjian damai dengan ummat Islam, namun sejatinya hanya untuk menunggu dan mencari kesempatan atau peluang yang pas dan tepat untuk menyerang umat Islam. Begitu kondisi mereka terjepit, maka perjanjian akan mereka tawarkan kepada ummat Islam. Demikian itulah seterusnya. Mereka Kaum Yahudi adalah trouble maker (pencipta dan pembuat masalah).

Hal yang menarik pula untuk kita angkat, bahwa kenyataannya hari ini, tentara-tentara Yahudi itu tetap dihinakan oleh Allah dengan rasa takut yang dalam di hati-hati mereka ketika menghadapi Ummat Islam. Maha benar Allah yang berfirman, _waqazafa fii quluubihim ar-ru’ba_ (Dan Allah menanamkan rasa takut ke dalam hati mereka). Begitu besar rasa takut mereka meskipun hanya menghadapi kaum wanita atau anak-anak Palestina yang hanya bersenjatakan ketapel. Tak heran jika sebagian besar tentara Yahudi itu memakai pampers karena ketakutan dari dalam diri mereka. Dalam kondisi sangat takut dan panik terkadang seseorang itu ngompol sendiri, nah begitulah mereka para tentara Yahudi. 

Allah selalu akan mendatangkan pertolongan kepada orang-orang yang beriman dari berbagai arah yang tidak terduga sebelumnya. Kasus kemenangan umat Islam di Jakarta pada pemilihan Gubernur DKI Jakarta merupakan salahsatu bentuk pertologan Allah kepada umat Islam. Keyakinan seperti ini harus selalu terbangun selagi ummat Islam konsisten di atas kebenaran.

Dua ayat di atas juga menyiratkan bahwa Allah senantiasa menjaga Nabi dan generasi sahabat-sahabatnya. Sahabat Nabi adalah sebaik-baik generasi ummat Islam. Mereka laksana bintang-bintang yang menghasilkan cahaya sendiri. Maka siapa saja yang mengikuti cahaya dari bintang-bintang itu niscaya akan mendapatkan petunjuk. Sayyid Quthub dalam kitabnya Ma’aalim fittariq menjelaskan bahwa sahabat itu _Jailun Qur’aniyyun_ generasi terbaik al-Qur’-an. Kepada siapa pun dari mereka yang kita mengikutinya, niscaya kita akan mendapatkan hidayah. Yang disebut sebagai sahabat adalah mereka yang hidup semasa dengan Nabi Muhammad saw, berjumpa dengan beliau saw, beriman dengan ajaran yang dibawah oleh beliau saw dan meninggal dengan tetap pada keimanan itu. Siapa saja yang mengikuti mereka dengan baik niscaya akan mendapatkan petunjuk dan kemuliaan. Allah berfirman,

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung._ (QS. 9: 100)
Terakhir, Ummat Islam harus saling bersinergi, saling ta’awwun (tolong menolong), saling bahu membahu, saling menguatkan satu sama lainnya. Dengan cara demikian inilah pertolongan Allah di dunia akan diturunkan kepada ummat Islam. Dan kelak di akhirat, ada diantara ummat Islam yang akan mendapatkan pemuliaan dari Allah meskipun mereka bukan Nabi, bukan pula sahabat Nabi, bukan pula para syuhada, tetapi mereka adalah yang dahulunya di dunia saling bersinergi dengan saudara muslimnya, saling mencintai dan mengasihi karena Allah.

Wallahu a’lam 

Ditulis oleh Samsul Basri, SSi, MEI