• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 416,596 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal
  • Iklan

Dakwah adalah jalan hidup kaum muslimin

Seri Mengaji Masjid Al I’tisham Jumat, Ust. Syamsul Bahri, 13 Juli 2018 / 29 Syawal 1439h

Tadabbur hadits :
Dari Abu Sa’îd al-Khudri Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Aku pernah mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya (kekuasaannya); jika ia tidak mampu, maka dengan lidahnya (menasihatinya); dan jika ia tidak mampu juga, maka dengan hatinya (merasa tidak senang dan tidak setuju), dan demikian itu adalah selemah-lemah iman.’”

# Pelajaran 1 :

Qs. Yusuf : 108 – Dakwah itu adalah jalan hidup Rasulullah, mengajak manusia ke jalan Allah berdasarkan hujjah, deklarasi bahwa diri beliau adalah pelaku utama dakwah.

Qs. 3:31 menjadi pelaku dakwah adalah tanda cinta kepada Allah.
Krn dakwah adalah jalan hidup Rasulullah maka kita hrs melakukannya sesuai dgn tingkat kesungguhan yg Allah berikan kpd kita.

# Pelajaran ke-2

Man ro a : barang siapa melihat. Melihat dalam arti memahami dgn ilmu dari suatu kemungkaran. Ada 3 syarat, sesuatu itu dapat disebut sebagai kemungkaran, yaitu :

1#. Kemungkaran yg dilakukan secara perbuatan dan pelakunya.

Jadi hal2 semisal : berbuka di siang hari Ramadhan secara perbuatan dzohirnya munkar, tapi pelakunya blm tentu mungkar, jika dia melakukannya krn ada alasan syar’i seperti : safar, sakit, haid.

Kemungkaran itu adalah berbuat kemaksiatan dgn niat pelakunya yg menyengaja melakukannya.

2#. Ketika para ulama bersepakat itu adalah munkar, tdk ada khilaf sama sekali.

Ada 2 jenis khilafiyah :
1. Dlm persoalan agama : ketika berbeda agama, silahkan jalankan masing2 ajaran agamanya. Misal : tdk perlu mengucapkan selamat kpd perayaan agama lain yg terkait dgn keyakinan, atau tdk perlu menyumbang pembangunan rumah ibadah agama lain. Batasannya adalah utk kegiatan2 terkait kemanusiaan tdk ada larangan bermuamalah selama didlmnya ada maslahat bagi kaum muslimin, misalnya : saling mengirim makanan, berdagang, dll.
2. Dlm masalah aqidah atau keyakinan.

Dua hal ini tak boleh membuat kita berselisih, krn tdk ada ruang toleransi sedikitpun. Tdk boleh berlapang dada atau memberikan keluasan bahkan kemakluman kpd hal2 ini.

Sedangkan jika ada yg menganggap qunut di waktu shubuh adalah kemungkaran. Ini masuk kepada khilafiyah krn merupakan masalah furuiyyah bukan ushul / aqidah.

Apalagi menghukumi semua muslim yg diluar kelompoknya disebut kafir.

Atau menghukumi org2 yg bekerja di pemerintahan disebut kafir krn menggunakan sistem thogut.

Kita harus berhati-hati dlm hal ini, krn Nabi SAW telah memperingatkan kaum muslimin, bahwa berbantah2 di wilayah furuiyyah akan melemahkan kaum muslimin, maka bersabarlah (al-Hadits)

3#. Sesuatu itu bisa jadi kemungkaran, tapi dilakukan utk mencegah kemungkaran yg lebih besar, maka hal tersebut tdk boleh dianggap mungkar.
– Ini adalah salah satu kaidah dlm dakwah untuk mengingkari suatu kemungkaran.
– Contoh : pelajaran dari nabi Khidir yg setelah ditolong nelayan, beliau merusak perahunya utk mencegah dirampasnya perahu tsb oleh penguasa dzolim. Nabi Khidir juga membunuh jiwa yg blm baligh, untuk mencegah takdir masa depan kekafiran.
– Dalilnya adalah Qs. Al anam : 108

Contoh lainnya :
– ada yg menganggap pemilu sbg kemungkaran, shgg golput, padahal ini hal penting utk mendptkan pemimpin yg membela Islam dan kaum muslimin. Pedomannya adalah kita memilih calon yg disepakati ulama. Golput boleh saja jika semua paslon tdk ada yg berpihak kpd kaum muslimin.
– ketika ada badui buang air di masjid nabawi, sahabat yg akan bertindak ditahan oleh nabi SAW, biarkan sampai selesai, selain untuk mencegah kotorannya meluas, juga utk menunjukkan keluhuran akhlaq kaum muslimin dlm menyikapi kejahilliyahan. Akhirnya sikap ini menjadi sebab org badui tsb beserta semua sukunya ikut memeluk islam.
– dlm pemukiman padat yg kebakaran boleh kita merusak rumah utk memutus jalur api.

# Pelajaran 3

Gambaran keluasan Islam :

– bertaqwalah kpd Allah dgn cara yg paling kamu sanggupi.

Allah menghendaki kemudahan bagi makhluk Nya.

Allah menghendaki agar dalam menjalankan agama tdk kesulitan.

– Menghadapi kemungkaran dgn tangan juga bermakna kekuasaan, spt orgtua yg melarang anak perempuanya keluar malam dgn laki2, pengusaha yg mewajibkan karyawan nya shalat berjamaah.
Selain itu, ini juga bisa berarti menggunakan kekuatan Harta, sehingga bisa mengajak org menghentikan maksiat.

– Menghadapi kemungkaran dgn cara lisan, berlaku juga dgn tulisan.
– jika tidak mampu, mengingkari kemungkaran dgn hati, selemah2 iman. Tapi tidak ada yg lebih rendah lagi dari ini.

Ruh iman tdk akan se- kufu dgn hal2 yg merusak keimanan. Maka jika tdk ada getaran ketika terjadi kemungkaran yg terjadi di sekitar kita, bisa jadi sdh habis tak bersisa iman kita.

– Hati punya perkataan, yaitu aqidah. Jika hati kita melakukan pembenaran thdp kemaksiatan

– Ada 2 pendapat hati yg bisa membatalkan iman atau islamnya seseorang : misal ada yg bermaksiat dlm keluarga melakukan selingkuh krn lemah iman shgg melakukan perzinahan atau meninggalkan shalat, namun hatinya menyadari itu sbg dosa besar, jika masih ada ini maka tdk sampai membatalkan imannya walaupun tercatat sebagai dosa dan kekejian yg sangat besar. Tapi kalau dalam hatinya, ia menganggap kemaksiatan itu tidak masalah lagi bagi dirinya maka sdh batal imannya.

– Hati kita punya perbuatan, yaitu niat. Mengucapkan / melafaskan niat dlm ibadah menurut iman syafii, tujuannya : Utk mengajarkan/membiasakan kpd org lain, utk ikrar, utk pengulangan apa yg ada di dlm hati.

– Maka berhati-hatilah dgn niat, setiap kita berniat melaksanakan sesuatu, luruskan niat apakah sudah sesuai dgn syariat Allah atau tidak.

# Syarat pemimpin itu salah satunya adalah dicintai oleh rakyatnya. Bisa jadi krn Masyarakat sdh melihat bahwa pemimpin itu tdk pantas.

Qs. Assyuara:83-85 – Pemimpin yang baik itu dekat dan dicintai org2 sholeh

Kasus momen2 kepemimpinan dari surah Al Kahfi :

  1. Kisah Ashabul kahfi – pemimpin dzolim kpd kaum muslimin, kaum muslimin diburu hebdak di habisi.
  2. Kisah shohibul janattain (pemilik dua kebun) ketika kaum muslimin hidup dgn org kafir yg memegang kekuasaan dan mereka mencemooh org Islam, namun sdh tidak diburu/ditindas secara fisik.
  3. Kisah nabi musa belajar dgn khidir, musa sdh dpt mempercayai masyarakatnya ketika ditinggalkan krn pemimpin2 sudah dekat dgn ulama.Kisah Dzulkarnain pemimpin yg dekat dgn ulama, diberi kemenangan ke timur dan ke barat.

Wallahu a’lam

Iklan

Agar Ketaqwaan dapat terus dipertahankan

Seri Mengaji masjid Alitisham, Ust Sambo, 7Juli2018 / 23Syawal1439

Di luar Ramadhan adalah pembuktian pelatihan Ramadhan itu berhasil atau tidak.

Penurunan ibadah sedikit secara kuantitas sesuatu yg wajar, tapi jgn dari sisi kualitas/mutu ibadah. Memang, spy berhasil, pada bulan Ramadhan yg tujuannya mendapatkan ketaqwaan maka harus mencapai 2 target :

1- kuantitas (yg bisa dihitung) : mencari amal yg sebanyak-banyaknya. Krn dlm ramadhan, pengalinya 70, 700 sampai tak hingga.(=nguber Setoran).
Capaian bisa dihitung, dilihat, diukur, misal mengaji sekian juz, shodaqoh sekian rupiah, qobliyah ba’diyah apa saja yg, dhuha, dll. Ini harus full membekas dlm keseharian.

2- kualitas (yg bisa dirasa) : rasa kenikmatan dlm beribadah, hrs dapat dgn meningkatkan kuantitas ibadah sebanyak-banyaknya.
Jika dlm Ramadhan ibadahnya kurang full, maka penurunan ibadahnya setelah Ramadhan akan langsung jauh perbedaannya. Bahkan di Ramadhan hari2 terakhir saja sudah menghilang dari masjid, padahal justru 10 terakhir kita bisa mendapatkan rasa.

Maka yg dpt taqwa, kuantitas ibadahnya tdk akan menurun jauh sekali dan kualitas ibadahnya cenderung stabil di hari2 luar Ramadhan.

Faktanya secara kuantitatif, ummat ini sedikit sekali yg dapat taqwa krn Ramadhan mereka yg kurang maksimal dan kurang Istiqomah berlatih sampai sebulan penuh.

# Target kualitatif yg harus terus berkesinambungan ketika dan setelah Ramadhan yg menunjukkan Ramadhan kita sukses :

1. Semangat berbuat kebaikan, beramal sholih.

2. Nikmat beribadah : nikmat sujud, nikmat baca Quran. Titik nikmat itu didapat jika sudah melakukan secara maksimal.

3. Terasa Allah itu dekat : Allah itu ada kapanpun dimanapun. Sehingga selalu bersungguh-sungguh dalam perintah, dan berhati-hati dan waspada dalam larangan.

4. Sadar akan Allah sehingga kita takut dan khawatir melanggar, pengendalian penuh terhadap hawa nafsu dan semangat penuh dalam ketaatan kepada Allah.

Badan / fisik / jasmani itu enak maksiat krn hawa nafsu berada disini, maka harus ada hati / ruhani yg mengendalikan. hanya ibadah yg pakai hati yg akan menimbulkan kesadaran akan Allah.

5. Mencintai akhirat, sehingga istiqomah dalam semangat berbekal untuk akhirat.
– Dunia menjadi kecil.
– Tujuan2 hidupnya adalah akhirat.

Jika ciri ini tdk ditemukan pada kita maka2 kita dalam kerugian krn Ramadhan kita gagal. Dan berharap ketemu Ramadhan tahun depan utk memperbaikinya.

Sambil menunggu kesempatan Ramadhan, berusaha Istiqomah dalam :

1. Jaga standar minimal dlm keadaan normal (tidak mengapa ditinggalkan ketika sakit, musafir, darurat krn kesulitan atau darurat karena kebutuhan) :
– Shalat malam 2+1 rakaat
– Shaum sebulan 3 hari.
– Tilawah Quran khatam 3 bulan sekali, atau tiap hari minimal 1-2 lembar.
– Dhuha 2 rakaat

2. Jaga kualitas ibadah

3. Mengendalikan hawa nafsu : nafsu marah, nafsu bermaksiat, cinta/mengejar dunia. Ketika org cinta dunia, maka terlihat cara mengejarnya ngotot, dan ibadahnya menurun.

Ketaqwaan adalah sesuatu yang harus sdlalu diperjuangkan.

Wallahu a’lam.

Supaya Ibadah Menjadi Akhlaqul Karimah

Seri mengaji masjid Alitisham Sabtu Ust Sambo, 19 Mei 2018 / 3 Ramadhan 1439

Ujung dari iman, ilmu, ibadah itu hasil akhirnya / buahnya adalah akhlaq.

– Qs. 18:24 – Seperti pohon yg akarnya kuat, batangnya besar, daunnya rindang dan berbuah banyak.

– Nabi diutus utk menyempurnakan akhlaq yg baik (hadits)

– Akhlaq yg dibentuk oleh iman, ibadah, dan ilmu bukan oleh budaya spt moral, etika, budi pekerti (sopan santun) atau norma. Inilah yg banyak dilatih di bulan Ramadhan.

Syariat – Tarekat – Ma’rifat / hakikat

– Yg paling mulia org yg taqwa (Quran 2:187)

– Yg paling mulia itu org yg berakhlaqul karimah (hadits)

# Spy akhlaq bernilai, dan mampu menghantarkan ke surga, dihapus dosa, dimuliakan hidup kita, motivasinya :

1. Ikhlas mencari ridho Allah
Jenis akhlaq : Akhlaq perbuatan, akhlaq ucapan / diam, akhlaq hati.

Krn akhlaq itu sdh menjadi karakter, tdk bisa dibuat-buat, maka yg hrs ditingkatkan adalah ibadahnya. Bgmn cara memasukkan ibadah ke dalam hati spy dia memancar keluar menjadi perilaku. Misal : shalat, ujungnya salam, keluar dari shalat ia menyebarkan salam, rahmat dan berkah, serta kedamaian.

2. Menyebar rahmat ke sekitar.

Allah menciptakan alam semesta karena :

A. sifat Arrohman arrohim, agar Allah bisa menyebarkan rahmatNya. (Qs. 55) : kita diturunkan Quran, kita berkata2, dsb adalah bentuk rahmanNya, Allah menurunkan Muhammad sbg rahmatan lil ‘alamin (Quran). Krn kita pengikut Rasulullah, maka ummatnya hrs demikian krn mencontoh uswatun hasanah.

B. Agar Allah di kenal oleh makhluknya, alam itu bermakna tanda2 kebesaran Allah. Utk mengenal Allah, kenali ciptaannya, yaitu ilmu.

Dakwah terbaik adalah akhlaq, hidupnya hebat, bahkan wafatnya Rasulullah membawa karunia iman, spt yahudi buta yg selalu mencaci Rasul setiap saat diberi makan oleh beliau. Begitu Abubakar menggantikan beliau, dan mengabarkan wafatnya beliau.

Kemuliaan Allah itu disampaikan oleh hebatnya alam semesta begitu juga oleh perilaku pengikutnya sbg agen2 Allah dimuka bumi ; yg berakhlaqul karimah, terpijarkan inilah kebesaran Allah.

Berimannya suami krn akhlaq istrinya, begitulah sebaliknya, berimannya anak2nya krn akhlaq orangtuanya, begitu sebaliknya. Juga ketika bertetangga. Tidak cukup dgn menyampaikan dalil2 saja, malah lebih efektif dgn perilaku.

# Bagaimana transformasi ibadah menjadi karakter akhlaqul Karimah dlm ibadah ramadhan :

1. Ikhlas dalam ibadah

#- tingkatan ikhlas :
– ikhlas budak : amal agar jauh dari neraka, dekat ke surga (mengerjakan krn takut),
– ikhlas kuli : mengerjakan sesuatu untuk mendapatkan balasan.
– mengerjakan sesuatu agar dicinta dan disayang Allah, mencari ridho dan mencari wajah Allah (Ibtigho wahjillah)

#- Tahapan ikhlas :
– ikhlas dlm ibadah mahdoh : shalat, shaum, dzikir, dll. (Inna sholati wannusuki…6:162)
– ikhlas dlm setiap kebaikan
– Ikhlas dlm akhlaqul karimah, ikhlas 24 jam.
Sifat org taqwa itu ikhlas.
– saat ada lintasan riya, maka segera kita istighfar dan jangan diiyakan oleh hati.

Tingkatan keimanan : Muslimin – mukminin – Muttaqin (level yg mungkin kita capai) muhsinin (level para sahabat) – muqorrobin (di dekati Allah, para nabi, malaikat)

2. Latihan ibadah yg terbaik

– bedanya org taqwa dgn sekedar org beriman, krn amalnya pasti yg terbaik, dan pasti diterima oleh Allah spt pada Qs.5:27
– jgn sampai utk dunia kita yg terbaik, sdg ibadahnya malah pas-pasan atau bahkan lalai.
– akhlaq yg baik bisa menarik rahmat dan mendorongnya ke surga, akhlaq buruk bisa menjerumuskan ke neraka. Sbg contoh outlier, spt pelacur yg memberi minum anjing, spt wanita yg suka ibadah tapi berakhlaq buruk sampai kucingnya mati.

3. Ibadah dgn menghadirkan hati disetiap prosesnya – fokus / konsentrasi

– ibadah2 spt sholat, shaum, sedekah dll, semua melibatkan hatinya, akan menyempurnakan efeknya. Bahkan utk perbuatan sehari2 yg dikerjakan dgn menjiwainya akan menjadi sesuatu yg luar biasa.
– Allah tdk menerima amal seorang hamba kecuali hatinya ikut bukan hanya fisiknya (hadits).
– Allah tdk menerima amal kecuali amalan org taqwa (quran), maka sdh pasti org taqwa itu amalannya hatinya hadir dan selalu menjiwai.

4. Menjiwai dan menghayati, serta meresapinya

– membuat hati bergetar, ketika shalat, baca quran, dll.
– saat menjiwai sesuatu, maka akan menghasilkan kerasi2 akhlaqul karimah

5. Merefleksikan dalam nilai2 kehidupan

– mengamalkan dlm keseharian, misalnya dalam ibadah mahdoh, sholat atau ke pengajian : datang dgn ikhlas, hatinya hadir /fokus, menjiwainya shgg hati tergetar, baru akan mudah mengamalkannya.

# Ramadhan ini adalah kesempatan kita berlatih melakukannya.

– Tahapan2 di atas harus dilewati setiap langkahnya dgn sempurna, tdk bisa melompat.
– Allah menilai sesuatu sesuai dgn syariat yg diturunkannya, utk kita yg berjarak jauh dgn nabi SAW tentu passing grade nya berbeda dgn menilai para sahabat. Itulah maha baiknya Allah kepada kita. Maka bermuhajadah utk setiap yg kita lakukan.

– Seperti Abu bakar, yg khawatir krn pas dekat nabi ingat surga, tapi ketika jauh melupakan.

# Hambatan yg harus dihilangkan supaya 5 hal di atas mudah dilakukan :

1- Dosa yg banyak, maka pintunya adalah perbanyaklah taubatan nasuha. Dosa yg banyak akan menutup hati (Qs.al mutaffifin – bal rona…)

2- hawa nafsu, maka hrs dikendalikan, dan shaum Ramadhan adalah latihan pengendalian nafsu.

3- cinta dunia / mengutamakan dunia, maka berlatih zuhud (meninggalkan dunia). Mengurangi kontak dgn kelezatan dunia, dlm Ramadhan ada i’tikaf (mengurangi makan, tidur, memperbanyak ibadah mengisi hari).

Wallahu a’lam

Akhlaq Menjaga Lisan

Seri Kajian Tafsir Al Hijri 1 Air Mancur Bogor, Ahad, 25 Pebruari 2018, Prof. Dr. KH. Didin Hafiduddin, M.Sc

Qs. Al Ahzab (33): 69-71

اعوذبالله من الشيطان الرجيم.
بسم الله الرحمن الرحيم

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ اٰذَوْا مُوْسٰى فَبَـرَّاَهُ اللّٰهُ مِمَّا قَالُوْا ۗ وَكَانَ عِنْدَ اللّٰهِ وَجِيْهًا
yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa takuunuu kallaziina aazau muusaa fa barro`ahullohu mimmaa qooluu, wa kaana ‘indallohi wajiihaa

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa, maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka lontarkan. Dan dia adalah seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah.”

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا
yaaa ayyuhallaziina aamanuttaqulloha wa quuluu qoulan sadiidaa

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kalian kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar,”

يُّصْلِحْ لَـكُمْ اَعْمَالَـكُمْ وَيَغْفِرْ لَـكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا
yushlih lakum a’maalakum wa yaghfir lakum zunuubakum, wa may yuthi’illaaha wa rosuulahuu fa qod faaza fauzan ‘azhiimaa

“niscaya Allah akan memperbaiki amal-amal kaluan dan mengampuni dosa-dosa kalian. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya, dia mendapat kemenangan dengan kemenangan yang agung.”
(QS. Al-Ahzab 33:69 – 71)

PELAJARAN & HIKMAH YANG ADA DI DALAMNYA

1. Pada ayat ini (ayat 69), Allah menjelaskan tentang akhlaq menjaga lisan. Orang yg mampu menjaga lisannya, maka ia akan mendapatkan kebaikan dan keselamatan. Sebaliknya orang yg tdk mampu menjaga lisannya akan mendapatkan keburukan.
Sehingga dalam kata-kata hikmah dinyatakan “Keselamatan seseorang tergantung lisannya”.

Banyak orang tersesat karena lisannya, sehingga ia menjadi musyrik dan kufur

Allah SWT berfirman:

وَقَالَتِ الْيَهُوْدُ عُزَيْرُ اۨ بْنُ اللّٰهِ وَقَالَتِ النَّصٰرَى الْمَسِيْحُ ابْنُ اللّٰهِ ۗ ذٰ لِكَ قَوْلُهُمْ بِاَ فْوَاهِهِمْ ۚ يُضَاهِئُوْنَ قَوْلَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ قَبْلُ ۗ قَاتَلَهُمُ اللّٰهُ ۚ اَنّٰى يُؤْفَكُوْنَ‏
wa qoolatil-yahuudu ‘uzairunibnullohi wa qoolatin-nashoorol-masiihubnulloh, zaalika qouluhum bi`afwaahihim, yudhoohi`uuna qoulallaziina kafaruu ming qobl, qootalahumulloh, annaa yu`fakuun

“Dan orang-orang Yahudi berkata, Uzair putra Allah, dan orang-orang Nasrani berkata, Al-Masih putra Allah. *Itulah ucapan yang keluar dari mulut mereka*. *Mereka meniru ucapan orang-orang kafir* yang terdahulu. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 30)

Maka siapa pun yg ucapannya tdk terjaga, maka Allah sangat membencinya. Apalagi ucapan dusta yg dituduhkan kepada para nabi, pewaris para nabi (ulama, dai dan para ustadz).

Allah SWT berfirman:

لَـقَدْ كَفَرَ الَّذِيْنَ قَالُوْۤا اِنَّ اللّٰهَ ثَالِثُ ثَلٰثَةٍ ۘ وَمَا مِنْ اِلٰهٍ اِلَّاۤ اِلٰـهٌ وَّاحِدٌ ۗ وَاِنْ لَّمْ يَنْتَهُوْا عَمَّا يَقُوْلُوْنَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْهُمْ عَذَابٌ اَ لِيْمٌ
laqod kafarollaziina qooluuu innalloha saalisu salaasah, wa maa min ilaahin illaaa ilaahuw waahid, wa il lam yantahuu ‘ammaa yaquuluuna layamassannallaziina kafaruu min-hum ‘azaabun aliim

“Sungguh, telah kafir orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga, padahal tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka ucapkan, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih.”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 73)

2. Pada ayat 69 Allah jelaskan pembelaannya thd nabi Musa, atas ejekan dan tuduhan umatnya bahwa nabi Musa memiliki cacat di kemaluannya, karena nabi Musa selalu menutupi auratnya. Bahkan ketika mereka memindahkan pakaiannya yg ditaruh diatas batu pada saat Musa sedang mandi, maka atas mu’jizat Allah tongkatnya mengejar pakaian itu sampai melewati sekumpulan orang dan mengembalikannya kepada musa agar tdk terbuka, maka mereka menyimpulkan bahwa di tubuh Musa ada cacat dan kemaluannya ada benjolan. Inilah ucapan buruk dan tuduhan manusia jahil kpd nabinya, karena selalu berpakaian rapat menutupi auratnya.

3. Maka pada ayat berikutnya (70) Allah perintahkan kepada orang-orang yg beriman utk bertaqwa dengan menjaga ucapannya yaitu harus selalu mengatakan ucapan yang benar. Tdk boleh sembarangan berucap, tdk boleh berburuk sangka, tdk boleh mencari-cari aib orang (seperti para jasus/intel), tdk boleh menebar fitnah, tuduhan palsu (rekayasa) dan menyebarkan kedustaan (istilah sekarang disebut hoax), terutama kpd para nabi, pengikut dan pewaris nabi, para dai, para ustadz dan yg sejenisnya. Karena semua itu menimbulkan fitnah, huru-hara permusuhan, dan mendatangkan murka (laknat) Allah bagi siapa yang melakukannya.
Contoh yg terjadi saat ini misalnya tuduhan rekayasa thd HRS, tuduhan makar dll yg dilakukan oleh orang-orang kafir.

4. Oleh karena itu, Allah berjanji kepada siapa saja yg mampu menjaga lisannya utk selalu berkata benar, Allah hapuskan kesalahan-kesalahannya dengan memperbaiki amal-amalnya, Allah ampuni dosa-dosanya. Hal itu berarti bentuk ketaatan kepada Allah dan RasulNya, dan siapa pun yang taat kepada Allah & RasulNya ia akan mendapatkan kemenangan yang besar.

Wallahu a’lam

Dicatat oleh : Willyuddin A.R. Dhani

Ketika Penghuni Surga memasuki Surga

Seri Kajian Tafsir Al Hijri 1 Air Mancur Bogor, Ahad, 18 Pebruari 2018, Prof. Dr. KH. Didin Hafiduddin, M.Sc.

Qs. Al Ahzab (33):66-68

اعوذبالله من الشيطان الرجيم.
بسم الله الرحمن الرحيم

يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوْهُهُمْ فِى النَّارِ يَقُوْلُوْنَ يٰلَيْتَـنَاۤ اَطَعْنَا اللّٰهَ وَاَطَعْنَا الرَّسُوْلَا
yauma tuqollabu wujuuhuhum fin-naari yaquuluuna yaa laitanaaa atho’nalloha wa atho’nar-rosuulaa

“Pada hari (ketika) wajah mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata, Wahai, kiranya dahulu kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.”

وَقَالُوْا رَبَّنَاۤ اِنَّاۤ اَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَآءَنَا فَاَضَلُّوْنَا السَّبِيْلَا
wa qooluu robbanaaa innaaa atho’naa saadatanaa wa kubarooo`anaa fa adholluunas-sabiilaa

“Dan mereka berkata, Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati para pemimpin dan para pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar).”

رَبَّنَاۤ اٰتِهِمْ ضِعْفَيْنِ مِنَ الْعَذَابِ وَالْعَنْهُمْ لَعْنًا كَبِيْرًا
robbanaaa aatihim dhi’faini minal-‘azaabi wal’an-hum la’nang kabiiroo

“Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan laknatlah mereka dengan laknat yang besar.”
(QS. Al-Ahzab 33:66 – 68)

*PELAJARAN & HIKMAH YG ADA:*

1. Ayat-ayat yg kita baca di atas, berkaitan dgn keimanan terhadap hari akhirat. Dimana Allah jelaskan keadaan penyesalan orang-orang yg tidak mau mentaati aturan Allah dan RasulNya, dan lebih mentaati tokoh-tokoh menyimpang dan penguasa-penguasa yg tidak taat kepada aturan Allah dan RasulNya.

2. Penyesalan itu diantaranya mereka wujudkan dengan melaknat pemimpin-pemimpin dan tokoh-tokohnya sendiri yg sebelumnya dibela-belai dgn taqlid dan ashobiyah yg nyata.

3. Allah akan memasukkan orang-orang yg taat kepada aturan Allah dan RasulNya. Dan penghuni surga itu ada tiga jenis:

a. Kelompok yg masuk surga sendirian karena imannya benar dan amal sholehnya yg konsisten.

Allah SWT berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًـا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَـنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةً ۚ وَلَـنَجْزِيَـنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
man ‘amila shooliham min zakarin au unsaa wa huwa mu`minun fa lanuhyiyannahuu hayaatan thoyyibah, wa lanajziyannahum ajrohum bi`ahsani maa kaanuu ya’maluun

“Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. An-Nahl 16: Ayat 97)

b. Kelompok yg masuk surga bersama dgn keluarganya yg beriman.

Allah SWT berfirman:

وَالَّذِيْنَ صَبَرُوا ابْتِغَآءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً وَّيَدْرَءُوْنَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ اُولٰۤئِكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِ
wallaziina shobarubtighooo`a waj-hi robbihim wa aqoomush-sholaata wa anfaquu mimmaa rozaqnaahum sirrow wa ‘alaaniyataw wa yadro`uuna bil-hasanatis-sayyi`ata ulaaa`ika lahum ‘uqbad-daar

“Dan orang yang sabar karena mengharap keridaan Tuhannya, melaksanakan sholat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik),”

Allah SWT berfirman:

جَنّٰتُ عَدْنٍ يَّدْخُلُوْنَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ اٰبَآئِهِمْ وَاَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيّٰتِهِمْ وَالْمَلٰٓئِكَةُ يَدْخُلُوْنَ عَلَيْهِمْ مِّنْ كُلِّ بَابٍ
jannaatu ‘adniy yadkhuluunahaa wa man sholaha min aabaaa`ihim wa azwaajihim wa zurriyyaatihim wal-malaaa`ikatu yadkhuluuna ‘alaihim ming kulli baab

“(yaitu) surga-surga ‘Adn, mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang yang saleh dari nenek moyangnya, pasangan-pasangannya dan anak cucunya, sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;”
(QS. Ar-Ra’d 13:22 – 23)

c. Kelompok yg masuk surga bersama dengan rombongan & rombongan orang-orang iman dan amal sholehnya benar sesuai dengan Syariat Allah dan RasulNya.

Sifat-sifat mereka:

* Tidak menyelisihi sunnah Nabi dan tdk suka berselisih dengan sesama orang beriman.
* Tidak suka mencaci dan tidak menghujat sesama orang yg beriman.
* Tidak ada iri, dengki, dan hasud diantara sesama orang beriman.

Ini menunjukkan karakter orang-orang yg selalu ingin membangun kekuatan jamaah kekuatan umat yang didasarkan kepada aturan Allah dan sunnah RasulNya.

4. Ketika orang kafir (musyrik, fasik, munafik) disiksa mereka menyatakan seandainya dulu kami mentaati Allah dan RasulNya. Mereka menyesal karena mentaati pemimpin dan tokoh-tokoh yg dzalim, yang menyimpang dari ajaran Allah dan ajaran Rasul.

Karena itu umat Islam tdk boleh salah memilih pemimpin. Jangan memilih pemimpin dari golongan orang kafir, fasik, dan munafik.
Walaupun orangnya menarik dan banyak duit.

Dicatat oleh : Ust. Willyuddin A.R. Dhani

Bersiap menghadapi Hari Kiamat

​Seri Kajian Tafsir Al Hijri 1 Air Mancur Bogor,  Ahad, 11 Pebruari 2018,  Prof. Dr. KH. Didin Hafiduddin, M.Sc.

Al Ahzab (33):63-65

اعوذبالله من الشيطان الرجيم.

بسم الله الرحمن الرحيم

يَسْــئَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ ۗ  قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللّٰهِ ۗ  وَمَا  يُدْرِيْكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُوْنُ قَرِيْبًا

yas`alukan-naasu ‘anis-saa’ah, qul innamaa ‘ilmuhaa ‘indalloh, wa maa yudriika la’allas-saa’ata takuunu qoriibaa

“Manusia bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari Kiamat. Katakanlah, Ilmu tentang hari Kiamat itu hanya di sisi Allah. Dan tahukah engkau, boleh jadi hari Kiamat itu sudah dekat waktunya.”

اِنَّ اللّٰهَ لَعَنَ الْكٰفِرِيْنَ  وَاَعَدَّ لَهُمْ سَعِيْرًا  

innalloha la’anal-kaafiriina wa a’adda lahum sa’iiroo

“Sesungguhnya, Allah melaknat orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka),”

خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۤ اَبَدًا   ۚ  لَا يَجِدُوْنَ وَلِيًّا وَّلَا نَصِيْرًا   

khoolidiina fiihaaa abadaa, laa yajiduuna waliyyaw wa laa nashiiroo

“mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; mereka tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong.”

(QS. Al-Ahzab (33):63-65)

PELAJARAN & HIKMAH YG ADA DI DALAMNYA:

1. Ayat ayat yg kita baca ini, berkaitan dengan rukun iman yg ke 5, yakni beriman kepada hari qiyamat, yg artinya hari berbangkit atau hari berdiri kembali. Kadang juga disebut _sa’ah_ (waktu tibanya). Juga disebut _yaumuddin_ (hari agama) yakni pembuktian ajaran agama Islam, juga disebut _yaumil jaza_ (hari pembalasan) yakni ditegakkannya keadilan terhdp semua amal perbuatan manusia. Juga disebut _al qoriah_ atau hari kegoncangan, yakni saat digoncangkan seluruh bumi untuk diratakan.

Juga disebut _yaumul hisab_ yakni hari perhitungan amal manusia, dimana kelak akan ada yg diampuni Allah dan akan ada yg disiksa karena amal buruknya. Juga disebut _yaumil hasyr_, hari berkumpul untuk membaca dan mengkoreksi dirinya sendiri. Hari qiyamat juga disebut _yaumut taghabun_, hari ditampakkan seluruh amal manusia.

2. Maka kelak akan ada 7 kelompok manusia yg akan mendapat naungan Allah, yg diantaranya adalah 

a. Pemimpin yg adil, yg tdk suka janji tapi dia amanah, yg tidk suka bohong dan pencitraan.

b. Pemuda yg tumbuh dlm keadaan selalu beribadah kepada Allah dlm setiap keadaan,

c. Para pemuda yg mencintai kegiatan masjid., sehingga hatinya ada di dalam masjid.

d. Orang yg cinta mencintai karena Allah, mereka berkumpul atau berpisah hanya karena Allah.

e. Orang yang rajin berinfaq dan bersedekah ikhlas mengharap ridho Allah, sehingga perumpamaannya tangan kanan memberi, tangan kiri tdk mengetahuinya.

f. Para pemuda yg dibujuk wanita cantik dan kaya utk berbuat zina, tapi ia tolak karena takut thd murka Allah.

g. Orang yg selalu menyebut nama Allah dan memohon ampunanNya di sepertiga malam dgn khusu’ sehingga mencucurkan air matanya krn rindu dan takut kepada Allah.

3. Dampak positif beriman kepada hari akhir:

a. Menjadi orang yg istiqomah dalam kebenaran dan  kebaikan. Sehingga menambah kekuatan iman.

Allah SWT berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ  الْمَلٰٓئِكَةُ اَ لَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَبْشِرُوْا بِالْجَـنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ  تُوْعَدُوْنَ

innallaziina qooluu robbunallohu summastaqoomuu tatanazzalu ‘alaihimul-malaaa`ikatu allaa takhoofuu wa laa tahzanuu wa absyiruu bil-jannatillatii kuntum tuu’aduun

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, Tuhan kami adalah Allah kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.”

نَحْنُ اَوْلِيٰٓـؤُکُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَفِى الْاٰخِرَةِ   ۚ  وَلَـكُمْ فِيْهَا مَا تَشْتَهِيْۤ اَنْفُسُكُمْ وَلَـكُمْ فِيْهَا مَا تَدَّعُوْنَ  

nahnu auliyaaa`ukum fil-hayaatid-dun-yaa wa fil-aakhiroh, wa lakum fiihaa maa tasytahiii anfusukum wa lakum fiihaa maa tadda’uun

“Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta.”

(QS. Fussilat (41):30-31)

b. Akan menjadi orang yang optimis, tidak mudah putus asa dan merdeka sehingga selalu mencari kebaikan, menebarkan kebaikan dan suka berbuat kebaikan.

Allah SWT berfirman:

يٰبَنِيَّ اذْهَبُوْا فَتَحَسَّسُوْا مِنْ يُّوْسُفَ وَاَخِيْهِ وَلَا تَايْـئَسُوْا  مِنْ رَّوْحِ اللّٰهِ ۗ  اِنَّهٗ لَا يَايْـئَسُ مِنْ رَّوْحِ اللّٰهِ اِلَّا الْقَوْمُ  الْكٰفِرُوْنَ

yaa baniyyaz-habuu fa tahassasuu miy yuusufa wa akhiihi wa laa tai`asuu mir rouhillaah, innahuu laa yai`asu mir rouhillaahi illal-qoumul-kaafiruun

“Wahai anak-anakku! Pergilah kamu, carilah (berita) tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang yang kafir.”

(QS. Yusuf 12: Ayat 87)

c. Akan menjadi orang yg amanah dan selalu bertanggung jawab, menjadi orang kaya dan diberikan kekayaan oleh Allah, sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah s.a.w yg bersabda:

الامانة تجرب الرزق والحيانة تجرب الفقرى.

Amanah itu mendatangkan rezki, dgn khianat akan menghasilkan kefakiran”. (Hadits)

Dalam hadirs yg lain Rasulullah menyatakan bahwa “Iman itu adalah amanah, tidak ada iman kecuali dengan amanah”. (Hadits)

d. Akan menjadikan keyakinan yg kuat bahwa akan ada pengadilan Allah, sehingga ia akan selalu menjaga lisan, hati dan amal perbuatannya selama di dunia, utk tdk melakukan hal-hal yg tercela.

4. Kapan terjadinya kiamat? Ketika Rasul ditanyakan ttg kiamat, beliau menjawab bahwa;  “Semua pengetahuan tentang itu hanyalah Allah yg mengetahui.  Beliau hanya bernasehat untuk mempersiapkan bekal terbaik berupa iman yg lurus, bersih dan amal yg shaleh. Beliau hanya mampu menjelaskan ttg tanda-tanda dekatnya kedatangan qiyamat tsb sebagaimana ketika ditanya oleh malaikat Jibril tentang Iman, Islam, Ihsan dan  kapan tiba hari kiamat? Ketika ditanyakan yg ke empat tsb (ttg qiyamat), beliau menjawab bahwa yg ditanya tdk lebih tahu daripada yang bertanya, lalu beliau hanya mampu menjelaskan tanda-tandanya, dekatnya hari qiyamat.

Karena itu jika ada manusia selain dari Rasulullah s.a.w yg mampu atau sok tahu ttg kapan dan tahun berapa akan qiyamat, maka kita tdk boleh mempercayainya, karena khawatir terjebak dlm kedustaan. Wallahu a’lam. 

Di tulis oleh : Ust. Willyuddin A.R. Dhani

Sekarang Kajian ini bisa dilihat di Youtube,  silahkan menuju link berikut :  https://youtu.be/WcRvzYuWark


Belajar Hak dan Batil di Surah Al A’raf

​Seri mengaji Mushalla Alitisham, 21jan2018, Ust. Ahmadi Usman

Salam dan Shalawat,  Selama Allah masih memberi kesempatan kpd kita, maka sdh seharusnya kita mencurahkan segenap jiwa raga kita utk mendapatkan ridhoNya.

Evaluasi seberapa dosa dan amal baik atau kesholihan yg kita lakukan dan brp nikmat yg telah Allah berikan, dan berapa yg kita syukuri dan kita kufuri.

jika itu banyak kebaikan, kita mintakan agar istiqomah dan mendapatkan husnul khatimah.

# Qs. al anam berisi penanaman ketauhidan, dgn teori dan aplikasi dan  juga secara verbal. 

  1. teori : Qul innassholati wa nusuki, wa…
  2. verbal : selalu dibaca dlm iftitah shalat.
  3. Amal harus terus dikerjakan utk menyibukkan hati kita, menjadi perhatian setiap desah nafas kita, agar saat terakhir mudah mengucapkan kalimah toyyibah. 

Qs. 2:2 ada 3 hal yang harus selalu dipegang manusia agar bahagia,  yaitu bgmn mensinergikan Al-Quran, perasaan dan petunjuk.

jika org ragu pada Quran,  maka tdk akan dpt petunjuk, jika dibaca dgn keyakinan akan dpt petunjuk. jika org merasa tdk butuh Quran, maka sama saja kita tdk merasa butuh petunjuk Allah, tdk perlu berada dlm ketaqwaan dan tdk mau mengakhiri hidupnya dgn husnul khatimah.

hadits : siapa yg hari ini lebih baik dari kemari, maka terbaik.

# Qs. Al a’raf berisi :

1# Allah menampilkan pertempuran antara haq dan bathil. 

Sebagai petunjuk dimana posisi dan sikapmu, bgmn belajarmu mengetahui ini. 

Surah ini turun ketika Rasul terintimidasi org mekkah, krn dakwah sdh terbuka bermuwajahah (melobi dan berdiplomasi), banyak hoax yg memutar balikkan ajaran nabi, shgg banyak yg jadi bingung, maka turunlah surah ini sbg backing.

2# banyak kisah yang mendidik

Kisah terjadinya friksi yg amat kuat diawali dgn dengkinya iblis atas penciptaan manusia,  sampai kisah-kisah pertentangan antara Adam dan iblis. Dalam hal ini, digambarkan dgn jelas sikap nabi adam berada di sisi yg haq, dan iblis yg memposisikan diri di sisi batil.
Kisah lengkapnya tercantum pula pada Qs. 2:30-37, semua yg diciptakan Allah cukup kun fayakun, namun ketika Allah menciptakan manusia, fungsinya sdh disampaikan kpd malaikat sbg khalifah dimuka bumi, lalu diciptakan (fisik dan jiwanya disempurnakan), lalu diajarkan ilmu2, lalu didiseminasi lagi kpd malaikat kehebatan manusia dlm menyebutkan nama2 dan fungsi alam semesta. Lalu makhluk2 diperintahkan sujud kpd Adam.

Qs. 2:30 sikap malaikat terhadap penciptaan manusia, yg kawatir manusia bertumpah darah, 

mengapa tdk cukup kami saja yg sdh taat, bertasbih dan bertahmid, ternyata faktanya membangun dunia tdk cukup sekedar dgn tasbih dan tahmid.

malaikat sdh melihat pola2 syahwat para jin yg diturunkan ke bumi sekian ribu tahun sblm penciptaan manusia.

jin hanya mengkonsumsi apa saja yg di bumi, tdk bisa merawat alam atau bahkan mengembangkannya. sampai utk makan saja mereka saling membunuh.

akhirnya Allah menyuruh malaikat menghancurkan bangsa jin tersebut. 

Secara fitrah manusia suci, tapi ada ruang kosong di hatinya shgg dapat dikuasai oleh pengaruh syetan.

jika futur mendominasi maka manusia bisa seperti jin yg merusak bumi pada waktu itu.

jika taqwanya mendominasi, maka manusia dpt memakmurkan bumi.

kejahatan itu krn pengaruh syahwat dan pengaruh syetan.

Qs. as-syam – melengkapi manusia dgn ruh, pikiran, perasaan, hati, jiwa, sesuatu yg tdk dimiliki oleh selain manusia. malaikat tdk punya hawa nafsu, hanya melakukan ketaatan. jin punya nafsu, tapi cuma sedikit akal.

Semenjak sblm diciptakan lalu disempurnakan penciptaannya, Allah terus memuliakan manusia, namun banyak manusia yg tdk memuliakan dirinya dgn maksiat kpd Allah.

Namun ketika perintah Allah untu bersujud penghormatan kepada nabi Adam,  ada yg tdk mau bersujud, krn iblis merasa lebih baik. Allah mengusir iblis dari surga atas pembangkangannya ini. 

Qs, Thoha disebutkan deklarasi  iblis sbg musuh manusia.

Hikmah adam turun ke bumi :

  1. utk memakmurkan bumi, sebagai fitrah manusia.
  2. utk mengetahui konsekuensi akibat dosa, Adam itu contoh ketika melakukan dosa, meraa hina dan rendah dihadapan Allah
  3. utk mengetahui musuh manusia yg sesungguhnya. tdk akan pernah hidup berdampingan krn iblis dengki dan sombong.
  4. ada kaitan aurat dgn dosa. semakin ia buka auratnya semakin mudah dosa dilakukannya.
  5. Allah ghofurur rohim, maha pengampun. Dijelaskan pada tafsir baghowi, selama 100 tahun,  nabi Adam menangis dan tdk mau  mendekati istrinya ketika melanggar perintah Allah krn meratapi dosanya.

3#. Jika terjadi keributan atau kesalahan2 atau kebatilan di dunia ini, apakah kita yg menjadi penyebabnya.

Apakah kita selalu berpihak kpd kebenaran atau jadi  penyebab kebatilan, misalnya dengan :

  • mendiamkan sistem pendidikan yg tdk islami
  • mengikuti cara berfikir materialisme
  • tdk mengikuti ajaran quran.
  • mengikuti keserakahan diri.

harus segera disadari di dunia ini, krn kalau baru sadar di akhirat maka semua sudah terlambat.

setiap nabi ada penentangnya, dan penentangnya tdk merasa menentangnya.

4#. syetan selalu membujuk manusia sampai akhir ayat al araf:21-22, selalu membuat tipuan. 

Org-org yg mengikuti syetan juga melakukan tipuan. mereka melakukan prinsip tdk ada makan siang gratis. membantunya utk memurtadkan. konsep free lunch cuma dimiliki ummat Islam.

misalnya di sebuah daerah di jawa tengah pemurtadan terjadi : 

  • bibit jagung diberi, ada program  meminjamkan uang ketika anak sekolah dari kaum kafirin. semuanya syaratnya cukup dtg ke rumah  ibadah mereka saja.
  • mereka menunggangi program pemerintah.
  • mereka memanfaatkan dokter2 utk menjelek2kan pesantren atau kegiatan kaum muslimin.
  • mereka juga memanipulasi kepala2 daerah, dgn isu minoritas dan membela kebutuhan mereka. 
  • dibuat para pembela islam, merupakan sesuatu yg radikal, intoleransi dll.

5#. Qs. Alaraf : 21, 26 – senjata yg digunakan oleh iblis adalah aurat. aurat jadi material.

6#. hidup ini hanya dua, kategori org beriman membela kebenaran, atau ikut org kufur membela kebatilan. 

Namun ada suatu tempat bernama Alaraf di akhirat, tempat org yg muzabzabin, org yg ambivalen, bimbang tdk memilih kelompok2 ini, tdk di sisi baik, tdk juga di sisi buruk. Mereka akan terombang ambing,  sampai akhirnya kecenderungan merekalah yg membawa mereka  ke surga atau ke neraka. Inilah akibat memilih jadi golongan tidak jelas spt lalat, yang hinggap di semua tempat, baik di tempat yg kotor, atau juga hinggap tempat yg baik.

7. kesimpulan dari kisah2 para nabi di surah Al araf :

  • persengketaan hak dan batil tdk akan berhenti sampai kiamat. jgn berkata saya akan berbuat baik, kalau sdh tdk ada konflik. jadilah yg terbaik dlm menghadapi itu. 
  • kebatilan pasti kalah.
  • yg menyebabkan kehancuran itu disebabkan krn jauh dari Allah.

Wallahu a’lam