• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 346,032 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Oase Ilmu Video Project 2010

Sahabat di di Dijon dan Le creusot, ketika membaca informasi di situs PPI Australia Victoria yang mendokumentasikan berbagai kegiatan pelajar Indonesia di sana dalam bentuk film dokumenter pendek, kami langsung menyadari bahwa hal ini adalah salah satu bentuk pelaporan yang baik untuk para pemberi beasiswa kita sekaligus bisa dijadikan alat motivasi bagi teman2 kita yang ada di Indonesia untuk menambah semangat mencari ilmu dimana pun berada.

Maka setelah berbincang dengan teman2 di Le Creusot, kami menyusun materi2 yang dapat digunakan dalam memproduksi film dokumenter pendek lalu mencoba membuat 2 seri film perdana sebagai contoh bagi sahabat semua. Ini supaya lebih jelas idenya dapat terlihat oleh sahabat semua, seperti kata pepatah Arab ‘man ushulun fahuwa mas ulun’ (siapa yg punya ide, laksanakan langsung’)

Ternyata setelah dilaksanakan, proyek yang kami namakan Oase Ilmu ini adalah satu pekerjaan yang tidak sulit dan murah meriah, asal mau menyediakan waktu sedikit di sela2 kesibukan riset kita di laboratorium. Berikut ini gambaran kebutuhan2 yang harus ada dalam melakukan proyek film dokumenter ini :

1. Handycam apa saja dan tripodnya
2. tempat shooting : biasanya di tempat kerja kita, di lab atau di taman atau di tempat2 khas tempat kita beraktivitas.
3. naskah produksi : merupakan teks yang akan kita baca dalam shooting
4. Shooting list : apa saja yang harus di ambil videonya, selain sang tokohnya berkata2.
5. Naskah presentasi untuk ilustrasi riset yg kita kerjakan.
6. Video Editing software ; dilakukan penyeragaman dalam format pada pembuka, transisi dan penutup.
7. 3 orang dalam setiap shooting : tokoh utama, kameramen dan yang pegang naskah untuk dibaca sang tokoh utama.

Ketika kami membuat dua seri pertama Oase Ilmu ini, ternyata memakan waktu sekitar 5 jam untuk shooting mengambil semua materi video yang dibutuhkan (ini utk video saya dan Pras) dan perlu sekitar 2 hari untuk melakukan video editingnya. yang jelas kami mencoba membuat video yang berkualitas DVD dengan efek suara dan gambar yang jelas dan informatif dengan durasi 7-9 menit, sehingga bisa di upload di youtube atau situs2 video sharing lainnya di internet.

nah, karena kesibukan kita masing2, saya mencoba memikirkan bagaimana sahabat2 semua bisa mendokumentasikan kegiatannya masing2 secara mandiri. Misalnya pertama buat dulu script naskah produksi, shooting list dan presentasi ilustrasi risetnya (semua bisa dilihat di attachment email ini). lalu yang punya handycam dan tripod ambil video kegiatannya dan transfer dalam bentuk digital (kualitas DVD). Pokoknya syarat kualitas produksinya adalah :

* video tdk goyang, pakailah tripod
* suara tidak terlalu kecil atau penuh noise lingkungan sekitar

Pengennya sih kita punya tim untuk melakukan video editing supaya bisa terlihat ‘seragam’ format produksinya, tapi karena yg punya kemampuan editing video saat ini baru pras doang, maka pras – katanya sih – akan berusaha membantu dalam proses editingnya (soalnya kan komputer barunya canggih banget loh… he he he). Tapi untuk mengurangi ketergantungan pada satu orang saya menganjurkan bagi sahabat2 semua yg punya kesempatan untukbelajar dari pras bgmn cara editing sendiri secara sederhana. Terus terang kasihan juga kalo kita ngerjain pras melulu, tapi itulah kekurangan kita saat ini.

Nah ada yg sumbang saran buat prroyek Oase ilmu ini ?

Mau lihat hasil produksi Oase Ilmu di youtube : http://www.youtube.com/user/indobourgogne

Nb. Sabtu ini kami di le creusot Insya Allah membuat 2 seri lagi video oase ilmu Ruddy dan Harya.

Berikut ini, Pras juga merangkai behind the scenes dari proyek Oase Ilmu. Silahkan langsung saja menuju ke TKP di bawah ini :

 

Iklan

Wisata Hi-tech ke Situs Airbus Toulouse

Beberapa puluh tahun yang lalu, kota Toulouse yang berada di selatan Perancis hanya terkenal  dengan sebutan ‘la Ville Rose’ (kota merah) karena hampir seluruh bangunannya dibuat dari bata merah. Namun, semenjak dibangunnya situs Jean-Luc Lagardère Airbus di Blagnac (salah satu kota satelitnya Toulouse), maka sebutan untuk toulouse bertambah, yaitu kota Airbus.  Konon pendapatan asli daerah (PAD) Toulouse pun menjadi meningkat pesat dan menjadi salah satu kota penyetor pajak terbesar bagi pemerintah perancis setelah situs luar biasa ini mulai beroperasi.

Lalu ada apa sih di situs Jean-Luc Lagardère Airbus tersebut ? Inilah ceritanya…

1. A380 Visit

Yah, situs ini adalah tempat industri pesawat terbang Airbus.  Andalan pesawat penumpang tercanggihnya sampai saat tulisan ini dibuat adalah Airbus A380. Setelah cari info dari berbagai sumber, ternyata ada wisata yang bernama Airbus A380 visit (cek di : toulouse-tourisme.com , france4families.com). Harganya tidak terlalu mahal (belasan euro) dan harus reservasi sebelumnya via internet di taxiway.fr.

Singkatnya, aku berkesempatan datang ke situs ini. Saat itu udara cukup panas  saat aku tiba di perhentian di  Aéro constellation, blagnac (lokasi situs airbus). 30 menit perjalanan dari pusat kota toulouse,  menggunakan bus no. 66 berhenti di parc du ritouret lalu melanjutkan dengan bus no. 14 arah Mondonville.  Aku sempat celingak-celinguk sebentar, karena sejauh mata memandang, hanyalah bangunan2 industri dan jalan2 lintasan pesawat saja. Akhirnya aku datangi salah satu pos satpam dari kompleks Air France Technologies, dan diberitahu bahwa lokasi Airbus A380 visit masih harus ditempuh dalam 900 meter lagi. Masya Allah, sejak itulah terlihat dari satelit, ada seorang dari kampung Sukadamai Bogor, jalan menembus panasnya udara sambil keringatan…. 🙂 (lebai mode on)

dari : flickr shigeya

Setelah 10 menit jalan kaki akhirnya ketemu juga bangunan silinder bertuliskan A380.  Aku segera melakukan konfirmasi ulang, petugasnya memeriksa passport dan student card-ku lalu memberi kartu id kunjungan sambil tersenyum manis. Lalu setiap grup (1 grup sekitar 20 orang) dipersilahkan menunggu beberapa saat dengan melihat video airbus di ruangan yang penuh gambar2 pesawat airbus beserta spesifikasinya. Sementara aku terkagum2 dgn video informasi teknologi angkasa ini, sebagian lainnya sudah menyerbu ruang tempat penjualan souvenir airbus.  Mulai dari gantungan kunci, alat tulis kantor, topi, tas, poster, buku, video dan model2 pesawat tersedia di sini. Masih terngiang dgn jelas bahwa dalam situs ini kita dilarang mengambil foto sama sekali. Bahkan kamera kita harus dititipkan di bagian penerima tamu. Sayang juga ya…

Nah, setelah sekitar 10 menit menunggu, petugas mengumumkan bahwa petualangan ke situs tempat dibuatnya pesawat2 Airbus ini akan segera dimulai. Ruangan pertama yang kami masuki adalah telemetri room.

Gambar dari : taxiway.fr

Di ruang telemetri (atau telemesuré) ini, kami mendapat pengalaman mengikuti even uji penerbangan pertama A380 dari Toulouse pada tanggal 27 April 2005. Drama langka ini disajikan dalam 5 layar proyektor yang berisi berbagai informasi kamera & panel2 pengukur para insinyur penguji A380 yang dipantau terus setiap detailnya. Suatu panel mencatat secara digital kecepatan pesawat, jalur penerbangan dan respon terhadap rangsangan eksternal, sementara itu kamera on-board memperlihatkan  berbagai reaksi kru pesawat dan beberapa kamera lainnya menangkap berbagai posisi roda, sayap, kondisi ekor dan pemandangan lingkungan di bawah saat-saat sebelum dan setelah lepas landas. Selain itu pemandu kami menjelaskan ada sekitar 70 ribu cek lis pengujian yang dialami oleh pesawat airbus tersebut sebelum dinyatakan aman untuk mengangkut penumpang. Di salah satu sesi video ditayangkan mengenai berbagai cara melakukan pendaratan di kondisi2 lingkungan ekstrim, seperti landasan yang berair, landasan bersalju dan pendaratan miring. Subhanallah, aku jadi tahu bahwa sebetulnya ‘kapal baru’ itu sesungguhnya sdh melewati jam terbang cukup banyak dan mengalami berbagai pengetesan yang sangat banyak. Justru yg ‘merawanin‘ sebuah teknologi angkasa ini adalah ‘segerombolan’ insinyur ini.   Baca lebih lanjut

Dokumentasi Video Riset

Belajar mengenai Cahaya…

Penelitian PhD -ku adalah mengenai fenomena optic di alam yaitu Polarisasi cahaya, dan bagaimana memanfaatkannya sebagai salah satu metode bagi komputer untuk bisa memahami apa yang ia lihat.

Cahaya adalah anugerah Allah Yang Maha kuasa, yang membuat makhluk2 yang memiliki mata di dunia ini dapat melihat benda-benda.

Bagi sistem penglihatan alamiah pada mamalia seperti manusia, proses mengenali benda-benda lebih diakibatkan oleh tertangkapnya sifat fisis cahaya yang disebut intensitas.

Namun bagi beberapa jenis hewan yang lebih sederhana dari mamalia seperti ikan atau beberapa jenis serangga seperti semut dan lebah, proses penglihatannya ternyata memanfaatkan sifat fisis cahaya yang lain yaitu polarisasi cahaya.

Nah, partikel cahaya tampak atau tak tampak seperti UV/IR ini, apabila terkena proses refleksi, refraksi atau terhambur (scattering), ternyata parameter multi arah elektrisnya dapat berubah menjadi satu arah elektris tertentu. Pola inilah yang dapat dilihat lebah tapi tidak bisa dilihat oleh mata manusia.

Masalah terbesar saat ini dalam proses pengolahan intensitas cahaya yang sangat kompleks pada sistem penglihatan manusia, yaitu bagaimana menyelesaikan tuntutan beban komputasi yang berat pada suatu sistem komputer ketika kita berusaha mentransformasikannya. Sehingga diperlukan suatu proses pengolahan cahaya yang lain yang cukup sederhana seperti pada lebah tersebut, tetapi tetap mumpuni untuk mengenali benda2 atau membantu navigasi. Polarisasi Citra inilah salah satu solusi, yang ringan beban komputasi tapi tetap handal.

Inti Perhatian

Inti dari penelitianku adalah mencari cara untuk dapat menangkap efek polarisasi cahaya di alam lalu memanipulasinya secara digital sehingga dapat menghasilkan kodefikasi, yang bisa dimanfaatkan untuk proses pengenalan sesuatu atau membantu proses navigasi otomatis bagi komputer atau robot atau devais otomatik lainnya.

Penelitian ini dimulai dari perancangan sistem pencitraan (imaging system), lalu proses pengekstrak informasi polarisasi cahaya dan akhirnya pendeskripsian suatu benda atau navigasi.

Imaging sistem yang dapat menangkap fenomena polarisasi dilakukan dengan cara menggunakan filter polarizer pada setiap kamera yang digunakan. Dalam penelitian ini, saya menggunakan sistem stereo vision dengan harapan mendapatkan informasi tidak hanya dua dimensi tapi juga tiga dimensi, sehingga kemudian saya bisa mendapatkan kedalaman suatu obyek yang dilihat dari titik pandang yang berbeda.

Selain itu juga aku dapat memanfaatkannya sebagai penambah kuantitas citra terpolarisasi untuk keperluan perhitungan ektraksi informasi polarisasi. Karena sampai saat ini, untuk bisa melakukan ekstrak informasi polarisasi, paling tidak harus memiliki 3 citra dengan arah polarizer yang berbeda. Dengan setup yang saya miliki ini, dengan dua kali capture citra, saya langsung mendapatkan 4 citra yang berbeda yaitu 2 arah 0° kiri dan kanan, arah 90° kiri dan arah 45° kanan.

Hebatnya dalam ekstraksi informasi polarisasi ini adalah dapat melakukan pengolahan citra yang memiliki iluminasi yang berbeda. Selain itu parameter warna bisa diabaikan. Dengan begitu, beban komputasi lebih ringan karena hanya bekerja pada citra graylevel saja.

Nah, setelah melakukan percobaan berulang kali, dengan mencari kombinasi polarizer yang tepat antara setup kiri dan kanan, lalu memanfaatkan liquid crystal polarizer untuk mengurangi kesalahan mekanikal dari polarizer, akhirnya dalam bagian ini aku berhasil menemukan sistem instalasi yang handal untuk dapat menangkap informasi polarisasi dengan baik.

Langkah selanjutnya adalah memilih berbagai metode dalam pengolahan citra terpolarisasi yang sudah berhasil ditangkap tersebut. Pada bagian ini, paling tidak ada 3 hal yang saya lakukan, yaitu : (1) Mengesktrak fitur-fitur obyek yang ada pada citra, (2) Melakukan pencocokan stereo antara citra kiri dan citra kanan dan sekaligus menghilangkan poin-poin yang tidak cocok (outlier), (3) Meng-kuantitasi informasi polarisasi berdasarkan hasil pencocokan tersebut untuk dapat digunakan dalam aplikasi-aplikasi deskriptor obyek-obyek selanjutnya.

Citra terpolarisasi yang grayscale dan tidak enak dipandang oleh “mata intensitas” seperti sistem penglihatan kita ini membutuhkan algoritma ekstrak fitur yang peka terhadap variasi iluminasi cahaya. Oleh sebab itulah setelah mencoba beberapa algoritma fitur detektor, aku menemukan Harris Corner dan SIFT (Scale Invariant Feature transform) memberikan hasil yang terbaik. Setelah melalui perbandingan statistika yang panjang, akhirnya SIFT yang digunakan sebagai detektor dalam penelitian saya ini, dengan berbagai penyesuaian.

Langkah selanjutnya adalah mendalami berbagai algoritma pencocokan stereo untuk mendapatkan setiap poin-demi-poin berharga dalam citra terpolarisasi tersebut. Hal inilah, yang membuat saya memilih algoritma pencocokan lokal (local matching) yang bekerja dengan cara membuat jendela2 kecil lalu menghitung similiaritas diantara tetangga-tetangga piksel dalam jendela tersebut. Skor yang didapatkan kemudian dicari pula pada citra yang dibandingkan. Suatu piksel dinyatakan cocok jika memiliki skor yang sama – atau mendekati dengan skor pada citra asal.

Di bagian inilah aku mengalami pencarian cukup panjang dan berat karena harus bekerja dalam level piksel yang sangat banyak kuantitasnya. Sebagai gambaran, sebuah citra dengan resolusi 640×480 memiliki 307.200 piksel. Sementara setiap pencarian pergeseran dilakukan piksel demi piksel. Setiap pasangan stereo sekitar 600ribuan piksel, dan ada ribuan pasang yang harus dites dengan 6 jenis metode pencocokan lokal yang saya tentukan.

Sampai saat ini, hasil pencocokan stereo tersebut sudah terkodefikasi dengan baik untuk dapat digunakan pemrosesan lebih lanjut. Informasi polarisasi yang terdiri dari 3 hal yaitu total intensity, degree of polarization dan angle of polarization sudah berhasil diekstrak dengan baik dan dapat divisualisasikan dalam model-model. Beberapa eksperimen sedang dikerjakan dalam memanfaatkan informasi polarisasi tersebut untuk segmentasi kolam atau kubangan air di alam bebas dan melakukan rekonstruksi 3D dari obyek-obyek tidak tembus cahaya maupun obyek-obyek transparan.

Kontribusi untuk Negeri

Pemanfaatan informasi polarisasi cahaya merupakan salah satu solusi yang murah meriah untuk deskripsi benda. Selain dapat bekerja dalam cahaya tampak, dapat juga digunakan dalam cahaya tak tampak seperti UV atau IR.

Teknik ini sangat handal untuk benda yang memantulkan cahaya yang sulit ditangkap oleh sistem pencitraan konvensional. Dengan kesederhanaannya, teknik ini juga dapat mendeteksi kecacatan setipis rambut dari suatu benda.

Aku sangat berharap risetku ini dapat diterapkan dalam otomatisasi industri sebagai detektor dan deskriptor yang sangat teliti dalam memeriksa status suatu benda tertentu pada pabrik, pada pembangkit tenaga listrik atau pada bidang otomotif.

Selain itu, aku juga berkeinginan riset ini dapat dilanjutkan di institusi tempatku mengabdi di Universitas Gunadarma untuk mempersiapkan generasi2 penerus agar dapat pula menguasai ilmu yang merupakan perkawinan antara fisika optic dan computer vision.

Le Creusot, 29 Mei 2010

Ini adalah curhat hati tentang ilmu pengetahuan.

Semoga yang sedikit ini, bisa membawa pencerahan.

Untuk Orangtuaku, istri dan anak2ku…

Untuk adik2ku tercinta, terutama yang telah mendahului kita semua 8 tahun yang lalu tepat pada hari ini. Beberapa jejakmu dahulu ternyata terendus deras di bumi Eropa ini.

Untuk guru-guruku, hikmah ilmu yang mengalir itu, melipatgandakan semangat untuk selalu mencari dan terus mencari…

Untuk tetangga2 terdekatku, sungguh peradaban itu dimulai dari berbaik hati diantara kita semua…

Tak terasa 3 tahun berlalu ini, hanya dengan menekuni CAHAYA, telah terbit tulisanku di 6 Proceeding nasional, 3 proceeding International, 2 poster Regional Perancis dan Insya Allah 1 jurnal international.

Sungguh yang setitik ini jika didalami, sering tak cukup kalam untuk menuliskannya…

TuanSUFI

Berburu Format Referensi BIBText

Bagi peneliti, selain materi penelitian dan tumpukan teori yang melandasi penelitiannya juga membutuhkan alat bantu dalam mendokumentasikan penelitiannya tersebut. Sudah pasti setiap penelitian akan mengacu kepada penelitian-penelitian lain yang sangat banyak kait mengkait tiada henti. Sebab sebuah penemuan, kadang memerlukan suatu periode yang panjang lintas tahun bahkan dekade.

Nah proses pengelolaan referensi ini menjadi sangat penting karena umumnya referensi penelitian (bisa berupa artikel jurnal, tesis, konfrensi, buku, dsb) memiliki kuantitas sangat banyak sehingga perlu diindeks dengan baik. Hal ini tentu akan sangat memudahkan ketika para peneliti mulai membuat artikel ilmiah, terutama saat membuat acuan-acuan pada penelitian lain dan membuat cross link dengan daftar pustaka. Selain itu, sudah banyak standar format pengacuan dan penulisan daftar pustaka di dunia penelitian mengacu pada standar jurnal2 ilmiah internasional yang harus dipatuhi. Jika harus dilakukan dengan mengetik manual satu per satu, maka akan sangat menghamburkan waktu sehingga dapat membuat tahap penulisan ilmiah akan menjadi momok menakutkan! 🙂

Salah satu alat bantu pengelolaan referensi open source adalah menggunakan format referensi BibTeX. BibTeX ini berdasarkan sistem LaTeX. LaTeX sendiri secara luas digunakan dalam sebagai sistem pengolahan dokumen yang lengkap baik untuk dokumentasi penelitian pada bidang ilmu-ilmu fisik dan teknik, dengan format dokumen yang luas seperti tabel, persamaan, lay out dll. Yang menjadi kelebihan utama referensi BibTeX ini adalah kemudahan disimpan dalam file teks biasa (ekstensi file .Bib). Contoh referensi bibTex untuk artikel jurnal :

@INPROCEEDINGS{Mohammad2010,
language = {English},
title = {3D Reconstruction based-on Extracted Polarization Imaging information from Stereo Vision System},
journal = {International Journal of Computer Vision},
author = {Mohammad, Iqbal},
volume = {22},
number = {5},
year = {2009},
pages = {313–323},
issn = {0142-0615},
abstract = { Polarization vision has been shown to simplify some important image understanding tasks that can be more difficult to be performed with intensity vision. Furthermore, it has computational efficiency because it only needs grayscale images and can be easily applied by a simple optical setup. Nowadays, we can find various types of polarization cameras in the market. However, they are very expensive. In our work, we will study and develop a low price polarization camera setup with parallel acquisition using a stereo system. This system requires only two general cameras equipped with three types of rotator polarizer in front of them. Polarization information are obtained by taking two images. Calculations are based on stereo matching to get the angle and degree of Polarization.},
URL = {http://dx.doi.org/10.1016/S0142-0615(99)00041-1},
}

Keuntungan menggunakan bibTex :

  • BibTeX akan mengotomatiskan pekerjaan pengelolaan referensi yang digunakan untuk dalam file LaTeX. Sahabat hanya perlu mengetik setiap referensi hanya sekali, lalu kutipan dan daftar referensi secara otomatis tersusun dengan konsisten dalam style yang dapat sahabat pilih. Sekali data referensi berada dalam database, maka bisa digunakan untuk kegiatan pengacuan referensi dengan mudah.
  • Style dari semua kutipan akan lebih konsisten. Jika, misalnya perintah \cite {arrow72} akan menghasilkan “Arrow (1972)”, Insya Allah sahabat tidak akan mendapatkan tulisan “Arrow [1972]” di tulisannya.
  • Jika sahabat menambahkankan pustaka lebih dari satu makalah oleh penulis yang sama pada tahun yang sama, BibTeX akan menambahkan huruf sesuai dengan tahunnya. Sahabat tidak perlu mengubah secara manual “Arrow (1972)” menjadi “Arrow (1972a)” ketika sahabat menambahkan referensi paper lain oleh Arrow pada tahun 1972.
  • Sahabat tidak perlu repot-repot mengatur style daftar referensi di akhir tulisan. Yang perlu Anda lakukan adalah mengetikkan \Bibliografi (research) dan semua item kutipan diekstraksi dari file research.bib. dengan order yang benar dan dalam format di akhir tulisan Anda, sesuai dengan style yang Anda tentukan.
  • Setiap paper yang sahabat acu (cite) dalam tulisan akan muncul dalam daftar pustaka secara otomatis.

Aplikasi Pengelolaan Daftar Pustaka :

Aplikasi citation yang terkenal dalam pengelolaan BibTeX ini adalah EndNote dan jabref.  Aku sendiri memilih jabref karena open source dan sangat powerfull.  Proyek yang aku lakukan sekarang ini adalah :

  1. Mengumpulkan semua artikel ilmiah yang aku punya (baik dalam bentuk pdf, ppt, doc, rtf, ps dan sebagainya)
  2. Mengelompokkannya dalam folder-folder sesuai topiknya
  3. Mencari format referensi bibtext-nya di internet
  4. Memasukkan bibtext yang ditemukan ke jabref dan sekaligus me-link file-file sumbernya.
  5. Mengelompokkannya dalam group2 sesuai dengan topiknya di jabref
  6. mengacu pada referensi tersebut pada saat pembuatan dokumen ilmiah menggunakan Lyx, latex atau Ms Word.

Untuk tulisan kali ini aku akan membahas langkah ke-2 , yaitu berburu format referensi bibtex di internet. Modal apa yang dibutuhkan, agar pencarian bisa cepat dan efisien ? Oke, aku akan uraikan satu demi satu.

  1. Gunakan mesin pencari google, input pencarian dengan kata kunci dari judul artikel (bisa ditambah dengan pengarangnya dan kata bibtex) semuanya dipisahkan dengan koma, sebagai contoh : “Camera Polarization imaging, Wolff, bibtext”.
  2. Efektif temuan biasanya adalah 5 baris pertama,  sahabat silahkan mencari disetiap situs yg ditemukan tersebut frase-frase seperti  “download citation” atau “export citation” atau “display format“.  Kemudian pilih tampilan untuk yang jenisnya bibtext.
  3. Untuk setiap bibtext yang ditemukan, buka jabref dan tambah data dengan ‘new bib entry‘  lalu menuju tab ‘bibtext source‘ silahkan paste bibtext yang sahabat temukan tersebut, setelah itu jangan lupa generate bibtext key secara otomatis.
  4. jika tidak ditemukan format bibtext, cari saja format plain text, lalu bisa di copy dan dikonversi ke bibtext di situs-situs di bawah ini :
  5. Sedangkan untuk format database text seperti yang ada di situs http://www.springerlink.com, bisa dicopy lalu dimasukkan manual ke field2 di jabref.

Beberapa tips penting :

  • Untuk nambah pengetahuan saja nih, ada situs web yang menyediakan layanan konversi dari bibtext ke penyajian format text lain, seperti rtf, html atau yang lainnya. Silahkan cek ke TKP di http://www.bibtex.org/Convert/
  • Berikut ini aku kumpulkan beberapa situs journal atau repository artikel digital yang harus jadi prioritas tempat mencari bibtext yg pertama, karena biasanya sudah dilengkapi dengan style bibtext reference :
    1. http://www.citeulike.org/
    2. http://portal.acm.org/
    3. http://citeseerx.ist.psu.edu/  (cuma kadang citation bibtextnya kurang lengkap)
    4. http://ieeexplore.ieee.org/
    5. http://www.sciencedirect.com
    6. http://www.opticsinfobase.org/
    7. http://www.informaworld.com/
    8. http://iopscience.iop.org/
  • Kadang sahabat menemukan format referensi RIS  (ini biasanya dipakai untuk berbagai citation managers atau Reference Manager, seperti ProCite, EndNote) tapi format ini tidak bisa digunakan di jabref. Yang penting sahabat cari format plain text atau text murni yang lebih mudah diinput di jabref.
  • Selain itu juga dibeberapa situs repository digital suka ada link convert ke situs2 reference manager seperti refworks dll. Nah, yg ini diabaikan saja.
  • Sahabat juga kadang bisa menemukan berbagai situs pribadi dari peneliti yang sudah menyediakan format bibtext dari karya-karya ilmiahnya. Ini sangat memudahkan kita tentunya. Salah satu contoh yang bagus dapat sahabat lihat di http://svr-www.eng.cam.ac.uk/~er258/work/papers.html

Nah, itulah beberapa tips dariku. Mudah2an bermanfaat.

Program transformasi pengetahuan

Suatu pagi seseorang datang di ke ruangan kerjaku di LE2I. Beliau ini langsung mengambil duduk di meja kerja Olivier Morel, supervisor ku yg berada tepat di depanku. Dalam tanda tanyaku, ia segera menerangkan kepadaku, bahwa untuk sementara, dalam 3 hari ini dia meminjam meja Olivier sebagai tempat kerjanya dalam rangka menjalankan program Découvrez les chercheur (Temu Peneliti) ‘Experiment Arium’ di IUT Le Creusot. dengan ramah beliau mengenalkan dirinya  ; Lionel Maillot, yang merupakan koordinator program tersebut.

Setelah berbicara panjang lebar, Lionel menyatakan bahwa program Découvrez les chercheur ‘experiment Arium’ yang dipimpinnya ini adalah salah satu rangkaian aktivitas dari badan MCS (Mission Culture Scientifique) Université de Bourgogne Perancis, dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat, mengenai apa yang dilakukan oleh lembaga-lembaga riset kampus (rupanya ini adalah salah satu komponen dari pengabdian masyarakat ala universitas Perancis).  Program ini terbagi 3 kegiatan utama, yaitu Journée Grand Public yang berisi presentasi untuk masyarakat umum yang dilakukan oleh para peneliti, yang dilangsungkan pada hari libur.  lalu kegiatan La nuit des chercheurs (Malam Peneliti) dan Experimentarium.

  1. Kegiatan Journée Grand Public dilaksanakan di Dijon, beberapa saat yang lalu, pada periode kali ini melibatkan 9 peneliti yang menjelaskan penelitiannya di berbagai bidang, mulai dari bidang pertanian, psikologi, arkeologi, sejarah, fisika, kimia, kesehatan sampai riset mengenai musik. Seharian penuh mereka bergantian berpresentasi dan melakukan diskusi dengan masyarakat tentang topik mereka masing-masing.
  2. Kegiatan La nuit des chercheurs adalah malam berkumpulnya para peneliti universitas. Acaranya dimulai dengan pemutaran film. Pada acara yg baru lalu, diputar 2 film, yaitu film mengenai perubahan iklim serta tantangan menghadapinya, dan film penelitian tentang mencairnya es di kutub utara dan efeknya kepada kehidupan di sekitarnya. Pada saat yang sama, dilakukan juga pameran hasil-hasil penelitian, poster-poster yang dijaga oleh para penelitinya yang siap memberikan penjelasan mengenai penelitiannya. Kegiatan ini ditutup dengan konser “Volcano”. Diawali dengan monolog seorang pria di depan penonton selama 10 menit. Setelah itu, visualisasi letusan gunung berapi terpampang di layar besar bersamaan dengan beraksinya  para musisi memainkan instrumennya. Sebuah kombinasi antara monolog, pertunjukan musik dan video.
  3. Kegiatan Experimentarium adalah kegiatan unik MSC yang telah dilakukan sejak 2001. Kegiatan ini tidak hanya membangun jembatan antara peneliti muda di Universitas Bourgogne dan masyarakat, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk bertatap muka komunikasi satu sama lain. Dengan program ini, para peneliti di berbagai bidang seperti biologi, sejarah, matematika, fisika, psikologi dan sebagainya bisa memiliki akses untuk berbagi pengetahuan yang diserap dari penelitian mereka kepada publik dan menerima umpan balik yang mungkin memberikan ide pada peneliti untuk mengenai manfaat penelitian mereka. Selain itu, ini adalah kesempatan bagi publik untuk tahu lebih banyak tentang bagaimana para peneliti bekerja dan membagi ilmu pengetahuan untuk kehidupan mereka. Intinya, tujuan Experimentarium ini adalah untuk menjauhkan kesenjangan dan mendorong komunikasi yang baik antara peneliti dan masyarakat umum.

Menarik ya..

Mereka ini, selain mengkoordinir waktu dan tempat untuk bertatap muka dengan masyarakat di lingkungan kampus (dengan mengundang sekolah-sekolah menengah dan atas berserta guru-gurunya), mereka ini juga secara aktif  mendatangi sekolah-sekolah dan pusat-pusat rekreasi untuk menunjukkan sedikit demo tentang penelitian.

Polanya sederhana, setiap bidang penelitian akan menempati ruang-ruang tertentu, dan para peneliti memiliki waktu sekitar 30 menit – 1 jam untuk bertatap muka langsung dengan masyarakat. Peneliti akan memberikan penjelasan singkat mengenai penelitiannya, membuat eksperimen sederhana yang dilakukan bersama dengan peserta, sambil membuka dialog tanya jawab di sepanjang sesinya tersebut. Setiap satu peneliti akan bertatap muka dengan 5-10 orang . Nah di IUT Le Creusot ini, mereka membagi tatap muka dalam 3 hari yaitu :

  • hari pertama : tatap muka dengan anak 10-14 th (usia SMP) di sekitar le creusot
  • hari kedua : tatap muka dengan remaja SMA sekitar le creusot
  • hari ketiga : tatap muka dengan mahasiswa2 semester awal IUT Le Creusot dan Condorzet.

Jadi tantangan bagi peneliti, selain dia harus bisa menceritakan penelitian untuk berbagai kalangan yang berbeda, sekaligus harus mampu membuat simulasi2 kecil penelitiannya tersebut agar mudah dimengerti oleh pesertanya. Nah, untuk inilah Lionel sebagai penanggung jawab program, juga melakukan pelatihan dan menyediakan berbagai sarana untuk persiapan para peneliti tersebut. Selain itu, di sisi yg lain, lionel juga mengatur para peserta untuk datang dan bertatap muka. Betul2 program win-win solution, bagi peneliti akan terlatih berpresentasi secara baik, dan bagi masyarakat akan mendapat pencerahan.

Di sela-sela risetku, aku meminta lionel menemaniku untuk melihat bagaimana kegiatan2 ini berlangsung. Satu persatu aku datangi tempat2 tatap muka, bertemu dengan Malika Trad, yang menjelaskan penelitiannya mengenai sel kanker. Wanita keturunan Magrebe ini menjelaskan dan menunjukkan demo tentang pembuatan serum dan bagaimana mendeteksi suatu reaksi biologi. Para peserta disuruh mencoba mencampur bahan2, lalu pada akhirnya Malika menjelaskan bahwa semua temuan risetnya dibuat dalam scientific report dalam bhs inggris agar bisa dipresentasikan di konfrensi internasional.

Aku juga melihat kelihaian Elise Holzem Cellier, seorang peneliti bidang ekologi yang menceritakan pengamatannya tentang burung malaria untuk mengetahui bagaimana perilakunya. Kemudian dalam bidang psikologi, Mora Gerome menguak bagaimana cara manusia mengingat agar bisa ditemukan bagaimana mengoptimalkan potensi manusia tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Mora memberikan satu contoh tes kecil psikologi dalam mengingat angka dan menyuruh peserta menyatakan angka tsb secara berurutan atau opositnya, lalu Mora juga menambahkan dengan gangguan berkata “ga ga ga” setelah peserta disuruh mengingat suatu rangkaian angka. Ternyata membuat mereka lupa sama sekali karena  otak tidak sempat mengulangnya.

Lionel juga menjelaskan, bahwa kegiatan ini pun tidak hanya dilaksanakan di wilayah sekitar uB (Universitas de Bourgogne) saja, tetapi juga sudah merambah beberapa wilayah lain di perancis seperti Nancy. Bahkan dia dan timnya sudah merambah asia seperti Thailand dan Vietnam dalam melaksanakan lokakarya mengenai seluk beluk program Experimentarium. Mereka melakukan workshop 4 hari yang isinya terdiri dari :

  • Pengenalan Experimentarium
  • Wawancara dan temu para ilmuwan
  • Mendesain profil para peneliti
  • Pelatihan penyajian ilmuwan untuk publik.

Intinya semangat program experimentarium adalah  agar para ilmuwan tidak hanya bisa memainkan peran penelitian tetapi juga peran komunikator. Sungguh program yang sangat bermanfaat. Mudah2an bisa dilaksanakan oleh Universitas2 di Indonesia kelak…

Tim Experimentarium uB

Pengalaman dengan Layanan Telekomunikasi

Begitu menginjak buminya Madame Marie Curie, aku langsung membuka account komunikasi seluler di Paris. Terima kasih kepada Ibu Ida (staf ATIKBUD KBRI Paris) yang membantuku berbicara dengan bahasa perancis saat itu. Sehingga aku mendapatku penawaran bagus sekitar 30 euro untuk sebuah telpon mobile dan 19 euro kartu pra bayar yang langsung aktif begitu dibeli. Persyaratannya tidak perlu macam2, cukup tunjukkan passport, lalu menggunakan alamat seorang teman di kota tempatku akan tinggal sebagai alamat surat dan violla.. semua bekerja dengan baik.

dari : webzine-network.com

Selama 2 tahun di Perancis, layanan pra bayar dari operator SFR ini sangat membantu dan murah biaya per bulannya. Walaupun operator ini memberlakukan pulsa hangus jika sampai periode berlaku la carte habis. Tapi, bagiku yang tidak terlalu banyak berkomunikasi, pilihan gaya komunikasi ini cukup masuk akal dan dompet :). Awalnya, setiap mengisi ulang (recharges) pulsa, aku selalu ke Bureau de tabac (warung rokok/kelontongnya Perancis) lalu membeli la carte yang masa berlaku 1 bulan (sekitar 15 euro). Namun, setelah aku mengetahui bahwa recharge lewat internet bisa lebih custom. Jumlah pulsa yang dibeli bisa dipilih dengan option dalam bentuk slider di sana, dan untuk sebuah kartu 2 bulan yang di bureau de tabac harus dibeli sekitar 20 euro, di situs SFR dengan sliding ke angka 16 euro sudah dapat yg 2 bulan tersebut. Tentu lebih murah dari selama ini aku membeli carte yang 15 euro untuk 1 bulan saja. Sejak aku mengetahui ini, aku beli pulsa 2 bulan sekali. lebih hemat lagi untuk ukuran telekomunikasi di Perancis.

Membuka saluran telepon fix line

Baru pada tahun kedua , aku membuka fix line SFR Neuf di apartemen, agar komunikasi dengan keluarga lebih lancar lagi. Aku cukup surprise, sebab sejak permohonan sampai semua peralatan berfungsi penuh cuma memakan waktu satu minggu saja. Dimulai dengan pengecekan line telpon di apartemen secara remote,  pengiriman peralatan (modem ADSL dan decoder TV) dan sim salabim!, begitu semua kabel dihubungkan, internet browser-ku menunjukkan kehidupan dan TV LCD berisi gambar2 bergerak.

dari : webzine-network.com

Paket layanan ini meliputi hubungan telpon fix ‘gratis’ di seluruh perancis, internet unlimited dan layanan TV digital. Bagian yang terbaiknya adalah jalur komunikasi ke land line di Indonesia sudah termasuk dalam paket tersebut. Sampai di sini aku merasa cukup terbantu, dengan 29.9 euro per bulan aku dapat semuanya, dibandingkan aku harus beli pulsa VOIP di internet (lowratevoip) sebulan sekali untuk bisa menelpon rumah saja. Nah, selain itu,  dengan adanya saluran internet un-limited ini aku bisa melakukan share dengan teman2 yang kebetulan tinggal di wilayah sekitar apartemenku yang bisa menangkap WIFI dari modem ADSL ku. Nah, dari sini pun aku terbantu dalam pembayaran karena mereka membayar bulanan sekitar 5 euro per orang.  Dan bagusnya, menurut pengalamanku, 7 orang share internet dengan SFR Neuf box ini tetap tidak ada pengaruhnya dengan beban jaringannya. (he he he, dgn jumlah org segitu, setiap bulan aku masih untung 5 euro…). Dan lagi, layanan ADSL SFR ini hampir tidak pernah ada masalah (kalau dilihat dari aspek ketersediaannya, skala 9 dari 10), Kecuali masalah akibat cuaca atas sebab eksternal, seperti modem terkena petir saat cuaca buruk di le creusot.  Namun setelah melapor, dalam 4 hari modem ADSL baru sudah dikirim, sekaligus disediakan box collis untuk mengirimkan yang rusak. Pokoknya layanan ini cukup memuaskan deh. Terutama TV-nya yang bisa jadi alat latihan listening bahasa Perancis. Baca lebih lanjut