• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 405,119 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal
  • Iklan

Levelisasi hamba Allah dalam aktivitas ibadah mahdoh & ibadah harta

​Seri mengaji masjid Alitisham sabtu, Ust. Sambo, 18Nov2017 / 29Safar1439

Hamba Allah :

  • muslim dan beriman
  • mati sbg muslim

Qs. 89 : 27-30 dipanggil kembali sbg hamba,  dan dijamin Allah keselamatannya. 

# Level hamba Allah dalam hal ibadah :

1- selalu melakukan yg terbaik utk ibadah2 mahdohnya /wajibnya dan sunnatnya sdh rutin  (hamba Allah yg minimalis). Bagus dlm syariat,  fiqih dan kualitasnya. 

– shalat,  shaum, zakat,  infaq,  baca Quran 

– Haji perintahnya sempurnakan. 

– Karena ada yg rajin sholat (mushollin)  di dunia celaka,  di akhirat dpt neraka wail,  yg mereka lalai dlm shalatnya. Apalagi yg tidak shalat dpt kerak neraka jahannam, paling bawah bersama Firaun dan org2 celaka lainnya. 

– seluruh rangkaian ritualnya dinilai ibadah,  misal rangkaian menuju shalat berjamaah, mulai dari wudhu, berjalan menuju masjid,  menunggu iqomah,  lalu shalat,  lalu dzikir bada shalat (20-30 menit / shalat),  sehari semalam 2.5 jam. 

2- memperbanyak ibadah2 sambilan 

– Setiap ada waktu2 luangnya diisi dgn ibadah. 

– berdzikir,  baca quran,  baca buku agama,  mendengarkan tilawah Quran dan ceramah,  murojaah Quran, dll sambil melakukan aktivitas keseharian,  misal dlm perjalanan dalam antrian. 

– yg tidak boleh adalah dgn niat mahdoh, sambil melakukan ibadah disambi dgn keduniaan. 

– sambilan pekerjaan dunia sambil dzikir,  murojaah, dengarkan tilawah,  sehari semalam bisa memakan waktu 2.5 jam

3- memperbanyak Ibadah sunnah

– menyediakan waktunya. Misalnya tidur lebih cepat agar dpt tahajjud, ketika waktu senggang libur,  perbanyak dhuha. 

– waktu2 yg kosong kita manfaatkan utk beribadah. 

– jika sudah sampai tahapan ini,  maka Allah akan memberikan kemudahan waktu yg bebas (waktu discount), serta  rizki yg ditambah misalnya, org yg biasa kerja 8 jam plus perjalanan 2 jam, diberi peningkatan rizki dan diluangkan waktunya lebih banyak . 

Barangsiapa yg memenuhi hari2nya dgn ibadah,  maka Allah akan mengisi hatinya dgn kekayaan (hadits), Qs. Alfatihah,  iyya kana’budu wa iyya ka nas ta’in. 

– maka kemudahan waktu atau kelebihan hartanya yg didpt dari Allah tsb bisa kita gunakan lagi utk menambah ibadah kita lagi, bukan malah dihabiskan lagi utk keperluan dunianya. Misal : senin s.d jumat dlm kerja plus sambilan ibadah yg ketat,  sabtu-ahad tambah jumlah dan kualitas ibadahnya krn libur kerja. 

Syarat ibadah / amal sholeh : Ikhlas,  taat/ikut aturan dan selalu memberi manfaat. 

Syarat /Modal dlm usaha beramal sholeh : kemauan, sungguh-sungguh, banyak latihan (practice make perfect) . Sesulit apapun hal pekerjaan / amalan yg jika pakai syarat ini akan mudah,  insyaAllah. 

– amalan2 sunnah ini jika sdh kita perbanyak,  maka sehari bisa tambah 2-3 jam lagi waktu ibadahnya. 1/3 hidupnya sdh dipakai ibadah. 

4- latihan taat, menjalankan syariat. Selalu mengukur tindakan kita dgn ukuran syariat. 

– setiap kita berusaha taat, (dlm perbuatan sunnah atau mubah)  maka sdh dihitung sbg ibadah. Cara berfikirnya suatu ibadah ini sdh sesuai dgn aturan Allah.  Begitu juga setiap menghindar dari keburukan (dalam setiap makruh). Di negeri kaum muslimin,  memakan babi dan meminum arak,  jika meninggalkannya tdk terlalj besar nilainya,  berbeda dgn ketika kita tinggal di negeri dimana kaum muslimin minoritas. 

– yg boleh dikerjakan,  langsung dikerjakan. Yg dilarang ditinggalkan. 

– berfikir dulu sblm bertindak, apakah sesuai dgn syariat atau tdk sambil menimbang maslahat dan mudharat. 

– agar olahraganya dinilai ibadah,  agar setiap hal kesehariannya bisa terhitung sbg ibadah. 

– dgn ketaatan ini,  yg perbuatannya tdk  terlihat dan abstrak dlm tatanan pikiran kita,  maka waktu ketaatan ini bisa mengambil waktu banyak dlm harian kita. Krn setiap ketaatannya jadi ibadah,  seorg wanita memakai jilbab krn ketaatannya berjalan berjam2 sehari,  akan dpt pahala ketaatan. Ketaatan termasuk juga kebaikan2 lain,  taat pada suami,  silaturrahim. 

Setiap menjalankan perintah Allah dan meninggalkan larangan Allah,  menjalan kebaikan,  meninggalkan keburukan akan di nilai sbg ketaatan. 

Maka nilainya sdh dianggap 1/2 hari beribadah. 

5. Setiap mendapat musibah,  kesulitan,  penderitaan jika kita hadapi dgn ridho dan ikhlas dgn kesabarannya maka dihitung sbg ibadah. 

– Seorg yg sakit dan ridho dgn sakitnya,  ketika menderitanya sampai 24 jam,  maka akan dihitung sbg ibadah,  syaratnya selama sehat kita juga rutin ibadah yg bagus spt no. 1 di atas. 

– Bahkan,  ibadah rutin yg tdk bisa dikerjakan krn udzur sakitnya itu tetap dihitung : Dpt pahala sabar dan pahala rutinitas amal yg dulu bisa dikerjakan ketika sehatnya. 

Qs. 39:10 pahala kesabaran tdk terbatas. 

6. Setiap perbuatan yg mubah diniatkan ibadah. 

-ikhlas,  sesuai aturan dan bermanfaat. 

– tidur ikhlas,  sesuai aturan dan tdk berlebihan (tidur yg dilarang : abis shalat shubuh, shalat ashar) . Tidur yg dianjurkan Seblm dzuhur,  ashar, setelah isya

– olahraga ikhlas,  sesuai aturan menutup aurat, dan bermanfaat. 

– Ngobrol : ikhlas,  tdk ghibah dan fitnah,  dan banyak manfaatnya. 

Bisa ibadah 24 jam

7. Setiap desah nafas,  tarikan nafasnya adalah ibadah. 

– org yg bersyukur,  hatinya selalu  menyambung kpd Allah. 

– mengelola hati dan pikirannya utk selalu positif (ikhlas,  taat,  bermanfaat), diamnya saja berpahala. 

# Level hamba Allah dlm konteks harta : 

1. Dalam zakat, mengeluarkannya dgn terbaik dan dgn ilmu. Utk lebih amannya menggunakan konsultan zakat utk menilik semua aset yg kita miliki dgn lebih fair. 

– rumah atau tanah nganggur zakatnya seharga rumahnya/ 2.5%, rumah disewa,  zakatnya seharga sewanya. 

2. Perbanyak sedekah / infaq 

3. Setiap Penambahan hartanya diibadahkan lagi. 

4. Setiap cari harta yg halal dihitung sbg ibadah,  mengeluarkannya dgn cara halal juga,  minimal tdk makruh. 

5. Setiap dapat kesempitan rizki,  jika kita bersabar maka dihitung jadi ibadah. 

6. Niatkan semua pengeluaran kita yg mubah2 jadi ibadah. Misal : belanja utk ibadah. Semua harta kita bisa bernilai infaq. 

7. Bersyukur terhadap semua pemberian alla Allah. Jika dpt Sedikit lalu sabar,  jika dapat banyak lalu bersyukur itu biasa,  yg hebat itu jika dpt sedikit, lalu bersyukur. 

# Level pengetahuan Politik kaum muslimin  :

1. melek politik Islam dan lokal,  supaya kaum muslimin tdk jadi bulan2an, tujuannya amar ma’ruf nahi munkar. 

2. Terlibat politik aktif atau pasif (mencoblos,  memberikan nasihat sesuai ilmu) . 

3. Berdaya,  memberikan pengaruh kpd penguasa, masyarakat. Jgn gabung di partai yg selalu merugikan kaum muslimin, krn di sana sbg anggota menjadi tak berdaya melawan kebijakan2 umumnya. 

4. Berkuasa,  kebijakan2 pro kaum muslimin dan mengayomi seluruh masyarakatnya. 

Modal kemampuan dlm politik :

1. Intelektual

2. Mental spiritual 

3. Finansial,  harus mampu krn jika tdk mampu maka terpaksa taat pada yg mensponsori. 

Wallahu a’lam

Iklan

Ketaatan kepada Allah sebagai Karakter

Seri mengaji tafsir Masjid Al Hijri 1, Ahad, 12/11/17, Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, M.Sc.

Surat Al Ahzab:  36

اعوذبالله من الشيطان الرجيم.

بسم الله الرحمن الرحيم

Allah SWT berfirman:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَّلَا مُؤْمِنَةٍ اِذَا قَضَى اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗۤ اَمْرًا اَنْ يَّكُوْنَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ اَمْرِهِمْ   ۗ  وَمَنْ يَّعْصِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًا مُّبِيْنًا

wa maa kaana limu`miniw wa laa mu`minatin izaa qodhollaahu wa rosuuluhuuu amron ay yakuuna lahumul-khiyarotu min amrihim, wa may ya’shillaaha wa rosuulahuu fa qod dholla dholaalam mubiinaa

“Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat, dengan kesesatan yang nyata.”

(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 36)

PELAJARAN & HIKMAH YG ADA DI DALAMNYA:

1. Ayat ini lanjutan ayat sebelumnya, tentang karakter orang beriman yg akan mendapat keberuntungan dan pembalasan yg baik berupa pengampunan dosa dan surga yg penuh kenikmatan.

Allah SWT berfirman:

اِنَّ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمٰتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ وَالْقٰنِتِيْنَ وَالْقٰنِتٰتِ وَالصّٰدِقِيْنَ وَالصّٰدِقٰتِ وَالصّٰبِرِيْنَ وَالصّٰبِرٰتِ وَالْخٰشِعِيْنَ وَالْخٰشِعٰتِ وَالْمُتَصَدِّقِيْنَ وَ الْمُتَصَدِّقٰتِ وَالصَّآئِمِيْنَ وَالصّٰٓئِمٰتِ وَالْحٰفِظِيْنَ فُرُوْجَهُمْ وَالْحٰـفِظٰتِ وَالذّٰكِرِيْنَ اللّٰهَ كَثِيْرًا وَّ الذّٰكِرٰتِ  ۙ  اَعَدَّ اللّٰهُ لَهُمْ مَّغْفِرَةً وَّاَجْرًا عَظِيْمًا

innal-muslimiina wal-muslimaati wal-mu`miniina wal-mu`minaati wal-qoonitiina wal-qoonitaati wash-shoodiqiina wash-shoodiqooti wash-shoobiriina wash-shoobirooti wal-khoosyi’iina wal-khoosyi’aati wal-mutashoddiqiina wal-mutashoddiqooti wash-shooo`imiina wash-shooo`imaati wal-haafizhiina furuujahum wal-haafizhooti waz-zaakiriinalloha kasiirow waz-zaakirooti a’addallohu lahum maghfirotaw wa ajron ‘azhiimaa

“Sungguh, laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.”

(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 35)

Karena itu segala aturan, ketetapan maupun ketentuan hukum dari Allah dan RasulNya, disikapi dgn komitmen dan keimanan yg kuat oleh setiap orang beriman.

Allah mengingatkan tdk pantas bagi orang beriman mencari-cari alasan terhadap segala aturan dan ketetapan dari Allah dan RasulNya, dgn lebih mengedepankan budaya dan tradisi-tradisi masyarakat atau tradisi nenek moyang.

2. Ada empat alasan mengapa setiap mukmin hrs tunduk dan taat kepada ketentuan Allah & RasulNya:

a. Keselamatan dan kebahagiaan hidup kita tergantung dari ketaatan kita kepada ketentuan Allah dan RasulNya. Ini sesuai dengan janji dari Allah, dimana Allah SWT telah berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا  

yaaa ayyuhallaziina aamanuttaqulloha wa quuluu qoulan sadiidaa

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar,”

(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 70)

يُّصْلِحْ  لَـكُمْ اَعْمَالَـكُمْ وَيَغْفِرْ لَـكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ  وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ  فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا

yushlih lakum a’maalakum wa yaghfir lakum zunuubakum, wa may yuthi’illaaha wa rosuulahuu fa qod faaza fauzan ‘azhiimaa

“niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia menang dengan kemenangan yang agung.”

(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 71)

b. Manusia akan celaka dan dilanda kerusakan,  jika tdk memiliki komitmen keimanan kpd aturan Allah dan RasulNya, sebagaimana firman Allah :

Yakni akhir ayat 36 diatas: 

“Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat, dengan kesesatan yang nyata.”

(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 36)

Juga firman Allah SWT berikut ini : 

وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَـقُّ اَهْوَآءَهُمْ  لَفَسَدَتِ السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُ وَمَنْ فِيْهِنَّ ۗ  بَلْ اَتَيْنٰهُمْ بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ  عَنْ ذِكْرِهِمْ مُّعْرِضُوْنَ 

wa lawittaba’al-haqqu ahwaaa`ahum lafasadatis-samaawaatu wal-ardhu wa man fiihinn, bal atainaahum bizikrihim fa hum ‘an zikrihim mu’ridhuun

“Dan seandainya kebenaran itu menuruti keinginan mereka, pasti binasalah langit dan bumi, dan semua yang ada di dalamnya. Bahkan Kami telah memberikan peringatan kepada mereka, tetapi mereka berpaling dari peringatan itu.”

(QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 71)

c. Aturan Allah dan RasulNya itu sesuai dengan fitrah manusia, dan sangat adil bagi setiap manusia.

Allah SWT berfirman:

فَاَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًا   ۗ  فِطْرَتَ اللّٰهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا   ۗ  لَا تَبْدِيْلَ لِخَـلْقِ اللّٰهِ  ۗ  ذٰ لِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ   ۙ   وَلٰـكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ   

fa aqim waj-haka lid-diini haniifaa, fithrotallohillatii fathoron-naasa ‘alaihaa, laa tabdiila likholqillaah, zaalikad-diinul qoyyimu wa laakinna aksaron-naasi laa ya’lamuun

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,”

(QS. Ar-Rum 30: Ayat 30)

مُنِيْبِيْنَ اِلَيْهِ وَاتَّقُوْهُ وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَلَا تَكُوْنُوْا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ 

muniibiina ilaihi wattaquuhu wa aqiimush-sholaata wa laa takuunuu minal-musyrikiin

“dengan kembali bertobat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta laksanakanlah sholat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang menyekutukan Allah,”

(QS. Ar-Rum 30: Ayat 31)

Allah SWT berfirman:

مِنَ الَّذِيْنَ فَرَّقُوْا دِيْنَهُمْ وَكَانُوْا شِيَعًا   ۗ  كُلُّ حِزْبٍۢ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُوْنَ

minallaziina farroquu diinahum wa kaanuu syiya’aa, kullu hizbim bimaa ladaihim farihuun

“yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.”

(QS. Ar-Rum 30: Ayat 32)

Kita sangat bersedih kpd penyelenggara negara, yg memberi kebebasan kpd aliran-aliran sesat dan aliran kepercayaan yg menyimpang yg tdk sesuai dgn fitrah penciptaan manusia, yg pasti bakal menimbulkan kerusakan akal dan kebodohan manusia.

d. Allah dan RasulNya tdk pernah menyuruh atau menetapkan sesuatu perintah, kecuali hal itu demi kebaikan dan kebahagiaan umat manusia. Dan tdk melarang sesuatu dalam ketetapanNya, kecuali karena apabila dilanggar akan berakibat buruk dan menghancurkan manusia itu sendiri kpd kebinasaan dan penyesalan.

Allah SWT berfirman:

اَ لَّذِيْنَ يَتَّبِعُوْنَ الرَّسُوْلَ النَّبِيَّ الْاُمِّيَّ الَّذِيْ يَجِدُوْنَهٗ مَكْتُوْبًا عِنْدَهُمْ فِى التَّوْرٰٮةِ وَالْاِنْجِيْلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهٰٮهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبٰۤئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ اِصْرَهُمْ وَالْاَغْلٰلَ الَّتِيْ كَانَتْ عَلَيْهِمْ   ۗ  فَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِهٖ وَعَزَّرُوْهُ وَنَصَرُوْهُ وَ اتَّبَـعُوا النُّوْرَ الَّذِيْۤ اُنْزِلَ مَعَهٗ ۤ   ۙ  اُولٰۤئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

allaziina yattabi’uunar-rosuulan-nabiyyal-ummiyyallazii yajiduunahuu maktuuban ‘indahum fit-taurooti wal-injiili ya`muruhum bil-ma’ruufi wa yan-haahum ‘anil-mungkari wa yuhillu lahumuth-thoyyibaati wa yuharrimu ‘alaihimul-khobaaa`isa wa yadho’u ‘an-hum ishrohum wal-aghlaalallatii kaanat ‘alaihim, fallaziina aamanuu bihii wa ‘azzaruuhu wa nashoruuhu wattaba’un-nuurollaziii unzila ma’ahuuu ulaaa`ika humul-muflihuun

“(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang beruntung.”

(QS. Al-A’raf 7: Ayat 157)

Oleh karena itu, segala yg membawa dampak keburukan bagi manusia (pribadi maupun umum) pada hukum azalinya (hukum dasarnya) adalah dilarang (diharamkan) oleh Allah. Daging babi, khamar (minuman beralkohol), berjudi, merokok, semuanya itu membawa dampak keburukan, maka hukum dasarnya diharamkan oleh Allah dan RasulNya.

Semoga kita mampu bersikap dan berperilaku dgn benar sebagai orang beriman yg tdk sekedar mengaku beriman saja, yakni rela diatur dgn tunduk dan taat kepada Aturan Allah dan RasulNya s.a.w. sehingga menjadi orang-orang yg diselamatkan oleh Allah S.W.T. Aamiin.

Semoga ayat-ayat Al Qur’an di atas, memberi pencerahan dan memperkuat iman, ilmu, dan amal perilaku umat Islam dlm menjalani kehidupannya di dunia. Semangat dlm berjuang menegakkan ajaran agama dan membela negara, agar mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan selamat di alam akhirat.  Semoga menjadi ilmu yg bermanfaat. Aamiin. (Mohon bantu sebarkan agar dapat bagian pahala ilmu yg bermanfaat).

سبحانك اللهم وبحمدك اشهد ان لا اله الا انت استغفرك ةاتوب اليك

Dicatat oleh : Willyuddin A.R. Dhani

Level Hamba Allah dalam ibadahnya

​Seri mengaji masjid Alitisham sabtu, 4nov2017 / 15safar1439, Ust. Sambo 

Ukuran agar kita selamat di dunia dan di akhirat. Kita harus masuk ke golongan hamba Allah. 

Qs. 41:30-31 –  Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.

Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta.

Golongan Ibad 89:29-30 –  org yg hidupnya utk beribadah akan berhasil mati sbg hamba Allah,  diridhoi Allah. 

# Ukurannya /  indikatornya :

– yg terbanyak kita lakukan sehari2 itu adalah ibadah (>50% dari 24jam),  baik mahdoh (hablum minallah)  atau ghoiro mahdoh (hablum minannas),  maka perlu kita mencoba menghitung2nya (hisab amal yaumiyah –  shaum 13jam, shalat 2jam, baca quran 2jam, silaturrahim 2jam, syaratnya ikhlas dll).

– Mayoritas yg dipikirkan adalah ibadah : ibadah dulu,  ibadah lagi,  ibadah terus. Termasuk di dalamnya adalah berbicara tentang ibadah. 

– obsesi hidup kita adalah ibadah,  cita-cita hidup, dan kebanggaan kita adalah ibadah. Kesenangan dan kebahagiaan kita adalah adalah ibadah. Penghargaan/apresiasi kita kpd org lain ukurannya ibadah. Bukan dunia atau materialistis. Maka tanamkan kpd anak2 kita,  “Nak,  ayah bangga kalau kau menjadi orang sholih. Tidak apa-apa kau menjadi guru,  dosen, pilot,  profesional,  dll.” 

# Syaratnya :

1- semua ibadah mahdoh dan ghoiro mahdoh dilakukan dgn niat ikhlas. Niatnya lurus.  

Ketika ibadah mahdoh niatnya harus dilakukan sekejap sebelum memulainya, harus dari awal. Boleh juga dikalimatkan. 

“Aku bersengaja berniat beribadah kepada-Mu hanya mengharap ridhomu, ya Allah.”

Utk ghoiro mahdoh, jadikan niat ini motivasi. Bisa jauh sebelum dilakukan,  ditengah ataupun sepanjang kita melakukannya bahkan diujungnya. “bismillahi wal awwalu wal akhiru.”

2- ikut aturan Allah dan Rasul-Nya. 

Hal2 yg makruh bahkan haram tdk termasuk bisa dikatakan ikhlas,  misal : Riba,  zina,  mencuri,  menipu dsb yg melanggar yg dilarang Allah. Bagaimana dapat ridho Allah jika melakukan larangannya. 

Hanya bisa utk perbuatan yg mubah

Perintah Allah  dgn ancaman –  wajib, perintaj dgn Himbauan saja –  sunnah,  dan perintah yg sblmnya ada larangannya dulu –  mubah (spt setelah jumatan bertebaranlah dimuka bumi,  sblmnya ada larangan utk berjual beli di masjid) 

3- bermanfaat tdk membawa mudharat,  walaupun secara syariah dibolehkan. 

Bgmn mencari ridho Allah,  tapi yg kita lakukan bisa berefek buruk. 

– misalnya menikah lagi,  hukumnya boleh/mubah,  bisa membawa mudharat besar krn ketidakmampuan suami. 

– hukum umum bisa lebih detil : 

shalat berjamaah di masjid –  sunnah yg wajib. 

Shalat qiyamul lail –  sunnah yg sunnah

Berpakaian terbaik ketika shalat,  cara makan dan minum,  cara berpakaian –  sunnah yg mubah. 

Nabi itu ketika tidur, wudhunya tdk batal krn nabi matanya tidur,  jiwanya tetap berdzikir,  kita tdk bisa seperti nabi utk urusan ini –  sunnah makruh. 

Nabi beristri lebih dari 4, nabi bershaum washol (spt tdk buka2) –  sunnah yg diharamkan utk Ummatnya khusus nabi. 

Hukum menikah lagi hukum umumnya mubah, tapi bisa jadi wajib,  sunnah,  mubah, makruh atau bahkan haram. 

# Level hamba Allah dalam hal ibadah :

1- selalu melakukan yg terbaik utk ibadah2 wajibnya (hamba Allah yg minimalis). 

– shalat,  shaum, zakat,  infaq,  baca Quran 

– Haji perintahnya sempurnakan. 

2- memperbanyak ibadah2 sambilan 

– berdzikir,  baca quran,  baca buku agama,  mendengarkan ceramah,  murojaah Quran, dll sambil melakukan aktivitas keseharian,  misal dlm perjalanan dalam antrian. 

– yg tidak boleh adalah dgn niat mahdoh, sambil melakukan ibadah disambi dgn keduniaan. 

3- memperbanyak Ibadah sunnah

– menyediakan waktunya. Misalnya tidur lebih cepat agar dpt tahajjud, ketika waktu senggang libur,  perbanyak dhuha. 

– waktu2 yg kosong kita manfaatkan utk beribadah. 

4- latihan taat, menjalankan syariat. Selalu mengukur tindakan kita dgn ukuran syariat. 

– yg boleh dikerjakan,  langsung dikerjakan. Yg dilarang ditinggalkan. 

– berfikir dulu sblm bertindak, apakah sesuai dgn syariat atau tdk sambil menimbang maslahat dan mudharat. 

– agar olahraganya dinilai ibadah,  agar setiap hal kesehariannya bisa terhitung sbg ibadah. 

Level 5 sampai 7 –  sangat spesial. Akan di bahas di pengajian selanjutnya. 

Wallahu a’lam