• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 354,552 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Tantangan Dakwah Para Rasul 

Seri mengaji tafsir Al Hijri,  Ahad, 30/07/17,  Prof. Dr. KH. Didin Hafiduddin  M.Sc.

Surat Al Ahzab:  7-8

اعوذبالله من الشيطان الرجيم.

بسم الله الرحمن الرحيم

Allah SWT berfirman:

وَاِذْ اَخَذْنَا مِنَ النَّبِيّٖنَ مِيْثَاقَهُمْ وَمِنْكَ وَمِنْ نُّوْحٍ وَّاِبْرٰهِيْمَ وَمُوْسٰى وَعِيْسَى ابْنِ مَرْيَمَ ۖ  وَاَخَذْنَا مِنْهُمْ مِّيْثَا قًا غَلِيْظًا   

“Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari para nabi dan dari engkau (sendiri), dari Nuh, Ibrahim, Musa, dan ‘Isa putra Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh,” (QS. Al-Ahzab: Ayat 7)

Allah SWT berfirman:

لِّيَسْئَلَ الصّٰدِقِيْنَ عَنْ صِدْقِهِمْ ۚ  وَاَعَدَّ لِلْكٰفِرِيْنَ عَذَابًا اَ لِيْمًا

“agar Dia menanyakan kepada orang-orang yang benar tentang kebenaran mereka. Dia menyediakan azab yang pedih bagi orang-orang kafir.” (QS. Al-Ahzab: Ayat 8)

PELAJARAN & HIKMAH YG ADA:

1. Allah mengingatkan tentang perjanjian-Nya dgn para nabi utusanNya tentang risalah kebenaran yg harus dilakukan dan disampaikan kepada umat, yakni ajaran yg sama yaitu aqidah Tauhid, Syariah hukum-hukum yg jelas, dan akhlaq yg baik. 

Karena Aqidah tauhid yg lurus dan syariah yg tegak, pasti akan menghasilkan akhlaq manusia yg baik pula, karena manusia pasti takut dan tunduk kpd Allah, takut thd balasan azabNya yg pedih, merasa diawasi Allah,  tdk akan berbuat dzalim atau mendzalimi diri dan tdk menebarkan kedzaliman  maupun permusuhan.  

Akhlaq yg baik ini diumpamakan sebagaimana diabadikan dlm petunjuk Allah surat Ibrahim.

Allah SWT berfirman:

اَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ اَصْلُهَا ثَابِتٌ وَّفَرْعُهَا فِى السَّمَآءِ 

“Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit,” (QS. Ibrahim: Ayat 24)

Allah SWT berfirman:

تُؤْتِيْۤ اُكُلَهَا كُلَّ حِيْنٍۢ بِاِذْنِ رَبِّهَا  ؕ  وَيَضْرِبُ اللّٰهُ الْاَمْثَالَ  لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُوْنَ

“(pohon) itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat.” (QS. Ibrahim: Ayat 25)

2. Nabi Muhammad disebut lebih dulu dlm urutan para Rasul Ulul Azmi sbg penegasan bahwa Rasul Muhammad s.a.w adalah pemimpin para Rasul, walau Muhammad adalah utusan terakhir dan penutup para Nabi.

Ini menggambarkan bhw Nabi Muhammad adalah penyempurna syariat para Nabi, imam para Rasul dan pemilik syafaat Kubra (Syafa’atul Uzma) nanti di alam pengadilan terakhir (akhirat), dan yg paling memiliki akhlaq paling baik diantara para Rasul.

Ulul Azmi adalah Rasul yg memiliki keutamaan dan mu’jizat dari Allah utk meyakinkan umatnya bahwa mereka adalah benar-benar utusan Allah.

Karena tantangan dakwah yg begitu berat, penolakan dan permusuhan umat yg begitu masif (kuat dan terus-menerus), sehingga Allah menurunkan pertolongan kpd para Rasul itu dgn diberi mu’jizat (keluarbiasaan) khusus sesuai dgn kondisi umat. 

Contohnya adalah tantangan dakwah Nabi Nuh yg dijelaskan oleh Allah S.W.T 

Allah SWT berfirman:

قَالَ رَبِّ اِنِّيْ دَعَوْتُ قَوْمِيْ لَيْلًا وَّنَهَارًا  

“Dia (Nuh) berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku siang dan malam,” (QS. Nuh: Ayat 5)

Allah SWT berfirman:

فَلَمْ يَزِدْهُمْ دُعَآءِيْۤ اِلَّا  فِرَارًا

“tetapi seruanku itu tidak menambah (iman) mereka, justru mereka lari (dari kebenaran).” (QS. Nuh: Ayat 6)

Allah SWT berfirman:

وَاِنِّيْ كُلَّمَا دَعَوْتُهُمْ لِتَغْفِرَ لَهُمْ جَعَلُوْۤا اَصَابِعَهُمْ فِيْۤ اٰذَانِهِمْ وَاسْتَغْشَوْا ثِيَابَهُمْ وَاَصَرُّوْا وَاسْتَكْبَرُوا اسْتِكْبَارًا  

“Dan sesungguhnya aku setiap kali menyeru mereka (untuk beriman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jarinya ke telinganya dan menutupkan bajunya (ke wajahnya) dan mereka tetap (mengingkari) dan sangat menyombongkan diri.” (QS. Nuh: Ayat 7)

Allah SWT berfirman:

ثُمَّ اِنِّيْ دَعَوْتُهُمْ جِهَارًا  

“Lalu sesungguhnya aku menyeru mereka dengan cara terang-terangan.” (QS. Nuh: Ayat 8)

Allah SWT berfirman:

ثُمَّ اِنِّيْۤ اَعْلَـنْتُ لَهُمْ وَاَسْرَرْتُ لَهُمْ اِسْرَارًا  

“Kemudian aku menyeru mereka secara terbuka dan dengan diam-diam,” (QS. Nuh: Ayat 9)

Allah SWT berfirman:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ  ؕ  اِنَّهٗ كَانَ غَفَّارًا  

“maka aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun,”(QS. Nuh: Ayat 10)

Demikian pengajian subuh ini disebarluaskan. Semoga ayat-ayat al Qur’an di atas, memberi pencerahan dan memperkuat iman, ilmu, amal perilaku umat islam dlm menjalani kehidupannya di dunia. Semangat dlm berjuang menegakkan ajaran agama dan membela negara, agar mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan selamat di alam akhirat.  Semoga menjadi ilmu yg bermanfaat. Aamiin. (Mohon bantu Sebarkan)

سبحانك اللهم وبحمدك اشهد ان لا اله الا انت استغفرك ةاتوب اليك

Dicatat oleh : Willyuddin A.R. Dhani

Iklan

Ketaatan Mutlak kepada Allah &  Rasul-Nya 

Seri mengaji tafsir Al Hijri, Ahad, 23/07/17, Prof. Dr. KH. Didin Hafiduddin  M.Sc.

Surat Al Ahzab:  6 

اعوذبالله من الشيطان الرجيم.

بسم الله الرحمن الرحيم

Allah SWT berfirman:

اَلنَّبِيُّ اَوْلٰى بِالْمُؤْمِنِيْنَ مِنْ اَنْفُسِهِمْ وَاَزْوَاجُهٗۤ اُمَّهٰتُهُمْ    ؕ  وَاُولُوا الْاَرْحَامِ بَعْضُهُمْ اَوْلٰى بِبَعْضٍ فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُهٰجِرِيْنَ اِلَّاۤ اَنْ تَفْعَلُوْۤا اِلٰٓى اَوْلِيٰٓئِكُمْ مَّعْرُوْفًا    ؕ  كَانَ ذٰ  لِكَ فِى الْكِتٰبِ مَسْطُوْرًا

“Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dibandingkan diri mereka sendiri, dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka. Orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak (waris-mewarisi) di dalam Kitab Allah daripada orang-orang mukmin dan orang-orang Muhajirin, kecuali kalau kamu hendak berbuat baik kepada saudara-saudaramu (seagama). Demikianlah telah tertulis dalam Kitab (Allah).” (QS. Al-Ahzab: Ayat 6)

PELAJARAN & HIKMAH DI DALAMNYA:

Pelajaran ke 1. 

Bahwa ketaatan, ketundukan dan kecintaan kpd Rasulullah s.a.w adalah mutlak, utk membuktikan keimanan kita secara benar.

Allah SWT berfirman:

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ  يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَـكُمْ ذُنُوْبَكُمْ  ؕ  وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

“Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Ali ‘Imran: Ayat 31)

Sebaliknya jika manusia hanya mengaku beriman tetapi tdk memiliki kesadaran utk tunduk dan patuh kpd Nabi s.a.w, dan lbh mementingkan kultus (taqlid) kpd selain dari Rasulullah s.a.w, membenci orang yg mengamalkan ajaran Rasulullah (sunnahnya) maka pembuktian imannya tdk dianggap sempurna, dan yg seperti ini termasuk kekufuran.

Allah SWT berfirman:

قُلْ اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ ۚ  فَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْكٰفِرِيْنَ

“Katakanlah (Muhammad), “Taatilah Allah dan Rasul. Jika kamu berpaling, ketahuilah bahwa Allah tidak menyukai orang-orang kafir.”” (QS. Ali ‘Imran: Ayat 32)

Dalam hadits Rasulullah s.aw bersabda yg artinya: Ada 3 hal yg apabila seseorang itu memiliki karakter ini maka dia akan menikmati kesempurnaan iman, yaitu : 1 Allah dan RasulNya, lebih dicintainya dari pada yang lainnya, sebagaimana surat Al Ahzab ayat 6 di atas. 

Bahkan Allah tunjukkan bagaimana cara pengamalannya.

Allah SWT berfirman:

اِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِيْنَ اِذَا دُعُوْۤا اِلَى اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ لِيَحْكُمَ  بَيْنَهُمْ اَنْ يَّقُوْلُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا  ؕ  وَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

“Hanya ucapan orang-orang mukmin, yang apabila mereka diajak kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul memutuskan (perkara) di antara mereka, mereka berkata, “Kami mendengar, dan kami taat.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. An-Nur: Ayat 51)

Jadi ketaatan kepada Allah dan kepada Rasulullah s.a.w adalah mutlaq, walaupun hrs taat juga kpd para pemimpin (penguasa) sbgmn dlm surat An Nisa : 59, tetapi ketaatan kpd para penguasa tdk boleh mengalahkan atau bertolak belakang dgn ketaatan dan kecintaannya kpd Allah dan RasulNya.

Hadits yg poin 2. Seseorang yg cinta mencintai hanya atas dasar karena Allah, sehingga ia berkumpul dan berpisah hanya karena Allah (dlm rangka menunaikan urusan di jalan Allah)

3. Membenci segala bentuk kekufuran (pengingkaran) dan para pelakunya, sebagaimana ia benci apabila dilemparkan ke dlm neraka.

Dlm hadits yg lain seseorang yg di dalam hatinya ketakutan apabila melakukan keburukan dan merasa menyesal (tdk nyaman) maka hal itu ciri bahwa dia adalah orang beriman.

Pelajaran yg ke 2:

Tentang istri-istri Rasulullah, Allah perintahkan kpd orang mukmin, bahwa perlakuan orang yg beriman, kpd istri-istri Rasulullah adalah sebagaimana memperlakukan ibu kandungnya, tdk boleh menghinanya, tdk boleh merendahkan martabatnya, tdk boleh menikahinya. Oleh karena itu jika ada kelompok (SYIAH) yg ngaku islam tapi mencaci maki istri Rasulullah s.a.w, maka kelompok itu sdh keluar dari Islam, dan bukan Islam.

3. Sesama mukmin tdk mewarisi dlm harta pustaka (hak waris), tetapi dibolehkan utk saling memberi wasiat, dgn catatan tdk melebihi 1/3 dari harta pusaka (waris) yg ditinggalkan.

Juga dianjurkan utk saling membantu dalam hal penegakan agama, dan dlm rangka membebaskan dari kemiskinan. 

Allah SWT berfirman:

وَالْمُؤْمِنُوْنَ وَالْمُؤْمِنٰتُ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَآءُ  بَعْضٍ ۘ  يَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ  وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَيُطِيْعُوْنَ اللّٰهَ  وَرَسُوْلَهٗ  ؕ  اُولٰۤئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللّٰهُ  ؕ  اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ

“Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan sholat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah swt. Sungguh, Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. At-Taubah: Ayat 71)

Demikian pengajian subuh ini disebarluaskan. Semoga ayat-ayat al Qur’an di atas, memberi pencerahan dan memperkuat iman, ilmu, amal perilaku umat islam dlm menjalani kehidupannya di dunia. Semangat dlm berjuang menegakkan ajaran agama dan membela negara, agar mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan selamat di alam akhirat.  Semoga menjadi ilmu yg bermanfaat. AamIin.

سبحانك اللهم وبحمدك اشهد ان لا اله الا انت استغفرك ةاتوب اليك

Dicatat oleh : Willyuddin A.R. Dhani.

Hati membutuhkan Cahaya Quran 

​Seri mengaji mushalla Alitisham ahad, 16 Juli 2017 / 22 Syawal 1438,  Ust. Ahmadi Usman 

# Hati ini spt cermin,  jika bersih banyak yg dpt kita pandang dan kita lihat,  sedangkan jika kotor,  maka akan sulit melihat apa yg terjadi dgn diri kita,  sulit belajar dari masa lalu dan sulit memproyeksikan masa depan kita, hati sumber keyakinan dan kekuatan. 

# Hati dlm Quran disebut ar-ruh, tingkatannya sebagai berikut :

– sodrun (ruang depannya), hati yg paling luar,  disinilah ilmu-ilmu berada. 

– al qolbun (spt pintu,  yg dpt berbolak-balik,  membuka menutup). 

– al fuadun (spt kamar, hati yg dimiliki manusia secara umum,  merupakan bagian dari fitrah anugerah Allah yg menjadi standar nurani manusia,  tahu mana yg betul dan mana yg salah) ,  

– al lubbun (kamar yg paling privat di suatu rumah, hati terdalam, ketajaman hati yg amat dekat dgn Allah,  orgnya disebut ulil albab). 

Maka dimana Islam diletakkan?  Apakah di sisi terluar atau sdh di lubbun. 

# Hati sebagai cermin amat perlu cahaya,  cahaya itu adalah cahaya Allah yaitu Quran. Inilah cahaya terbaik yg memantulkan kebaikan, maka Quran adalah kebutuhan,  sehebat apapun kita,  tdk bisa kita menyatakan tdk butuh Quran lagi. Seperti riwayat turunnya Qs.  Yasin ketika Rasulullah saw terintimidasi dan berada pada titik2 terakhir sblm hijrah,  sebagai hiburan dan support spiritual sang Nabi. 

Dalam hadits lain,  Rasulullah saw juga pernah menyatakan Surah paling mulia / agung dalam Quran, adalah Alfatihah. 

Fadhilah surah2 Quran yg dikabarkan Rasulullah adalah kebenaran dan kebaikan yg tdk boleh kita sia2kan. Seperti juga misalnya Ramadhan bahwa hadits shaum dgn penuh keimanan dan perhitungan,  reaksi kita apakah berbuat sepenuh jiwa raga dlm mengisi Ramadhan atau dibiarkan saja menjalani Ramadhan sekedar menghilangkan kewajiban saja. 

Yasin adalah salah satu dari 14 huruful muqotto’ah yg merupakan salah satu keajaiban Quran,  inilah ruangan yg disediakan Allah spy manusia dpt memahaminya. Ayat setelahnya dilanjutkan dgn wal quranul hakim.  

# Makna al hakim :

1- bijaksana : Quran mengandung nilai2 kebijaksanaan, yg dpt dijadikan guru,  sahabat,  yg menghasilkan kualitas kebijaksanaan yg sangat tinggi melebihi kebijaksanaan apapun di dunia ini. Yg bisa meleburkan keburukan2.

Quran itu membawa nikmat,  strukturnya begitu kuat dan dapat menentramkan.  Spt sahabat2 Rasul dulu, yg berbagai profesi, ketika diajak berjihad,  semuanya akan segera melakukannya dgn sepenuh hati. Krn mereka betul2 berguru dan bersahabat dgn Quran. 

2- alhakim juga berarti hikmah,  kebenaran yg dicapai melalui ilmu dan akal. 

Ada org yg menganggap kebenaran itu hanya dgn akal atau ilmu saja. Tentu akan berbeda kualitas kebenaran yg dihasilkannya. 

Bijaksananya Luqman dalam mendidik anaknya,  ungkapan2nya bukan sekedar ilmu atau akal,  tetapi untaian kalimat hikmah yg merupakan turunan keduanya. 

Alquran adalah tempat melatih proses pemahaman menggunakan akal dan ilmu. Spt kisah di Qs. Kahfi sosok berilmu nabi Musa dan Khidir,  ketika berjalan bersama, tdk ada satupun perbuatan nabi Khidir yg tdk lepas dikomentari oleh nalarnya nabi Musa,  inilah bentuk perbedaan pendalaman nalar dan keilmuan dari dua org mulia tersebut. Dibalik sebuah ilmu ada ilmu lain yg lebih tinggi yg dimasukkan Allah bagi org2 tdk sekedar belajar tapi lebih jauh lagi bertadabbur dan tafakkur kpd Allah yaitu ilmu ladunni. 

Peristiwa ini terjadi setelah pernyataan nabi Musa bahwa beliau adalah manusia paling cerdas di dunia. 

Seseorang bisa belajar dgn guru,  buku dan sekolah yg sama,  tetapi yg Menghantarkan kita kebijaksanaan adalah yg paling dekat dgn Allah, Maka perbaiki interaksi kita dgn Quran. 

# Adakah Tanda2 atau perasaan ketika penalaran dan perasaannya dgn Quran sudah mendalam? 

Ada 4 pertanyaan kita mentadabbur Quran :

1- Siapakah yg menciptakan alam semesta? Ayat mana yg menjelaskan kehebatan penciptaan hrs dicari lebih lanjut. 

2- Untuk apa hidup kita di dunia ini?  Ayat apa yg menjelaskannya, utk taqwa,  utk jadi khalifah, utk memakmurkan bumi,  bgmn caranya? 

3- Sudah sesuaikah ayat2 ini dgn fitrah kita ?  Sudah menginspirasi, menyemangati,  hati tdk gelisah lagi,  tdk ada emosi atau kata2 terkendali.

4- Bgmn cara meyakinkan hanyalah Allah Tuhan kita?  Dijelaskan ayat2 tauhid. 

Pencarian manusia itu adalah mencari jawaban2 utk solusi permasalahan hidupnya,  dalan Quran sudah ada semua jawabannya. 

Wallahu a’lam 

Ramadhan Efek menjadi Robbaniyun bukan Ramadhaniyyun

​Seri mengaji masjid Alitisham sabtu, Ustad Sambo,  8 Juli 2017 / 14 Syawal 1438

# Efek ketaqwaan terlihat pada :

1. Akhlaqul karimah terhadap keluarga,  masyarakat dan makhluk yang merasa aman di sekitarnya. 

2. Ucapan yg baik dan benar –  Qaulan sadiidan Qs. 33:70,  yaitu Kalimat yg benar,  tdk kasar. 

3. Pemikiran yg jernih,  bersih,  positif thinking. 

  • Berfikir positif : Jika org yg rajin beribadah terlihat masih berfikiran negatif,  berarti belum mencapai taqwa. Qs. 7:201 – ketika berfikir buruk pun dia langsung sadar dan cepat bertaubat
  • Berfikir jauh ke depan : sampai ke dimensi akhirat. Qs.  2:1-5 yakin
  • Berfikir cerdas : dalam terminologi ulil albab,  analisanya tajam,  ada ibadah melatih hal ini,  yaitu i’tikaf di masjid dgn tdk banyak mengobrol tapi bertafakkur. Spt nabi yg sejak muda bertahannus di gua hiro. Spt juga nabi Khidir yg bertahannus di gua2 yg sulit dicapai oleh nabi Musa. Kecerdasannya melebih nabi Musa. 

4. Berperasaan baik –  positif feeling

  • Tdk mudah tersinggung dan Mudah memaafkan
  • Qs. 3:134 –  (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

5. Peka terhadap yg baik,  empati,  simpati, jauh dari sifat egois 

Qs.  3:134 – mudah berinfaq di waktu lapang maupun sempit. 

Qs.2:177 –  melakukan infaq yg terbaik yaitu sebelum diminta sudah memberi

Maka harta utk infaq itu dibagi 3 bagian,  yaitu :

  1. kpd org2 yg kita jadwalkan 
  2. kpd org2 yg insidental terlihat butuh pertolongan 
  3. kpd org2 yg datang minta tolong

Harta kita bagusnya dibagi 3 bagian diluar zakat (harta kepunyaan org lain) :

  1. utk kehidupan sehari2. 
  2. utk jaga2 kebutuhan
  3. utk Infaq pada level sahabat

Bisnis pun pembagiannya spt ini :

  1. utk dimakan
  2. utk modal selanjutnya 
  3. utk infaq 

6. Hati yang jernih

# Masing2 di atas hrs melewati tahapan2 sebagai berikut :

1- Sehat –  taqwa level 1

  • Terbebas dari penyakit akhlaq,  lisan,  pikiran,  perasaan (dendam benci,  prasangka buruk) ,  hati (yg buruk,  
  • Qs.  3:102 –  Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.

2- Kuat –  taqwa level  2

  • Akhlak  yg bisa mempengaruhi org lain,  menarik memiliki magnet yg membuat org lain. 
  • Pikiran yg kuat 
  • Perasaan yg kuat tdk mudah marah
  • Hati yg kuat lebih sabar dan mampu menahan beban yg lebih dari yg seharusnya. Beban maksimal dapat dihadapi. 
  • Qs. 64:16 –  Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.

3- Hebat –  taqwa level 3

  • Level2 Pemimpin2 kaum muslimin
  • Mampu menaklukkan unsur2 org lain dengan mudah. 
  • Akhlaqnya hebat. 
  • Lisannya hebat krn terlatih dgn bacaan Qurannya,  qiyamul lail nya. 
  • Keberaniannya lebih,  pikirannya cerdas, visinya jauh,  perasaannya hebat,  hatinya kuat menanggung beban dan mengorbankan dirinya utk org2 yg ditanggungnya. 
  • Dalam Islam Memilih pemimpin itu bukan oleh org awam. 
  • Org jadi pemimpin yg ibadahnya hancur2an,  tdk akan sukses. 
  • Ulama / umaro terbaik mestinya shalat di masjid, tdk bermewah2an dan rela berkorban. Pemimpin mestinya semakin berkurang fasilitasnya, yg menjadi jaminan dia mendahulukan kebutuhan org2 yg dipimpinnya. 

# Manfaat ketaqwaan,  yaitu mendapatkan 10 kemenangan :

1- doa2 yg makbul,  surah shaum pada Qs.  2:183-187,  2:183-185 dan 2:187 bicara ttg shaum, dan terselip 2:186 bicara tentang doa, pemimpin islam itu doa2nya terkabul. Spt Umar yg berdoa menghentikan gempa, memerintahkan mengalir utk tidak surut kepada sungai nil. 

2- Hidup penuh kemudahan :

  • Qs. 2:186 
  • Qs. 65:2-4 –  selalu ada solusi

3- hidup berkah,  selalu dalam kebaikan,  semua kenikmatan membawa ketenangan dan ketentraman. 

4- hidup tenang jauh dari stress, ketakutan,  kegalauan

5- hidup mulia

6- hidup selamat,  jalannya lurus krn selalu mendapat petunjuk,  jauh dari bencana yg tidak seharusnya,  selamat dari musibah 

7- 

8- hidup sukses –  mencapai cita2 tertinggi yang diinginkannya dan yg ditempuhnya. 

9- keluarganya sukses, org taqwa akan mengalirkan ketaqwaannya kepada keluarganya,  istri dan anak2.

10- husnul khotimah

# Ciri utama org taqwa :

  1. Ibadah bagus
  2. taat meningkat
  3. Muamalah bagus 
  4. Maksiat/dosa kurang
  5. Hawa nafsu terkendali

# Inilah ciri robbaniyun bukan romadhoniyyun :

  1. Ramadhan itu bulan training centernya
  2. Syawal sampai sya’ban itu waktu bertandingnya. 

Wallahu a’lam