• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 340,130 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Kisah tentang Hawa Nafsu (dari Surah Yusuf) 

​Seri mengaji masjid Alitisham jumat,  5Mei2017 / 8Syaban1438, Ust. Syukron Makmun

# Tafsir surah Yusuf 23-26 –  peristiwa nabi Yusuf dan Zulaikha 

– semua pintu sdh terkunci,  dari kedua belah pihak juga ada hasrat satu sama lain,  namun Allah melindungi Yusuf,  shgg beliau berlari menuju pintu, dikejar Zulaikha dan ternyata di pintu sdh ada suami Zulaikha. 

# Tafsir surah Yusuf 27-29 –  pembelaan nabi Yusuf

– Dibolehkannya ada saksi yg tdk melihat kejadiannya,  tapi melihat berdasarkan pengetahuannya,  argumentasi hukum : jika baju yg robek bagian belakangnya, maka yg benar adalah Yusuf. 

– inilah sikap dasar wanita ketika melihat pria muda ketika godaan syetan mendominasi hawa nafsu mereka,  dlm kisah ini Zulaikha shgg tipu dayanya menjadi sangat luar biasa. Memang tipu daya syetan itu lemah (dan tdk akan dpt menipu kaun mukminin – Qs. 4:76),  tapi begitu berkolaborasi dgn yg yg lain,  spt wanita,  harta, kekuasaan dll, misalnya dpt menjadi tipu daya yg sangat besar. 

– rajanya sbg kepala negara, dgn tenang memutuskan bahwa Zulaikha bersalah.  Dan kemudian meredamnya dgn meminta kpd Yusuf agar menutup kejadian ini, dan meminta Zulaikha agar bertaubat. 

# Tafsir surah Yusuf 30-33 –  pembelaan Zulaikha dihadapan para wanita bangsawan Mesir. 

– namun berita ini juga tersebar dikalangan bangsawan,  sampai kemudian Zulaikha merasa perlu untuk membuat acara untuk membela diri dan kemuliaannya. 

– Isu yg ditiupkan oleh wanita-wanita bangsawan itu adalah cinta yg sangat berlebihan (sakr’ –  mabuk cinta) akan membuat seseorang menjadi irasional : Sampai seorang ratu tergoda pelayannya. 

– Maka terjadilah peristiwa spektakuler pada para wanita yg diundang Zulaikha ketika mereka sampai tdk sadar melukai tangannya ketika terpana melihat keagungan nabi Yusuf. “Ini bukan manusia [-  secara fisik sangat elok dan secara ruh amat berwibawa] ,  inilah malaikat yg sempurna… ” sambil mereka melukai jari2 mereka. 

– setelah kejadian ini,  nabi Yusuf lebih memilih penjara untuk menghindari intrik dan tipu daya dalam lingkungan kekuasaan tersebut, dibanding mengikuti hawa nafsu yg berputar di sana,  krn godaan wanita-wanita bangsawan kpd beliau semakin merajalela. 

 Inilah prinsip da’i, yg lebih memilih penjara dibanding hrs mengikuti hawa nafsu penguasa. 

Wallahu a’lam. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: