• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 299,138 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Agar Istiqomah dalam Fitrah

​Seri mengaji tafsir alhijri, Ust Didin H., 25sep2016 / 23Dzulhijjah1437

Qs. 30:33-34

Surah Ar-Room, Verse 33: Dan apabila manusia disentuh oleh suatu bahaya, mereka menyeru Tuhannya dengan kembali bertaubat kepada-Nya, kemudian apabila Tuhan merasakan kepada mereka barang sedikit rahmat daripada-Nya, tiba-tiba sebagian dari mereka mempersekutukan Tuhannya,

Surah Ar-Room, Verse 34: sehingga mereka mengingkari akan rahmat yang telah Kami berikan kepada mereka. Maka bersenang-senanglah kamu sekalian, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu).

Pada pembahasan yg lalu,  Qs.  30:30 menyatakan bahwa Allah menurunkan ajaran islam yg sejalan dgn fitrah manusia,  tdk ada yg bertentangan dgn jiwa dan nilai2 kemanusiaan.  Hanya krn pengaruh pemahaman dari ajaran2 yg lain,  ada manusia yg salah mengerti. 
Salah satu yg menggambarkan,  Allah menjelaskan watak manusia. 

Manusia punya banyak wajah yg menunjukkan aspek spiritual yg berpindah2 dari satu sifat yg lain di sitiasi yg berbeda. Jarang ada yg istiqomah,  kadang positif kadang negatif.  Contohnya : saat musibah,  mereka menyembah Allah,  ketika mendapatkan kenikmatan mereka berubah sombong. 

# Manusia itu punya penyakit ruhani :

– halu’a – gelisah,  in konsisten 

– jazu’a –  banyak mengeluh & menyalahkan org lain,  manu’a – bakhil,  mengklaim kenikmatan itu krn dirinya jadi hanya utk dirinya (Qs. 70:19) – petunjuk spy perilaku konsisten tdk berubah2 dlm pendirian,  sikap,  gaya hidup hanya krn mendapatkan masalah atau kemakmuran,  yaitu dgn cara :

1- mendirikan shalat yg dilakukan dgn da’imun (terus menerus),  sepanjang hayat dan dilakukan sebaik2nya. Ciri khas org shalat dpt membawa sifat istiqomah dan meminimalkan sifat2 buruk. 

Kebahagian akan datang ketika istiqomah krn dibimbing malaikat,  tdk sedih dan tdk takut.

2- menyadari bahwa di hartanya ada hak org lain yg membutuhkan tapi tdk menampakkan kebutuhan (mahrum). Zakat dan infaq akan mendatangkan istiqomah. 

3- yakin membenarkan sepenuh hati,  tdk ada keraguan sedikit pun pada hari pembalasan,  tetap punya harapan jika keadilan di dunia sulit didapatkan, krn keadilan Allah di hari akhir 

Akan bertanggung jawab,  apapun profesinya,  krn semua perbuatannya akan dimintai pertanggungjawabannya. 

4- takut dan khawatir azab dari Allah di akhirat nanti,  krn tdk dpt dicegah sama sekali. 

5- menjaga kemaluannya,  kehormatan dan pergaulannya,  yg melakukannya adalah melampau batas. Pacaran akan membawa ke perbuatan yang lebih buruk. 

6- menjaga amanat atau janjinya sekecil apapun,  krn unsur yg lain diluar kemampuannya. Org2 amanah adalah org kaya, seperti pada hadits,  “Amanah mengundang krkayaan,  khianat akan mengundang kefakiran (hadits)” 

7- menjaga kesaksian 

# Qs. 12:11 manusia itu tergesa2 (ajula –  ajalah),  tdk sabar dgn proses dan amal perbuatan. 

Ajalah yg diperbolehkan :

– ketika ada yg wafat segera dikuburkan. 

– ketika ada dua insan yg siap menikah maka hrs segera dinikahkan. 
# jadala (banyak alasan) 

18:54 manusia punya sifat suka menjustifikasi alasan2 bagi amal yg tdk dilakukannya

Surah Al-Kahf, Verse 54: Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al Quran ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.

# dzoluman jahula – bodoh dan tdk mau tahu zehingga berbuat dzolim

Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: