• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 299,138 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Pengaturan berkeluarga dalam Islam

​Seri mengaji mushalla Alitisham,  Ust.  Syatibi Satiri,  18sep2016 / 16dzulhijjah1437

1# pernikahan –  bahasan pengajian sebelumnya. 

Pernikahan dalam Dalam Islam :

Kewajiban istri : taat pada suami dlm hal yg tdk maksiat melayani suami. 

Kewajiban suami : mencari nafkah dan memastikan segala yg ada di rumah tangga beres,  mencuci, membersihkan rumah,  memasak/menyediakan makanan.  Jika tdk bisa melakukannya suami boleh meminta kesediaan istri utk melakukannya atau menunjuk khadimat yg bisa membereskan rumahnya. 

2# perceraian,  jenis2nya :

1- ilaa’ di zaman jhilliyah sdh dianggap cerai.  Ilaa’ = bersumpah tdk menggauli menafkahi istrinya selama 4 bulan. Dlm Quran ditunggu sampai 4 bulan, lebih dari itu talaq dijatuhkan,  tapj jika suaminya menggauli istrinya sblm itu maka dia hrs membayar kafarat dari

Qs.  2:226 –  Kepada orang-orang yang meng-ilaa’ isterinya diberi tangguh empat bulan (lamanya). Kemudian jika mereka kembali (kepada isterinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Qs.  2:225 –  tata cara sumpah

2- dlm tradisi arab kuno ada juga dzihar (punggung), yaitu suami menganggap atau bersumpah bahwa punggung istrinya spt punggung ibunya, yaitu pernyataan mengharamkan dirinya menyentuh istrinya krn sdh tdk menginginkannya lagi. 

Kisah khaulah binti tsa’labah di dzihar oleh suaminya lalu turunlah Quran surah alMujadalah,  dendanya memerdekakan budak sblm berhubungan badan kembali. 

Tebusan perang badar org2 yg ditawan bernilai 100jutaan sampai 1.5milyar, wajib memberi makan 60 orang miskin. 

Allah memperlakukan hukum perceraian,  Allah jg mengatur bgmn berkumpulnya kembali suami istri. Talaq bukan kekacauan,  tetapi penjagaan Allah utk memperhatikan emosi sesaat sehingga tdk merusak hubungan keluarga begitu saja, yaitu :

– petunjuk ketika bimbang krn emosi dan jadi membenci pasangannya

Quran : pergauli istrimu dgn baik,  jika kau benci pasanganmu,  boleh jadi kalian membenci sesuatu,  Allah jadikan banyak kebaikan di sana. 

Hadis : sebaiknya seorg suami yg beriman tdk membenci istrinya,  kalau ada sifat yg tdk disukai,  pasti ada sifat yg disukai (HR Muslim) 

– Petunjuk bahwa Wanita juga senang berdamai dgn suaminya

Qs. 4:128 nusyus istri ngambek,  tdk taat lagi dgn suami,  keluar dari rumahnya suami, maka tdk wajib diberi nafkah saat dia keluar rumah itu. 

Jika itu semua terjadi,  maka :

A- pergauli dgn baik –  ingat kebaikan2 masing2 suami dan istri

B- bicarakan dulu apa masalahnya bersama antara suami istri. 

C- tahkim –  mediasi antar perwakilan suami dan istri,  spt yg terjadinya tahkim Ali dan Muawiyah melalui abu Musa Al ashari dan Amr bin Ash,  menurunkan Ali mengangkat Muawiyah. Qs. 4:35 pedoman melakukan tahkim, diplomasi utk menyelesaikan masalah keluarga antara suami istri. 

D- Qs.  Attalaq:1 petunjuk melakukan Talaq, mulai menghitung iddah.  

– Ini berkaitan dgn Ibnu Umar mentalaq istrinya dlm keadaan haid,  krn iddahnya makin lama, dicela oleh Rasulullah, diperintahkan utk ruju’,  sampai selesai haidnya. 

E- setelah ditalaq,  istri tetap  berada di suami sampai masa iddah selesai. Kecuali istri melakukan hal2 perbuatan keji atau zina,  langsung dikeluarkan saja dari rumah. 

F- ketika habis masa iddah, suami bisa memutuskan utk cerai dgn keadaan yg baik atau ruju’ dgn adanya dua saksi. 

Peraturan negara ttg cerai ini blm selengkap aturan agama Islam,  hrs melalu pengadilan.  Patokan bagi kita,  selama aturan tdk bertentangan dgn hukum agama kita bisa patuhi. 

Seperti kisah nabi Yusuf. Ketika saudara nabi yusuf dari kan’an Palestina ke mesir, utk membeli makanan,  dirayu nabi yusuf utk menukarkan adik mereka bunyamin,  tanpa hrs membayar makanan. Tapi ada penolakan dari ayah mereka.  Maka sekaligus utk memberi pelajaran saudara2nya yg dulu pernah membuang nabi Yusuf,  maka dibuatlah skenario bejana kerajaan dimasukkan ke karung makanan benyamin. Contoh Penerapan hukum negara dan hukum agama :

  • Hukum negara : setiap pencuri hrs jadi budak
  • Hukum agama : penerima hukuman boleh digantikan,  “Ambil salah satu dari kami utk mengganti bunyamin utk tinggal.”

Cara hitung iddah adalah 3 x masa Quru ‘un,  ada 2 pendapat :

  • Imam hanafi : mengikuti 3x masa suci. 
  • Imam syafi’i : mengikuti 3x masa haid. 

Utk yg sdh manupouse,  masa iddahnya 3 bulan (attalaq:4)

Utk yg hamil masa iddahnya menunggu melahirkan. 

Talaq itu 3 tahap, jika sdh mencapai talaq 3, maka tdk boleh balik ruju’ kecuali sdh ada muhallil (yg bikin halal),  yaitu istri menikah dulu dgn laki2 lain dan sdh disentuh dan tdk boleh ada kesepakatan. 

Talaq itu 2x, maka setelah itu tahan dgn cara yg baik atau lepaskan dgn cara yg baik.  Kalau sampai di talaq 3x tdk halal ruju sampai istri menikah dgn laki2 lain dan sdh berhubungan badan. 

Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: