• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 299,138 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Meningkatnya Kualitas kaum Muslimin setelah Ramadhan

Seri mengaji masjid Alitisham, ust.  Sambo,  6agt2016 / 3dzulqoidah1437

Org menjadi lebih baik setelah Ramadhan,  selain berhasil mengerjakan banyak ibadah ketika ramadhan –  Iman meningkat,  indikatornya:

1 – Ibadah meningkat : variasi,  volume dan Kualitasnya.

2- Maksiat berkurang,  meninggalkan maksiat :
– meninggalkan secara fisik (penurunan atau tdk lakukan sama sekali,  tadinya merokok skr tdk,  tadinya marah2,  tadinya suka ngomongin org, tadinya di bank konvensionalpindah ke syariah).
– Fisiknya masih dilakukan tapi secara rasa sdh malas melakukannya.
– Muncul rasa tidak suka kpd maksiat.
Ini bukan hanya shaum Ramadhan 1 bulan,  tapi berlaku juga pada ibadah shalat 29:49 dan juga haji yang 15 hari.
Ibadah diwajibkan krn utk kebaikan kita sendiri,  kalau tdk ada perubahan maka ritual saja tanpa arti.

3- ketaatan kpd hukum dan aturan Allah bertambah.
– Kebanyakan muslim sekarang krn terperangkap hawa nafsunya,  hanya aturan2 mengenai Ibadah saja yg diterima,  tapi hukum2Nya yg lain tdk diterima. Hal2 di luar ibadah mahdoh spt meninggalkan Riba, melakukan ekonomi dan politik islam dll, tdk diterima.
Alasan klasik : banyak bank syariah masih mengandung riba ya ngga kupilih,  masih juga ditemui keburukan anggota2 partai Islam jadi tak kupilih sekalian. Padahal persentasinya sdh lebih baik dari sisi ketaatannya,  yg konvensional 100%ribanya,  di bank syariah tinggal 20%. Korupsi di partai konvensional terang2an dan 100%, di partai islam sudah di posisi 10%.

Logika yg tdk aple to aple :
– anak nabi nuh dan luth aja kafir,  jadi tdk perlu mendidik anak dgn baik, 
– pelacur ngasih makan anjing masuk surga, jadi ngga apa2 maksiat yg penting berbuat kebaikan.
– wanita ahli ibadah masuk neraka krn tdk memberi makan kucingnya,  jadi buat apa banyak beribadah kalau ujung2nya masuk neraka.
– kisah orgtua yg mau wafat berwasiat agar badannya di bakar dan abunya disebar,  lalu dlm dialog dgn Allah si orgtua menyatakan rasa takutnya kpd Allah,  maka Allah mengampuninya krn kesungguhan hatinya. Sekarang banyak yg berpikiran semudah itu ampunan Allah,  padahal dlm kasusnya yg sekarang berbeda sama sekali.
Hukumnya tdk ditolak,  walaupun blm bisa melaksanakannya.
4- semakin baik kpd org lain dlm hablum minannas. Kpd keluarga,  kpd tetangga dll.

Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: