• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 299,329 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Halal bi Halal Gunadarma

Tausiyyah Ust. Alhabsyi di HBH – UG 1437H, D462, 18Juli2016

#  Episode ke-1

Ada 3 posisi makhluk Allah : Kiri (sifat syetan)  –  tengah (manusia)  –  kanan (sifat malaikat).  Sbg khalifah Allah di muka bumi,  manusia bisa memilih kemana kecenderungan perilakunya, yaitu :
1- Mengalahkan ibadahnya malaikat dgn ilmu. Spt nabi Adam yg mengajarkan nama2, dan seluruh makhluk diperintahkan sujud kpd beliau. 
2- banyak manusia juga mampu mengalahkan kejahatan &  kekejian syetan,  lebih dahsyat dari hewan.

# Episode ke-2

– jgn pernah meremehkan dosa kepada siapapun,  lebih berat berdosa kpd manusia krn bukan cuma hrs taubat kpd Allah,  tapi hrs meminta maaf kpd yg didzolimi.
– Menghadapi Pejabat jaga omongan,  menghadapi Ulama jaga hati.
–  kisah guru yg tertunda ratusan tahun masuk surga krn pernah mengambil tusuk gigi kecil,  lalu bgmn para penguasa yg memakan kayu2 Kalimantan milik rakyat.

# Episode ke-3

– Meminta maaf dpt membuat mulia,  namun memberi maaf lebih lagi, krn tdk semua org bisa mengikhlaskan dan memaafkan.
– Memberi maaf adalah tanda org taqwa.
– Lebih baik duduk dgn org kecil berjiwa besar daripada org2 besar yg berjiwa kerdil. Bisa jadi org kecil dia besar dihadapan Tuhannya,  bisa jadi org miskin,  tapi dia kaya dihadapan Tuhannya.

Mengapa org sulit memaafkan :
– dendam jadi sifat di jiwanya.
– sombong jadi seragam kesehariannya. 
Cirinya:
1- tdk mau menerima nasihat org lain,
2- memandang kecil org yg ada didepannya [iblis yg merasa lebih baik dari Adam,  mulia jadi hina]

# Episode ke-4

– pesan nabi ; surga itu aromanya sangat harum bisa tercium 1000 tahun waktu perjalanan akhirat. Ada 2 golongan manusia yg diharamkan mencium  baunya:
1- yg memutuskan tali silaturahim.
2- anak2 yg durhaka kpd orgtuanya. : krisis akhlaq,  apa yg sdh kita tanam,  yg bisa diwariskan kpd anak2 kita, adalah kontribusi orgtua kita. 
Seorg Ibu  berani mati utk 10 anaknya,  blm tentu sebaliknya,  seorang bapak berani berkorban utk 10 anaknya,  blm tentu sebaliknya.
Bagaimana seorg anak berbicara dgn org lain bisa sopan,  tapi kpd orgtua tidak bisa,  malah banyak kata2 pembangkangan,  buat apa mulia di luar sana,  hina di hadapan orgtua.  Orgtua adalah keramat hidup doanya makbul,  sumpahnya jadi doa,  Ridho Allah ridho orgtua. (Baca : Buku Ada surga di rumahmu)

Abdullah bin umar melihat ke kabah melihat anak muda menggendong ibunya bertawaf,  berjalan dari yaman ke makkah,  berdarah2, kulit mengelupas.  Anak muda itu ridho, dan ditegaskan pula oleh Abdullah bin Umar,  bahwa sebesar apa pun yg telah dilakukan sang anak,  tdk akan bisa membayar satu tetes darah ibu ketika melahirkannya.

Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: