• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 304,745 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Teknik Qurani pengembangan potensi Ummat islam

Seri Tafsir Alhijri, Ust. Didin H., 12jun2016 / 7Ramadhan1437, Qs. Arrum:8

Surah Ar-Rum 8: Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya.

Banyak dlm Quran dan hadits perintah mengembangkan potensi, agar kebaikan2 bisa menjadi budaya, lifestyle kita dan akhirnya menjadikan kita org-org unggul yg selamat dunia akhirat.

budaya ilmu – sikap senantiasa bergelimang ilmu dimanapun berada. Ditandai 4 hal :

A- belajar (ta’lu) – Dari lahir sampai liang lihat, tdk terbatas usia, atau pekerjaan.
Tdk ada istilah kepalang sibuk, tua, kepalang bodoh.
Hadits : barangsiapa mengikuti suatu jalan mencari ilmu dan berusaha di dalamnya secara terus menerus, maka Allah akan memudahkan kita masuk ke dalam surga.
Hadits : Allah akan mengangkat derajat org yg beriman dan org2 yg berilmu (yg disertai amal dan akhlaq).

B- budaya membaca (alqiroah) : suka baca Quran masuk ke dalam hati dan pikiran.
– Wahyu 5 ayat pertama dimulai dgn perintah membaca. Sbg penyebab awalnya mendapat ilmu.
– ulama dahulu paling lambat membaca khatam Quran 3 hari sekali.
Imam syafii setiap hari.
Melatih konsentrasi utk fokus dlm kebaikan, menguatkan pikiran dan kesadaran tauhid kita.
– Bahkan di akhirat kita pun disuruh baca, ketika disodorkan catatan amal kita Qs. Alisro:13-14
Surah Al-Isra, Verse 13:  tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka.
Surah Al-Isra, Verse 14: “Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu”.

C- budaya menulis (katana)
– ulama dahulu membiasakannya menulis shgg umur ilmunya lebih panjang usia fisiknya.
– minta usia panjang dan tambahkan permohonan dan kemanfaatan usia.
Hadits : Siapa yg panjang usianya dan baik amal perbuatannya. Seburuk2 manusia panjang umurnya dan buruk amal perbuatan nya.
Imam syafii usianya 54tahun Amat produktif, istimbat hukum arrisalah yg menjadi tulisan pertama ttg ushul fiqh.
Buya hamka dgn Tafsir Alhijri all azharnya terus dipelajari org sampai sekarang
Ibn khaldun masih eksis krn tulisannya muqoddimah.
Jgn katakan org yg wafat dikalangan Allah mereka wafat. Tp mereka tetap hidup.
Alqolam : 1-3 – demi catatan yg ditulis oleh malaikat.

D- budaya berfikir
– memikirkan diri, ciptaan Allah yg tdk ada yg sia2 kecuali ada manfaatnya. Dan ada batas2nya atau ada waktunya. Menghasilkan kesadaran tauhid dan keimanan.
– berzikir dgn nama Allah, berfikir tentang ciptaanNya.
– Qs. Arrum : 54 – Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.

Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: