• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 300,769 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Penetapan syariat ibadah

Seri Mengaji Mushalla Alitisham, Ust. Syatibi Satiri, 17April2016 / 10Rajab1437

# Penetapan syariat Shaum

Bahasa : menahan diri
Istilah : menahan diri dari yg membatalkan dari terbit fajar shubuh sampai terbenam matahari.

Perintah pada Qs. 2:183-185, ibadah ini juga dilakukan oleh ummat2 terdahulu.

2 metode penetapan Ramadhan :
1- wujudul Hilal, sdh terlihat Hilal.
2- ru’yatul Hilal, mungkin terlihat jika 2 derajat atau lebih, jika tdk disempurnakan bilangannya.

HR Bukhari Muslim : bershaum dan berlebaranlah ketika melihat Hilal, jika tdk terlihat maka sempurnakan bilangannya bulannya.

# Penetapan syariat haji dan Umrah

Semua ummat punya tempat berkumpul utk Beribadah
– Qs. 22:34
– Qs. 22:67

Org Arab punya tempat di Baitullah, yg dibangun nabi Ibrahim dan Ismail.
Nabi ibrahim tadinya di Babilonia – hijrah ke palestina – hijrah ke makkah dgn meninggalkan istrinya Hajar dan Ismail di sana, maka Ismail disebut leluhur Makkah.

Ka’bah Qs. 2:127-128

Beribadah di ka’bah terus dilakukan menjadi kebiasaan org Arab dari Ibrahim, Ismail sampai Allah mengutus Nabi Muhammad SAW.

Bangsa Arab banyak mengubah ajaran Ibrahim bahkan menyekutukan Allah dgn berhala2 di sekitar Baitullah dan di bukit safa dan marwa. Alasannya melakukan washilah (mendekatkan diri kpd Allah) termasuk ketika menyembelih hewan2 dgn menyebut nama2 berhala tsb.

Ketika nabi SAW membawa risalah Islam yg memperbarui kembali risalah nabi Ibrahim yg lurus, Allah menjadikan ka’bah sbg tempat ibadah ummat nabi Muhammad SAW. (Qs. 3:97).

-Qs. 22:30-31 perintah menjauhi perbuatan Kotor, ucapan keji, melakukan ikhlas dan tdk menyekutukan Allah di sekitar ka’bah.

-Qs. 2:197 – waktu (pada bulan2 yg sdh ditentukan), adab (tdk rofatsa, fasik, dan tdk berdebat) dan Tata cara haji.

Fardhu haji di tahun ke-6 hijrah. Rasul pernah umrah di tahun ini tetapi tdk dibolehkan Quraisy. Kemudian mengqodonya di tahun ke-7.
Thn ke-9, Abu bakar dan sahabat haji.
Thn ke-10, Rasul berhaji dgn membawa seluruh ummat Islam. (Haji Wada). Di sini Rasul menjelaskan Tata cara haji. Hadits : berhajilah sbgmn kalian melihatku haji.

Aturan2 haji banyak faidahnya :

1- para penduduk Makkah Mendpt manfaat dari org2 yg berhaji dan berumrah ke sana utk menarik rizki. ini sesuai dgn permohonan doa nabi Ibrahim – Qs. Ibrahim:37.

2- faidahnya pada org Arab secara keseluruhan mendapat manfaat ekonomi dan perdagangan di musim haji dan umrah. Qs. 22:28

3- faidahnya bagi seluruh kaum muslimin yg datang dari seluruh penjuru dunia, dgn berkumpul dan saling mengenali satu sama lain, menyatukan ibadah mereka dan menyatukan kiblat mereka. Mendapat manfaat terkait ilmu, manfaat agama dan dunia. – Qs. Alqashas : 27 mahar nabi musa bekerja selama 8 tahun haji, kalau dilebihkan 2 tahun lagi diperbolehkan. Menunjukkan istilah haji sdh dikenal sejak nabi Musa.

Haji Akbar ketika wukuf hari jumat. Spt hajinya Rasul di tahun ke-10.
Peringatan bagi kita ayat2 terakhir diturunkan ketika haji ini Qs. 5:3.
Tapi ada pendapat lain yg benar2 terakhir diturunkan ayat yaitu Qs. 2:178.

Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: