• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 299,138 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Cara meningkatkan Pemahaman terhadap Quran

Seri Mengaji Masjid Alitisham, Ust. Sambo, 15Apr2016 / 9Rajab1437

Quran membawa hidayah

Qs. 2:185 Quran petunjuk menuju ketaqwaan.

# Targetnya hrs membaca dgn benar dan dlm jumlah yg sesuai yg diajarkan nabi SAW per hari.
– benar secara fisik : panjang pendek, makhorijul huruf, tempat berhenti.
– pengulangan terus membaca, rutinitas sehari2 minimal 1 juz.
Qs. 8:2 makin membaca bergetar hatinya dan bertambah imannya.

# Meningkatkan Pemahaman Quran :
Level 1 : mengerti terjemah umum

Level 2 : mengerti terjemah kata per kata

Level 3 : mengetahui Tafsir umum, seperti Tafsir ibn Katsir (Tafsir ayat dgn ayat, dgn hadits), Tafsir jalalain.

Level 4 : mengetahui Tafsir kata per kata pilihan yg bermakna dalam & lebih khusus, spt “alif lam mim”, hudan (hidayah, macamnya, konteksnya, serta hikmahnya), taqwa (secara amal, hati dan pemikiran).

Prinsip belajar : jika blm paham, tdk tahu, atau ragu tanyakan kpd Ustad.

Makna kata-kata dlm Quran :

1- makna umum / bahasa – misalnya shalat maknanya doa secara bahasa.
– Taqwa : takut,
– Islam : pasrah / damai

2- makna khusus / istilah, shalat adalah pekerjaan tertentu dgn syarat2, gerakan dan bacaan tertentu dimulai takbir diakhiri salam.
– Taqwa menjalankan perintah menjauhi larangan
– Islam : agama Allah

3- makna lebih khusus yg pada konteks tertentu akan berbeda maksudnya.
– Taqwa : rasa takut yg berbaur dgn raaa cinta, shgg amalnya selalu dlm koridor.
– Islam : org Selamat dari lidah dan tangannya.

Level 5 : Tafsir ayat kalimat per kalimat.
– perbandingan ayat dari segi Tata bahasa dan keilmuan dari pemahaman para penafsirnya.
– ilmu2 penunjang mulai hrs dikuasai : bahasa Arab, ushul fiqh.
– Mulai belajar hukum dlm Quran, misalnya hukum jilbab, hukum perang, riba, rumah tangga, hukum dalam ibadah, dll. Contoh lain :
– selesai shalat, berdzikirlah (shalatnya wajib, dzikirnya sunnah)
– selesai shalat jumat, bertebaranlah (shalatnya wajib, bertebaran hukumnya mubah).
– 4:103 – Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.
Tdk begitu saja pemahaman begitu saja. Inilah yg namanya ikhtilaf, bisa keluar dari pemahaman konteks ayat berbeda, pahaman bahasa yg beda, pemahaman hadits yg berbeda.
– Dlm tahap ini Quran menjadi pedoman hidup. Harus lebih intensif beritanya kpd yg lebih memahami agar dapat verifikasi.
– Tafsir Hamka, tafsir almarobi, fizilalil Quran.

Level 6 : Hikmah ayat.
– Hikmah berwudhu, bukan sekedar bersih dari kotoran, tapi jg membersihkan ion negatif (grounding-nya manusia, menurut ahli Tafsir ilmu pengetahuan alam), maka kalau tdk air, hanya bisa digantikan oleh tayammum.
– Hikmah2 sunnah, semakin diketemukan.
41:53 – Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?
-/berselancar dalam samudera Quran, hidup di bawah naungan Quran.

Level 7 : Rahasia-rahasia Quran
– ilmu ladunni
– seorg Abu bakar ketika turun ayat “idzaja anasrullohi wal fath,” ketika semua org gembira akan kemenangan Islam dan banyak org masuk berbondong2 dlm Islam, beliau malah menangis krn menurut pemahaman mendalam beliau thdp Quran, ketika Islam menang dan sempurna, maka yg membawa dan yg diutusnya akan segera diambil.
– Tafsir Isyari (Tafsir isyarat) –  bagi org yg kurang dasarnya akan bisa salah paham bahkan tersesat. Hrs kuat dulu dlm pemahaman pelajaran2 dasarnya. Tafsir seperti ini Biasanya tdk dipublish, dan digunakan utk penguatan diri sendiri. Karena sifat pemahaman di luar pemahaman umum yg diilhamkan oleh Allah.

Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: