• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 299,138 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Pantulan Taqwa Dalam bentuk Kecerdasan

Khutbah Idul Fitri 1436 H, Masjid Alitisham, Dr. H. M. Rais Ahmad, 17Juli2015 / 1 Syawal 1436H

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, Walillahilham

Sebagai perwujudan rasa syukur kita akan keberhasilan menyelesaikan ibadah Ramadhan tahun ini, kita hadir pada hari ini bersama-sama bersimpuh mengucapkan takbir, tahmid, tasbih dan tahlil.
hari ini kita memasuki jiwa yang penuh bahagia ruhani, kelezatan samawi (langit) dan kenikmatan spiritual. 

Qs. 2:185 – (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, Walillahilham

Ibadah Ramadhan yang baru saja kita laksanakan, sesungguhnya adalah suatu proses pendidikan yang berkelanjutan dan berkesinambungan bagi kita orang-orang yang beriman yang dapat menghantarkannya kepada puncak nilai-nilai kemanusiaan yang disebut taqwa (la ‘allakum tattaquun). Taqwa merupakan indikator utama kebahagiaan, kemuliaan dan kesejahteraan.

Qs. 49:13 – Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Qs. 7: 96 – Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, Walillahilham
Hadirin jamaah Idul Fitri rohimakumullah,

Ada beberapa hal penting yang ditumbuhkan melalui latihan-latihan selama melakukan ibadah Ramadhan sebagai indikator utama ketaqwaan.
Pertama, menumbuhkan kecerdasan emosional yang berkaitan dengan kemampuan pengendalian diri dalam merespon berbagai macam keadaan. Pengendalian diri ketika mencintai dan membenci sesuatu agar tidak berlebihan.

“Cintailah sesuatu itu secara sederhana karena boleh jadi engkau akan membencinya pada suatu ketika dan bencilah sesuatu secara sederhana karena boleh jadi engkau akan mencintainya pada suatu ketika.” (HR. At-Tirmizi)

Pengendalian diri ketika berhadapan dengan orang yang berbeda pendapat atau malah berseberangan dengan kita untuk tetap menganggap mereka sebagai saudara sesama anak bangsa. Bahkan dengan sikap ini, budaya saling memaafkan akan tumbuh dan berkermbang dengan baik.

“Tidaklah puasa itu hanya (menahan diri) dari makan dan minum saja. Sesungguhnya puasa itu (meninggalkan) perbuatan yang tidak ada gunanya, dan ucapan-ucapan kotor. Jika ada orang yang menghinamu, membodoh-bodohkanmu, maka katakanlah, ‘aku sedang berpuasa’.” (HR. Ibnu Huzaimah, Ibnu Hibban dan AlHakim)

Kecerdasan emosional semacam ini akan mengikis sifat saling dengki antara sesama anak bangsa, antar suku dan etnis, bahkan antar pemeluk agama yang berbeda. Dengan kecerdasan ini diharapkan kita dapat melaksanakan tiga hal yang disebut perbuatan yang paling utama di antara yang utama (afdholul fadha’il) yaitu, “bersilaturrahim dengan orang yang memutuskannya, memberi orang yang tidak pernah memberi dan memaafkan orang yang telah berlaku dzalim kepada kita.” (HR. Imam Thabrani dan Muaz bin Jabal)

Kedua, membangun kecerdasan spiritual yang berkaitan dengan arah dan tujuan hidup yang jelas yakni bukan semata-mata ingin mendapatkan materi dan jabatan yang seluas-luasnya dengan segala macam cara (tujuan menghalalkan segala cara), akan tetapi juga mencari kebahagiaan yang bersifat ruhaniyyah yang dilandasi dengan ajaran agama. Kejujuran, keadilan, jauh dari budaya dan perilaku syirik yang ditanamkan melalui ibadah shaum akan menghantarkan pada kenikmatan hidup yang hakiki dan kecerdasan spiritual yang tinggi. Setiap orangakan merasakan betapa jujur, adil dan amanah itu adalah sesuatu yang sangat indah dan sangat luhur.

Rakus, tamak dan kourp pasti akan selalu dijauhka dalam kamus kehidupan orang yang memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi, karena ia menyadari bahwa sifat rakus dan tamak akan membawa kepada kefakiran.

“Jauhilah oleh kalian sifat tamak (rakus) karena sesungguhnya sifat itu adalah merupakan kemiskinan yang nyata.” (HR. Thabrani)

Kecerdasan spiritual akan membawa pula pada berfikir untuk senantiasa membawa ajaran agama dalam seluruh tatanan kehidupan. Tidak ada dikotomi dan sekularisasi dalam jalan hidupnya. Semua harus terkait dengan ketentuan Allah SWT. Ketika beraktifitas di masjid, di pasar, di kantor-kantor pemerintahan, di kampus, di jalan raya maupun dalam keluarga. Hal ini sejalan pula dengan Alqur’an :

Qs. 2:208 – Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, Walillahilham
Hadirin jamaah Idul Fitri rohimakumullah,
 

Ketiga, membangun kecerdasan sosial yaitu kecerdasan dalam arti selalu memiliki rasa simpati dan empati dan selalu ingin menolong orang yang mendapatkan kesulitan dalam hidupnya. Kecerdasan sosial akan mengikis habis sifat egois, kikir, materialistis yang diganti (ditukar) dengan aufat kedermawanan sebagai buah latihan ibadah shaum. Ibadah Ramadhan melatih orang merasakan betapa beratnya lapar dan haus itu, padahal cuma sementara dan terbatas hanya di siang hari (yaitu hingga terbit fajar sampai terbenam matahari). Bagaimana halnya dengan nasib orang ya g sepanjang hidupnya merasakan lapar dan dahaga dalam kekurangan. Tidak pantas membarkan mereka dalam keadaan kekurangan terus menerus. Ibadah shaum menanamkan bahwa kita bagian dari mereka yang bernasib kurang baik dan mereka pun bagian dari diri kita.

Engkau akan melihat orang-orang beriman dalam kasih sayang mereka, dalam kecintaan mereka dan dalam keakraban mereka antar sesamanya adalah bagaikan satu tubuh. Apabila salah satu anggotanya merasakan sakit, maka sakitnya akan dirasakan pulan oleh seluruh tubuhnya sehingga seluruhnya ikut demam (HR. Bukhari).

Bagi orang yang memiliki kecerdasan tinggi yang terimplementasikan dalam sikap kedermawanannya akan mendapatkan anugerah kedekatan dengan Allah SWT dan sesama manusia. Sebaliknya orang yang kikir, bakhil akan mendapat adzab, jauh dari Allah, jauh dari manusia.

“Orang yang pemurah itu dekat dengan Allah, dekat dengan manusia, dekat dengan surga dan jauh dari neraka. Dan orang yang bakhil itu jauh dari Allah, jauh dari surga dan dekat dengan neraka. Orang jahil tapi pemurah lebih dicintai Allah daripada ahli ibadah tapi bakhil.” (HR. Tirmidzi)

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, Walillahilham
Hadirin jamaah Idul Fitri rohimakumullah, 

Keempat, membudayakan amal jama’i. Hal lain yang penting latihan dan pendidikan Ramadhan yang harus diteruskan di luar Ramadhan adalah kebiasaan melakukan amal jama’i, ibadah mahdoh maupun muamalah secara bersama-sama (berjamaah). Di bulan Ramadhan semua masjid penuh di mana-mana, baik di kampung maupun di kota, di perumahan maupun di kampus, bahkan Mushalla di pasar selalu diramaikan kaum muslimin dalam melaksanakan shalat 5 waktu berjamaah, shalat tarawih bahkan ta’jil (buka shaum bersama) termasuk tadarrus Al Quran. Jika kebiasaan itu diteruskan secara kontinyu sehingga menjadi budaya unggulanyang dinanti-nantikan oleh ummat dan dunia. Kita yakin akan terjadi perubahan yang signifikan ke arah yang paling baik dan kualitas ummat. Dalam sejarah kita memahami bagaimana ummat Islam memiliki izzah (harga diri)yang tinggi, dihormati oleh masyarakat dunia termasuk oleh orang-orang kafir.

Ummat Islam punya sikap keras terhadap orang kafirdan lemah lembut dan penuh kasih sayang terhadap sesama saudara seiman karena mereka melakukan ruku’ dan sujud secara bersama-sama dalam shalat berjamaah yang hanya mengharap ridho Allah SWT semata.

“Muhammad adalah utusan Allah, Da orang-orang yang ada besertanya bersikap keras kepada orang-orang kafir dan sayang menyayangi sesamanya, Engkau lihat mereka ruku’ dan sujud mengharap karunia Allah dan ridho-Nya. Tanda-tanda mereka ada di wajahnya tampak bekas sujud. Demikianlah perumpamaan mereka (kaum Muslimin)”

Kegiatan muamalah seperti kegiatan ekonomi – perdagangan dan jual beli yang terbebas dari riba, penipuan dan melahirkan kesejahteraan bersama bukan terjadi kesenjangan antar sesama kelompok ummat (yang kaya makin kaya, yang miskin semakin banyak dan semakin terpuruk), seperti yang terjadi di era sekarang yang perekonomian dan bsnis dikuasai oleh pelaku ekonomi ribawi.

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, Walillahilham
Hadirin jamaah Idul Fitri rohimakumullah, 

Jika kaum muslimin sudah membiasakan shalat berjamaah, meramaikan dan  memakmurkan masjid dan menganggap hal itu sebagai kebutuhan, maka diharapkan mereka akan tergerak hatinya untuk berjamaah dalam bidang muamalah dalam membangun kekuatan ummat dengan membangun pendidikan yang berkualitas dan yang terjangkau oleh semua lapisan masyarakat, membangun institusi kesehatan yang memungkinkan kaum dhuafa memiliki akses, membangun institusi ekonomi ummat dan lain sebagainya. Hal ini sangat dimungkinkan karena untuk saat ini Alhamdulillah sumber daya manusia (SDM) muslim yang berkualitas sudah cukup tersedia, tinggal bagaimana mengatur dan mensilaturahimkannya. Demikian pula potensi dana yang terdapat pada Zakat-Infaq-shodaqoh (ZIS) cukup besar, demikian pula lembaga wakaf Indonesia yang sudah menasional.

Sungguh luar biasa kekuatan yang terjelma dampak dari berjamaah itu akan mengundang rahmat dan pertolongan Allah SWT.

Qs. 9: 71 – Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Hanya saja, dalam melaksanakan amal jama’i ini diperlukan keikhlasan yang sungguh-sungguh untuk terbiasa melebur diri dalam barisan yang rapi. Kesediaan untuk dipimpin oleh yang lain yang lebih capable, kesediaan untuk berdiri pada barisan belakang. Diperlukan juga kesabaran dalam membangun amal jama’i, karena sering terjadi gesekan-gesekan yang kalau disikapi secara emosional akan menimbulkan perpecahan dan pertentangan apalagi jika terdapat iming-iming dalam bidang materi yang menggiurkan dan menarik perhatian.

Perlu kita sadari bersama bahwa orang-orang kafir pun, mereka selalu bekerja sama dalam membangun kekuatan mereka, kerjasama dalam bidang pendidikan, ekonomi, politik maupun pertahanan, seperti yang kita sakikan dan rasakan sekarang ini. Hal ini pun sesungguhnya sudah dikemukakan Allah dalam  firman-Nya.

Qs. 8 : 73 – Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.

Oleh karena itu, mari kita biasakan dan budayakan amal jama’i dalam berbagai bidang kehidupan kita, sebagai hasil dari ibadah Ramadhan yang kita lakukan, agar rahmat dan pertolongan Allah serta kekuatan akan bisa diraih seoptimal dan semaksimal mungkin. Semoga Allah menerima amal ibadah kita lakukan, menyempurnakan kekurangannya dan kita termasuk golongan orang-orang yang bertaqwa.

Doa Khutbah kedua

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, Walillahilham
Hadirin jamaah Idul Fitri rohimakumullah,
 

Allahumma ya Allah ya Tuhan kami,
kami panjatkan segala puji dan syukur atas segala rahmat dan karunia yang telah Engkau limpahkan kepada kamu, nikmat sehat wal afiat, nikmat ilmu dan nikmat iman serta Islam. 

Ya Allah ya Tuhan kami,
Jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang pandai mensyukuri nikmat-Mu dan janganlah Engkau jadikan kami hamba-hamba-Mu yang ingkar dan kufur terhadap semua nikmat yang telah Engkau berikan kepada kami.

Allahumma ya Allah,
Ampunilah kami dan dosa serta kesalahan orangtua kami, kesalahan dan dosa saudara-saudara kami kaum muslimin dan muslimat yang telah melalaikan banyak perintah-MU dan melakukan segala larangan-Mu. Andaikan Engkau tidak mengampuni dan memaafkan kami, kami takut pada adzab-Mu di akhirat nanti dan pertentangan bathin dalam kehidupan dunia ini.

Ya Allah, janganlah Engkau limpahkan adzab-Mu kepada kami karena dosa dan kesalahan kami. Kami yakin ya Allah, rahmat dan ampunan-Mu jauh lebih luas dari adzab-Mu. 

Akhirnya ya Allah ya Tuhan kami, terimalah segala amal ibadah kami, terimalah ibadah shaum kami, shalat kami dan amal ibadah kami yang lain.

Ya Allah jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang selalu bertaqwa 
yang ridho dan ikhlas untuk melaksanakan aturan-Mu, 
ridho dan ikhlas Al Quran sebagai imam dan petunjuk kami dan 
ridho dan ikhlas Nabi Muhammad SAW sebagai panutan kami.

Ya Allah, berbagai macam ujiandan musibah kini sedang menimpa masyarakat dan bangsa kami. Kami yakin musibah ini bukan karena Engkau membenci kami, akan tetapi sebagai peringatan; 
agar kami semua memiliki sikap sami’na wa atho’na akan segala ketentuan-Mu
agar kami semua kembali kepada agama-Mu, yaitu Islam yang Engkau ridhoi.

Aamiin.. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: