• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 299,138 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Tak Cukup Alasan untuk membenarkan Kemusyrikan

Seri Mengaji Tafsir Alhijri 1, Ahad, 12 Juli 2015 / 25 Ramadhan 1436, Qs. 28:64-67, Ustadz Dr. H.  Ibdalsyah, MA.

(Al-Qaşaş):64 – Dikatakan (kepada mereka) “Serulah olehmu sekutu-sekutu kamu”, lalu mereka menyerunya, maka sekutu-sekutu itu tidak memperkenankan (seruan) mereka, dan mereka melihat azab. (Mereka ketika itu berkeinginan) kiranya mereka dahulu menerima petunjuk.

65 – Dan (ingatlah) hari (di waktu) Allah menyeru mereka, seraya berkata: “Apakah jawabanmu kepada para rasul?”

66 – Maka gelaplah bagi mereka segala macam alasan pada hari itu, karena itu mereka tidak saling tanya menanya.

67 – Adapun orang yang bertaubat dan beriman, serta mengerjakan amal yang saleh, semoga dia termasuk orang-orang yang beruntung.

PELAJARAN YG ADA:

1. Bagi org org yg di dunia melakukan kemusyrikan dalam beribadah (dlm berdoa, berbakti, menyembah, berkurban) kpd Allah, yakni dgn mengambil makhlukNYA sbg sekutu disamping Allah (utk dijadikan wali, pelindung, penolong dan pemimpin) yg ditaati dan diibadahi selain Allah, sehingga wali wali itu lbh dicintai dan ditaati dripada Allah dan RasulNYA, maka mereka akan mendapat penyesalan di hari pembalasan ketika dihadapan Allah kelak.

2. Bahkan Allah kelak akan menyeru (memanggil) mereka agar menghadirkan wali wali, atau syeikh syeikh, arwah yg mereka jdikan sekutu sekutu thd Allah ketika di dunia dahulu, maka sekutu sekutu yg dijadikan wali tsb tdk mampu menjawabnya sama sekali. Dan mereka pun merasa menyesal sendirian, krn dahulu ketika msh di dunia tdk beriman kepada petunjuk Allah dan tdk mau mengikuti ajaran RasulNYA.

3. Pada saat itu, sekutu sekutu yg dijadikan wali selain Allah atau dimintai tolong di samping Allah, tdk bisa menjawab seruan Allah tsb, krn sama sama melihat siksaan Allah yg sangat dahsyat.

4. Ketika manusia2 yg melakukan kesyirikan ditanya oleh Allah, tentang Rasul dan yg didakwahkannya, mereka semakin bungkam tdk bisa jawab apapun, tanda semakin menyesal dan ketakutan. 

Walaupun ketika di dunia mereka suka menolak Ajaran Allah dan rasulNYA dg berbagai alasan mempertahankan tradisi tradisi keyakinan nenek moyang yg turun temurun.  Spt yg dijelaskan oleh Allah dlm al Qur’an :
(Al-Mā’idah):104 – Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul”. Mereka menjawab: “Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya”. Dan apakah mereka itu akan mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?.

dan juga yg tercantum dl surat Luqman:21 – Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang diturunkan Allah”. Mereka menjawab: “(Tidak), tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya”. Dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaitan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)?

Org org musyrik lbih smangat dan yakin dalam menjalankan ajaran agama yg dicampur aduk dgn tradisi tradisi agama dan budaya peninggalan nenek moyangnya. Pdhal tradisi tradisi itulah yg menyebabkan mereka jauh dari hidayah dan petunjuk dari Allah dan RasulNYA.

5. Adapun org org yg yg mau menerima petunjuk Allah dan RasulNYA, sehingga bertobat dri kemusyrikan dan mau meninggalkannya ketika masih hidup di dunia, dgn memperbanyak beramal shaleh (ibadah dgn syariat yg benar, bermuamalah juga dgn benar, sesuai petunjuk Allah dan ittiba kpd RadulNYA), maka mereka itu yg akan mendapatkan keselamatan dan keberuntungan di hari pembalasan.

6. Ada beberapa hal yg akan mendatangkan keselamatan sbgmana yg dijelaskan oleh Rasul ketika ditanyakan hal tsb oleh sahabat Abu Dzar Al Ghifari:
# Hendaklah slalu membaca al Qur’an dan berdzikir kpd Allah.
# jauhkan terlalu banyak tertawa, krn banyak tertawa akan mematikan hati.
# hendaklah selalu berjihad, krn jihad bentuk kerahiban seorang muslim.
# Cintailah fakir miskin dan bantu mereka.
# katakanlah perkataan yg benar meskipun itu pahit (membawa konsekuensi yg tdk enak)
# jagalah keimanan dri kemusyrikan dan tetaplah beramal shaleh (amal yg diridhoi Allah) yaitu yg sesuai dgn petunjuk ALLAH dan RasulNYA.

Wallahu a’lam.

# Ket : Catatan Ust. Dani.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: