• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 299,329 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Prinsip hidup dalam Surah al insyiroh

Seri Mengaji I’tikaf masjid Alitisham, Ust. Ahmadi Usman, 11juli2015 / 24Ramadhan1436

hari ke-24 shubuh

Tafsir Qs. al insyiroh

# setiap kalimat dzikir, doa, tilawah yg dilantunkan di malam2 terakhir ramadhan :
1. ghosyatur rahmah : diturunkan rahmat Allah yg melingkupi
2. malaikat berusaha melindungi dan mengantarkan kalimat doa2 kita ke arsy dgn sangat sibuknya.

spirit alam nasyroh ini mirip dgn addhuha, ketika dakwah Rasulullah mulai agak jarang menyampaikan ayat (biasanya ayat turun langsung disampaikan ke sahabat), sampai 1 bulan lamanya.

nabi SAW bersedih krn kafir Quraisy terus mengejeknya, engkau telah ditinggalkan Tuhanmu. lalu turun ad-dhuha sbg jawaban gamblang, menghibur nabi SAW menegaskan backing up Allah dlm tugas dakwah ini.

begitu juga turunnya alam nasyroh, nabi dlm keadaan sempit dakwahnya. Ruh surah alam nasyroh ini adalah sesulit apapun masalah yg menimpa, hrs diselesaikan setahap demi setahap, baru boleh berpindah ke masalah lain.

Prinsip “faidza faroq tafansob” ini dapat dilihat di akhir hidup beliau, setelah itikaf 20 hari, pada bulan haji beliau memimpin haji dan menyampaikan khutbah wada, lalu di bulan muharram, beliau menunjuk Usamah jenderal termuda, lalu ziarah ke Baqi, dan sepulangnya kepala beliau mulai sakit. Setelah itu beberapa kali beliau masih mengimami shalat, sampai pingsan berkali2, dan bbrp saat jibril datang nabi SAW memilih bertemu Allah daripada dipanjngkan umurnya.

kepadatan aktivitas ini adalah implementasi surah alam nasyrah pada faidza faroq tafansob.

# manusia diciptakan memiliki fungsi : sbg khalifah Allah. Syarat membangun pemimpinan adalah :

1# syarat pertama :  faidza faroq tafansob (selalu mengisi waktunya dgn aktivitas bermanfaat).

# target hidup manusia : ayat2 yg berkaitan dgn waktu, tak mungkin Allah bersumpah atas nama waktu kalau waktu tdk penting.

#######
tambahan diskusi dgn Prof Chairil : Bahwa hidup manusia itu tdk terbebas dari variabel waktu. setiap kita bergerak dari rumah menjalani aktivitas rutin, lalu pulang ke rumah, sebetulnya kita tdk pernah kembali ke rumah yg dulu dan ruang yg waktu itu (koordinat dimensinya juga sdh berubah). karena universe itu juga terus bergerak. inilah dahsyatnya waktu.
jadi sdh sepantasnya kita tdk boleh merasa jumud (bosan) menganggap beban rutinitas pekerjaan kita.  karena setiap aktivitas kita di suatu koordinat ruang dan waktu tdk pernah sama. dan tdk pernah kembali.  Sampai2 dalam ajaran tasawufnya, imam gazali menyampaikan bahwa waktu itu sesuatu yg teramat jauh – sebagaimana juga ibadah shalat itu adalah kewajiban yg sdh ditentukan waktunya (jika sudah terlewat, sudah tidak bisa kita kembali lagi).
Oleh sebab itulah setiap kita tiba di koordinat ruang dan waktu tertentu, maka berbuatlah terbaik (“faidza faroq tafansob”) agar ada bekas2 di koordinat itu dan menjadi spt kabar hadits, bahwa doa2 kita dibawa oleh malaikat diangkat dgn suaranya, dzikir org mukmin spt cahaya2 berkelap-kelip dilihat oleh masyarakat langit.
########

Dlm surah Al ashr dijelaskan target kita sebagai manusia adalah untuk : beriman, beramal sholeh, menasihati dlm kebenaran dan dgn kesabaran. jika target2 ini tdk tercapai maka akan merugi sangat besar.

# Qs. annur :21 keluarga hrs samara, utk mencapainya hrs ada pergerakan di dalamnya yaitu dengan prinsip “faidza faroq tafansob”. Ada kekuatan besar dibalik gerakan itu jika dilakukan terus menerus sblm keringat suatu pekerjaan kering, sdh mulai lagi dgn pekerjaan lain dalam memperbaiki kualitas keluarga kita.

Hasilnya adalah, Rasulullah SAW di pandangan org rumah dan sahabatnya bahkan musuhnya dimuliakan, krn prinsip “faidza faroq tafansob”

# Qs. attahrim:6 – membangun keluarga agar dijauhkan dari api neraka

# target dlm harta, untuk mendapatkannya dgn “faidza faroq tafansob”

# Target Ramadhan : taqwa, syukur, dapat petunjuk, dan lingkungan perlu diperjuangkan juga dengan “faidza faroq tafansob”. Allah menurunkan ramadhon utk memaksimalkan umur kita utk mengejar ketinggalan kelalaian2 dlm umur kita.
Ramadhan itu sarana ribuan tahun utk memberikan kesempatan ummat muhammad yg cuma 63 tahun, spy bisa lebih utama dari ummat2 sebelumnya yg umurnya lebih panjang.
Syarat amal sholeh : amalnya benar, niatnya benar, kontinyu dan tdk bercampur kemaksiatan. istiqomah itu membuat grafik forecasting kita jadi cemerlang. kita hrs menambal yg bolong, spy buku amal kita jadi bagus walau tdk sempurna lagi, tapi upayanya pun sdh termasuk dinilai.
ramadhan juga membawa tiket percepatan bergerak di padang mahsyar.

2# syarat kedua : wa ila robbika fargob, adalah isyarat kekuatan istiqomah, bermakna :

a – menghadirkan rasa cinta kita dalam gerakan “faidza faroq tafansob”.
nabi SAW walau dicaci maki dlm sulitnya perjuangan dakwah beliau krn cintanya kpd Allah semua tantangan itu jadi ringan.
b – punya motivasi bertemu Allah dan masuk dlm surganya Allah.
c – rasa rindu (rohbah) untuk mengulangi lagi.
d – setiap yg dilakukan hanya berharap mendapat ridho Allah SWT.

wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: