• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 299,138 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Manusia yang Merugi dan Ciri Keimanan

seri mengaji masjid Alitisham jumat, 5jun2015 / 17syaban1436 , Ust. Syukron M.

Tafsir Qs. hud:20-24
Ayat 20: Orang-orang itu tidak mampu menghalang-halangi Allah untuk (mengazab mereka) di bumi ini, dan sekali-kali tidak adalah bagi mereka penolong selain Allah. Siksaan itu dilipat gandakan kepada mereka. Mereka selalu tidak dapat mendengar (kebenaran) dan mereka selalu tidak dapat melihat(nya).
Ayat 21: Mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan.
Ayat 22:Pasti mereka itu di akhirat menjadi orang-orang yang paling merugi.
Ayat 23: Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh dan merendahkan diri kepada Tuhan mereka, mereka itu adalah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.
Ayat 24: Perbandingan kedua golongan itu (orang-orang kafir dan orang-orang mukmin), seperti orang buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan dapat mendengar. Adakah kedua golongan itu sama keadaan dan sifatnya? Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran (daripada perbandingan itu)?

# kenapa manusia merugi  :
1. berbuat tanpa keimanan dan mengada-ada.
2. menganggap apa yg dikerjakan membawa kebaikan padahal merugikan

# tanpa didasari keimanan, maka tdk bermanfaat bagi mereka semua yg diada2kan (agama, menyimpang menjerumuskan diri dan org lain) pada hari2 di akhirat itulah org2 yg merugi, kecuali org2 yg qolbun salim.

Qs. al a’raf: 197 – Dan berhala-berhala yang kamu seru selain Allah tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri.

Qs. 18:103-104 – org2 yg tdk sadar bahwa mereka merusak, merugikan dan berbuat  sia2,  mereka menyangka bahwa mereka telah mengerjakan perbaikan dan membawa keuntungan dan mulia.

# maka perlu dilakukan evaluasi perilaku dan ibadah kita. nabi SAW saja dievaluasi jibril setiap tahun, bacaan dan pemahaman Qurannya.

imam Ghozali, di akhirat nanti ada org membawa amal seperti balon besar dan berbangga dgn itu, ketika terkena jarum kecil maka ternyata dalamnya hampa tdk ada nilainya.

Salah satu cara lagi untuk mengevaluasi amal kita spy tidak termasuk org2 yg merugi adalah bertanya hukum kpd ahli hukum fiqh, yg telah merumuskan dan menurunkan ilmu2 tsb dari Quran dan hadits sbg dasar hukum, dan tdk membenturkan langsung kpd ahli hadits atau imam2 mazhab tanpa ilmu yang cukup.

hikmah kita diberi satu mulut dua telinga adalah spy kita lebih banyak mendengar, membandingkan dan mengkonfirmasi. Faktanya adalah bahwa pendengaran merupakan indera yg pertamakali berfungsi (oleh sebab itulah ada perintah mengazankan pada bayi yg baru lahir) dan pendengaran juga adalah sesuatu yg paling akhir disesali ketika mati (Qs. Almulk : 10 – Dan mereka berkata: “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala”) pendengaran itu selektif, sedang mata tidak, dan hati baru selektif kalau sudah terlatih.

# ciri org beriman dan beramal sholeh : ahbatu taat, taubat, khusyu, tawadhu (merendah hati)

Ciri keimanan ada 5 menurut hadits nabi SAW :
1- dilihat dari ketundukannya kpd perintah Allah
2- ridho kpd keputusan Allah (Qodarullah)
3- terikat dirinya dgn Allah, agama, tdk sekuler, memisahkan hidupnya dengan ajaran Allah.
4- tawakkal memasrahkan segala urusannya kpd Allah. baca doa keluar rumah “bismillahi tawakkaltu…” spy dpt jaminan Allah sampai ia kembali lagi.
5- sabar pada sentuhan pertama dari suatu musibah

# Dalam Quran perumpamaan org kafir dan org mukmin :
– org buta dan org melihat
– org tuli dan org mendengar
– org mati dan hidup
– dzulumat (kegelapan) dan annur (terang benderang).

perumpamaan inderawi ini bermakna, jelas sekali dapat dipahami oleh siapa saja termasuk anak kecil. jgn samakan begitu saja org kafir dgn org mukmin, atau bahkan mengunggul-ungguli org kafir, kalau mau membandingkan harus perbandingan yg setara dan adil.
islam itu tinggi dan tdk ada yg menyamai ketinggiannya (hadits).

Wallahu a’lam

Satu Tanggapan

  1. semoga kita dijauhkan dari sifat itu, aamiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: