• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 300,769 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Kesadaran atas Pengawasan Allah

seri mengaji Mushalla Alitisham, 3mei2015 / 14rajab1436, ust. Syukron

1# ma’a dlm makna umum adalah adanya pengawasan dan pemantauan Allah pada setiap pembicaraan manusia. dapat dilihat Qs. 58:7 – “Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dialah keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara jumlah yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia berada bersama mereka di manapun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.”

# 7 sifat mulia yg timbul karena menyadari adanya pengawasan atau pemantauan Allah :

1- ikhlas : org yg menyembunyikan kebaikan2nya sbgmn dia menyembunyikan keburukan2nya. Walaupun dicontohkan pula bahwa para sahabat Rasul melakukan amal dgn 2 cara, yaitu sembunyi2 dan terang2an ketika dlm pendidikan.

2- ihsan : selalu melakukan amal yg terbaik – Qs. almulk:2, syaratnya : niat yg benar dan caranya mengikuti Rasul.

3- sikap malu (al haya) : malu kpd Allah dlm hal2 kebaikan.
hadits : andai wanita tdk punya rasa malu, maka harganya tidaklah lebih dari segenggam debu.

4- sikap takut, terbagi atas 3 yaitu :
a. khauf syar’i – takut dicabut nyawa ketika tdk beriman atau lalai, takut syetan yg bisa merusak amal, takut kepada dunia yg bisa menyibukkan dirinya dan melupakan amalan2 akhirat.
b. khauf taba’i : takut binatang buas, tdk ada hubungan dgn keimanan tapi lebih krn naluri kemanusiaannya.
c. kauf syautoniah : takut sesuatu yg tidak jelas alasannya, misalnya tdk menikah krn takut tdk bisa memberi makan istri dan anak2nya.

5- sikap istiqomah – kontinyuitas dan istimroriah dlm beramal.

6- sikap jujur dalam kebenaran – jadilah org yg bersama2 org benar, ulama mengarang kitab orientasinya mencerdaskan, shgg semua materinya disampaikan dgn jujur baik yg mendukung maupun yg kontra.

7- sikap amanah – memberikan hak kpd ahlinya, sikap inilah menjelaskan saling ketergantungan antara manusia dan manusia lain. misal : antara suami dan istri, antara rakyat dan pemimpin.

2# ma’a bi makna khossoh (khusus) : pertolongan, perlindungan, bimbingan dan rahmat Allah SWT.
Qs. Allah bersama org2 sabar
Qs. 5:12
Qs. 9:40
semua yg terkait dengan pertolongan Allah PASTi memiliki syarat misalnya ;
-bersabar
-dirikan shalat.
-tunaikan zakat
-taati rasul
-tolonglah agama Allah

Bagaimana mendapatkan pertolongan Allah :
1- bisa didapatkan kalau Allah dijadikan tujuan hidup lillah, billah (dgn cara Allah)

2. Qs. 5:12 dgn cara ibadah : ibadah wajib dan sunnah (fungsi memercepat dan akselerasi)
Qs. 32:16-17 : 3 amalan sunnah, shalat malam (jauhkan lambung dari tempat tidur), berdoa, berinfaq.
hadits qudsi : melihat dgn mataKu, …

3- dgn ukhuwah pada Qs. 9:40 menjelaskan bedanya ucapan nabi SAW dgn ucapan nabi Musa soal kejamaahan:

– nabi SAW : “jgn takut, Allah bersama kita”, karakter org beriman adalah bersama2 dlm jamaah saling mendukung dan saling membantu (9:71), org munafik bisa bersatu tapi tujuannya berbeda (9:67).
nabi Musa : “Tuhanku bersamaku”, karena karakter bani isroil indivisualistis.

hadits : org beriman seperti satu tubuh, tdk saling menyakiti, tidak saling iri, saling menopang fungsi.

hadits : org beriman seperti cermin (miro’a) di antara mereka, jika ada yg kurang sempurna bisa saling menasihat dalam kebenaran dan dgn cara yg baik.

4- dgn cara menolong agama Allah – Qs. 47:7 beribadah atau menfasilitasi orang2 utk beribadah (karpet, AC, menghajikan, mengumrohkan, dll), berdakwah dan memperjuangkan syariah dan hukum2 Allah. jgn justru menjadikan agama sbg penghambat kemajuan (sekuler).

5- dgn dakwah dan amar ma’ruf nahi munkar. dilaknatnya yahudi dari bani isroil krn mereka meninggalkan hal ini. dilaknatnya mrk dari lisan daud dan isa adalah krn mrk bermaksiat dan tdk melarang keburukan2 tsb.
– sekarang banyak stigmatisasi islam dgn radikalisme dan fundamentalisme, oleh para manusia yg phobia thdp Islam. itu mestinya tdk membuat dakwah Islam terhenti. para ulama dan ustad hrs menyampaikan apa adanya, tdk perlu ada yg disembunyikan dgn hikmah. jgn hnya menyampaikan hal2 yg diinginkan atau menyenangkan didengar oleh manusia2 saja.

Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: