• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 299,329 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Hal yg menghubungkan dua Generasi manusia dalam Islam

Seri Tafsir Alhijri, Ust. Didin, 26apr2015 / 7rajab1436, Qs. Alqoshos:44-46

1# sunnatullah bertambahnya jumlah ummat manusia, tidak bisa dihambat

– Qs. annisa:21
– Dalam ajaran Islam, tdk boleh menghambat keturunan atau membatasi kelahiran, yg boleh adalah mengatur kelahiran spy pendidikan, kesehatan dan kualitas keluarga dpt diatur dgn baik.
– Qs. arrum:20 – tanda kekuasaan Allah diciptakan manusia dari turob (tanah) lalu menjadi ummat yg begitu banyak.

2# ada yg menghubungkan atau adanya hal yang mempertemukan antara generasi yg lalu dgn generasi berikutnya, yaitu amal sholeh.
– Inilah muara bertemunya cita2, nilai-nilai kebaikan, dan idealisme dalam akhlaqul karimah.
– Oleh sebab itulah kita tidak boleh berputus asa untuk suatu perjuangan yg hasilnya blm selesai namun sdh habis usia2 kita para pejuang, krn cita2 kebaikan itu akan selalu ada yg melanjutkan.

– hikmah shalat tahajjud salah satunya adalah menghubungkan generasi.

Hadits : hendaknya (penekanan sampai harus) melaksanakan shalat tahajjud, krn tahajjud adalah perbuatan atau amal yg selalu dilakukan oleh kaum2 sholeh sebelum kalian.

– antara anak dan ortu yg menghub adalah amal sholeh.
hadits : putus semua amal kecuali 3 hal salah satunya waladun sholeh.

Qs. 3:169 – org2 yg syahid sangat gembira melihat keturunannya berada dalam kebaikan dan beramal sholeh, selain gembira mendapat balasan nikmat atas kesyahidannya.

3# berita alQuran pasti benar (khobar shohih)
– walau nabi SAW tdk bersama mereka (kaum nabi sholih) dan tdk ada ketika kejadian nabu Musa bertemu Allah di gunung tursina tp engkau mengetahui secara pasti detil berita2 dari umat terdahulu tersebut. utk apa tujuannya : sbg peringatan dan mengambil pelajaran.

Pelajaran utama yg dpt dipetik adalah bahwa org2 sholih itu walaupun awalnya mendapatkan tantangan berat, akhirnya adalah mendapatkan pertolongan Allah.

Kisah musa dan firaun adalah kisah kepemimpinan. pemimpin buruk mendatangkan kehancuran, walaupun pengikutnya banyak, pemimpin yg baik maka ujungnya dalah kemenangan walaupun pengikutnya sedikit, krn datangnya pertolongan Allah. Maka dalam memilih pemimpin pun harus berhati2, yg satu cita2, satu keinginan dgn ummatnya : keinginan rahmatan lil ‘alamin.

– Bahwa pelajaran yang ada hanya bagi Ulil albab, yaitu yang memikirkan fenomena2 tsb dgn jernih dan keilmuan yng memadai ditambah dengan tuntunan dari Allah dn RasulNya.

– belajar sejarah itu bukan belajar waktu.
tdklah penting waktunya, tapi yg penting diungkapkan adalah kejadian/peristiwa2nya, prolog-sebab, epilog-akibatnya. dan kita hanya mengikuti perilaku2 yg baik menurut standar Islam.

– maka sebagai bagian dari kaum muslimin, keterlibatan kita sekecil apapun dalam dakwah adalah suatu keniscayaaan. Dengan bidang masing2, dgn kekuasaan dan lingkup area pekerjaan sehari2.

Qs. annahl:125 perintah utk berdakwah. dgn cara hikmah, cara baik dan santun yg mengundang cinta pada islam dan amal sholeh. Tetapi masalah keberhasilan dakwah adalah urusan Allah, yg Maha Tahu siapa yg menerima atau yg menolak risalah.

tugas kita hanya menyampaikan, setiap muslim adalah pelaku dakwah, jgn hanya sbg penonton. tdk pernah ada peluang dpt hadiah atau juara bagi penonton. hanya pemain yg dpt hadiah, walau ada resiko besarnya.

Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: