• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 299,329 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Metode Dakwah yg diajarkan Allah

Seri mengaji Mushalla Alitisham, Ust. Ahmadi Usman, 19Apr2015 / 29Jumadil Akhir1436

Menafsirkan Qs. Alhaj :60-63

# Ayat 60: Demikianlah, dan barangsiapa membalas seimbang dengan penganiayaan yang pernah ia derita kemudian ia dianiaya (lagi), pasti Allah akan menolongnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.

Ayat ini berbicara mengenai perintah amar maruf nahi munkar (perintah dakwah)
– Tantangan dari kaum musyrik yg selalu memasang perangkap2 agar ummat Islam bereaksi salah, lalu dipakai untuk menyerang balik.
– ketika menegakkan kebenaran (amar maruf nahi munkar), sering dibenturkan dengan budaya setempat – agar islam tdk berani berbuat.
– Sekuat apapun penentangan kpd ajaran Allah, tetapi selalu saja Islam dimenangkan, asal selalu ada yg berjuang dan berdakwah, hanya mengharapkan keridhoan Allah dgn kemurnian dakwahnya shgg selalu mengundang pertolongan Allah.

# Ayat 61: Yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah (kuasa) memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan bahwasanya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

– Ayat ini berbicara mengenai keseimbangan dlm ajaran Islam.
– korelasinya dgn amar maruf nahi munkar, adalah sesuatu yg mudah bagi Allah dalam memberikan kemenangan atau kekalahan. Pada prinsipnya ranah ini dalam perjuangan itu adalah urusan Allah, para mujahid diwajibkan untuk terus bergerak saja dgn cara2 yg juga sudah diajarkan Allah.
– Makna lain, bahwa Allah juga pada area2 dunia tertentu memanjangkan siang dari malamnya, dan memanjangkan malam dari siangnya sebagai tanda2 kekuasaanNya.
– Ayat ini juga menunjukkan sunnatullah utk menyadari keberadaan Allah, dan pertolongan2-Nya yg amat nyata. dakwah hrs melewati proses2 agar sukses. banyak dai menggunakan cara-cara emosional dan frontal. Padahal Rasul memberikan maklumat, informasi dulu, sebagai ice breaking seperti pada dakwah awal2 di makkah (yg diibaratkan spt kondisi malam hari), lalu setelah dakwah masuk madinah spt siang dimana Islam dan kaum muslimin sdh mulai solid dan terlihat eksistensinya.
– ada perintah utk mempelajari ilmu2nya ketika melewati tahapan2 dakwah tsb. menunjukkan Islam bukan agama buatan manusia, tetapi suata agama yg menjelaskan detil perencanaan yg matang ketika membangun peradaban.
– Ayat ini juga menunjukkan Perintah konsistensi dlm menjalaninya

-teori ust Yusuf mansyur : khmar adalah sumber inspirasi segala kejahatan. kisah hadits ttg org minum khmar lalu berzina, membunuh jg.
– dlm gaya penyampaian larangan dan perintah dlm quran melalui banyak ayat perintah/larangan yaitu melalui proses yg hrs dilewati. contoh pelarangan khmar :
1- sosialisasi dulu, krn khmar sdh jadi tradisi melebihi minum air. ada manfaatnya tetapi lebih banyak mudharatnya.
2- larangan jgn shalat ketika mabuk
3- pengharaman mutlak.

contoh lain, semua hrs melalui proses, walau ada yg dicepatkan atau dilambatkan Allah prosesnya. prosesnya harus dijalani dgn konsisten.

# Ayat 62 : (Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.

– Target dakwah adalah kebenaran, sumber kebenaran adalah Allah. jika targetnya selain Allah, maka tidak akan sukses.
– dakwah yg mengklaim kebenaran, tapi korelasinya dgn Allah tidak ada sama sekali atau sedikit, maka itu kebenaran semu.
– Kebenaran hakiki akan teruji kebenarannya melalui ayat-ayat Allah.

# Ayat 63 : Apakah kamu tiada melihat, bahwasanya Allah menurunkan air dari langit, lalu jadilah bumi itu hijau? Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

– Pada ayat ini, Allah mengajak manusia utk berfikir, terminologi “alam taro” sebagai pembuka ayat memiliki arti melihat dgn ilmu dan pemikiran tidak sekedar melihat kasat mata.
– belajar dari air yg turun ke bumi :
1- menjalani proses air, yg konversinya amat bergantung dgn medianya. 1/3 dunia adalah lautan, dijadikannya air itu oleh Allah menjadi hujan shgg menjadi kolosal bermanfaat utk menumbuhkan.
2- Spt juga pada proses penguapan air dan menyiramin bumi, dakwah yg kecil2 dan tersebar ketika dikumpulkan akan menyatu dan berkumpul dan menjadi kebaikan bagi masyarakat di sekitar. kita pun bisa berkontribusi dlm dakwah ini.
3- Allah menghijaukan bumi dgn air, maka dakwah quran dan hadits kita seharusnya akan mewarnai peradaban manusia dgn Islam.
4- ditutup dgn Allahu latiful khobir – Allah menghijaukan dgn air yg porsinya diserap oleh tetumbuhan, hewan, lingkungan dgn kadar yg tepat masing2nya.
– Maka dalam dakwah, ketika berbicara dgn anak2, org awam, org keras atau org cerdas ketika memasukkan kebenaran hrsnya disesuaikan dgn kapasitas org tsb, dan sesuai Sunnatullahnya maka perubahan akan terjadi.

Metodologi dakwah hrs jadi ilmu yg diterapkan dalam masyarakat.
– Bukan sekedar ilmu2 pendukung spt ilmu jurnalistik memanfaatkan media saja, tetapi juga harus dikuasai oleh dai sbg modal utama untuk berdakwah :
1- ilmu quran :
Qs. almukminun 1-11 adalah salah satu metode memberikan nilai2 universal.
2- ilmu hadits :
kata2 Rasul yg masuk ke seluruh lini hrs kita pelajari, universalitas keluar melalui proses dan porsinya berbeda2 sesuai keadaan masyarakatnya.
3- ilmu fiqih : bgmn suatu hukum terbentuk dan bagaimana menerapkannya.
4- ilmu ushul fiqih : kejadian sebelumnya yg membuat implementasi hukum.
5- fiqhu dakwah : psikologi masyarakat, sosiologi, antropologi, dll.

Dapat ditemui di bbrp pesantren, bidang2 ilmu ini di pisah dalam holaqoh2 (pusat studi) utk spesialisasi.

– dai mestinya punya wawasan yg tinggi shgg apapun darinya, keluar dari hatinya (qaulan tsaqila), ini berkaitan dgn jam terbang dan kualitas ibadahnya. oleh sebab itu keberhasilan seorg dai adalah dari kedekatannya dgn Allah dan keistiqomahan dlm mendalami ilmu2 Nya.

Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: