• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 299,329 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Ketahanan Iman keluarga Muslim

Seri Liqo Ust. Yasir, 12Apr2015 / 22jumadilAkhir1436

# situasi sekarang amat memprihatinkan, tugas kita adalah :
– menjaga, memelihara integritas diri, keluarga dan saudara-saudara kita.
– jihad berjuang memerangi musuh (aduwwun).

# Dua jenis musuh dlm Quran:
– Qs. 2:208 – ‘aduwwum mubiin’ identik dgn syetan harus diperangi.
– Qs. 64:14 – Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
– musuh yg tdk hrs diperangi, perilaku istri dan anak sekarang dapat saja ke arah yang memprihatinkan, maka sikap kita, jika itu terjadi :
1- berhati2 – hadits : istri itu spt tulang rusuk yg bengkok, jika dipaksa bisa patah, tp jika dibiarkan bisa semakin menjadi.
2- ta’fu (memaafkan).
3- berlapang2.
4- mendoakan mohon ampun istri dan anak2nya.

# ketika seorang sahabat melapor ke umar tentang anak2nya yg durhaka, setelah dipanggil maka anak itu menanyakan dulu kpd Khalifah umar ttg apa kewajiban dasar ayah utk anaknya :
1- memilihkan ibu yg baik utk anak2nya. ini adalah tarbiyatul aulad yg pertama. anak itu menerangkan, “ibuku dari etiopia beragama majusi.”
2- memberi nama yg baik, “Tapi ayahku memberi namaku buruk.”
3- mengajarkan Alquran. “Tapi Ayahku tidak pernah mengajarkannya sedikit pun kepadaku.”

Umar langsung berkata, “hai ayah anak ini, tanpa kamu sadari, engkaulah yg menggiringnya menjadi durhaka.”

Allah memberkahi orgtua yg membantu anaknya untuk berbakti kepadanya. bgmn caranya? yaitu : (1) menerima yg sedikit dari anak, (2) maafkanlah hal2 yg menyulitkannya dan berlapang2 dgn mereka (3) jgn membebani anak krn anak yg tdk dibebani akan terlihatlah perkembangannya yg menakjubkan (4) jangan memaki anak (abu dawud dan attirmizi)

add. 1 : agar dia merasa istimewa di hadapan kita, jgn2 anak kita masukkan ke rumh tahfiz bukan krn harapannya / kesadarannya tapi krn ingin memenuhi harapan orgtua, sebanyak apapun yg dikuasai anak, tampilkan respek anaknya (rasa menghargai) yg menunjukkan kehebatannya, sekecil apapun jadikan momentum paling berharga bagi anaknya).

add. 2 : tdk ada anak bisa langsung sekali diperintah melaksanakan itu sih robot, maka perlu kelapangan dada.

add.3 : masalah psikologis anak bukan krn pikirannya yg kurang cerdas, tapi lebih pada penerimaan diri kurang baik. kebanyakan anak menjadi stress karena orgtua tdk memberi dukungan yg cukup kepadanya. Sangat berbeda antara memberi beban dgn menyemangati.

add. 4 : jika di rumah penuh caci maki maka anak akan rendah diri dan mengobarkan permusuhan, jika di rumah penuh hinaan maka sang anak akan cenderung menyalahkan diri. Salah satu cara untuk mengetahui keadaan anak-anak adalah dari mendengarkan kata2 apa saja yg keluar ketika anak2 berkumpul : bego, tolol, bangsat, t**i –  itu menunjukkan kebiasaannya di rumahnya. skill mendengarkan anak.

# jgn tinggalkan sedikit pun aturan pada Qs. 66:6 – Walau tertulis larangannya cuma satu (yaitu menjauhkan diri dan keluarga dari api neraka) tapi akibatnya amat berat dan mengerikan. (neraka itu isinya malaikat yg kejam, bahan bakarnya manusia dan jin).

Sumber buku bagus : “saat berharga utk anak kita”, karangan M. faudzil adzim.

Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: