• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 299,138 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Ciri-ciri rohani yang sakit

Seri Mengaji Masjid Alitisham Jumat, Ust. Sambo, 4Apr2015 / 14JumadilAkhir1436

Salah satu fungsi ibadah adalah untuk memenuhi kebutuhan rohani. Bentuk rohani ini dalam hidup bisa berubah-ubah, sedang jasmani perubuhan itu tidaklah banyak, dari anak-anak ke dewasa, dari dewasa ke tua. Saat dibangkitkan di akhirat tergantung dari bentuk rohaninya. Bentuk rohani yang paling buruk (syarrul bariyyah) yaitu orang-orang kafir, orang yang mendustakan agama. Kita bisa memilih bentuk rohani kita di akhirat dengan berbuat banyak amal sholeh.

Qs. 17:97 – org2 sesat akan berjalan dengan wajah mereka dalam keadaan buta, bisu dan tuli. Ada yg dalam bentuk binatang, pengemis dalam bentuk tengkorak, dst. Maka dari sekaranglah kita bisa memilih bentuk rohani yang terbaik. matinya rohani adalah dengan kekafiran (rohani binatang), hidupnya rohani adalah dengan iman, kadangkala penyakit rohani itu sulit disadari oleh yang bersangkutan, tetapi amat tampak oleain.

Ciri-ciri rohani yang sakit :

1. Malas, berat, hambar dan sering meninggalkan ibadah sebagia indikator utama rohani yang sakit, maka harus segera diobati. Qs. 4:142 (malas mengerjakan shalat). cara mengobatinya adalah dengan berusaha melakukan ibadah dengan sebaik mungkin, sepenuh jiwa raga (‘do the best’ dalam ibadah, minimalnya ‘very good’). Dengan begitu rasa hambar dan malas dalam beribadah akan terkikis. Ciri suatu amal diterima oleh Allah adalah adanya umpan balik dari Allah. Allah hanya menyukai amal yang baik-baik Qs. 46:15-16 (bagaimana Allah menerima amal hamba-hamba-NYA). Sebaliknya, rohani yang sehat mendapatkan kenikmatan dalam beribadah dan selalu melakukan amal yang terbaik – the best they did.
Mengapa tidak nikmat ibadah selama ini?
jangan2 kita tidak paham apa yang kita baca dan makna ibadah yg kita lakukan. Karena itu mulailah kita memahami makna2 Quran, hadits, makna shalat (takbir, ruku, i’tidal, sujud, duduk tasyahud, sampai salam).
Jangan2 karena kita tidak khusyu’ ketika melaksanakannya. Sering tdk fokus krn perhatian kita selalu terpecah thdp dunia.

2. Suka melakukan maksiat, betah dalam maksiat dan kalaupun tdk melakukan karena tdk ada kesempatannya saja. Bagi org2 dgn ruhani seperti ini mereka menyepelekan dosa, merasa masih muda, merasa masih lama matinya. Sebaliknya, bagi yg rohaninya sehat, mereka akan malas bermaksiat, jika terjerumus juga mereka cepat bertaubat (Qs. 3:135).
Cara mengobatinya spt yg diajarkan pada Qs. 2:80-81, yaitu tidak meremehkan dosa, rajin mengingat kematian, seakan2 mati esok hari. Shgg dalam shalat, melakukannya aungguh-sungguh (shalatul muwadda’:shalat sambil ingat kematian).

3. Tidak nyaman dengan hukum Allah. Hukum Alah itu ibarat air. Ikan pasti betah dalam air. Jika tidak betah dalam air, berarti ikan itu sakit, dan tentu saja akan segera mati. Alam semesta ini ada dua sisi yaitu jasad dan materi dan ruh, non materi.
Orang yg menolak hukum Allah yaitu kafir, fasik, dzolim. Padahal sangat terang penjelasan di Qs. 5: 44-45,47 menyatakan hukum Allah itu menyelamatkan manusia.
– Alasan mengapa orang tdk mau melaksanakan hukum Allah karena tidak takut akhirat. Efek hukum Allah itu paling keras terasa di akhirat, walaupun di dunia pun juga dirasakan. Maka sebetulnya para pencuri itu lebih baik dipotong tangan di dunia sekali saja, daripada dipotong terus menerus di neraka sepanjang zaman kelak di akhirat.

Cara mengobati penyakit ini :
– Jika karena kurang ilmu, maka belajarlah. Hukum Allah itu indah karena melindungi si pelaku dan si korban. Banyak orang menolak karena tidak tahu dan tidak belajar.
– Jika karena salah persepsi terhadap hukum Allah seperti kesan berat, kejam dan sadis, ditambah lagi penggambaran dari org2 kafir tentang hukum Allah justru malah suka dijadikan pedoman, padahal dia sendiri belum mempelajarinya. Maka pelajari dari sumber awalnya.

Hukum Allah :
– Dari sisi fungsinya adalah menjaga keadilan.
– Dari sisi efeknya adalah menjaga orang sholeh agar tidak keluar jalur.
– Jika dilaksanakan, maka Allah akan turun langsung menjaga para pelaksana hukum-hukum-Nya.

Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: