• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 349,807 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Supaya tdk menyesal karena harta

Seri Mengaji Masjid Alistisham Sabtu, 7feb2015 / 18RabiulAkhir1436h, Ust. Sambo

Contoh ibadah “nebeng”

(1) dzikir :
– kapan saja
– dimana saja
– sambil beraktivitas sehari2.

(2) Infaq
Agar pengeluaran sehari2 bisa menjadi / bernilai infaq :
1-Harus pengeluaran yg baik2
2-tdk boleh berlebih2an, mubazir, misalnya membuat pesta pernikahan anak yg mewah (sampai makanan terbuang2) Qs. 17:26-27 – berikan hak kpd keluarga & ibnu sabil (pengeluaran/bagian dari infaq) tapi jgn berlebih2an krn mubazir kawan syetan yg sangat ingkar. Begitu juga ketika membeli baju dan hal2 lainnya tdk berlebih2an.
3. ketika memberi tdk boleh menyakiti si penerima, diungkit2, dibangga2kan. Qs. 2:262 – perkataan yg baik dan maaf lebih baik daripada bersedekah tapi menyakiti org yg diberi, para pelakunya tdk perlu kawatir dan bersedih krn akan dijamin Allah.

(3) Mengajak atau menyuruh org berbuat baik atau beramal sholeh.
– setiap kita mengajak org berbuat baik, selama mrk mengerjakannya kita mendapatkan pahalanya – multilevel pahala dan begitu juga kalau sebaliknya yaitu multilevel dosa.
Hadits : Barang siapa yg memberi contoh atau mengajak perbuatan baik dlm Islam maka ia akan mndpt pahala seperti org yg mengerjakannya tanpa mengurangi sedikitpun pahala org yg mengerjakannya.
Qs. 4:85 – multilevel pahala dan multilevel dosa.
Hadits :  apabila wafat anak adam putus semua amal kecuali sedekah jariyah, ilmu yg bermanfaat dan anak yg sholeh.
Hadits : Org yg menunjukkan jalan, sama dgn org yg mengerjakan.
Nabi SAW pertama kali masuk surga salah satunya krn multilevel pahala ini, bahkan diwariskan ke generasi2 selanjutnya krn paling banyak ummatnya.

Supaya Mati Tidak Menyesal krn Harta yg Banyak (Qs. 63:10)

– Redaksi ayat ini digabungkan infaq dgn kematian. Menunjukkan Infaq setelah mati tdk ada nilainya. Maka jgnlah berwasiat menyerahkan harta ketika sudah mati, karena justru yg terbaik adalah berinfaq pada saat kita sangat mencintai harta2 itu. Jika kita mati, maka harta kita bukan harta kita lagi yaitu menjadi harta ahli waris, yg hanya akan bermanfaat bagi kita Ketika ahli waris mengikhlaskan dan menginfaqkan atas nama orgtuanya.
– Ayat ini menyatakan penyesalan terbesar yg menimpa org muslim yg punya harta ketika mati adalah krn urusan hartanya.

Bagaimana menghindari penyesalan tersebut :
# Hitung harta kita pada 3 hal :
(1) hitung harta yg disimpan dan menganggur tidak dipakai kurang bernilai (yg remeh temeh : baju, tas). Utk apa disimpan, berikan pada org yg mungkin lebih membutuhkan.
(2) hitung barang2 yg menganggur yg bernilai besar, misal : rumah, tanah, villa. Tidak digunakan dan menjadi beban bagi kita. bisa infaq atau diwakafkan langsung barangnya atau hanya manfaatnya. Suruh org lain menggarapnya dan mengambil hasilnya.
(3) Harta2 yg kita pakai, banyak dan bernilai.

# Jika 3 hal itu sudah terevaluasi, maka langkah selanjutnya :

a- segeralah “bagi waris hidup” atau hibah atau sedekah. berikan ke anak atau keluarga langsung balik nama, tinggalkan sedikit sesuai kebutuhan bekal kita sampai mati. Syaratnya jgn berlebih2an, jika anak sdh cukup maka berikan kpd org lain (spy tdk menjadi lempar beban ke anak). Bisa dijual, hasilnya diinfaqkan.

b- harta itu cukup dipikirkan sampai level anak. pada level cucu bukan kewajiban kita lagi, jadi kewajiban bapaknya.

c- beri pesan ke ahli waris yg sdh mapan, jika harta sdh berlebih mhn diinfaqkan atas nama orgtua. Jika anak blm mapan, maka boleh ambil sebagian, sebagiannya lagi tetap diinfaqkan.

Wasiat itu hukum, waris pun begitu utk menghindari konflik antara keturunan. wasiat itu utk org2 yg kita sayangi yg tdk dpt waris dan maksimum 1/3 jumlah harta. kita di sini bicara nilai harta itu utk kita. maka lakukan sblm kematian datang. jika dieksekusi setelah wafat. maka nilainya adalah utk ahli waris, krn kepemilikan harta kita sdh beralih ketika sudah mati.

Hadits : Infaq paling tinggi nilainya adalah pada saat kau butuh dan saat kita sangat menyukainya.

Hadits : jangan tinggalkan ahli waris dalam keadaan miskin atau kekurangan.

Wallahu a’lam

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: