• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 299,329 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Mengejar “Wajah” Allah SWT

Seri Mengaji Masjid Alitisham Jumat, Ust. Syukron, 6feb2015 / 17RabiulAkhir1436

Tafsir Surah Yunus (Qs. 12:104-109)

Ayat 104 :
– penegasan Rasul ttg aqidah dan ibadah yg tidak bisa ditoleransi. Seperti juga pada Qs. Alkafiruun
– Allah menegaskan sifatNya : sembahkan Allah yg mematikan kalian, 1- utk ibadah dinisbatkan dgn sifat yg mematikan spy manusia takut dan sadar, krn kematian adalah pelajaran terbaik.
2- Hanya Allah yg bisa memberi manfaat dan menarik manfaat.
3- Sangat mudah bagi Allah menghidupkan dan mematikan.

Ayat 105 :
– perintah menghadapkan wajah (representasi keseluruhan diri manusia / identitas seseorang) ke agama yg lurus. Maknanya :
1- Perintah totalitas melibatkan agama atau melibatkan Allah sebagai dasar atau tujuan kehidupan kita (lillahi, fillahi, ghoyyatullah) – mengejar ridho Allah. bukan sekedar menjadikan agama sbg alat pelengkap atau alat bantu hidup utk mempercepat atau mempermudah hidup atau menutupi sikap hidup supaya kelihatan religius. Dlm Quran keridhoan Allah (lillahi taala) sering juga disampaikan dlm mendptkan wajah Allah.
2- krn wajah adalah ciri kemuliaan manusia. hadits : semarah apapun jgn memukul wajah. Dlm shalat kita merendahkan wajah kita utk merendahkan diri di hadapan Allah.

Ayat 106-107 :
Larangan menyembah selain Allah (menggunakan ma) yg tdk bisa memberi manfaat dan mudharat.
1-dlm bhs arab, berhala diungkap dgn kata ma (sesuatu yg tdk berakal), sdg untuk yg berakal dgn kata man (siapa-sesuatu yg berakal – atau menggunakan alladziina).

2- ayat 107 ada kata “waiyyam saska bi durrin…(“yamsaska” artinya menyentuh bukan “la massa” yg artinya memegang). – Dalam tafsir Al Qurtubi melalui pendekatan dari sisi balaghoh Quran, menunjukkan bahwa kemudharatan, kefakiran, kesakitan yg terasa amat berat oleh kita, hanyalah sentuhan kecil Allah agar kita ingat, krn azab yg sesungguhnya di akhirat nanti.
– Qs. 2:155 sungguh aku memberikan sedikit (bi syai-in) ketakutan dan kelaparan..
– hadits : Ketika sahabat bertanya tentang siapa manusia yg paling berat ujiannya, nabi Muhammad SAW menjawab, yaitu para nabi, para ulama, dan orang2 sholeh.
– Musibah / kesulitan yg sedikit itu sangat tidak berarti dibandingkan dgn nikmatNya, dengan pahala yg disediakan Allah dan potensi diri yg sangat luas yg telah dianugerahkan kpd manusia.

Ada 3 jenis manusia dlm mengingat atau berinteraksi dgn Allah:
a-mengingat dlm situasi kondisi apapun adalah org yg beriman dan qolbun salim (Qs. 26:88-89).
b- mengingat ketika susah dan mndptkan musibah atau kemudharatan, yaitu org yg hatinya ada penyakit (Qs. 39:8).
c- ketika sehat dan susah tidak pernah mengingat Allah yaitu org2 kafir yg hatinya sdh terkunci atau sdh mati (Qs. 9:126).

3- Pada redaksinya “Jika Allah menghendaki kebaikan, maka tdk ada yg dpt menolak karunianya”. Di ayat ini khoirin (kebaikan) kata gantinya bi fadlihi (kurnia).
– Hal ini menegaskan apapun kebaikan yg didapatkan adalah pemberianNya dan Allah HANYA menghendaki kebaikan utk manusia. Walaupun kadang dlm persepsi manusia itu terasa buruk. Bahwa sakitnya dan masalah yg menimpanya tersebut adalah sbg penutup kekurangan ibadahnya atau penghapus dosanya.
– Coba renungkan ; apa memang kitanya yg mulia atau Allah yg menutup aib atau kekurangan kita. Maka janganlah sombong.

Ayat 108 :
apapun yg kita lakukan tdk ada kepentingan Allah atau nabi di sana, semua berpulang kepada diri kita. Kita memilih hidayah atau kesesatan akan kembali kepada diri sendiri.
– Hidayah menularnya sangat lambat, keburukan / kesesatan menularnya sangat cepat, kepada orang di sekeliling kita.
– spy tidak sesat dan istiqomah dlm hidayah maka ikuti jalan Allah dgn berpegang teguh thdp wahyu baik dlm Quran maupun melalui sunnah, dgn cara sabar dlm mendakwahkan, sabar dlm menjalankannya dan sabar kpd sikap org2 lain thdp ajakan kebaikan tsb.
– ibadah itu mencari wajah Allah bukan mencari muka2 yg lain.
– belajar dari melempar jumrah, bahwa Syetan menyerang manusia melalui 3 hal : pribadi, keluarga dan masyarakat.

Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: