• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 300,769 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Mengundang Keterlibatan Allah dalam Kehidupan

Seri Mengaji Mushalla Alitisham, Ust. Syukron, 1Feb2015 / 12RabiulAkhir1436

Belajar dari jatuhnya pesawat 62 ton dari 30ribu kaki. Seluruh kemampuan keahliannya,  kemanusiaannya sdh dilakukan. secara sunnatullah hampir dipastikan hancur berkeping2 spt air asia thn 2014, tp thn 2102, garuda selamat mendarat di bengawan solo. Salah satunya krn pilot mengundang keterlibatan Allah, dgn takbir, sang pilot berdoa mhn keselamatan para penumpangnya.

Pentingnya mengundang kebersamaan dan keterlibatan Allah dlm kehidupan kita.

dlm Quran dapat ditemui kalimat2 seperti, “innallahu maakum, innallahu masshobirin, …”, ini menunjukkan adanya kebersamaan Allah dgn makhluknya, tapi bukan kebersamaan dalam zat-Nya, spt yg banyak disalah tafsirkan oleh beberapa pengikut tarikat sufi dengan konsep penyatuan dirinya dgn zat Allah (manunggaling kawula gusti).

Dlm beberapa hadits, disebutkan Allah sedekat hasta, bahkan seurat leher.

Kebersamaan Allah dgn hambaNya :
1- dlm konteks / pengertian yg umum
Qs. 58:7 – semuanya ada Allah di sana, kapanpun dan dimanapun berada, yaitu dlm makna pengawasan / pemantauan Allah SWT. Namun banyak org yg tidak sadar pengawasan Allah, shgg perlu diangkat pengawas2 lain di kalangan manusia bahkan teknologi. Padahal CCTV Allah ada di bumi yg terhampar, di langit dan seluruh isinya (Qs. 99:3-5).
maka pantaslah ada hadits mengabarkan bahwa setiap bada shalat fardhu, diperintah berpindah utk shalat sunnah, utk memperbanyak persaksian.

2- dlm konteks khusus
– dalam arti bimbingan, pertolongan, rahmat, hidayah, bantuan Allah
– ada syarat , misalnya pada Qs. 5:12 jika shalat, zakat, …

a- Pengundang kebersamaan Allah :  ukhuwah Islamiyyah

– Qs. 9:40 – Ketika Rasul ada di gua yg kecil tdk dlm dan gampang terlihat isinya oleh para pengejarnya, bisa selamat tidak terlihat para pengejarnya, beliau menenangkan Abu bakar, “jgn takut krn Allah bersama kita.”  – kebersamaan Allah bisa didapat dgn kebersamaan atau kejamaahan kaum muslimin.
– Qs. 26:62 – kata2 nabi Musa, “sesungguhnya Tuhanku akan memberi petunjuk kpdku.”
– burung ababil, pada awal ayatnya menyatakan “fa ala robbuka” (perbuatan Tuhanmu), dlm perantaraan burung kecil dan batu kecil bisa menghancurkan pasukan gajah yg sangat besar dan banyak.

Ukhuwah Islamiyyah : persaudaraan, mengedepankan persamaan dalam Islam. Macam ukhuwah :
1- ukhuwah dlm ibadah – bukan ikhtilafnya atau perbedaannya yg dikedepankan.
2- ukhuwah dlm kemanusiaan (Qs. 49:13), peka terhadap sesama manusia.
3- ukhuwah dlm kenegaraan / wathoniyah (Qs. banyak dikatakan telah diutus nabi2 kpd suatu kaum dari saudara mereka, ini bermakna saudara dlm berbangsa).
4- ukhuwah dlm nasabiyah (persaudaraan sedarah atau kerabat)
5- ukhuwah dlm masalah beragama.

Ukhuwah Islamiyyah : berisi cara berukhuwah dan ciri berukhuwah yang menimbulkan persaudaraan .

Yahudi ada 13 juta tapi bisa menguasai seluruh aspek dunia, krn mereka bersatu.
1.2 milyar ummat Islam tdk bersatu, sehingga berat mengurus urusan kita yang terkecil sekalipun.

Padahal kita yg lemah secara personal menjadi kuat ketika berjamaah baik utk urusan dunia maupun urusan beribadah.

b. Pengundang kebersamaan Allah : Allah dijadikan tujuan, pusat orbit, dan menyerahkan semuanya kepada Allah.

Banyak dari kita hanya menjadikan agama sbg pelengkap dlm hidup. misal : utk apa kita bekerja, jawabnya utk menghidupi anak istri, hrsnya semua untuk mendapat ridho Allah.
Prinsip kita harusnya adalah lillah (krn Alah, dgn Allah), fillah (dijalan Allah), ilallah (kpd Allah) / ghoyyatullah (menuju Allah).
kebanyakan kita iyya kanastain didahulukan sblm iyya kana’budu. Padahal harusnya beramal dulu semoga Allah memberi pertolongan, bukan minta dulu baru setelah diberi dia mengeluarkannya utk Allah.

inilah adalah jalan sunnatullah vs jalan maiyatullah. semoga kita dapat memilih yg kedua dan istiqomah di dalamnya.

Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: