• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 300,769 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Bagiku Agamaku, bagimu agamamu

Seri Mengaji Masjid Alitisham, 13des2014/21Safar1436, Ust. Abdurrahman Al-Baghdadi

Makna lakum dinuukum waliyadin :
– perbedaan antara muslim dan kafir harus ada, jelas dan diperlihatkan kepada seluruh manusia.
– nabi SAW melarang org mukmin menyerupai (tasabbuh) org musyrik dlm urusan agama maupun gaya hidup (pergaulan bebas, judi, zina, khmar – lokalisasi/tdk boleh difasilitasi apalagi oleh negara).
– hadits : ketika nabi hijrah dan meletakkan dasar masyarakat islam, org Yatsrib ternyata punya kebiasaan ikut merayakan hari raya org Parsi marjan dan nairuz, kaum penyembah api. Nabi melarangnya.
– Hadits : setiap kaum punya hari besar, dan kita punya dua saja yaitu idul fitri dan idul adha. – dalil jelas tdk boleh merayakan hari2 lain.

– Hadits : Rosul menyatakan man tasabbaha biqoumin fahuwa minhum (barangsiapa yg menyerupai suatu kaum maka dia adalah bagian dari kaum tsb).

– Qs. Alfurqon:72 : org yg tdk memberikan kesaksian palsu (terjemah Depag agak bias makna pada kata adzuur – maknanya sebetulnya tdk ikut menghadiri – tdk ikut melihat, tdk ikut menyaksikan suatu kesyirikan -atau- tdk ikut adat istiadat/ritual2 -atau- menggunakan atribut2 org kafir -atau- ikut merayakan hari besar mereka), jika mereka bertemu org2 yg berbuat hal2 yg tdk ada manfaatnya, mrk berlalu saja sambil menjaga kehormatannya.

– Islam sangat tegas menjaga batas2 aqidah, toleransi tdk boleh kebablasan dan sdh diatur dgn baik. Misal :
1-tdk boleh ikut perayaan org kafir begitu ritual2nya dan memakai perlengkapan2nya.
2-melayat boleh, tapi tdk utk mendoakan ampunan, cuma perlu ucapan berduka cita saja, tdk boleh menyaksikan pemakaman, istilah almarhum jg tdk boleh utk org non muslim, bahkan utk muslim pun hrs diucapkan “almarhum-insyaAllah.”
3-Ketika salah seorg sahabat pemimpin di Irak minta izin kpd kpd Umar bin khattab utk menikahi wanita ahli kitab, umar tahu hukumnya mubah, tapi tetap melarangnya krn dia adalah sebagai pejabat kaum muslimin dengan alasan:
– hilang kehormatan sebagai panglima di mata negara lain.
– bagaimana nasib anak2nya? tdk boleh mengajarkan bagi mrk kecuali agama Islam.
– bagaimana kaum wanita muslimah yg masih menunggu dilamar laki2 muslim.
4-Dalam hal mengantar istri non muslim ke rumah ibadahnya tidak boleh krn dianggap sebagai ungkapan dukungan, tp menjemputnya adalah hak dia sebagai istri.

Apa yg terjadi di negeri kita?

– agresifitas kristenisasi, lewat CSR perusahaan mereka, lewat acara2 terselubung.
– amnesti internasional minta UU penodaan agama dicabut dgn alasan melanggar HAM. Namun kok ngga ada reaksi para patriot kita ketika ada org asing mau mengobok2 urusan dalam negeri. Mana kedaulatan negara kita?
– komnas HAM menentang jam kerja wanita yg dikurangi, alasannya adalah merupakan skema pemerintah merumahkan wanita dan mencederai emansipasi.
– mau mengeksekusi terpidana mati saja banyak sekali yg ribut.
emansipasi

Tanda apa ini?

# ini menunjukkan sikap pemerintah kita sangat lemah dan spt tidak berdaya kpd non muslim internasional maupun minoritas dalam negeri.
– kita ummat Islam tdk perlu lembaga2 yg menilai kebijakan pemerintah dgn nilai2 ham yg salah kaprah, nilai2 nasrani, nilai2 Yahudi, kecuali pakai standar nilai dan hukum Islam. pemerintah bisa bubarkan saja lembaga2 spt itu. supaya pemimpin tidak jadi alat org2 kafir.

# ini menunjukkan MUI sbg lembaga fatwa kita lalai mengeluarkan fatwa2 yg terkait dgn permasalahan ummat dan berkaitan dengn hukum. shgg masyarakat mencari sumber2 lain di internet ataupun di media-media lainnya yang tidak jelas keberpihakannya kpd kaum muslimin untuk mencari solusi.

Belajar di masa pemerintahan Umar bin Khattab, dibuat perjanjian dengan ahli kitab bahwa jika mereka berhari raya, tidak boleh mengekspos atribut2 agama mereka (misal salib, dll) secara luas, tdk merayakan di tempat2 umum di sana, dan hanya boleh di tempat2 ibadah mereka.

Toleransi yg menentukan adalah Allah bukan sekedar soal maslahat saja.

pendapat fuqaha : bahwa setiap daerah yg masuk atau menerima islam krn dakwah bukan peperangan, tidak boleh di sana didirikan tempat ibadah agama lain atas sebab komunitas sedikit.
Sedang di mesir, syiria boleh ada gereja krn negeri itu Islam melalui penaklukan.
di damaskus yg ditaklukkan oleh khalid bin walid, gereja dibatasi cuma 11 krn komunitas mrk cuma sedikit.

di indonesia kaum kafir membohongi izin pendirian rumah ibadah, memalsukan jumlah komunitas jamaahnya (jemaat jemputan antar kampung). Perbuatan Itu jelas melanggar toleransi dan menyinggung aqidah ummat Islam.

Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: