• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 299,138 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Masuklah Islam secara Keseluruhan

Seri Pengajian mushalla Alitisham, 7des2014/15safar1436, Ust. abdul Halim

Tadabbur Quran ayat Qs. 2: 208 masuklah Islam secara keseluruhan. jika tdk maka ikut langkah syetan.

1- ini adalah ayat perintah bukan ayat yang memberikan pilihan kepada manusia.

2- nikmat dan musibah adalah ujian, kita tdk bisa memilih dan hanya bisa menjalankan takdir. Sikap kita thdp itu semua yang dinilai oleh Allah.
– setiap ada nikmat selalu Allah bebankan kewajiban. “la ‘in syakartum…”, jika tdk langsung ada ancaman azab.
– setiap ada musibah selalu Allah sertakan bonus jika menerimanya dgn innalillahi. Kita akan mendapat shalawat dari Allah (derajat tiggi , rahmat, ampunan dan mendapat petunjuk)
– juklak Ilahi bagi manusia terhadap nikmat adalah aktif mencari org yg butuh bantuan. hadits : Kita akan dpt laknat jika ada tetangga yang kelaparan.
– juklak Ilahi thdp ujian adalah pasif. krn waktunya dia menyiapkan mentalnya menghadapi itu semua.
– Dalam Quran, banyak kisah tentang lulus nikmat : yaitu kisah nabi2, begitu juga kisah2 mengenai gagal nikmat : Firaun, Qorun, dll. Uniknya, dalam Alquran tdk ada kisah-kisah tentang yg gagal musibah.
– Ilustrasi antara sikap menghadapi ujian sekolah dan ujian Allah :
ujian sekolah tdk boleh nyontek, kerjasama, ujian Allah sebaliknya hrs nyontek kpd Quran dan hadits (bukan ngarang atau bertanya ke dukun), wajib kerjasama (tolong menolong, saling menasihati, mengingatkan, berjamaah).

Dalam menghadapi takdir Allah, ada 4 poin penting untuk mendeteksi masuknya syetan:
-niat hrs benar
-amal hrs benar
-tujuan hrs benar
-hasil dan sikapnya sesuai.

1- niat tdk benar, amalnya benar – gagal
hadits, syetan tdk mau masuk di rumah yg dibacakan albaqarah.
16:98 saat baca quran minta perlindungan kpd Allah dari golongan syetan.
contoh : baca albaqarah niatnya utk ngusir syetan,

2- niat benar, amal benar, tujuan salah – gagal
Contoh kasus : Melakukan dzikir alfatihah utk dpt wibawa.

3-niat benar, amalnya tdk benar, tujuan benar, hasilnya tidak benar
Contoh kasus : Melakukan dzikir tertentu tp jiwanya tetap gelisah. ternyata zikirnya koleksi dari mimpi, dibisikkan oleh syetan, karena jelas-jelas dalam Quran dinyatakan : jika jin dan manusia bekerja sama maka sesat.

Jika kita tdk masuk islam secara keseluruhan sama saja kita meridhoi akan berkali2 berpindah dari langkah syetan ke langkah syetan lainnya. Di masa sekarang ini bahkan ada langkah syetan yg ‘Islami’.

Mekanisme mendeteksi situasi seperti ini, sudah dituntun nabi dalam hadits: demi Allah, aku selalu (1) istighfar – memohon ampun kepada Allah dan (2) bertaubat padanya lebih banyak dari 70x (bukhari), 100x(nasa’i) sehari.

Beda Level mohon ampun dan Taubat:
level mhn ampun – istighfar, berhenti tdk mengulangi.
level taubat – kembali ke jalan Allah. melangkah ke jalan Allah 17x minimal mengulangi ihdinashirotol mustaqim.

Cara bersyukur :
– jika nikmatnya harta, bersyukurnya dgn hartanya. Qorun itu menolak bersedekah dgn hartanya, krn merasa hasil usahanya. Sikap yang sehrsnya ada pada Qs. Addhuha ayat terakhir.
– shalat itu bersyukur atas hidupnya. hidup dan shalat tdk bisa dipisah, kewajibannya berhubungan dgn hidup.
– beda muslim dan kafir bukan pada kebaikan dan kedermawanan, tp shalat, krn setelah kita shalat maka kita diukur telah bersyukur atas hidup kita, barulah amal2 yg lainnya bisa diterima. (Prinsip Qs. alanam:162).
– nikmat sehat, berpuasalah.
– ilmu dgn mengamalkan (mengajar, mengimplementasikan ilmunya).
– makin banyak nikmat makin banyak konsekuensi, maka sahabat berfikir2 jika mau diangkat jadi pemimpin, krn konsekuensinya melipatgandakan kewajibannya. kegagalan org sholih ketika jadi pemimpin adalah ketika kepemimpinannya itu tidak membuatnya menambah kualitas kesholihannya. Akhirnya dengan level kesholihan yang selama ini dia tergeret dengan konsekuensi2 yang akhirnya tidak bisa dipenuhinya.

Modal hidup dari pelaksanaan ibadah :
ibadah itu sarana latihan Allah untuk modal kehidupan manusia, maka dalam ibadah itu harusnya dapat mendatangkan :
-ketenangan
-kebahagiaan
-makin hebat kesabarannya
-makin pandai bersyukur
-memfasilitasi kita utk mdpt banyak kemudahan.

Orang miskin apalagi orang kaya yg punya 5 modal di atas, tidak akan bermasalah hidupnya.
-misalnya ibadah shalat itu latihan ketenangan, bahagia, sabar, syukur dan minta tolong kpd Allah minimal 5× sehari.
– Modal keselamatan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya adalah hidayah yang datang dari belajar teori dgn benar / sempurna dan belajar mengamalkannya pelan2. Misal : modal ke masjid bukan otot, pengetahuan atau keahlian, tapi hidayah.

Hidayah dalam dalil ditemukan dalam 2 terminologi yaitu :
– benih (dalam hadits) – harus ditumbuhkan.
– kalimah toyyibah seperti pohon yg mengakar kuat ke tanah dan rimbun serta berbuah lebat.

Bagi kaum muslimin, benih ini setelah sekian lama harus jadi pohon yg kokoh, jgn kembali ke Allah tetap saja jadi benih. Ibadah itu latihannya, hidup itulah pelaksanaannya.

wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: