• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 299,329 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Negara dan Pasar dalam Syariah

Seri mengaji masjid Alitisham, ust. Abdurrahman Al-baghdadi, 22Nov214

Penjelasan Syariah utk :
# apakah negara boleh menentukan harga pasar terkait dgn bumi dan kekayaan alam milik ummat?
#apakah pasar boleh diikuti sbg penentu harga?

Nabi SAW melarang mengambil keuntungan yg sangat besar, kecuali yg wajar dan tdk memberatkan masyarakat, dan harga di pasar tdk mengikat jika ada pedagang yg jual lebih rendah.

keuntungan berlebih2an = penipuan harga, kedzaliman dari pedagang2 tertentu atau mrk bersekongkol dlm menciptakan standar harga tinggi. jika ini terjadi maka barulah pemerintah Islam turun tangan.

# Pada zaman umar bin khattab, beliau melarang berdagang kalau para pedagang tsb blm belajar fiqh jual beli, aturan transaksi di pasar, mana yg boleh mana yg tdk boleh dan memperhatikan aspek halal dan haram.

# Ketika para sahabat dtg kpd nabi SAW sbg pemimpin negara utk mengatur harga pasar, maka sabda Rasul SAW, “sesungguhnya Allah lah yg maha menentukan harga, maha merentangkan dan maha meluruskan dan aku berharap ketika berjumpa dgn Allah, tiada satupun perkara diantara kamu yg menuntutku krn suatu kedzoliman oleh keputusanku dari negara (dlm menentukan harga di pasar)” (abu dawud dan ibnu majah)

# Larangan Menimbun barang utk membuat harga tidak stabil.

tdk ada yg menimbun barang kecuali org yg berdosa (hadits)

# siyasah syar’iyah = kebijakan dari negara harus dilaksanakan jika ada kedzaliman dari pedagang terkait dgn penentuan harga. maka prinsip pemimpin kaum muslimin haruslah seorg muslim juga yg hrs dipilih dari org2 yg mengerti hukum Islam.

Tuntunan cara negara ikut campur urusan pasar :
– spt yg dilakukan umar, ketika krisis di musim paceklik di Madinah, negara mengimpor bahan pokok dari luar negeri, kmudian dibagi2 langsung kepada masyarakat, shgg tdk ada masyarakat yg membeli dari pedagang2 yg menjual dgn harga mahal, dan terpaksa mendorong mrk menjual dgn harga yg wajar.

– zaman nabi ada yg berhasil dlm perdagangan, lalu ditanya apa yg dilakukan spt mendapat kebaikan spt itu, jawabnya, “aku tdk mau membebani masyarakat dgn harga yg memberatkan” –> maka dgn itulah dagangannya laris dan mendapatkan keberkahan.

# hadits : blm sempurna iman seseorg sebelum dia menginginkan bagi saudaranya spt apa yg dia inginkan utk dirinya sendiri.
-Bila dia maju dlm dagang, ia mau saudaranya maju spt dia.
-Bila dia punya banyak ilmu, dia mau saudaranya pun spt dia. Bila mampu mengajarkan ia mengajarkan, bila tdk, ia membuka kesempatan bagi saudaranya utk belajar.

# hadits: Islam melarang jual beli sblm masuk ke pasar, krn para pembeli dari luar kota blm tahu harga pasaran di kota tersebut, dan jika yg berjualan bukan pedagang lokal kota tsb, tapi tdk masalah jika yg jualan adalah pedagang lokal.

# Tentang pengaturan impor yg berlebihan utk barang2 pertanian krn lebih murahnya harga barang impor dibanding barang lokal, shgg mematikan produksi petani lokal.

proteksi petani adalah kewajiban negara, jika tdk dilakukan, hal ini adalah bentuk kedzaliman negara. mereka memperkaya diri dgn pihak luar, tdk ada niat baik utk menurunkan harga barang.

Zaman Umar, kaum petani diberi bibit dan utk memperkuat dan memperkaya para petani, diberi lahan pertanian oleh negara, melarang lahan tidur lebih dari 1 tahun. petani boleh menjual langsung ke pasar atau ke industri tanpa perlu perantara (cukong). bahkan mulai di masa nabi SAW, urusan irigasi juga diatur oleh negara.

negara boleh mengimpor jika ada niat buruk oleh petani atau pedagang dlm mempermainkan harga. jadi bukan pedagang atau petani yg impor langsung.

# sikap ummat kpd pemimpin yg menyimpang dari aturan Islam :
– jika di daerah yg mayoritas kaum muslimin, pemimpinnya hrs dari kaum muslimin, krn mrk hrs mengerti urusan2 kaum muslimin terkait peribadatan, tp terkait dgn administratif boleh saja non muslim, tdk boleh dlm menentukan kebijakan, dan menentukan urusan ummat. maka ulama2, partai2, ormas2 dan organisasi Islam hrs berjuang melalui cara2 konstitusional.
– kejadian di jakarta, di kalbar dll, dimana kaum muslimin mayoritas punya pemimpin non muslim hrs dihadapi dan dijadikan pelajaran agar kaum muslimin mulai bersatu, ayo mulai GERAKAN MEMILIH PEMIMPIN MUSLIM. Ini adalah hak asasi keyakinan ummat islam krn memang ada perintah Quran “taati Allah, Rosul dan ulil amri dari KALANGAN kalian sendiri” dan kemudian perintah ini dipertegas lagi dlm Qs. 4:141.
– media sbg ‘sarapan’ sehari2 umat Islam lebih banyak yg sekuler dan tdk memihak dakwah Islam. Ummat tdk punya atau sedikit sekali akses kpd pembanding yg lain kecuali dari media sekuler. MAKA DUKUNG MEDIA ISLAM.
– dlm keluarga muslim hrs mendidik anak menjadi punya berjiwa pedagang (enterpreneur) bukan sekedar jadi pegawai.

# bgmn aturan bermuamalah dgn non muslim ?
Dalam Islam jika mrk sdh sesama warga negara punya hak yg sama boleh berdagang. zaman Umar ada peraturan tdk boleh menjual dlm cara haram dan riba, jika ada pedagang baik muslim maupun non muslim melakukannya berarti melanggar aturan negara dan pelaku2nya keluar dari perlindungan negara lagi.

# Menciptakan pasar Islami, strategi Rosul SAW masuk pasar :
ketika pertama kali di madinah, yg menguasai pasar adalah kaum Yahudi, misalnya yg menguasai pasar emas dan perhiasan adalah bani qainuqo, lalu Rasul SAW membuka pasar baru dan mekanismenya dengan cara2 Islam.
Ini bentuk dukungan nabi SAW kpd pedagang. beliau bersabda bahwa pedagang yg jujur dan amanah akan ditetapkan sejajar dgn para nabi, syudaha dan para sholihin (hadits), kemudian dlm 1 tahun terjadilah peristiwa pelecehan wanita muslimah yg membuat adanya insiden pengusiran bani qiunuqa. setelah itu rasul SAW memproteksi pasar.

Lebih lagi dukungan pemerintah muslim kpd pedagang yaitu ada dlm riwayat imam nawawi, di zaman Umar, pedagang yg bangkrut ditanggung oleh negara.

Rasul mendukung petani :
siapa yg memiliki lahan hendaknya ia menggarapnya, kalau tdk diberi kpd saudaranya utk digarap. (hadits)
jika punya lahan dlm 3 tahun tdk digarap, maka diambil negara dan diberikan kpd warga yg dpt mengolahnya (hadits).

Lalu bgmn dgn keadaan pasar indonesia sekarang? bukan hanya mewaspadai cina dan barat, krn pedagang yahudi jg ikut masuk. Maka penguatan oleh pemerintah yg solid, berkolaborasi dgn aktivitas ekonomi ummat dan doa / ibadah hrs bersinergi. Pekerjaan rmh bagi seluruh elemen ummat Islam utk menciptakannya.

wallahu A’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: