• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 299,329 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Tuntunan Islam dalam Membangun jiwa/Ruh

Seri mengaji mushalla Al I’tisham, ust Ahmadi, 21sep2014

Qs. At-takwir(81):7 – ketika jiwa2 dikembalikan / disandingkan kembali. jiwa sandingan/dampingannya raga.

Jiwa tdk selalu bersanding / kadang terlepas. lihat surah Qs. Al-fajr(89):27-28 – wahai jiwa2 yg tenang

Dua unsur penting manusia :
1-ruh atau jiwa
2-jasad atau raga.
Saat ruh dan raga menyatu maka ada kehidupan. Namun jika merujuk pada apa yg diperintahkan Allah, maka yang menjadi prioritas untuk dipelihara adalah jiwa, krn ruhlah yg diambil Allah. Namun sunnatullahnya adalah bahwa:
-raga akan selalu memaksa utk dipenuhi, spt nafsu makan, tidur, syahwat, dll. padahal perjalanan raga ini sangat terbatas.
– jiwa/ruh sering terabaikan padahal perjalanan jiwa sesungguhnya sangat jauh dari mulai dia ditiupkan sampai akhirat nanti, dan semuanya terkait dengan perjuangan, serta menjadi dasar dari gerakan atau perilaku manusia.

Qs. Asy-syam : demi jiwa yg disempurnakannya penciptaannya.
-deteksi kebutuhan raga dpt mudah diketahui dgn indera.
-deteksi kebutuhan jiwa lebih kompleks krn unsurnya tdk terlihat, misalnya karakter yg berbeda-beda, perasaaan yg bervariasi (sedih, gembira, dll).

Imam algozali bahkan pernah menyatakan bahwa penyakit hati ada 90 jenis. Hal ini menunjukkan bahwa untuk dapat mengenali jiwa tidak mudah, maka untuk mulai memahami ruh/jiwa pendekatan paling mudah adalah dengan mengenal musuh-musuh jiwa, yaitu ada 2 hal :
1-musuh yg ada di dlm diri kita krn kebiasaan hidup atau karakter.

2-musuh dari hal yg kita cintai. rasa cinta thdp sesuatu biasanya membutakan. aib umumnya akan merusak keseimbangan jiwa.

Qs. Al-maarij(70):19-44 – gambaran pergerakan jiwa manusia, sebuah gambaran ciri-ciri/ sifat2 jiwa manusia.

Qs. Asy-syams: “faalhamaha fujuroha wataqwaha”
-setelah disempurnakan maka jiwa diberi dua hal yaitu potensi keburukan dan kebaikan.
-beruntunglah bagi yg mensucikan jiwanya.
-dan dipastikan telah gagal, bagi yg menginjak / menyia2kan / menyalah gunakan potensi jiwanya.

Pada kitab minhajul abidin imam gozali, menjelaskan 3 pola untuk membangun jiwa :
1-Manusia harus bisa mengendalikan hawa nafsunya (syahwat). Hawa nafsu menurut nabi Yusuf pada Qs. Yusuf(12):53 berkonotasi buruk, maka spy selamat hrs selalu mndapat asupan kasih sayang Allah dgn cara selalu mendekatkan diri kpd Allah.
Nafsu yg tak terkendali membuat perilaku tdk masuk akal dan akan menghancurkan sendi2 kehidupan.

2-Manusia hrs selalu membebani jiwa dan raganya dgn nilai2 ibadah kpd Allah.
– seluruh bagian tubuh kita spt mata, telinga, tangan, kaki dll. hrs diletihkan dgn sesuatu yg bernilai ibadah kpd Allah. krn dgn ini akan menyuburkan jiwanya.
– org2 dulu, guru yg ikhlas, ilmunya tdk seberapa, murid yg berjalan jauh ke sekolah, letih, maka setiap ucapan guru menjadi berarti krn perjuangan mengakses sekolah yg berat.
– dlm sirah nabawiyah perjuangan berat spt peperangan, suplemennya adalah bangun malam shalat, tilawah quran. hasilnya saat perang, saking kuat jiwanya, melebihi kemampuan raganya.
– mendidik jiwa anak : biasakan anakmu shalat di 7thn, pukul dia jika tdk mau shalat di uaia 10thn.

3-Manusia harus selalu minta tolong kpd Allah dan menyerahkan seluruh urusannya kpd Allah.

Membangun jiwa ala para nabi (dlm Qs maryam)
1- periode kehidupan manusia :
a-pembibitan / penanaman / pemenuhan kehidupan : bekerja utk keluarga. para nabi menekankan pembinaan jiwa lebih dari kebutuhan fisik.
b-pewarisan : para nabi mewariskan nilai2 keimanan dan ketaqwaan.

Misalnya kisah nabi yaqub mendidik saudara2 yusuf selama 32 tahun agar mengakui kesalahan mrk dan bertaubat. alat evaluasi nabi yaqub, adalah pertanyaan ideologis, “ma ta’buduna mim ba’di.” jawaban anak2nya “kami akan menyembah Tuhan spt yg telah engkau ajarkan kpd kami spt juga yg telah ayahmu ajarkan kepadamu ayah” (jawaban suksesnya pewarisan ideologi). maka menitiknya air mata bahagia sang nabi.

2-Pembangunan jiwa terkait dgn keluarga :
– jika mau membangun jiwanya maka hrs menjaga fitrahnya. seorg ayah mencintai anaknya adalah fitrah yg bisa bernilai ibadah jika dilakukan krn Allah.
– kekuatan jiwa nabi nuh (Qs. Nuh), – ayah dakwah kpd anak – dakwah 950 tahun, barulah nabi nuh berkeluh kesah kpd Allah, “aku sdh berdakwah pagi siang malam dan secara terang2an (disetiap ada kesempatan) dan sembunyi2 pun (menjaga privasi2 obyek dakwah), tp mrk malah lari dariku dan mrk memasukkan jari2 mrk ke telinga2 mrk, dan menutup wajah2 mrk dgn pakaian dan mrk jg ada yg menentang dan melawan. (sedikit fakta : nabi nuh setiap 11 thn cuma 1 org yg terbawa. nabi muhammad setiap 1 hari 13 org.)
Nabi nuh berdakwah, 3 org anaknya ikut, 1 org menjadi kafir dan melihatnya tenggelam. sedih secara fitrah, tp Allah menjelaskan bahwa putus fitrah itu oleh kekafiran.
-Kisah ibrahim (Qs. Maryam) – anak dakwah kpd ayahnya-konten dakwah ibrahim :
a- ayahku, utk apa menyembah sesuatu yg tdk bisa apa2.
b- ayahku, sesungguhnya Allah memberikan ilmu yg blm diberikan padamu, ikutilah maka kau akan selamat.
c-ayahku, jgn menyembah syetan
d-ayahku, aku khawatir engkau dpt azab neraka.
-jawaban azar :
a- apa krn kau benci pada Tuhanku sampai kau mengajakku spt ini (membalikkan ibrahim yg salah).
b- jika tdk berhenti akan aku kau rajam sampai mati (ancaman).
c- pergilah sejauh2nya (pengusiran).

Diakhir hayat ayahnya, nabi ibrahim tetap mengajak ayahnya utk islam dan berusaha mendoakan minta ampunan.

Qs. luqman : maruf – kebaikan tanpa pamrih dalam hubungan keluarga.

Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: