• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 300,769 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Perilaku Manusia dalam Pandangan HudHud

Seri Mengaji tafsir Alhijri, 8 juni 2014, ust Didin, Qs. 27:22-25

 

#Makna ke-1 :

Belajar dari temuan hudhud, negeri subur, kuat dan berteknologi namun ideologinya menyembah matahari.

Penilaian hudhud ternyata tentang masalah ibadah, tidak silau melihat keindahan atau kecanggihan teknologinya.

Dinul mulki dinul ‘asy khash (agama raja/penguasa adalah agama rakyatnya). Ayat ini menunjukkan fakta bahwa kekuasaan seorang manusia itu bisa begitu dasyatnya sehingga dapat mempengaruhi segala sendi rakyat dan masyarakatnya termasuk aqidahnya.

Maka dari itu, sesungguhnya Islam tidak memandang kecil politik, karena kekuasaan atau kepemimpinan atau siyasah (politik) itu akan sangat berpengaruh kepada perilaku, tata cara ibadah dan sikap warganya.

Dalam Quran sudah dinyatakan pedoman memilih pemimpin ideal – yaitu Qs. 5:55-57

  1. Pemimpin yang taat pada Allah dn rosulnya
  2. Dari golongan orang-orang yg beriman yang penuh ketaatan kepada Allah, yaitu menunaikan shalat, zakat dan suka berjamaah (dalam redaksi ruku’ dan sujud bersama2).
  3. Larangan bagi masyarakat kita agar janga menjadikan pemimpin yang menjadikan agama barang permainan (misalnya menjadi dagangan kampanye).
  4. Tidak boleh dari orang-orang kafir

Dalam keadaan sekarang ini, idealisme sulit dicapai. Ummat Islam dapat mengambil kaidah : Ambil yg paling ringan dari yg terburuk. Pedoman paling mudah bagi awwam kebanyakan dalam memilih calon pemimpin adalah dengan melihat siapa yg ada di belakang calon presiden. Hal ini mengacu pada hadits : Apabila Allah ingin menjadikan kepala/ pemimpin yg baik maka Allah akan menjadikan wazir2nya / orang-orang di sekelilingnya yg baik dan mampu menasihatinya ke arah kebaikan.

Perlu disadari pula bahwa penyebab lahirnya pemimpin tidak ideal adalah karena masih kurang baiknya kualitas kerja dakwah kita semua.

# Makna ke-2

Alasan mengapa, bangsa Saba itu kukuh dalam menyembah matahari adalah karena hasil godaan syetan, yaitu melalui godaan untuk berpegang teguh pada tradisi turun menurun jahilliyah yang salah. Fanatisme seperti ini membuat masyarakat menjadi hilang daya kritisnya, susah dipahami sehingga sulit mendapat hidayah. Sesuai dengan Alqur’an Qs. 2:170 – Tradisi buruk bisa menyebabkan org tidak bisa berfikir dengan baik.

Padahal manusia sudah dikarunia alat untuk mendapat hidayah Allah (lihat di Qs. Almulk: waqolu laukunna…):

  1. Mendengar
  2. Berfikir

# Makna ke-3

Ayat ini adalah contoh bagi manusia yang tidak menggunakan akalnya utk berfikir, kupingnya utk mendengar kebenaran dan matanya utk melihat kebaikan. Hal yang senada dapat ditemukan pula di Qs. al a’raf : bahwa orang-orang sedemikian itu seperti hewan bahkan lebih buruk.

# Makna ke-4

Ayat ini memberikan fakta bahwa ternyata hewan2 (dicontohkan burung Hudhud) mempunyai penilaian terhadap apa yang dilakukan manusia. Senada dengan hadits, “… setelah 7 langkah kuburan ditinggalkan, manusia durhaka akan didatangi munkar nakir dan berteriak kena azab, semua manusia tdk mengetahui, tetapi hewan2 mengetahuinya.”

Wallahu a’lam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: