• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 299,138 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Negeri penuh Prasangka

24 Desember 2009

Setiap ada sesuatu, seringkali kita berprasangka negatif. Entah kenapa, selalu saja kita berusaha mencari sisi-sisi ketidaksempurnaan dari suatu tindakan atau suatu keputusan orang lain atau bahkan keputusan kita sendiri. Padahal – tentu saja – kita pun sesungguhnya seringkali tidak mampu menyajikan sesuatu yang sempurna.

Sepertinya kita sering menuntut terlalu jauh pada orang lain atau pada diri kita sendiri untuk bisa berlaku sempurna disetiap keadaan.

Padahal titik pandang kita melihat sesuatu itu sangat sempit sekali, dan seringkali pula hanya melihat sekilas saja, tanpa kajian mendalam dan tidak dibarengi oleh ilmu yang cukup. Namun lisan atau tulisan telah berbicara sangat banyak melebihi kapasitasnya sendiri dan itu dipakai untuk mengadili sesuatu.

Nah, fenomena apakah ini? Terlalu banyak bicara kurang bekerja, atau karena kurang kerjaan sehingga banyak bicara.

Keadaan ini ternyata seringkali melahirkan energi yang banyak terbuang percuma untuk berdebat satu sama lain sehingga tidak sedikit pun menyentuh esensi permasalahan yang dibahas untuk menuju suatu tujuan yang positif tertentu. Dampaknya adalah tidak ada yang take action, semuanya nyangkut dalam tatanan wacana dan perbenturan pemikiran.

sangat tidak konstruktif dan biasanya ini sangat mengganggu jalannya perubahan menuju ke arah yang lebih baik.

Ada sesuatu pada diri kita yang rupanya kita suka melupakannya.
Kita selalu menuntut hak secara sempurna, tapi seringkali lupa menyempurnakan kewajiban.
Kita juga selalu melihat yang negatif dan melupakan nilai-nilai positif.

Dunia akan selalu mengakomodasi prasangkaan kita, jika negatif, maka kita akan selalu dapat menemukan alasan untuk mendukung kenegatifan tersebut, begitu juga jika positif. Ini tidak akan habis-habis.

Dunia ini juga tidak akan sempurna, jika kita menarik sesuatu ke salah satu sisi, maka sisi yang lain akan berkurang. Berlaku hukum keseimbangan energi. Semakin kita menentang sesuatu, semakin keras pula tentangan yang kita terima.

Lalu bagaimana untuk membuat kita kembali menjadi manusia positif ?

Coba kita mencoba menghadirkan positif lebih dahulu. Dalam beberapa pelatihan, pengembangan pribadi, ada simulasi untuk berusaha menciptakan 10 alasan baik sebelum kita bertindak atau mengucapkan sesuatu. Nah, alasan baik yang terbentuk diharapkan dapat mengarahkan kita ke tujuan positif yang bisa terwujud setelah kita pastikan.

Dalam Islam, sebetulnya diajarkan untuk manajemen pribadi seperti ini dalam sholat. Kesabaran untuk melakukan sholat dalam urutan-urutan dan bilangan rokaat tertentu, dan pengucapan bacaan sholat yang tidak keras tidak juga berbisik dan didengar telinga kita, rupanya menjadi salah satu alat untuk mencanangkan tujuan2 positif dalam hidup kita, untuk segera diterima oleh panca indera dan diwujudkan setelah sholat.

Jadi dalam Islam, solusi memberantas prasangka diri yang negatif tidak lain dan tidak bukan adalah shalat.

Bagi para ustad, ditunggu kedalaman ilmunya utk menelaah lebih jauh lagi tentang shalat ini.

Untuk kita kaum muslimin, tunggu apa lagi ? Segera bershalatlah dengan benar dan ambil manfaatnya sebesar2nya utk peningkatan kualitas hidup kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: