• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 300,769 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Menyikapi Dunia dengan Ibadah Maksimal

Seri Mengaji masjid Al Itisham, 3mei2014, ust Sambo

Sifat dunia :
1. Semakin di kejar semakin cepat berlarinya sehingga akan menyita setiap energi yang ada.
2. Semakin banyak, semakin memperbesar rasa cinta kepadanya dan meningkatkan rasa khawatir kehilangan. Karena itulah akan semakin lupa akhirat, makin sengsara/gelisah/tidak tenang karena pada hakikatnya manusia tdk diciptakan utk dunia tapi utk akhirat. Oleh sebab itu maka manusia harus melakukan amalan-amalan atau ibadah-ibadah yang berdimensi akhirat.

Prinsip ibadah maksimal :
1. Qs. 51:56 manusia diciptakan utk ibadah dan Qs.28:77 yang berisi perintah untuk mengerjakan amalan akhirat sebanyak2nya (ibadah), sedang amalan dunia sekedar jangan dilupakan. Sebagian manusia berdalih, “tapi kan kerja, rumah tangga, makan, minum, dakwah itu ibadah juga.“. Maka dapat dijawab, “betul, tapi karena itulah seharusnya kerja/aktivitas mengejar dunia yang cukup semangat itu, tidak mengalahkan semangatnya saat menjalankan ibadah-ibadah ritualnya. jika justru malah mengurangi kualitas ibadah ritualnya maka engkau sudah berdusta.

2. Kalau sekedar mengejar dunia saja, maka akhirat pasti lepas. tapi kalau ibadah maksimal (jumlah, niat, kualitas) dalam rangka mengejar akhirat, dunia pasti dapat. Lihat Qs. 42:20.
– fakta tentang dunia : Tidak beribadah  saja, atau sebelum mengerjakan shalat pun dunia sudah diberikan jatahnya kepada kita. Bahkan perintah shalat itu baru dimulai saat manusia baligh.
– fakta lagi tentang dunia : selama diberi hidup Allah, rizki tidak akan putus dan sudah dijamin oleh Allah. Pada Qs. 67:15 dinyatakan bahwa dunia itu dijadikan mudah, cukup dengan perintah jalanlah dan makanlah, tidak perlu sampai berdarah2 dalam mengejarnya. Jika dilihat dari konsep ekonomi islam adalah based on need, tidak seperti sistem ekonomi kapitalis yg based on want. Dalam sistem Islam, saat kebutuhan sudah terpenuhi, maka ada trickle down kepada org2 yg membutuhkan yang kesulitan dalam memenuhinya. Hal ini dijelaskan pada Qs. 62:9-10.
– Redaksi Quran untuk ibadah menggunakan kata : bersegeralah, berlarilah (fas ‘au). Tapi utk dunia jalanlah saja, bertebaran (fantasyiru). istilah lain untuk amal sholeh berdimensi akhirat adalah fastabiqul khoirot (berlomba2).
– jika nanam padi (ibadah) akan tumbuh rumput, jika tanam rumput tdk mungkin tumbuh padi.
– siapa yg cari keuntungan akhirat maka akan kami beri tambahan dunia. siapa yg cari dunia, maka akan kami beri sebagian (tdk dikasih semua) tapi akhirat tdk dpt sama sekali. Qs. 2:200

3. Untuk ibadah akhirat kita seharusnya bersegera, hrs sekarang dan hrs lari/buru-buru, sedang utk dunia cukup biasa-biasa saja.
– utk akhirat tdk ada jaminan Allah dpt surga, sehingga hrs diperjuangkan dengan segenap jiwa raga kita. tp untuk dunia mendapat rizki sdh dijamin oleh Allah.
– kejar dunia seolah2 hidup selama2nya (boleh diundur, besok lagi ngurus dunia), tp kejar akhirat seolah2 mati besok hari (tobat segera, sedekah segera, …) (hadits)
– Buru2 yg baik disukai Allah ada 5: bayar hutang, ibadah/shalat ketika azan sdh dikumandangkan, menguburkan jenasah, menikah bagi yg sdh mampu dan buka puasa.

Hadist : dlm islam tdk ada konsep seimbang dunia akhirat. yg ada itu proporsional sesuai dn kebutuhannya, akhirat yg hidupnya akan selama2nya tentu saja jadi prioritas utama, dunia kita cuma hidup maksimal 100 tahun saja.

Hambatan dalam mengejar akhirat :
1. hawa nafsu dan akal
2. pengaruh lingkungan
3. godaan syetan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: