• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 300,769 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Bakti Anak tertinggi kepada Orangtuanya

Seri Mengaji Masjid Alitisham, ust sambo, 1feb2014

Tentang hakikat harta kita :
1. sedekah – inilah harta yang sesungguhnya, yang dapat bermanfaat di dunia sekaligus di akhirat.
2. Apa-apa yang dibelanjakan, digunakan atau diwariskan – sesungguhnya bukanlah milik kita secara hakiki.

Paling tidak penyesalan yang dialami oleh manusia itu dapat ditemukan dalam 3 situasi, yaitu :
1. Saat menjelang mati (sakaratul maut)
2. Saat di alam kubur (alam barzakh)
3. Saat hari kiamat, menuju dunia abadi kehidupan akhirat.

Jika ada orangtua terjatuh ke dalam status penghuni neraka hawiyah karena kurang amalnya, maka takdir itu bisa diubah dengan doa anak yg sholeh. Kebaktian yang paling tinggi dari seorang anak itu adalah bukti jelas Maha Baiknya Allah !!!

# Qs. 63:9-11 – Penyesalan pertama adalah jika harta dan keluarga membuat kita lalai dari ibadah (mengingat Allah), maka bagi setiap orang yang beriman yang berbuat demikian adalah termasuk orang yang merugi. Penyesalan ini tercetus karena ditampakkan kepadanya bahwa amal sholehnya lebih sedikit dari jumlah dosa yang dilakukannya, yaitu disebutkan dalam redaksi : (1) kurang sedekah dan (2) kurang amal sholeh.

Namun masih terdapat peluang, karena  tidak ada yang bisa mengubah takdir, kecuali doa dan tidak ada yang bisa memanjangkan umur kecuali kebaikan-kebaikan yang banyak (hadits dari buku tarhib wa tarhib bab doa)

Qs. 71:3-4 diperjelas mengenai syarat ditangguhkan umur, yaitu bagi yang menyembah Allah, taqwa kpd Allah, taat kpd Allah akan mendapatkan bonus, yaitu diampuni dosa, ditangguhkan umur. Selama ketetapan Allah belum datang, namun jika sudah waktunya tdk bisa diubah. (Konsep qodlo dan qodar).

# penyesalan selanjutnya ketika mati yaitu banyak dosa

Qs  4:18 – orang yang banyak dosa matinya menyesal, jika melakukan taubat ketika sakaratul maut pun maka tdk diterima taubatnya, seperti kisah tenggelamnya Firaun.
Formula Mati menyesal = Amal sholeh < Dosa

Namun, amal sholeh yang lebih bisa menghapus dosa. Qs. 11:114 menjelaskan bahwa lebih sedikit saja amal sholeh kita dari dosa, maka kita akan berada dalam posisi aman, karena setiap perbuatan baik mampu menghapus dosa dan kesalahan.
Qs. 101:6-7 menekankan bahwa jika berat timbangan amal sholeh lebih besar dari dosanya maka kehidupannya di akhirat akan memuaskan dan jika ringan timbangan kebaikannya, maka kembalinya adalah neraka.

3 hal yang mengekalkan amal :
1-sedekah jariyah
2-ilmu yg bermanfaat
3-peran anak sholeh membantu orangtuanya.

Peran anak dalam menambah amal sholeh dan mengurangi dosa (istighfar) orangtuanya dapat dilakukan dengan cara :
a- tambah sedekah orgtua dgn cara si anak yang bersedekah atas nama orangtua. Sedekah adalah amal yang bisa dioper pahalanya, termasuk juga ibadah qurban dengan ibarat seperti orang yang punya hutang bisa dibayarkan oleh orang lain. Dalil tentang hal ini, jika amalan tersebut dari doa anak sendiri atau suami/istri (keluarga inti) tidak ada ikhtilaf ulama sama sekali. Tetapi jika amalan tersebut dari orang lain/sahabat masih ditemui beberapa ikhtilaf ulama tentang hal tersebut.
Tambah pahala sedekah orangtua juga dapat dilakukan si anak dengan cara : sedekah dari warisan orangtua (jangan dibagi semua di antara anak, tapi ada yang disedekahkan) ditambah dari harta si anak itu sendiri.

Maka dari itulah para orangtua berwasiatlah kepada anak-anaknya yang sudah mampu beramal sholeh sedekah / jariyah / waqaf dari harta yang diwariskan kepada mereka. Lebih-lebih adanya tuntunan nabi tentang keutamaan penggunaan harta waris yang dimanfaatkan oleh ahli waris yang miskin, maka itu akan bernilai sedekah pula bagi pewaris tersebut.

b- setiap melakukan amal sholeh, si anak berdoa untuk orgtua ; "Jadikan amal sholeh ini untuk menambah amal sholeh orangtuaku", sebagaimana keterangan dari hadits yang mengekalkan ibadah seseorang yang wafat itu adalah "anak sholeh yg mendoakan".
Namun penuhi semua syarat amal sholeh, yaitu : beramal ikhlas, sesuai syariat, berkualitas. Jadi, yang namanya anak sholeh itu harus beriman dan dosanya pun tidak lebih banyak dari amal sholehnya. Dan perlu diyakini bahwa setiap amal sholeh itu naik ke Allah secara langsung seperti yang dijelaskan pada Qs. 35:10

c- Dosa orangtua bisa berkurang jika si anak banyak2 berdoa mohon ampunan (istighfar) bagi orangtuanya.

d- Si anak menyedekahkan harta peninggalan orgtua yang kecil-kecil, seperti pakaian, buku, dll. Ada sebuah riwayat tentang seorang anak sholeh diberi mimpi oleh Allah bertemu ayahnya yang sholeh yang sudah wafat dan berpakaian compang-camping. Ternyata karena si anak menyimpan baju2 ayahnya tdk diinfaqkan dan tdk digunakan juga.
Maka bersegeralah barang2 peninggalan orgtua yang tidak digunakan, infaqkan!!!
bayarkan fidyah jika orangtua punya hutang puasa, atau jika anaknya tdk mampu si anak mempuasakan orgtuanya. Kecuali amalan shalat tidak bisa dibadalkan oleh anaknya.

e- Doa-doa kaum muslimin
– Tahlil itu yang sampai doanya, sedang nilai bacaan quran dan dzikirnya untuk masing2 pembacanya.
– syarat diterimanya doa : ikhlas, sholeh pendoanya dan berkualitas amalnya.
– Amal itu seperti pemicu pistol yang  ditembakkan, sedang doanya sendiri adalah  kokangannya, jika benar maka akan meluncur sampai tujuan.

Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: