• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 299,138 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Memandang kesalahan dgn perspektif yg benar

Seri Mengaji Liqo 14/12/13, ust yasir
rumah akh Gunadi

Pertama kita berdoa utk keluarga kita, orgtua, istri, anak2, adik dan kakak serta kerabat dan seluruh kaum muslimin. lalu menggantungkan harapan kita dpt melihat dan berperan serta mendidik dan membesarkan anak2 kita, melihat keberhasilan dlm sekolah mereka, pernikahan mereka, menimang anak2 mereka, sampai akhir hidup kita, merekalah yg memandikan jenasah kita, mengkafani dan menjadi imam shalat jenasah kita, dan istiqomah terus mendoakan kita, menjadi org2 taqwa yg mengisi hidup ini dgn mengharap ridho Allah. inilah generasi2 kaum muslimin yg dpt membangun peradaban.

Terminologi kesalahan :
Al khoto – say yi ‘a. 
Pada qs. 25:70-71 kesalahan itu :
1. Adalah bentuk kesempurnaan makhluk. Adam sempurna krn berbuat salah. tdk spt malaikat yg tdk dikarunia kemampuan ini.

hadits, yg namanya manusia itu adalah tempatnya salah dan lupa. kesalahan yg terkait dgn anak2 kita, jgn disikapi dgn emosi yg berlebihan, walau kita dlm keadaan lelah bekerja, dan kecewa.

Rasul saja di perang badar saat memilih tempat utk berperang pernah salah, dan dikoreksi dgn sangat baik oleh sahabat, apakah ini dari wahyu atau dari pendapatmu sendiri, kalau darimu, maka tempat yg dekat dgn mata air lebih baik.

2. adalah bagian dari derajat ketaqwaan 3:135 Org taqwa itu bukannya tidak pernah melakukan kesalahan (bahkan dpt berbuat keji dan dzolim kpd dirinya sendiri), tetapi secara sikap punya SOP menghadapinya yaitu : – Segera ingat Allah – istighfar (bentuk taubat) – tidak mengulangi ini adalah bentuk memperbaiki diri.

realita masyarakat kita:
– kecenderungan kita lebih suka melihat kesalahan org lain dari pada kesalahan kita sendiri ; jarum diseberang lautan nampak, gajah di depan mata tdk terlihat.

– buku “ghoiru nafsaka” (perbarui diri) by ibn qoyyim.

– sekali lancung ke ujian, seumur hidup tak dipercaya ; ini sebetulnya utk perbuatan2 tercela yg besar, spt oerselingkuhan atau perzinaan. tetapi berlaku lebih umum di masyarakat.

hadits : sesungguhnya Allah melingkupi org beriman (yang membuat) dirinya terpisah dgn org lain, kemudian menanyakan tentang dosa2 yg pernah dilakukannya. lalu org tersebut mengakuinya dan merasa akan celaka krnnya. tetapi Allah berfirman, sesungguhnya aku tutupi kesalahan2mu di dunia dan pula diakhirat krn kesadaranmu (dlm mengakui dan menyesalinya).

– Allah membenci org2 yg melakukan kesalahan, bermaksiat kpdnya dan bangga dgnnya, dan diumbar kemana2.

hadits : jika seorg hamba melakukan suatu dosa, dan malu bila diketahui org lain, maka masih bergelora iman didadanya. namun jika rasa malu sdh tdk ada, maka bisa jadi sdh tdk ada iman didadanya,

-sesungguhnya setiap kesalahan yg dilakukan itu menghasilkan trauma dan pasti akan membekas. oleh sebab itu, imam Abu Hanifah mengantisipasi kesalahan itu dengan wiqooyah (preventif),

1. jujur – terus terang
– anak harus dididik utk berbicara terus terang. dan hrs kita tunjukkan bahwa dusta itu kesalahan yg amat berat.
hadits : jujur itu amat dekat dgn kebaikan, dan kebaikan amat dekat pada surga.

2. bersyukur :
– anak kurang ajar adalah krn tdk dibiasakan utk bersyukur. shgg dia tidak menyadari situasi dirinya sendiri.
– jika ada org yg tidak terbiasa berterimakasih dgn manusia, umumnya sulit bersyukur kpd Allah.
– maka didiklah anak utk biasa berterimakasih dgn keteladanan dari kita sendiri.
– qs. 31:12 bersyukur kpd Allah itu hakikatnya utk diri sendiri.

3. bersabar :
– menerima utuh keadaan anak kita. tdk hanya kebaikan2 yg sesuai dgn harapan kita, tapi juga kekurangan2nya. shgg kita tetap sabar dlm mendidiknya. apapun keadaaan anak kita.
– ketidaksabaran adalah pangkal kesalahan. maka pendidikan utk bersabar adalah sangat penting.

hati2 !!! perzinaaan adalah salah satu dosa / kesalahan yg tdk ada tebusannya kecuali cambuk dan rajam. tdk spt pembunuhan jika dimaafkan bisa membayar uang darah, atau jika melakukan syirik, jika bertobat sebelum mati akan diampuni. spt contoh wanita hamil dilahirkan dulu bayinya, lalu disusui dulu, baru hukuman ditegakkan.

cegahlah anak dan seluruh keluarga kita semaksimal mungkin utk menghindari perilaku yg salah. dgn tetap membuka komunikasi yg baik.

sehingga nanti jika suatu saat kita bertanya kpdnya ttg kita, ayahnya, maka anak kita menjawab, ayahku adalah solusi bagiku, aku bangga dengannya, dgn semua yg dilakukannya.

buat tulisan di kamar anak2 kita, qs. 31:14, ttg perjuangan orgtua.

imam abu hanifah adalah imam yg amat perduli dlm pendidikan / pengkaderan / pewarisan nilai islam melalui keluarga. Misalnya, di saat semua imam menyatakan aqiqah adalah sunnah, beliau menyatakan wajib, bahwa orgtua hrs menebus anaknya dari Allah agar rahmat Allah lebih deras lagi sehingga saat mendidiknya menjadi lebih mudah menerima nilai2 tsb, tdk spt barang yg tergadai yg tdk bisa diapa2kan walau kita sendiri pemiliknya.

ada kisah dua orgtua, ibu bapak yg secara materi berlebih, dua2nya adalah dirut terkemuka. kurang waktu bersama anaknya. maka Allah hanya memberinya 1 anak saja. kemudian anaknya sakit parah, dokter memberitahukan anak itu over dosis, dan Allah berkehendak mematikannya. orgtua itu tdk bisa menerima kegagalannya, shgg akhirnya dicabut pula kasih sayang diantara keduanya, bubar pula pernikahan mrk.

Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: