• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 336,936 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Perjalanan Patrimoine 2010 : Auxerre

Hari 2 : Perjalanan ke Auxerre YONNE – BOURGOGNE

Dari : Wikipedia

Nah inilah hari kedua petualangan patrimoine-ku tahun ini. Dari Le creusot naik kereta ke dijon, lalu menyambung ke Auxerre. Total perjalanan kurang lebih 3 jam. Hati-hati sahabat, tidak semua kereta dijon-auxerre berhenti di terminus  akhir kota tersebut, seperti yang kualami ini, ternyata kereta dari dijon mengakhiri perjalanannya di Laroche Migennes. Dan  aku harus menyambung kereta lagi selama sekitar 15 menit perjalanan untuk mencapai Auxerre.

Wuih..
ternyata stasiun dan sekelilingnya sepi banget (khas perancis kalau hari minggu). Memang lebih besar dari le creusot, tapi masih lebih kecil dari Dijon. Baca-baca di internet, kota Auxerre ini termasuk kota medium di Perancis, mestinya seramai dijon lah, paling tidak.. Sambutan situasi sepi seperti ini memang sempat menurunkan semangatku, yang bertualang sendirian ini, tapi segera berubah tinggi lagi, karena ingat bahwa kota ini punya klub sepakbola yang aksinya  cukup terkenal di persepakbolaan dunia yaitu AJ Auxerre (singkatan dari Association de la Jeunesse Auxerroise, yang artinya kurang lebih karang taruna Auxerre… he he he), dimana pemain dunia seperti Djibril Cissé dan Eric Cantona pernah merumput di sini.

Dengan semangat aku berjalan menuju pusat kota Auxerre. Mengikuti serombongan anak2 muda multi etnis yang sepertinya punya tujuan bertualang yang sama denganku. Setelah sekitar 5 menit berjalan, terlihatlah jembatan utama yang membelah sungai Yonne, itulah Pont Paul Bert. Rupanya di jembatan inilah posisi terbaik untuk mendapatkan foto-foto tampilan perspektif  bangunan antik di kota Auxerre. Dari sini, dengan jelas  aku bisa melihat tiga bangunan tua kebanggaan utama Auxerrois – penduduk asli Auxerre – yaitu Gereja Saint Pierre, Katedral Saint Etienne, dan Saint Germain Abbey. Selain itu, kehidupan pinggir sungai dengan perahu2 yatch mewah dan restoran2 perahu yang tertambat dipinggir sungai langsung tersaji. Unggas-unggas yang memenuhi sungai menjadi tanda bahwa air di sungai Yonne ini cukup bersih. Dan secara fisik memang kulihat bersih.

Gara-gara terlalu lama ambil foto di jembatan, aku terlambat 5 menit dari batas tutupnya Office de Tourisme Auxerre. Karena itulah aku juga ngga bisa dapat peta Auxerre yang lengkap deh… Untung saja aku sudah menyiapkan peta sendiri yang diunduh dari internet beberapa saat yang lalu, ketika mempersiapkan perjalanan ini. Sehingga perjalananku tetap bisa berlangsung efektif. Oh iya, di depan kantor turisme ini terparkir mobil hijau, navette untuk keliling pusat kota Auxerre. Tidak seperti di dijon atau di Chalon sur Saone, navette ini ternyata harus bayar. Dan hanya beroperasi selama kantor turis buka.  Sayang ya, aneh juga nih, hari minggu, kantor turisnya cuma buka sampai jam 13 aja, harusnya kan justru buka sampai sore.

Waktu yang cuma dua jam setengah ini sebelum kereta terakhir berangkat, membuatku bergerak cepat. Aku segera masuk ke pusat kota tua Auxerre.  Perjalanan dimulai dari Fontaine di quai de la marine, menyusuri jalan berbatu khas eropa, mengikut jejak-jejak Cadet Roussel Auxerre di jalanan yang turun naik  dan banyak gang kecil diantara bangunan. Kota ini segera mengingatkanku dengan kota Toledo di Spanyol yang konturnya sangat mirip. Bangunan rumah2 yang sangat tua, segera mengubah perasaan jadi melayang ke masa lalu kota ini. Membawa pertanyaan ; siapa sih Cadet Roussel ini ?

Ternyata tokoh yang nama aslinya Joseph Guillaume Roussel, dijuluki Cadet karena ia adalah anggota keluarga termuda. Lahir pada 1743 di Doubs, ia pindah ke Auxerre pada tahun 1763, tadinya bekerja sebagai pesuruh dan kemudian menjadi pegawai juru sita negara. Lalu ia membuka kantor sendiri sebagai juru sita independen dan menjadi terkenal di Auxerre. Selama Revolusi Perancis, ia menjadi seorang Jacobite (pengikut sekte abad ke-6 pimpinan Jacob Baradaeus). Salah satu musuh politiknya, bangsawan kesatria Chenu de Souchet, membuat lagu untuk mengolok-olok Roussel. Lagu ini diadopsi sebagai lagu mars untuk tentara selama Revolusi tahun 1792 dan tersebar di seluruh Perancis, seperti lagu “la Marseillaise”, meskipun isinya bukan tentang perang sama sekali! Lagu dan liriknya bisa dilihat di sini, cerita lengkap ada di Wikipedia, dan videonya bisa ditonton di bawah ini.

Setelah berputar-putar, sampailah aku di abbaye Saint Germain (Abad 9-18). Inilah bangunan yang menaranya kulihat menjulang dari jauh. Ternyata selain gereja, tempat ini juga dijadikan museum arkeologi. Di pintu masuknya aku melihat patung wanita tua bertopi lucu. Selidik demi selidik, ternyata dia ini adalah tokoh terkenal kelahiran Auxerre pula yaitu Marie Noël (1883-1967). Marie-Noël adalah salah satu penyair terbesar abad ke-20, yang dikagumi oleh Valéry, Montherlant dan Aragon. koleksi puisi dan prosanya banyak dihasilkan dengan tema pujian pada kota Auxerre. Isinya perasaan tersiksa atau gembira secara bergantian, terinspirasi oleh kehidupan sehari-hari dan kebimbangannya dalam beragama. Kini semua karya sastranya dapat ditemukan di Société des science Historiques Naturelles et de l’Yonne di Auxerre.

Aku kemudian berkeliling mengagumi susunan bangunan eropa masa lalu di Pusat kota Auxerre ini, melihat taman sederhana yang dibangun di suatu perapatan kecil, eloknya jembatan antar bangunan di lantai atas, dan situasi lalu lintas dimana kendaraan yang lewat pun harus antri serta banyak jalur2 satu arah karena sempitnya jalan tersebut. Waktu yang tidak banyak lagi, segera membawaku ke Katedral Saint Etienne (Abad 11-16) setelah melewati bangunan Perfecture Auxerre yang tak kalah antiknya. Sepanjang perjalanan, lonceng berdentang tak habis-habisnya hampir selama 20 menit. Sesampainya di katedral rupanya katedral ini baru menyelesaikan suatu acara, pantaslah lonceng tadi terus menerus berbunyi. Katedral inilah bangunan kedua terbesar yang kulihat dari jembatan pada saat aku datang. Tempat ini jugalah yang seakan sama tinggi dengan Saint Germain yang baru aku kunjungi, berhadapan ‘head to head‘ satu sama  lain. Di

dari : ot-auxerre.fr

temboknya Banyak ukiran batu-batuan yang sudah tidak sempurna karena tangan-tangan jahil. Pembangunan kembali tempat ini belum selesai, dimana2 masih ada besi-besi penunjang. Sampai disatu sisi katedral ini aku menemukan monumen yang bertuliskan ‘Joan of Arc‘.

Rupanya Joan of Arc pernah datang di Auxerre dua kali. Pertama, pada 27 Februari 1429 saat dia berangkat dari Vaucouleurs menuju ke Chinon. Dia singgah di Auxerre untuk bertemu dengan massa pendukungnya dan berdoa di Katedral Saint-Etienne ini. Saat kedua adalah pada 1 Juli 1429, namun warga Auxerre menolak untuk membuka kota untuk Raja Charles VII dan Joan of Arc yang akan pergi Reims. Mereka hanya setuju untuk memberikan persediaan makanan mereka dengan imbalan uang. Penduduk telah bernegosiasi dengan penguasa Trimouille untuk tetap netral dalam konflik antara Raja Perancis, Burgundians dan Inggris. Nah, bukti kunjungannya inilah yang kulihat plakatnya sekarang ini (dibuat pada 1929), lalu ada patungnya yang diukir oleh Pierre Vigoureux (tahun 1920), dan gambar kisahnya pada jendela kaca patri katedral yang dibuat oleh Edouard Socard dari Paris pada tahun 1914.

Dari katedral aku berusaha keluar dari kota tua Auxerre ini, sambil melewati sebuah rumah yang disebut maison canoniale, yaitu rumah tradisional khusus bagi pengelola biara. Rumah dengan pagar tembok tinggi, dengan pintu kayu besar dan tangga melingkar di kiri dan kanannya. Sangat antik dan terpelihara baik.

Akhirnya, waktu jualah yang membatasi perjalanan 1 hari ini. Aku harus mengejar kereta balik ke Dijon agar aku bisa tepat ke jadwal kereta selanjutnya menuju kotaku Le Creusot. Stadion sepakbola belum kudatangi, aku hanya bisa membayangkan bagaimana gegap gempitanya kota ini kalau sedang ada pertandingan internasional..

Koleksi foto perjalanan ini ada di  TuanSUFI Galery – Auxerre

Sumber Bacaan tambahan :

  1. http://www.ot-auxerre.fr/en/02-auxerre-and-auxerrois/03-heritage/01-exploring-the-riches-of-auxerre.html
  2. http://en.wikipedia.org/wiki/Auxerre
  3. http://fr.wikipedia.org/wiki/Auxerre
  4. http://www.actuacity.com/auxerre_89000/monuments/
  5. http://www.francethisway.com/places/auxerre.php
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: