• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 359,798 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Pengalaman ketika Pemogokan transportasi di Perancis

Perancis adalah negeri pemogokan atau strike atau gréve. Kalau mau lihat data, paling tidak satu instansi pemerintah bisa melakukannya 2 kali dalam setahun. Bahkan seorang sahabat yang sudah bertahun2 tinggal di negeri anggur ini menyatakan, andai ada perlombaan mogok di negara maju di dunia, Perancis mungkin yang jadi pemenangnya.

Berbeda dengan di negara kita, dimana pemogokan dilakukan karena perasaan tertindas dan akumulasi emosi bertahun-tahun yang akhirnya pecah, sehingga efeknya besar sampai pengrusakan dimana2, namun lingkupnya cenderung sporadis. Di Perancis ini pemogokan dilakukan lebih kepada menuntut peningkatan hak2 pekerja-pekerja tersebut, (yang kalau saja dibandingkan dengan keadaan di negara kita,  yang sudah mereka dapatkan disini sebetulnya sudah lebih dari cukup). Mungkin suatu saat, ada perlunya mereka yang bekerja di bidang perkeretaapian di Perancis ini melakukan studi banding ke PT KAI di indonesia agar rasa bersyukur mereka bisa lebih tinggi. 🙂

Nah, karena pemogokan di atur dengan  jelas dalam undang-undang yang disebut Droit de grève en France maka kegiatan ini umumnya berlangsung secara periodik. Waktu-waktu yang patut diwaspadai adalah sekitar bulan april di awal2 musim libur musim semi, atau di awal2 libur akhir tahun di musim dingin. Beberapa angka kegiatan pemogokan di Perancis dapat dilihat di situs WIKI.

Nah, setelah 2 tahun melihat beritanya saja di televisi atau media massa, pada tahun ke-3 ini aku akhirnya menjadi salah satu korban Grève générale en France (aktivitas pemogokan umum di Perancis).   Aku sempat panik sehari sebelum rencana keberangkatanku ke kota Toulouse, sebagai kota pertemuan dengan teman2 PPI Perancis dalam melakukan perjalanan Eurotour 2010 ke Spanyol. Panik karena salah satu keretaku dari Montpellier menuju Toulouse mendadak tidak tersedia lagi saat aku verifikasi di situs infolignes.com yaitu situs yang menginformasikan aktivitas jalur kereta di Perancis.

Memang, aku sudah tahu bahwa pemogokan kereta tahun ini akan berlangsung selama 15 hari, mulai tgl 7 sampai 21 April yang bertepatan dengan libur dua minggu musim semi. Aku juga sudah membaca bahwa sirkulasi kereta di paris  90% TGV, 84% Transiliens (Ile-de-France), 80% Trains express régionaux (TER) dan 68% Corail serta 81 % kereta intercités tidak berjalan. (berita di france-info.com) dan hampir semua wilayah sudah mengalami efek pemogokan ini (baca berita foto di demotix.com). Aku juga sudah tahu bahwa pemogokan ini berlangsung bergantian di 4 area layanan kereta di perancis, di Nord, est, Ouest dan Sud-est.  Jalur keretaku terletak di wilayah sud-est dan aku masih berharap pada hari dimana aku memakai jasa ini (14 April), bukanlah giliran pemogokan. Ternyata harapan berbeda dengan kenyataan.

Maka malam hari sebelum berangkat aku mencari berbagai kemungkinan rute perjalanan kereta lewat situs infolignes.com tersebut. Kurang lebih ada 5 kemungkinan yang didapatkan. Salah satu kemungkinan terparahnya yaitu aku harus menuju paris dahulu yang ada diutara lalu menuju toulouse lewat jalur Ouest.

Sambil mencari iseng2 aku baca berita mengenai presentasi para pelaku pemogokan ini, menurut le Parisien sampai menjelang keberangkatanku ada sekitar 32,57% controller kereta, 32,41% masinis dan 5% staf umum.  Persentasi ini turun naik setiap harinya, di beberapa tempat aku menemukan, mereka ini ada yang menangguhkan pemogokan di satu hari agar bisa memperpanjang pemogokan di keesokan harinya. Kayaknya ada aturan batas maksimum para pelaku pemogokan di perancis ini per hari, demi melindungi hak2 konsumen juga. Mereka semua menuntut soal reorganisasi perusahaan dan aturan PHK serta tunjangan pensiun mereka. 

1. Perjalanan Le Creusot – Toulouse (14 April)

Pada hari H, petualanganku dimulai. Sengaja aku datang jam 7 pagi ke stasiun, padahal di tiket, skedul keretaku baru jam 11.  Ini semua dilakukan agar masih banyak kemungkinan variasi jalur yang bisa digunakan untuk perjalanan, dan tentunya petugas masih ‘segar’ karena belum banyak dimaki-maki konsumen. Semakin siang tentu psikis mereka sudah berubah dan cenderung sinis dan seperti biasanya, keluarlah sifat orang perancis, mereka tidak mau susah sendiri.

Alhamdulillah, Keputusan ini tepat, tanpa sempat keluar protes keras dariku, petugas TGV di loket segera mengalihkan jalurku ke kereta yang lebih pagi menuju Lyon. Dari Lyon aku melanjutkan kereta menuju montpellier setelah menunggu 1 jam dan sampai di sana pada saat jam makan siang.  Jadwal selanjutnya menuju Toulouse masih sekitar 2 jam lagi, jadilah aku segera keluar stasiun dan menuju pusat kota Montpellier dan menikmati makan siang bekalku di sana (sungguh mogok membawa berkah, aku jadi punya kesempatan menjelajah kota cantik ini…).

Suasana di Gare Montpellier

Nah, kekesalan dimulai setelah perjalanan menuju Toulouse di mulai. Kereta bergerak lebih pelan dari biasanya, dan berhenti di beberapa stasiun kecil. Berhenti mulai 5 menit sampai maksimum 15 menit. Sampai di Narbonne, kota yang berada 1 jam perjalanan dari Toulouse, ternyata aku harus ganti kereta dan menunggu lagi sekitar 1 jam. Dalam perjalanan normal, dari montpellier kereta akan berhenti di Narbonne saja  lalu langsung menuju toulouse dan tidak perlu ganti-ganti.  Sungguh, menunggu adalah salah satu pekerjaan yang menuntut kesabaran lebih berlipat2. Di stasiun2 kereta di wilayah sud-est hari ini,  kami semua penumpang berdiri berjajar di depan electronics board jadwal kereta. berharap keretanya tersedia, atau berfikir mencari alternatif lain.

Akhirnya, tepat jam 17 aku sampai juga di kota Toulouse. Setelah 1 jam 20 menit di kereta yang penuh dan tidak lagi berlaku nomor tempat duduknya. Untunglah aku selalu berusaha menjadi yang pertama naik dari kereta2 yang datang di stasiun. Sehingga aku mendapatkan tempat duduk kosong, sambil berharap2 semoga ngga ada yang datang sebagai pemilik sah kursi tsb dan memintanya padaku. Di perjalanan ini, setiap perbincangan yang kudengar adalah keluhan2 para penumpang. Tapi selain itu masih juga aku bertemu dengan sekelompok anak muda yang berperilaku tidak terpuji di suasana yang tidak enak tersebut, mereka berteriak2, merokok di dalam toilet, berjalan bolak-balik di tengah penuhnya orang. Aya-aya wae…

Total perjalanan le creusot – Toulouse hari ini : dari jam 7 sampai jam 17 (10 jam) ! padahal waktu tempuh normalnya cuma 5,5 jam… 

2. Perjalanan Toulouse – Le Creusot (20 April)

Empat hari kemudian, sepulangnya melakukan Eurotour ke Spanyol dengan PPI Perancis ke kota Toulouse, aku kembali menghadapi kenyataan yang sama dengan ketika berangkat. Kereta masih mogok !! Gare Matabiau sudah penuh manusia sejak bus kami tiba pada pukul 6 pagi. Jadwal keretaku yang pukul 15, akhirnya berubah 1 jam lebih cepat. Kelegaan hati seperti biasa aku tahan dulu untuk menghadapi ketidakpastian2 yang dihasilkan oleh pemogokan ini.

Singkat kata, aku dan dua sahabat dari Lyon bertualang kembali di suasana pemogokan.  Kali ini agak berbeda, karena aku punya teman seperjalanan. Pengalaman lalu mengenai nomor kursi yang tidak lagi berlaku, membuat kami segera jadi yang pertama masuk kereta dan memilih kursi. Sampai tahap ini, perjalanan Toulouse sampai narbonne alhamdulillah lancar, tidak perlu ganti kereta dan cuma berhenti 5 menit saja. Di tengah perjalanan menuju montpelliear, ada kondektur memeriksa. Rupanya gerbong yang kami duduki itu adalah untuk kelas 1 (pantas kursinya lebih empuk dan lebih ekslusif, jarak antara kursi pun cukup panjang…. he he he tapi lumayan lah). Setelah meminta maaf, kami bertiga kemudian pindah ke gerbong lain dan alhamdulillah masih ada tempat tersedia.

Sedikit lagi sampai di Montpellier, di stasiun kecil setelah Bezier yaitu Agde,  kereta kami berhenti.  Pengumuman segera membahana bahwa ada kebakaran ilalang tidak jauh dari jalur kereta. Pompier (pemadam kebakaran) sedang berusaha memadamkan 5 titik api yang cukup besar katanya. Setelah menunggu kurang lebih 1 jam pengumuman diulang lagi, bahwa baru 3 titik api yang berhasil dipadamkan. Sementara cuaca yang panas membuat orang2 pada berjemur di luar kereta. Nah, saat itu listrik kereta sudah dimatikan, toilet tidak ada lampu, air tidak jalan dan posisi kereta yang berada di voie (peron) tengah sangat jauh dari stasiun membuat beberapa orang (kulihat seorang nenek dan dua cucunya) pergi kesemak2 untuk buang air kecil… (he he he ada juga ya yang kayak begini di Perancis). Akhirnya setelah 2 jam lebih sedikit, kereta diberangkatkan kembali dan hanya dalam 20 menit kami mencapai Montpellier. arrgghh…!!! kalo di kereta jabodetabek, aku pasti sudah naik ojeg nih… hanya untuk 20 menit perjalanan kami harus menunggu 2 jam ! subhanallah.

Di Montpellier, kami pun harus menunggu 1 jam setengah lagi untuk naik TGV menuju Lyon.  Begitu TGV kami tiba, setelah berjibaku dengan orang lain, kami mendapatkan tempat duduk yang nyaman. Penumpang di dalam TGV ini sangat membludak, terlihat di sambungan gerbong atau ditangga orang2 yang berdiri. Rupanya kelegaan kami hanya berlangsung sekitar 30 menit saja, ketika pengumuman petugas kereta menyatakan bahwa kereta ini akan langsung ke paris melalui jalur lain dan tidak melewati Lyon. Bagi penumpang yang menuju ke Lyon harus berganti kereta di Nimes. Kami yang sudah lelah ; percaya tidak percaya mendengar informasi ini. Sampai kami harus meyakinkan diri kami dengan menanyakannya pada orang2 di sekitar kami 😦

Yah, jadilah kini kami pada pukul 9 malam masih terdampar di Nimes. Sambil tertawa2 kami berusaha menghibur diri. kalaupun harus terdampar, marilah terdampar sambil gembira ria.

Sekitar 45 menit kemudian kereta TGV menuju Lyon tiba. Stamina untuk berkompetisi mendapatkan kursi sudah habis. Apalagi begitu kami dapati kenyataan bahwa ini adalah kereta terakhir menuju Lyon. Penumpang yang bernasib sama dilempar sana-sini terlihat sudah memenuhi setiap tempat di TGV. Akhirnya kami duduk di tangga (kenangan perjalanan mudik ke Yogya di negeri tercinta, terulang lagi di negerinya napoleon ini). Walaupun bagiku, harapan untuk bisa pulang ke Le Creusot pada hari yang sama sudah pupus karena kereta ini mengakhiri perjalanan di Lyon. Jadi, ada satu tugas penting harus kulakukan di kereta ini, yaitu mencari petugas untuk konfirm tiket. Syukur alhamdulillah, tak lama kuungkapkan hal ini pada sahabatku, 2 orang petugas TGV lewat dekat kami, segera kami menanyakan bagaimana status tiketku ini. Dia bilang tidak masalah, lalu dia membuat memo di atas tiketku, menandatanganinya dan menstempelnya. “Besok pagi, cari petugas di lyon Part dieu untuk segera tukar tiket.” Aman…

Akhirnya menjelang tengah malam kami tiba juga di Lyon. Bukan di pusat kota, tapi di gare TGV Saint-Exupery yang berada di wilayah lapangan terbang Lyon (30 menit menuju kota lyon dengan bus). Untunglah pihak SNCF bertanggungjawab menyediakan bus gratis sampai pusat kota lyon yaitu di gare Lyon Part dieu, kalau tidak bisa rugi euro karena harus naik taksi. Mau tidak mau harus kuputuskan untuk menginap di Lyon. Alhamdulillah perjalanan ini bersama dengan sahabat2ku yang tinggal di Lyon, sehingga untuk akomodasi lebih mudah.

Penutup

Kereta TGV pagi hari membelah cahaya mentari menuju Le Creusot. Perjalanan 5 jam berubah menjadi perjalanan sehari semalam gara-gara gréve. Tapi aku tetap bersyukur, petualangan ini jadi salah satu pengalamanku lagi dalam menikmati kehidupan di negeri seberang lautan ini. Semoga ada manfaat yang bisa diambil oleh siapa saja yang membaca ini.

Catatan : Secara tersirat, aku menyajikan tips2 sederhana dalam bertualang ditengah pemogokan kereta ini agar tetap nyaman. Silahkan sahabat cari kalimat2 yang aku beri warna coklat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: