• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 345,897 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Memasak dengan Rindu

Dorongan perut memang sangat kuat. Dia membentuk keinginan yang diproses oleh otak lalu memproduksi enzim-enzim di mulut untuk segera merasakan bumbu-bumbu rempah-rempah yang sangat kuat ‘ala masakan negeri kita tercinta.

Untunglah pada tahun akhir tinggal di kota penghasil besi di negerinya Sarkozy ini, beberapa sahabat dari Indonesia turut datang untuk menyelesaikan pendidikan mereka di lab yang sama denganku. Dan seperti biasanya, perasaan rindu akan menular di antara kita, membentuk suatu kesepakatan untuk beraksi mengikuti keinginan perut yaitu makan. Makan bukan sembarang makan ; makan makanan Indonesia !

Masalah utama yang dihadapi dalam mempersiapkan masakan Indonesia di Perancis ini adalah ketersediaan bumbu. Sudah jelas mencari bumbu rempah asli segar, hampir tidak mungkin, kerana jikalau pun ada pasti mahal dan kita harus mengarungi kota2 besar untuk mendapatkannya. Namun bumbu2 dalam bentuk bubuk lebih mudah ditemukan, apalagi tepung. Mungkin karena makanan pokok mereka adalah makanan2 yg terbuat dari tepung, kami sangat mudah menemukan berbagai jenis tepung. Nah, ternyata ini juga jadi kesulitan tersendiri pula untuk dapat memilih tepung yang tepat untuk membuat makanan Indonesia.

Dalam urusan makanan ini, sangatlah sulit berkata2, oleh karena itulah kutampilkan saja proses2 perjuangan kami dalam foto dalam menyiapkan masakan Indonesia yg langka di negeri napoleon ini yaitu mpek-mpek palembang, lontong sayur dan sate padang. Semuanya khas Le Creusot !

1. Mpek-mpek Napoleon

Bahan dan cara membuat : Sagu diganti dengan tepung tapioka, ikan ditumbuk dari ikan filet manga atau japonais poisson, cari yang dagingnya lembut dan getas (mudah hancur), hati2 dengan komposisi airnya dalam membuat adonan, krn jika kebanyakan membuat mpek2 dikutuk jadi cireng :). Untuk buat cukanya, gampang, tumbuk bawang putih, bawang merah semaunya. kasih cabe utk nambah rasa agar sedikit ‘menggigit’. masukkan juga asem (tamarind) secukupnya, garam dan gula merah. Lalu rebus!

2. Lontong Sayur Creusotin

Bahan dan cara membuat : Lontong dibuat pakai beras 1 kiloan yang dijual pakai plastik tahan panas di dalamnya. Lalu kuahnya sayur lodeh biasa, ditambah telur balado dan teri balado. Supaya agak rame makannya, jangan ragu2 untuk menyediakan kerupuk udang asiatic yang bisa dicari di toko cina atau ED.

3. Sate Padang Jean Moulin

Bahan dan cara membuat : Daging/lidah 1 kiloan (untuk kaldu dan sate) direbus pakai daun salam sampai empuk. Tusuk sate kalo dapet di super marche bagus, kalau ngga, ya pakai talenan bekas, dipotong2, setelah itu direbus supaya kuman2nya hilang… he he he. Lontongnya sama dengan cara membuat lontong sayur.

Bumbu dasarnya cuma bawang putih & bawang merah ditumbuk, pakai garam sedikit. Sebagian dimasukkan ke rebusan air kaldu, sebagian lainnya untuk dioles ke daging.

Bumbu lainnya yaitu kunyit (Curcuma), Jahe (Gigembre), Lengkuas (Galanga), Cengkeh,
Ketumbar (Coriander), Jintan (Cumin),dan bumbu satay dari toko cina dicampur langsung di atas panci dengan air kaldu bekas rebusan daging dan bumbu dasar bawang. Kami ngga pake takaran2, yg penting masukkan sedikit demi sedikit, sampai rasanya mirip dengan sate padang yang kami ingat.

Setelah itu, masukkan kacang tanah dan tepung Beras (kalau ngga ada diganti Farin de fluid), aduk sampai mengental, dan kontrol terus rasanya, jika kurang mantap tambah aja sedikit lagi kombinasi bumbu2 tersebut.

Nah, itulah pengalamanku bersama sahabat2 terbaik seperjuangan di kota kecil Le creusot ini. Semua kesederhanaan ala Indonesia dengan tekad membaja ternyata bisa mewujudkan keinginan perut kami dan membangkitkan kreatifitas yang terpendam. Kalau Habiburrahman El Shirazy punya ‘ayat-ayat cinta‘, kami Indo-Creusotin punya ‘memasak dengan Rindu‘. Jaka sembung memang,… tapi menggembirakan.

Bon appetit, mon ami…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: