• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 349,807 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Program transformasi pengetahuan

Suatu pagi seseorang datang di ke ruangan kerjaku di LE2I. Beliau ini langsung mengambil duduk di meja kerja Olivier Morel, supervisor ku yg berada tepat di depanku. Dalam tanda tanyaku, ia segera menerangkan kepadaku, bahwa untuk sementara, dalam 3 hari ini dia meminjam meja Olivier sebagai tempat kerjanya dalam rangka menjalankan program Découvrez les chercheur (Temu Peneliti) ‘Experiment Arium’ di IUT Le Creusot. dengan ramah beliau mengenalkan dirinya  ; Lionel Maillot, yang merupakan koordinator program tersebut.

Setelah berbicara panjang lebar, Lionel menyatakan bahwa program Découvrez les chercheur ‘experiment Arium’ yang dipimpinnya ini adalah salah satu rangkaian aktivitas dari badan MCS (Mission Culture Scientifique) Université de Bourgogne Perancis, dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat, mengenai apa yang dilakukan oleh lembaga-lembaga riset kampus (rupanya ini adalah salah satu komponen dari pengabdian masyarakat ala universitas Perancis).  Program ini terbagi 3 kegiatan utama, yaitu Journée Grand Public yang berisi presentasi untuk masyarakat umum yang dilakukan oleh para peneliti, yang dilangsungkan pada hari libur.  lalu kegiatan La nuit des chercheurs (Malam Peneliti) dan Experimentarium.

  1. Kegiatan Journée Grand Public dilaksanakan di Dijon, beberapa saat yang lalu, pada periode kali ini melibatkan 9 peneliti yang menjelaskan penelitiannya di berbagai bidang, mulai dari bidang pertanian, psikologi, arkeologi, sejarah, fisika, kimia, kesehatan sampai riset mengenai musik. Seharian penuh mereka bergantian berpresentasi dan melakukan diskusi dengan masyarakat tentang topik mereka masing-masing.
  2. Kegiatan La nuit des chercheurs adalah malam berkumpulnya para peneliti universitas. Acaranya dimulai dengan pemutaran film. Pada acara yg baru lalu, diputar 2 film, yaitu film mengenai perubahan iklim serta tantangan menghadapinya, dan film penelitian tentang mencairnya es di kutub utara dan efeknya kepada kehidupan di sekitarnya. Pada saat yang sama, dilakukan juga pameran hasil-hasil penelitian, poster-poster yang dijaga oleh para penelitinya yang siap memberikan penjelasan mengenai penelitiannya. Kegiatan ini ditutup dengan konser “Volcano”. Diawali dengan monolog seorang pria di depan penonton selama 10 menit. Setelah itu, visualisasi letusan gunung berapi terpampang di layar besar bersamaan dengan beraksinya  para musisi memainkan instrumennya. Sebuah kombinasi antara monolog, pertunjukan musik dan video.
  3. Kegiatan Experimentarium adalah kegiatan unik MSC yang telah dilakukan sejak 2001. Kegiatan ini tidak hanya membangun jembatan antara peneliti muda di Universitas Bourgogne dan masyarakat, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk bertatap muka komunikasi satu sama lain. Dengan program ini, para peneliti di berbagai bidang seperti biologi, sejarah, matematika, fisika, psikologi dan sebagainya bisa memiliki akses untuk berbagi pengetahuan yang diserap dari penelitian mereka kepada publik dan menerima umpan balik yang mungkin memberikan ide pada peneliti untuk mengenai manfaat penelitian mereka. Selain itu, ini adalah kesempatan bagi publik untuk tahu lebih banyak tentang bagaimana para peneliti bekerja dan membagi ilmu pengetahuan untuk kehidupan mereka. Intinya, tujuan Experimentarium ini adalah untuk menjauhkan kesenjangan dan mendorong komunikasi yang baik antara peneliti dan masyarakat umum.

Menarik ya..

Mereka ini, selain mengkoordinir waktu dan tempat untuk bertatap muka dengan masyarakat di lingkungan kampus (dengan mengundang sekolah-sekolah menengah dan atas berserta guru-gurunya), mereka ini juga secara aktif  mendatangi sekolah-sekolah dan pusat-pusat rekreasi untuk menunjukkan sedikit demo tentang penelitian.

Polanya sederhana, setiap bidang penelitian akan menempati ruang-ruang tertentu, dan para peneliti memiliki waktu sekitar 30 menit – 1 jam untuk bertatap muka langsung dengan masyarakat. Peneliti akan memberikan penjelasan singkat mengenai penelitiannya, membuat eksperimen sederhana yang dilakukan bersama dengan peserta, sambil membuka dialog tanya jawab di sepanjang sesinya tersebut. Setiap satu peneliti akan bertatap muka dengan 5-10 orang . Nah di IUT Le Creusot ini, mereka membagi tatap muka dalam 3 hari yaitu :

  • hari pertama : tatap muka dengan anak 10-14 th (usia SMP) di sekitar le creusot
  • hari kedua : tatap muka dengan remaja SMA sekitar le creusot
  • hari ketiga : tatap muka dengan mahasiswa2 semester awal IUT Le Creusot dan Condorzet.

Jadi tantangan bagi peneliti, selain dia harus bisa menceritakan penelitian untuk berbagai kalangan yang berbeda, sekaligus harus mampu membuat simulasi2 kecil penelitiannya tersebut agar mudah dimengerti oleh pesertanya. Nah, untuk inilah Lionel sebagai penanggung jawab program, juga melakukan pelatihan dan menyediakan berbagai sarana untuk persiapan para peneliti tersebut. Selain itu, di sisi yg lain, lionel juga mengatur para peserta untuk datang dan bertatap muka. Betul2 program win-win solution, bagi peneliti akan terlatih berpresentasi secara baik, dan bagi masyarakat akan mendapat pencerahan.

Di sela-sela risetku, aku meminta lionel menemaniku untuk melihat bagaimana kegiatan2 ini berlangsung. Satu persatu aku datangi tempat2 tatap muka, bertemu dengan Malika Trad, yang menjelaskan penelitiannya mengenai sel kanker. Wanita keturunan Magrebe ini menjelaskan dan menunjukkan demo tentang pembuatan serum dan bagaimana mendeteksi suatu reaksi biologi. Para peserta disuruh mencoba mencampur bahan2, lalu pada akhirnya Malika menjelaskan bahwa semua temuan risetnya dibuat dalam scientific report dalam bhs inggris agar bisa dipresentasikan di konfrensi internasional.

Aku juga melihat kelihaian Elise Holzem Cellier, seorang peneliti bidang ekologi yang menceritakan pengamatannya tentang burung malaria untuk mengetahui bagaimana perilakunya. Kemudian dalam bidang psikologi, Mora Gerome menguak bagaimana cara manusia mengingat agar bisa ditemukan bagaimana mengoptimalkan potensi manusia tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Mora memberikan satu contoh tes kecil psikologi dalam mengingat angka dan menyuruh peserta menyatakan angka tsb secara berurutan atau opositnya, lalu Mora juga menambahkan dengan gangguan berkata “ga ga ga” setelah peserta disuruh mengingat suatu rangkaian angka. Ternyata membuat mereka lupa sama sekali karena  otak tidak sempat mengulangnya.

Lionel juga menjelaskan, bahwa kegiatan ini pun tidak hanya dilaksanakan di wilayah sekitar uB (Universitas de Bourgogne) saja, tetapi juga sudah merambah beberapa wilayah lain di perancis seperti Nancy. Bahkan dia dan timnya sudah merambah asia seperti Thailand dan Vietnam dalam melaksanakan lokakarya mengenai seluk beluk program Experimentarium. Mereka melakukan workshop 4 hari yang isinya terdiri dari :

  • Pengenalan Experimentarium
  • Wawancara dan temu para ilmuwan
  • Mendesain profil para peneliti
  • Pelatihan penyajian ilmuwan untuk publik.

Intinya semangat program experimentarium adalah  agar para ilmuwan tidak hanya bisa memainkan peran penelitian tetapi juga peran komunikator. Sungguh program yang sangat bermanfaat. Mudah2an bisa dilaksanakan oleh Universitas2 di Indonesia kelak…

Tim Experimentarium uB

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: