• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 328,539 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Petualangan di Itali

Bagian 1 : Merencanakan Perjalanan Murah meriah

Sekitar dua minggu, sahabat2 di le creusot melakukan riset biaya perjalanan menuju Itali. Dalam beberapa perbincangan, kami menemukan bahwa situs-situs menarik di negara mafioso ini tersebar di kota-kota yang lokasinya tidak dekat. Dalam waktu 4 hari yang direncanakan, tentu saja kita harus memilih lokasi yang terjangkau, baik dari segi kemungkinan banyaknya situs2 yang bisa didatangi dan juga dari segi biaya transportasi yang juga tidak mahal.

Berikut ini adalah kesimpulan kami.

Pertama, masalah tempat tujuan. Kami pilih Venisia karena lokasinya terdekat dari Perancis sehingga murah ongkosnya, dan bertepatan dengan adanya acara parade topeng di sana. Lalu tempat kedua adalah Roma, sebagai titik pusat negara Italia dan kita bisa juga melihat ‘negara dalam negara’ Vatikan. Kota-kota lain tidak menjadi prioritas  karena jauh dan situsnya yg terkenal cuma beberapa saja.

Kemudian yang kedua, masalah transportasi, kami memilih kombinasi antara darat (bus dan kereta), air (di venesia), dan udara (untuk kembali ke Perancis), didasarkan keinginan utk memenuhi rasa petualangan kami, sambil (tentu saja) tidak lupa memperhatikan harganya.

Pejalanan darat dimulai dengan menggunakan bus dari dijon ke Venisia. Bus Eurolines (http://www.eurolines.com/), jadi andalan sebagai salah satu transportasi kelas ekonomi antar kota antar negara di Eropa. Walau pun kelas ekonomi, bus ini sangat nyaman, dengan toilet, DVD, pemanas serta pendingin sekaligus. Umumnya, supir akan berhenti di kota-kota yg sudah ditentukan. Namun bila tidak ada orang yg menuju kota2 tersebut, maka akan dilewati saja. Oleh sebab itulah supir akan selalu menanyakan secara periodik pada penumpang dimana mereka turun. Nah, dalam perjalanan dengan bus ini, sesuai dengan aturan lalu lintas di Eropa, setiap 4 jam supir akan berhenti di tempat perhentian. Umumnya sekitar 15 menit, disinilah kesempatan kita meluruskan kaki atau minum kopi atau ke toilet yang sedikit luas, tdk seperti toilet sempit yg tersedia di bus. Salah satu kekurangan naik bus adalah membutuhkan waktu yang lama untuk sampai di tujuan. Sebagai gambaran, Dijon-Venisia kami tempuh dalam 13 jam perjalanan..

Untuk perjalanan dari Venisia ke kota Roma, kami memilih naik Kereta antar kota di Itali yang bernama Trenitalia (http://www.trenitalia.it/). Kereta ini setara dengan kereta TER di perancis (http://www.ter-sncf.com/), dengan kecepatan biasa, dan sengaja kami pilih perjalanan malam supaya bisa menghemat biaya penginapan. Waktu yang dibutuhkan dalam perjalanan ini ialah 7 jam.

Selanjutnya untuk perjalanan pulang dari Roma menuju Perancis, kami sengaja memilih pesawat murah Easyjet (http://www.easyjet.com/), yang mendarat di Lyon. Sekalian jalan-jalan menikmati kota perdagangan Perancis ini, sebelum pulang ke kota kami di Le Creusot dan Dijon. Sebagai informasi, ada juga maskapai penerbangan murah lainnya yang  cukup tenar di kalangan backpacker, yaitu Ryan air (http://www.ryanair.com/en). Sahabat tinggal memilih antara dua maskapai ini.

Terakhir, dari Lyon menuju Le Creusot, kami naik kereta cepat TGV (sekitar 40 menit perjalanan) dengan pertimbangan kenyamanan setelah petualangan panjang ke Itali, dan seperti biasa, kami mendapatkan harga yang murah karena sudah memesan jauh2 hari sebelumnya.

Kesimpulan kami yang ketiga, adalah masalah akomodasi. Harga normal sebuah hotel kelas menengah di Itali adalah sekitar 40 euro, Pilihan ini bisa menguntungkan kalau kita bertualang dalam grup2 kecil. Satu kamar bisa ditinggali bertiga yag berarti setiap orangnya harus bayar 13 euroan, harga yang hampir sama dengan tinggal di sebuah hostel. Namun, untuk mendapatkan hotel yang berada di dekat pusat kota, apalagi waktunya bertepatan dengan adanya karnaval atau acara-acara yang besar, hampir mustahil bisa mendapatkan kamar hotel dengan harga segitu. Maka pilihan kami jatuh pada hostel. Alhamdulillah, kami mendapatkan hostel yang memenuhi kategori kami yaitu berada di dekat pusat kota dan nyaman pula, hanya untuk dua malam saja. Sebagai nasehat utk sahabat2, sebaiknya sebisa mungkin dalam suatu perjalanan di eropa ini, untuk menghemat biaya kita jangan terlalu banyak menghabiskan malam di di hotel/hostel. Kita bisa menyiasati dengan melakukan perjalanan malam hari menggunakan transportasi publik dari suatu kota ke kota lain. sambil berjalan, sambil juga bisa istirahat. Seperti yang kami lakukan dalam perjalanan kami ini, dua malam istirahat dalam perjalanan dan dua malam lagi tinggal di hostel.

Salah satu situs yang bisa memberikan informasi mengenai hostel murah namun memiliki akses strategis di pusat kota dapat dilihat di hostel bookers (http://www.hostelbookers.com/)

Permasalahan yang keempat adalah perencanaan rute mengunjungi situs-situs dalam suatu kota. Sebisa mungkin sebelum berangkat, kita mengumpulkan informasi dari tempat2 bersejarah yang terkenal yang harus dikunjungi karena merupakan maskot dari suatu kota. Lalu kita membuat lingkaran radius dari check point awal (hostel atau stasiun atau terminal) dan rute disesuaikan dengan publik transport kota tersebut baik Metro (subway) atau bus. Baru kemudian kita susun prioritas tempat2 mana yang harus dikunjungi. Nah, dengan cara ini, kita bisa menghemat energi jalan kaki maupun ongkos transportnya. Oh iya, umumnya transportasi publik dalam kota di Eropa, tiketnya bisa kita beli harian. Sehingga biayanya akan jauh lebih murah daripada harus bayar setiap kita menggunakan jasanya.

Nah, alat bantu favoritku dalam menyusun perjalanan keliling kota adalah situs mappery (http://mappery.com/). Di sini banyak ditemukan selain peta model google, juga peta2 obyek wisata dari kota2 di dunia.

Nah, sampai di sini, perencanaan kami sudah matang. Selanjutnya adalah kisah perjalanan kami ke Venisia…

(Bersambung)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: