• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 328,422 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Bertualang dengan Maskapai jalur Utara Bumi

Alhamdulillah, setiap hasil sederhana dari riset yang kulaksanakan di LE2I, ternyata membuka kesempatan besar untuk menjelajah bumi Allah yang luar biasa ini. Seperti kesempatan untuk mengarungi udara melewati jalur selatan membelah samudera dengan maskapai penerbangan timur tengah yang pernah kutulis dahulu, dan kini tibalah kesempatan utk menjelajah jalur utara bumi yang penuh dengan daratan, dengan maskapai penerbangan Korean air.

Seperti biasanya, pilihan utama maskapai untuk terbang dari Eropa ke Asia adalah berdasarkan harganya. Kebetulan saat permohonan keberangkatanku ke Konferensi Internasional ICCAE 2010 di Singapura disetujui Lab LE2I, aku menemukan Korean Air menawarkan harga yang termurah di Govoyages.Nah, disinilah petualangan dimulai…

Metode Check-in

Begitu sampai di terminal 2E Charles de Gaulle Paris, Meja check-in terlihat disatukan untuk beberapa maskapai. Aku sempat bingung karena biasanya counter check-in dibagi per maskapai, sampai akhirnya petugas menjelaskan bahwa untuk check-in kita bisa menggunakan counter mana saja yg tersedia di tempat tersebut. Wah, betul2 efisien, antrian panjang tidak sempat terjadi karena lamanya proses check-in dan penimbangan bagasi. Kekagetanku ternyata belum berhenti lagi, saat seorang petugas mendatangiku dan menyarankan utk melakukan check-in mandiri di sebuah mesin di depan counter untuk check-in.  Cukup dengan memasukkan nomor tiket kita di mesin, lalu keluar data penumpang, tinggal memvalidasi dan memilih tempat duduk. Kemudian passpor di scan di mesin itu utk membaca kode yg ada di bagian bawah foto kita.  Dan beres lah check-in, boarding pass langsung tercetak tinggal memberikan bagasi kepada petugas di counter untuk ditimbang. Kuperhatikan petugas memberi label yg sesuai dengan maskapaiku dan menekan tombol berbeda di pinggir ban berjalan bagasi, sehingga koper akan bergerak menuju pesawat yang bersangkutan. Hebat, sungguh efisien, inilah check-in tercepat yg pernah aku alami selama hidup 🙂 (lebay juga nih), cuma 5 menit saja dari aku masuk ke lokasi tersebut.

Oh iya, pemilihan maskapai Korean Air ini ternyata membuatku berkesempatan naik maskapai Air France, maskapai kebanggaan Perancis. Rupanya ada kerjasama antar negara untuk urusan ini, sehingga penerbangan Paris-Seoul menggunakan Air France, baru Seoul-Jakarta naik Korean Air. Nah, kemudian dengan boarding pass yang ada di tangan, aku memasuki ruang tunggu Air France di terminal 2E. Ruang yg mewah, berkarpet, bersih, teratur. Inilah terminal terbaik dan termodern di bandara Charles de gaulle, untuk Air France. Terasa sekali bedanya dengan terminal2 umum saat aku naik maskapai2 non air france dulu. Di pengeras suara, berkali2 diumumkan bahwa utk penumpang menuju US akan mendapatkan full body scanning sebelum masuk pesawat, isu yg sedang hangat2nya krn baru beberapa hari yg lalu US menerapkan UU baru bagi para pendatang di wilayahnya. Kasihan US ya, negeri paranoid…

Rute perjalanan yang kulalui ini mulai dari paris menuju utara melewati luxemburg, lalu melalui utara jerman masuk ke budapest kemudian bellarus, dan menyusuri udara Rusia Moskow, irkutsk, lalu memasuki Monggol dan melewati Ulan bator dan akhirnya Seoul.

Pelayanan Dalam Pesawat

Kali ini aku coba perhatikan bahasa pengantar pengumuman di pesawat. Karena dari Perancis ke korea, maka, bahasa pertama adalah perancis, lalu Inggris kemudian Korea. begitu juga saat penerbangan arah sebaliknya, tinggal dibalik saja urutannya. Saat berangkat dari Korea ke Indonesia, senang sekali aku bisa mendengar kata2 Bahasa Indonesia yang diumumkan setelah bahasa korea dan bahasa Inggris, Bau pulau jawa bikin hati bergemuruh, rindu istri, anak2 dan keluarga 🙂

Layanan multimedia yang kutemui di Air france, layarnya kecil sekitar 6 inci. berbeda dengan korean air dan penerbangan timur tengah yang besar2 sampai 12 inci. Tapi menurutku, dengan kondisi kelas ekonomi yang jarak antar kursinya rapat, bagiku lebih nyaman menonton dengan layar seperti di air france ini. tidak terlalu membuat mata lelah, dibanding yang 12 inci. Real time flight show-nya cukup informatif, kita dengan mudah memperkirakan sudah sampai mana penerbangan kita ini dan mengetahui waktu dengan tepat. Bedanya dengan maskapai timur tengah, tidak ada penunjuk arah kota Makkah di sana. Tapi tidak ada masalah, toh kiblat dalam kondisi darurat ini tidak jadi prioritas lagi.

Mengenai makanan, di air france itu tidak banyak pilihan. Perjalanan 10 jam mendapatkan dua kali makan, (lunch & dinner) dan 3 kali snack serta minuman. Bagi muslim, Kita bisa saja minta makanan untuk vegetarian, tapi harus diawal2 naik, kalau tidak ya tidak ada pilihan lain harus menghadapi menu yang mengandung makanan tidak halal. Ujung2nya cuma makan saladnya saja deh sama perbanyak rotinya…

Tapi di maskapai korean air, seoul-Jakarta (sekitar 6 jam terbang), aku mendapatkan dua kali snack dan minuman ringan  serta satu kali makanan besar tradisional Korea, sayuran, jamur dan ikan dan tentu saja Kimchi (asinan kol agak pedas khas korea). Nah ini bisa dihabiskan dengan aman.

Saat Transit

Korea yang sedang berkampanye pariwisata benar2 memanjakan orang yang transit di bandara Incheon-nya ini. Ada beberapa tempat yang menyediakan pengalaman gratis membuat pekerjaan tangan tradisional korea yang disebut Korea traditional Cultural Experience.  Dalam transitku, aku sempat membuat sebuah bros manik2 utk istriku dan sebuah hiasan meja baca tradisional korea.  Selain itu yang tak kalah menarik dan tidak boleh dilewatkan adalah,  kita bisa memakai kostum tradisional kerajaan Korea lalu difoto oleh petugasnya. Dan semuanya itu gratis. Kapan lagi bisa merasa baju kaisar atau baju Jenderal tradisional Korea…

Nah, the best part-nya adalah, jika sahabat harus transit sekitar 6 jam, sahabat bisa merasakan Korean City Tour yang mengambil waktu sekitar 3-4 jam. Tour ini tidak gratis, sahabat harus merogoh kocek sekitar 50 US Dollar. Bagi beberapa negara yang memiliki kerjasama dengan Korea, bisa mengambil tour ini tanpa mengurus visa lagi. Sayangnya aku tidak sempat lagi untuk ikut tour ini karena waktu mendarat pesawatku bersamaan waktunya dgn jadwal berangkat tour ini, padahal aku memegang resident card Perancis yang membuatku bisa jalan2 tanpa visa di Korea. Tapi ngga apa2 deh, mungkin lain kali.

Yang tak terlupakan adalah urusan perut di bandara Incheon. Ternyata makanan yang tersedia di bandara ketika transit cukup menantang. Bumbu Asia yang keras sangat cocok untuk lidah orang kampung ini. Namun kehati2an tentu harus tetap dikedepankan, bagaimana bisa menemukan makanan yang toyyib (enak) dan tentu saja harus halal. Dalam 2 kali perjalan mampir di bandara ini, pertama aku nyoba paket masakan jepang komplit sea food. Namanya lupa, harganya tidak terlalu tinggi (kalau di euro-kan sekitar 12 euro),  kuantitas dan kualitasnya mantap. Dan baru saat itulah aku merasakan rasa wasabi segar yang mengejutkan hidung, ada di sekitar terminal 25. Lalu kemudian saat aku kembali ke perancis aku mencoba makanan di terminal 110, ikan maccarel bakar dan soup dengan harga yg lebih murah (sekitar 7 euro).

Nah, itulah lagi pengalamanku sahabat… Mudah2an bisa memberikan gambaran sebuah petualangan bagi siapa pun yg Insya Allah akan memiliki kesempatannya. Ini Contoh Kostum Kaisar Korea yang dipakai oleh TuanSUFI.

진심으로 감사합니다

jinsim-eulo gamsahabnida

(Terima Kasih Banyak)

Kumpulan foto ada di : TuanSUFI Galery

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: