• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 359,704 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Berwisata dengan sebaya, Anak-Anak dan Orangtua

Ada satu kegiatan yang membuat kehidupan menjadi lebih berwarna, disamping kegiatan kita menjalankan rutinitas sehari-hari. Kegiatan itu adalah berwisata. Walau pun dari segi piramid kebutuhan, hal ini bukanlah termasuk ke dalam kebutuhan primer, tapi menurutku tetap penting dilakukan untuk menghilangkan kepenatan dan bahkan dapat memupuk hubungan kedekatan sesama anggota keluarga atau anggota dari suatu komunitas.

Alhamdulillah, dalam petualangan menuntut ilmu menuju negerinya Sir Eiffel ini aku diberi kesempatan untuk melakukan beberapa perjalanan murah meriah, menjelajah tempat2 indah, menikmati hasil karya manusia yang diilhamkan oleh Yang Maha Kuasa. Beberapa perjalanan diadakan bersama teman-teman sebaya (menurut kategoriku ini adalah sahabat2ku yang berada dalam usia produktif…), beberapa yang lain aku melakukan perjalanan bersama keluargaku (istri dan anak-anakku beserta ibunda tercinta). Nah dari situlah aku mencoba merangkum sebuah perbedaan ‘gaya berwisata’ antara 2 kategori pelaku2 wisata tersebut, dengan harapan dapat dijadikan pelajaran sehingga suatu saat para sahabat pembaca ada yang menjadi koordinator perjalanan wisata, dapat mengakomodir keinginan setiap anggotanya dengan baik. Sehingga berwisata menjadi kenangan manis yang indah dan dapat menyegarkan hati, bukan malah sebaliknya menjadi kelelahan2 fisik atau pun mental karena salah pendekatan.

Kegiatan jalan-jalan dengan sebaya

Daya tahan : hampir tidak terbatas, yang penting tidak terlambat makan dan hanya perlu istirahat sebentar saja.

Akomodasi minimal : hostel, kebutuhannya tidak perlu yang mewah, asal bisa tidur dan aman.  Sharing toilet pun tidak masalah. Jika berjalan dengan komunitas yang kecil, bisa saja menginap di tempat kawan-kawan sesama pelajar.

Transportasi : Apa saja tidak masalah. Jika memilih transportasi publik , untuk yang antar kota bisa pakai bus (di Eropa ini yang paling murah) atau kereta cepat seperti TGV, Thalys dll (kalau kantungnya cukup),  atau juga bisa naik  kereta tidur/malam (kalau mau naik kereta murah), Apalagi memilih pesawat (biasanya dipilih pesawat murah). Sedangkan untuk transportasi dalam kota, turun naik kereta bawah tanah dan naik bus sudah mencukupi. Sisanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Makanan & Pakaian : Minuman botol mutlak dibutuhkan. Permen atau kudapan kecil perlu juga ada. Umumnya untuk teman sebaya, kita dengan mudah berhenti di suatu tempat untuk makan, asal harganya reasonable dan bagi muslim tentunya halal.  Pakaian terserah selera dan kenyamanan masing-masing, bagiku sih lebih suka pakai celana berkantung banyak, jaket, topi, sepatu ringan, kamera portable dan tas backpack. Simpel, mudah mengantongi dokumen2 perjalanan dan tidak terlalu berat jika harus berjalan kaki.

Jelajah obyek wisata : Daya jelajah sangat tinggi karena umumnya keingintahuan anak muda itu sangat besar untuk melakukan city sight seeing dan bergaya di tempat2 tertentu yang unik. Prinsipnya adalah jika sudah mendapatkan foto di suatu tempat, yang lain jadi tidak begitu penting lagi. (dasar narsis… 🙂)

Jika harus masuk ke dalam museum, akan terlihat sekali perbedaan perilakunya. Ada yang ingin berlama2 melihat obyek2, ada yg cuma perlu lihat sekilas saja. Untuk itulah untuk keefektifitasan, perlu dibagi dalam kelompok2 yg lebih kecil, lalu dibuat check point pertemuan dalam beberapa jam kemudian.

Untuk mencari oleh-oleh, sahabat2 sebaya ini umumnya tidak akan membeli banyak. Beberapa kartu pos atau gantungan kunci umumnya sudah cukup, yang penting ada sesuatu bagi dirinya yang bisa mengingatkannya pernah berada di tempat itu.

Kegiatan jalan-jalan dengan anak-anak dan keluarga

Daya tahan : Maksimal kekuatan anak2 untuk berjalan2 adalah 6 jam, setelah itu mereka akan kelelahan dan perlu tidur. Jika berjalan dengan orang yang sudah tua perlu juga secara periodik menyediakan waktu 5-10 menit untuk mereka beristirahat meluruskan kaki dan minum.

Akomodasi : Sewa apartemen atau hotel. Tempat untuk anak-anak harus nyaman dan ada ruang untuk mereka bermain, tanpa harus mengganggu penghuni yang lain. Sangat baik jika terdapat mesin cuci atau dapur yang bisa digunakan. Karena untuk urusan pakaian dan makanan, anak2 itu harus dikustomisasi sekali. Sedang untuk orang tua, umumnya punya daya adaptasi yang sangat baik untuk tempat dimana mereka tinggal, yang penting privasi mereka tetap terjaga. Maka, akomodasi seperti hostel yang sharing toilet and bathroom untuk perjalanan bersama keluarga tidak masuk hitungan sama sekali.

Transportasi : bisa sekali-kali naik kereta bawah tanah untuk menambah pengalaman anak-anak terhadap otomatisasi, tapi lebih baik naik taksi, sehingga bisa menghemat tenaga mereka.  Begitu juga untuk orang tua, turun naik tangga kereta bawah tanah bisa sangat menyiksa bagi mereka. Jika pun harus melakukan wisata keliling kota, pakailah bus tingkat atau kendaraan terbuka, sehingga mereka bisa duduk nyaman sambil menikmati pemandangan. Taksi tetap jadi andalan.

Makanan & Pakaian : Makanan ringan atau minuman terutama susu (bagi yang balita) harus tersedia dobel. Terkadang makan siang mereka pun harus disediakan. Payung atau topi untuk membuat nyaman dalam perjalanan. Pakaian cadangan (bagi balita perlu bawa beberapa popok) serta baju hangat harus selalu dibawa, tisu basah serta sapu tangan jangan lupa karena dengan aktivitasnya yang sangat aktif di taman atau di air membuat tangan atau kaki anak-anak kotor. Dan yang terpenting adalah perhatikan dimana toilet berada, penting bagi anak-anak juga bagi orang tua.

Jelajah obyek wisata : Obyek wisata yang menjadi perhatian anak-anak adalah wisata aksi, dimana mereka harus terlibat di dalamnya. Obyek2 unik hanya bisa menarik mereka saat pertama kali saja, sehingga ada baiknya kalau ingin mengambil foto, saat baru tiba adalah waktu yang paling tepat. Sedang bagi orangtua umumnya menyukai bangunan2 unik atau melihat keindahan alam yang menentramkan hati. Wisata sejarah asalkan ada yang menjelaskan kisah2 di balik sesuatu itu juga akan menyita perhatiannya. Atau menikmati pemandangan dari atas perahu tentunya sangat menghiburnya. Yang bisa ditarik garis kalau di situ ada anak-anak dan orang tua sehingga mereka semua senang, salah satunya adalah naik perahu menyusuri sungai.

Nah, bagian serunya dari berwisata bersama keluarga adalah mencari souvenir untuk oleh-oleh.  Baik anak-anak atau orang tua akan senang memilih hal-hal yang menarik untuk bisa dibawa pulang.  Yang penting adalah harganya menarik dan tempat belanjanya cukup lebar, sehingga anak-anak maupun orang tua bisa bergerak aman dan nyaman.  Bagi anak-anak pastilah akan memilih mainan untuknya. Tinggal kita sebagai bapak atau ibunya memilah berdasarkan fungsi dan (tentu) harganya. Sedang untuk orang tua, biarlah beliau-beliau memilih sendiri oleh-olehnya.

Nah, begitulah.. Mudah2an yang sedikit ini ada manfaatnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: