• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 314,466 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Perjalanan Perancis Luxemburg Belanda – (bag 3)

Bagian 3 : Amsterdam aja…

Foto dengan kostum tradisional membutuhkan waktu sekitar 40 menit untuk selesai sampai dicetaknya. Kami menunggu sambil makan ikan-ikan segar yang banyak dijajakan di sepanjang pantai. Dengan hanya 1 euro, kita bisa merasakan ikan asap, ikan bakar atau ikan goreng yang nikmat dengan sausnya yang khas. Inilah yang jangan lupa dilewatkan oleh sahabat2 semua di Volendam. Setelah semua urusan di Volendam terpenuhi, kami meluncur memasuki Amsterdam.

Perjalanan memasuki kota-kota di Belanda ini membuat kami menaikkan kewaspadaan berkendara. Sebab, di jalanan banyak sepeda berseliweran tak teratur dan tidak sedikit pula yang berkecepatan tinggi. Selain itu, menyalakan klakson bukanlah hal yang tabu dilakukan di sini (sangat berbeda sekali dengan di Perancis). Kami langsung menuju apartemen pamannya Uni Fitrin yang cukup luas di wilayah kerkstraat, sehingga bisa menampung 7 orang petualang dari Perancis ini.

Setelah berisitrahat sebentar, kami mulai menjelajah kota amsterdam dengan memilih titik poin awal di daerah Damrak. Mobil sengaja kami parkir agak jauh dari pusat kota untuk menghindari bayar parkir yang terlalu mahal (6 euro/jam). Di Belanda ini ada banyak cara untuk mengelilingi kota secara singkat, bisa pakai bus turis atap terbuka, bisa pakai perahu (canal tour), bersepeda atau menyewa tuktuk (bajaj-nya thailand). Jika yang mau gratisan, ternyata ada jalur bus kecil yang berkeliling di pusat kota Amsterdam yang bisa kita coba juga. Akhirnya kami memilih Canal tour karena kota dengan julukan kota seribu kanal ini, tentu saja keindahannya harus dinikmati melalui perahu pesiar yang langsung bergerak di kanal2 tersebut. Suasananya santai, sambil duduk bisa mendengarkan penjelasan dari berbagai bahasa saat melewati obyek2 wisata yang terkenal. Pesiar dengan perahu ini beroperasi baik siang maupun malam hari. Terminal untuk bisa menggunakan layanan ini adalah di daerah Damrak, yaitu di daerah depan Centraal Station.

Oh ya, untuk masalah tiket masuk ke tempat2 wisata, kadangkala lebih baik kita membeli di pusat2 penjualan tiket yang tersebar hampir diseluruh wilayah turistik di sana. Memang kita bisa membeli langsung di lokasi, namun biasanya dijual dengan harga normal tanpa potongan dan harus berjuang mengantri dulu, apalagi pada saat2 liburan. Pembelian lewat internet tentu lebih baik lagi, karena berarti kita benar2 merencanakan detil perjalanan kita dan jika sudah jauh2 hari dipesan, potongan harganya bisa 50 persen lebih. Nah, untuk melakukan perjalanan canal tour ini, kami membeli tukang tiket di kaki lima di salah satu pojok Damrak, tidak jauh dari Sex Museum.

Nah, dalam perjalanan dengan perahu  di negeri dengan 100 kanal 1000 jembatan ini, kami disuguhi dengan situasi kota yang berorientasi air. Selain situs dan bangunan2 fenomenal seperti  menara Oude Kerk (dulu menara pengintai) , Nemo (museum science, dibangun dalam bentuk kapal oleh arsitek perancis), Nerderlands Scheepvaart museum, restoran cina terapung Istana Laut (dibuat persis dengan bentuk restoran serupa di Hong Kong), kami juga menyaksikan dalam satu sudut kanal, jembatan2 berjajar sampai jauh. Kami disajikan berbagai jenis jembatan yang bisa bergerak dan jembatan2 yang memiliki portal sehingga bisa menjadi tempat perlindungan dari serangan lewat jalur air zaman dahulu. Menariknya, banyak orang belanda yang berumah di perahu-perahu yang tertambat di sepanjang kanal yang dilewati.   

Kisah2 di balik Bangunan

Dalam penjelasan di perahu, setiap bangunan yang dilewati tersimpan sejarah yang didokumentasikan dengan baik sekali, seperti misalnya menara Schreierstoren (menara tangisan), dulu, setiap keluarga pelaut yang ditinggal oleh orang yang mereka cintai untuk berlayar, bertangis-tangisan di tempat ini. Gereja dekatnya disebut St Nikolaaskerk – dibuat untuk mengenang Santo Nikolas, yang merupakan pelindung para pelancong.

Situs lainnya bernama De Poezenboot, yaitu rumah perahu yang dilestarikan untuk mengenang wanita yang menampung kucing2 liar berlindung bersamanya. Nama wanita tersebut adalah Henriette Van Weelde, kejadiannya tahun 1966  dan ia menjadi dikenal sebagai “wanita kucing” Amsterdam. “Kucing perahu” (de Poezenboot) tertambat di depan rumah nomor 40 di Singel kanal. Sampai kini, rumah ini masih beroperasi merawat kucing2 liar tersebut dan bisa dikunjungi pula.

Anne Frank Huis adalah rumah seorang gadis berusia 13 di wilayah Amsterdam ketika diduduki Nazi Belanda pada Perang Dunia Kedua. Karena keluarganya adalah seorang Yahudi, ayahnya menciptakan ruangan rahasia di rumah mereka dan seluruh keluarganya bersembunyi di sana selama dua tahun, (1942 sampai 1944). Anne Frank mulai menulis buku harian. Pada tahun 1944 persembunyian mereka ditemukan oleh pasukan jerman yang membuat seluruh keluarganya dikirim ke kamp konsentrasi. Anne dikirim ke kamp konsertasi Bergen-kamp Belsen: dan dia meninggal di sana sebelum perang berakhir. Untungnya buku harian Anne itu tetap disimpan oleh pembantu rumah tangganya, dan ayahnya (satu-satunya anggota keluarga yang selamat dari perang) memutuskan untuk menerbitkannya. Akhirnya Rumah Anne Frank dan keluarganya tinggal tersebut kini diubah menjadi sebuah museum (berada di – Prinsengracht 263). Sahabat bisa melihat patung Anne Frank di depan halaman Westerkerk (gereja barat, di Prinsengracht 281).

Lingkar Dalam Amsterdam

Nah sekarang mau bicara wilayah Damrak dan sekitarnya nih. Utara Damrak adalah stasiun kereta api Amsterdam yg bernama Centraal Station. Ini titik awal bagi semua aktivitas trem lokal, bus atau layanan metro. Kantor Informasi Turis dapat ditemui di depan stasiun ini. Konon bangunannya ini dirancang oleh Pierre Cuypers, dimana desain ini juga digunakan di stasiun Tokyo, Jepang. Di wilayah ini banyak bangunan2 tua yang menarik dikunjungi, sebut saja Nieuwe Kerk (gereja utara), museum Madame Tussauds (museum lilin tokoh2 dunia), Amsterdam Dungeon (rumah hantu), museum sejarah Amsterdam, Torture museum, istana Beur Van Berlage yang jadi perpustakaan dan tentu saja monumen Dam.

Jika sahabat berjalan menuju ke timurnya sedikit, maka sahabat akan menemui kawasan maksiat legal dan terkenal di dunia Red Light District. Lokasinya di sekitar Oudezijds Achterburgwal dan Warmoesstraat. Di sini bisa ditemui berbagai toko seks, bioskop porno dan pertunjukan seks. Bahkan ada dua museumnya juga : Sex Museum (Damrak 18), dan Museum Erotis (Oudezijds Achterburgwal 54). Amsterdam juga memiliki wilayah pelestari dosa2 kaum Sodom dan Gomorah yang berpusat di sekitar Reguliersdwarsstraat, Amstelstraat dan Warmoesstraat. Untuk Narkoba juga diakomodasi, masih di sekitar wilayah ini, banyak ganja dijual di “Koffieshop” (kedai kopi). Jangan salah dengan  istilah  “kafe” (bar biasa), atau “Koffiehuis”(rumah minum kopi beneran), di koffieshop sahabat bisa mencium asap aroma barang haram tersebut. Bahkan kue2 atau biskuit yang dijual di tempat-tempat ini (disebut “cakes room“) ternyata mengandung mariyuana atau ganja (org yg makan ini harus minum banyak cairan manis)…. hii.. ngeri banget pas berada disini. seperti tempat penyewaan bagian2 tubuh manusia dg harga tak seberapa. Oh ya, jangan coba-coba mengambil foto pelacur2 di sana, kalau tidak mau memory card-nya diambil atau kameranya dirampas sama anggota geng di sana.

Lingkar luar Amsterdam

Ini sih istilahku sendiri untuk obyek-obyek yang agak jauh dari pusat kota. Kita bisa datangi museum Van Gogh, yang berisi ratusan karya2 (sketsa dan lukisan) pelukis Belanda terkenal yang menderita gangguan mental, memotong telinganya sendiri, dan menembak dirinya sendiri pada tahun 1890. Dia juga pernah tinggal di Perancis,  tempatnya dapat ditemukan di Paulus Potterstraat (dekat dengan Rijksmuseum). Lalu ada juga Rijksmuseum (Stadhouderskade 42) yang merupakan galeri seni paling populer di Amsterdam. Isinya ribuan lukisan termasuk oleh master belanda Rembrandt. Kemudian ada juga Heineken, tempat pembuatan bir (Stadhouderskade 78) , konon bangunan ini awalnya merupakan markas besar Heineken, dan berfungsi sebagai pabrik bir sampai 1988. tahun 2001 diperkenalkan program Heineken Experience untuk atraksi turis yang meliputi belajar tentang proses pembuatan bir, menyaksikan kuda Shire (yg digunakan untuk menarik gerobak bir melalui jalan-jalan di Amsterdam) dan area cicip2 khamr..

Gila juga ya atraksi turistiknya bener2 memanjakan syahwat manusia. Hati-hati ya sahabat, jangan sampai terhanyut. Positifnya di kota ini adalah, makanan indonesia sangat mudah ditemui serta harga sayuran dan buah2an sangat murah.

Foto kami di kota Amsterdam dapat dilihat di TuanSUFI Galery – Amsterdam

(Bersambung lagi… )

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: