• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 346,140 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Perjalanan Perancis Luxemburg Belanda – (bag 2)

Bagian 2 : Belanda ey….  Rotterdam, Den Haag dan Volendam

Waktu menunjukkan pukul 16.30 ketika kami bersiap berangkat  menuju Belanda. Ternyata untuk keluar dari luxembourg, kami  mengalami macet sekitar 30 menit karena jam2 tersebut adalah jam pulang kantor di akhir minggu (ini hampir sama dengan situasi jumat sore di wilayah gatot subroto jakarta di negeri kita, cuma macetnya lebih teratur..:)). Rupanya ada perbedaan waktu libur antara Perancis dan Luxembourg nih. Untunglah ada GPS yang berfungsi baik, sehingga aku bisa mengatur ulang rute agar mendapatkan akses terdekat menuju autoroutes, sehingga kemudian kami melanjutkan ke A4 menempuh sekitar 217 km – 2 jam lebih sampai masuk ke wilayah Brussel, Belgia. Di sini kami putuskan untuk tidak mampir karena waktu sudah sore, sehingga kemudian aku mengambil autoroutes A1 sampai wilayah antwerpen sekitar 53.9 km – 39 menit lagi dan menempuh kurang lebih 100 km lagi – sekitar 1 jam menuju ke kota Rotterdam, Belanda.

Perjalanan panjang di autoroutes ini mulai memberikan kesan yang berbeda. Aku perhatikan ada beberapa perubahan tanda-tanda lalu lintas dari ala Perancis menjadi ala Belanda. Tanda maksimal kecepatan mulai jarang ditemui. Dan jika memperhatikan keadaan sekitar, mobil-mobil pun berseliweran berkecepatan tinggi. Aku yg sudah berada di 130 km seakan2 menjadi lambat sekali. Keindahan alam Eropa tersaji meneduhkan mata, aku melewati dataran tinggi dengan pemandangan kota dengan menara2 tingginya. Teman2 mulai banyak yang tertidur, sehingga begitu aku menemui jalan lurus yang aman, aku mencoba kehandalan mobil canggih ini. Angka speedometer hampir mendekati 200 dan mobil besar ini masih stabil. benar2 15 menit yang hebat. he he he… Berbahaya ? ya tentu saja ada resiko besar disitu, namun prinsipnya adalah, segeralah menurunkan kecepatan saat tanda2 batas kecepatan maksimum ditemui. Insya Allah aman.

Ketika pemandangan pegunungan mulai berganti dengan pemandangan laut, menandakan Kota Rotterdam hampir tiba. Kami melewati jembatan panjang tol A16 dan melihat kesibukan kapal-kapal dan situasi pelabuhan di sore hari. Lalu lintas tidak padat dan Waktu sudah menunjukkan pukul 22.30. Sekitar 1 jam dari matahari musim semi terbenam, alhamdulillah dengan mudah kami menemukan rumah sahabatku yang ternyata tidak begitu jauh dari autoroutes A16. Tak lama kemudian kami sudah diterima dengan teh hangat dan makan malam di rumah keluarga Pak Willy (william de weerd), di Johanna van Duynstraat 25. Suhu berkisar 10°. Cukup hangat…

Kami yang bertujuh, kemudian diantar oleh pak Willy ke rumah sahabatnya Ruud Van Heup untuk menginap. Jaraknya sekitar 5 menit dari rumah pak Willy, yaitu di jalan P. Klapwijkstr 42. Beliau ini beristrikan mbak Yanti dari Sumedang, dan kini menjadi ketua DKM salah satu di masjid Rotterdam. Rumahnya juga menjadi sekretariat PPME (Persatuan Pemuda Muslim Eropa).  Subhanallah, ikatan ukhuwah ini memberikan kemudahan bagi kami untuk mendapatkan akomodasi terbaik untuk beristirahat dan dijamu dengan makan pagi yang luar biasa. Sungguh aku baru tahu bahwa perkedel yg kita kenal di Indonesia ini, asalnya adalah dari Belanda dengan nama frecadel.

Singkat kata, setelah melalui pagi yg cerah, dgn perut yg terisi penuh dan perbincangan yang hangat dengan keluarga indo-belanda ini, bahkan aku diberi kenang2an baju polo dan topi Amsterdam, kami berangkat dari Rotterdam menuju Den haag. Mobil segera masuk ke autoroutes A20 lalu di percabangan berganti ke jalur A13 yg langsung menuju den haag (hague). Tadinya kami mau mampir dulu di Brasserkade (setopan A3 arah Delft Pijnaker) untuk beli makanan2 produk Indonesia di Oriental Xotus, tapi dengan pertimbangan agar kita punya waktu banyak di Volendam dan malam nanti di amsterdam, maka tidak jadi deh…

Den Haag atau hague ini (katanya) adalah kota keadilan, di lingkar dalam pusat kotanya (sering disebut Binnenhof) terdapat gedung Parlemen Belanda. Tidak jauh dari itu ada Ridderzaal (Hall of Knights) yaitu bagian tertua dari Binnenhof, dibangun dengan gaya Gothik abad ke-13. Setiap bulan september raja dan ratu belanda biasanya datang ke binnenhof untuk membuka sesi parlemen baru.

Ada beberapa museum yang menarik dikunjungi di sini, yaitu museum Escher (isinya lukisan2), Museum Gevangenpoort (bekas penjara kolonial, koleksinya adalah alat2 penyiksaan jaman dulu),  museum Gemeente (seni modern, lukisan abad 19 dan alat2 musik), Museon (museum iptek) dan omniversum (planetarium dan teater multimedia). Dua tempat yang menurutku wajib dikunjungi di Den haag adalah Madurodam dan pantai Scheveningen. Madurodam adalah taman bertema yang berisi versi miniatur negara belanda. Dengan model 25x lebih kecil dari ukuran aslinya, membuat anak2 pun kelihatan seperti raksasa di sana. Kita bisa melihat seluruh bangunan2 terkenal di belanda dalam bentuk model beserta aktivitas masyarakatnya dalam bentuk mini. Sedangkan wilayah scheveningen adalah pantai pasir yang konon kalau cuaca cerah, kita bisa melihat daratan inggris. Di sini kita bisa menemukan bangunan Kurhaus (kini adalah hotel) yg dibangun tahun 1885. Tidak jauh dari situ ada Beelden am See, yaitu museum patung2 manusia. Nah, disepanjang pantai ini banyak toko souvenir dengan harga yang tidak terlalu mahal.

from : ukstudentlife.com

Sebagai informasi, jika sahabat ingin mengunjungi Den haag pakai publik transport, bisa menggunakan kereta langsung menuju stasiun Den Haag Centraal sekitar 30 menit dari bandara Schiphol atau 50 menit dari Amsterdam atau 10 menit dari kota Delft.

Nah, kembali ke cerita perjalanan, sekitar pukul 13, kami menyusuri jalan A4 untuk menuju kota Volendam yang berada di sebelah utara Amsterdam. Jalannya kecil dan kiri kanan kami terlihat lahan pertanian dan peternakan sapi dan biri2. sebelum sampai di pinggir pantai (bagian terbaiknya dari kota ini) kami berhenti di Mollen (kincir angin) Katwoude yang masih bekerja. Ada toko souvenirnya juga, kusarankan tidak beli disini karena harganya agak tinggi.

Foto kami di kota Den Haag dapat dilihat di TuanSUFI Galery – Den Haag

Volendam terkenal dengan perahu nelayan tuanya dan pakaian tradisional Belanda masih dipakai oleh beberapa penduduknya. Di pelabuhannya bisa ditemukan perahu nelayan dan kapal ferri reguler Marken Express” yang membawa turis ke pulau Marken dan pedagang makanan yang menjajakan ikan2 segar. Volendam juga dilengkapi museum sejarah kecil dan foto2 studio menggunakan pakaian tradisional belanda. Awalnya, Volendam adalah sebuah pelabuhan di wilayah Edam, yang terletak di muara sungai IJe. Pada 1357, penduduk Edam menggali kanal pendek Zuiderzee dengan pelabuhan tersendiri.  kemudian pelabuhan aslinya ditutup, dan dibuat bendungan antara dengan cara mereklamasi tanah. Petani dan nelayan lokal menetap di sana, membentuk komunitas baru Vollendam, Yang secara harfiah berarti ‘bendungan yg penuh‘. Hebatnya, kita bisa melihat bahwa permukaan laut lebih tinggi dari daratan Volendam, sehingga jika ada perahu yg mau bersandar di pelabuhan perahu akan masuk ke bendungan antara lalu ada pintu mekanis yg menutup hubungan dg laut lepas dan mengurangi airnya shgg sama dgn tinggi air di pantai, baru perahu bisa berlabuh. Begitu juga sebaliknya jika ingin melaut, maka perahu akan masuk ke lokasi antara dua bendungan tsb, lalu airnya dipenuhi sampai sejajar dgn permukaan laut, baru bisa berlayar. ribet juga… tapi efektif untuk negara ‘unyil’ yg daratannya minimal ini.

Nah, untuk yg suka souvenir, di sepanjang pantai Kita bisa memilih dengan puas. Harganya tidak terlalu mahal. Di beberapa tempat kita dapat menemui pembuat sepatu selop kayu (klompen), dan yang paling penting jangan lupa masuk ke salah satu studio foto baju tradisional untuk membuat kenang-kenangan. Menariknya, di studio2 ini kita bisa temukan foto org2 terkenal di dunia yang pernah di foto, aku menemukan banyak sekali foto artis2 Indonesia bahkan Gusdur dan megawati. Pada waktu2 akhir pekan kita harus mengantri panjang untuk bisa difoto, harganya mulai belasan euro untuk minimal 2 orang atau sekitar 30 euro 7-8 orang.

Oh ya, sebelum terlupa, jika sahabat menggunakan tranportasi publik bus, akses menuju volendam  bisa di dapat dari Amsterdam.

Foto kami di kota Volendam dapat dilihat di TuanSUFI Galery – Volendam

(bersambung lagi)

Iklan

2 Tanggapan

  1. wew..ngapain kesana

  2. Alhamdulillah bisa ketemu link ini, sangat berguna krn insya Allah kami sekeluarga bln depan akan berlibur ke Eropa, dan selama disana akan menyewa kendaraan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: