• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 304,857 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Oleh-oleh yang lain dari Paris (Bagian 1 dari 2)

Alhamdulillah, untuk kesekian kalinya aku mendapatkan kesempatan untuk berkunjung lagi ke Paris, kota cahaya, kota teromantis di dunia (kata orang2 sih gitu 😉).  Kali ini adalah Perjalanan partisipatifku pada acara Olimpiade Karya Tulis Inovatif  (OKTI) 2009 sekaligus cari informasi untuk persiapan perjalanan wisata murah meriah  keluargaku tahun depan di kota ini.

Acara OKTI 2009 sendiri adalah salah satu program kerja unggulan dari PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) Perancis pimpinan mas endra, yang mendapat dukungan penuh dari KBRI Paris. Ide dasarnya adalah mempertemukan potensi intelektual manusia Indonesia yang sedang menuntut ilmu di seluruh penjuru dunia. Formatnya yang paling cocok untuk itu ya, sebuah kompetisi. Kompetisi buah2 penelitian yang brilian dari seluruh penjuru dunia dari pelajar Indonesia.

Walau pun pada prosesnya, panitia (dan juga KBRI) sempat ketar-ketir karena dalam bulan-bulan pertama sosialisasi, karya tulis yang dikirim oleh calon peserta hanya 2 sampai 4 saja. Namun dengan sedikit modifikasi dan memanfaatkan jaringan atikbud dan KBRI di seluruh dunia,  alhamdulillah pada waktunya ternyata ada 54 karya tulis dari 16 PPI (Perancis, Jerman, Belanda, Inggris, Russia, Italia, Swedia, Turki, Pakistan, Arab Saudi, Taiwan, Korea Selatan, Philipina, Australia, dan Indonesia) telah masuk ke meja panitia. Seluruh paper ini kemudian diseleksi secara ketat oleh 45 juri spesialis dari berbagai disiplin ilmu di berbagai Negara (diantaranya Perancis, Jerman, Belanda, Inggris, Belgia, Australia, Singapura, dan Indonesia). Hasil penilaian berujung dengan terpilihnya 16 finalis yang mempresentasikan papernya pada tahap final di hadapan Tim Juri dan para peserta lainnya pada acara yang akan kuceritakan sekarang ini.

Sesungguhnya, walaupun karya tulisku tidak bisa masuk final karena aku termasuk salah satu panitia acara OKTI 2009 ini, kegembiraanku untuk dapat berpastisipasi pada acara ini mengalahkan mahalnya tiket TGV atau jauhnya jarak yang harus kutempuh dari kota Le creusot ke paris. Bagaimana bisa kulewatkan kesempatan berkumpul dengan orang2 hebat penuntut ilmu, satu bangsa lagi. Sebab kalau boleh aku klaim, acara ini adalah suatu forum yang sangat strategis, kenapa? alasan pertama, lomba karya tulis ilmiah ini bisa mempertemukan intelektual Indonesia dari berbagai bidang ilmu, membuat mereka berdiskusi dan bertukar pikiran dengan situasi yang umumnya terlepas dari sekat2 sentimen kelompok. Lalu  alasan yang kedua, Kegiatan ini dapat menghasilkan suatu rekomendasi keilmuan yang obyektif yang bisa disampaikan pada pemerintah atau seluruh rakyat Indonesia. Harapannya, semoga saja bisa didengar dan dilaksanakan untuk menciptakan kemaslahatan bangsa dan kehidupan Indonesia lebih baik.

Kemudian alasan lainnya adalah bagi kita semua pelajar Indonesia perantauan, secara pribadi, pertemuan ini biasa jadi sarana penghibur kepenatan beratnya belajar di tempat masing2 untuk menikmati wisata jalan2 di Paris dan dan juga berkesempatan mendapat hadiah yang totalnya mencapai 3000 euro.

Pesan-pesan konstruktif

Ada sedikit kekawatiran, bahwa lingkup keilmuan para finalis yang tidak dibatasi akan membuatku menjadi bosan karena harus mendengarkan terlalu banyak pengetahuan yang di luar kemampuan dasarku. Tapi sungguh luar biasa, gaya para sahabat finalis  yang mengemas presentasinya sedemikian populer sehingga menjadi sangat menarik dan dapat kupahami. Aku menjadi paham hubungan negara kita dengan Rusia, negara dingin yang penuh misteri yang ternyata sudah membuka diri.

Aku juga jadi tahu, bahwa ternyata tsunami itu tidak hanya diakibatkan oleh gempa besar, tapi juga oleh gempa kecil akibat longsoran bawah laut. Untuk itulah, aku jadi tahu bahwa negara kita pun ternyata perlu melengkapi kapal2 riset geologi untuk menjaga ketahanan negara dan Kesiapan utk menghadapi bencana sebagai salah satu negara yang memiliki natural hazard terbesar di dunia.

Aku pun jadi memahami persoalan batas geografis Ambalat antara negara kita dengan tetangga Malaysia yang mestinya tidak perlu terlalu emosional menanggapinya, karena ternyata ditinjau dari hukum perbatasan geografis lautan internasional status tempat itu masih harus dibicarakan lebih jauh lagi antar dua negara.

Aku juga disadarkan tentang pentingnya menulis peradaban. Betapa banyak kesempatan mendokumentasikan kehidupan ini terlupakan karena budaya melihat yang terlalu diikuti. Maka perlulah kini meningkatkan lagi perhatian kita terhadap budaya literasi, shgg dokumentasi khasanah makna dari pewarisan peradaban sebelumnya bisa terus didalami terus2menerus.

Aku pun jadi mengerti, bahwa dalam ilmu sosial2, kita bisa menciptakan data secara mudah dan efektif dari suatu peristiwa, dengan mengumpulkannya dari media massa, memisahkan fakta dan opini menggunakan kata kunci yang diinginkan, lalu dimodelisasi shgg bisa diolah secara kuantitatif dan siap untuk dianalisa hasilnya. Sesuatu yang kukenal dengan istilah computational lingustic dalam bidang ilmuku yang IT ini.

Dan masih banyak lagi pengetahuan bermanfaat dari para sahabat2ku tersebut, yang ternyata menerbitkan jutaan ide liar yang tiba2 memenuhi kepalaku. Sungguh menyenangkan…

(bersambung)

Satu Tanggapan

  1. Alhamdulillah, Kang Mas Toean Soefi Mohammad Iqbal banyak mengingatkan kita pentingnya berkumpul dengan orang-orang hebat yang berilmu tinggi… Konon kanjeng rosul Muhammad saw pernah berkata bahwa apabila kita ingin jadi orang sholeh, maka kita harus banyak berkumpul dengan orang-orang yang sholeh.. Jadi kalau kita juga ingin hebat dan berilmu maka sebaiknya kita juga harus juga banyak berkumpul dengan orang-orang hebat yang berilmu tinggi… Mudah-mudahan Allah SWT juga akan memberi kita anugerah ilmu yang tidak kalah tingginya dengan orang-orang yang kita kumpuli tersebut… amin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: