• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 304,857 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Pengalaman Besar seorang Anak Kecil

Allah mendidik kita semua dengan kehidupan. Berbagai kejadian sesuai sunnatullah adalah salah satu yang harus kita jalani dan tentunya dengan tepat harus disikapi.

Ba’da seminggu lebaran tahun ini telah tiba kabar dari istriku bahwa anakku mengalami cedera mata ketika dia sedang bermain dengan adiknya. Lebih dari dua hari matanya merah dan saat diperiksakan ke dokter ternyata diketahui bahwa lapisan conjuctiva mata kirinya robek beberapa milimeter.  Aku yang tidak begitu paham anatomi mata tadinya menduga bahwa lapisan itu adalah kulit tipis di pinggir mata, tapi ternyata setelah berusaha mengumpulkan data di beberapa situs internet seperti WIKI dan materi kuliahnya para dokter mata ternyata conjuctiva adalah suatu lapisan yang berada di bola mata yang melindungi lensa mata dari benturan atau debu atau benda asing lainnya. Wah, kelihatannya cukup serius juga nih. Dokter bilang bahwa untuk penanganannya adalah dengan menjahit lapisan itu dalam operasi yang kecil.

eye

Hmm… operasi yang kecil menurut dokter, tapi menurut anakku yang baru 4 tahun ini adalah sesuatu yang besar tentunya.  Jadilah setelah istriku mencari second opinion dari dokter lainnya, dijadwalkan operasi itu pada jum’at malam pukul 20 waktu Bogor, 2 Oktober 2009, bertepatan dengan pukul 15 waktuku berkonsultasi penelitianku dengan Profesor Fabrice Meriaudeau dan Olivier Morel di Perancis.  

Sambil menelaah penelitianku, diskusi dengan profesor jadi tidak fokus, karena sebagian dari jiwaku seakan sudah terbang kembali ke Bogor. Beberapa kali profesorku itu bilang jangan kawatir, percaya saja dengan dokter, semua akan baik2 saja.

Tapi, bagaimana tidak kawatir, sesuatu yang besar bagi anak laki2 kecilku ini sudah dimulai sejak 4 jam sebelum jadwal operasinya. Kubayangkan betapa herannya dia saat bangun dari tidur siangnya tidak boleh makan dan minum susu coklat kesukaan seperti rutinitas keseharian yang dia lakukan. Lalu sesaat sebelum operasi, istriku memberi kabar, betapa takutnya dia saat masuk ke kamar bedah yang penuh peralatan asing yang aneh, sampai dia tidak mau naik ke tempat tidur dan berjongkok di lantai sampai harus dibujuk oleh semua yang ada di sana.

roberthowingtonphotography-blogspot

dari : roberthowingtonphotography.blogspot

Yah, akhirnya operasi dilakukan setelah anakku disuruh dokter menghirup obat bius dari balon lucu yang mengalihkan perhatiannya. Operasi yang berjalan sekitar 20 menit alhamdulillah berjalan lancar. jahitannya ternyata bertambah, karena robek conjuctiva-nya itu terindikasi makin meluas dalam beberapa hari terakhir ini. Istriku jatuh lemas, saat anakku itu sadar dan menangis dan berontak melepas perban yang menutup matanya yang masih bengkak itu. Yah, suatu peristiwa sangat besar bagi psikisnya yang masih bertumbuh ini.. bahkan punya pengaruh pula pada psikis2 kami sebagai orangtuanya.

Akhirnya semuanya mengalah, perban tidak dipakai dan Alhamdulillah dalam dua jam kemudian, Zaidan sudah diperbolehkan pulang.

Yah, positifnya kami semua sekeluarga termasuk bakas dan mbah putrinya ditambah bu Dokter Nur kakak kami mendampingi anak kecilku itu. Ini adalah bentuk dukungan yang dapat membuatnya nyaman tanpa Abinya di sisinya. Walaupun ternyata itu juga belum cukup untuk bisa menghilangkan kegemparan yang ada pada jiwanya, sehingga dalam satu setengah  hari pertama istriku kesulitan memberikan obat tetes pada matanya, karena anakku itu menolak sama sekali setiap apa yang ditujukan untuk memeriksa matanya itu. Terpaksalah obat itu diberikan saat dia sedang tidur, walaupun tetap saja sulit karena alam bawah sadarnya pun bergerak menolak saat kelopak matanya dibuka saat tidur tersebut.

Alhamdulillah kini, aktivitas anakku itu tetap riang seperti biasa. Kegiatan bermainnya, menonton DVD dan cara menatapnya terasa sama saja seperti biasanya. Kucoba mencari ketidakwajaran saat aku bervideochatting menggunakan skype beberapa saat yang lalu, namun alhamdulillah tidak kutemukan, kecuali matanya yang masih sedikit merah.

Subhanallah, berat juga ya bagi istriku yang mengalaminya langsung. Doaku tak putus bagi kalian semua, wahai keluarga penentram pandanganku. Walau pun berat namun sesungguhnya anakku itu boleh dibilang lebih baik dari berjuta anak tetangga kami lainnya di negeri ini, karena  dia mendapat kesempatan untuk dilayani kesehatannya dengan baik. Masih banyak anak2 yang sakit di penjuru negeri yang tidak bisa dilayani karena kemiskinan dan berbagai alasan sosial lainnya.

Dan lagi, setelah semuanya selesai, anakku dan istriku masih bisa pulang dengan tenang ke rumah dan menikmati hari-hari penyembuhan dengan tenang di tempat yang menentramkan. Tidak seperti saudara2 kita yang baru-baru ini mengalami gempa di Padang, yang kehilangan rumah dan segalanya, dalam kesedihan dan terus dicekam ketakutan adanya bencana2 susulan lainnya.

Intinya, di tengah sesuatu dimana potensi kesabaran kita harus kita keluarkan , tetap ada sesuatu yang bisa kita syukuri. Suatu pelajaran kesetimbangan yang indah sekali dari Allah untuk kami, dan tentunya mudah2an bisa dipetik pula oleh sahabat yang membaca kisah kami ini.

4 Tanggapan

  1. Masya Allah,,kejadian yg sungguh luar biasa bagi zaidan…
    Alhamdulillah operasinya sudah dilewati dengan lancar ya, semoga zaidan bisa segera pulih matanya..

  2. Subhanallah, itulah kehendak Allah yang kadang kita tak bisa untuk melihat apa yang Allah kehendaki dari setiap Takdir dan IradahNya. Sabar , Tawakal dan Ikhlas itu yang bisa dan harus kita lakukan ,semoga. Semoga Zaidan cepat diberi kesembuhan dan kebaikan ,amin.

  3. mendengar kabar itu, jam 10 mlm kami pun langsung meluncur menuju hermina bogor, bersama para rombongan mungil yang tampak khawatir tergambar jelas di wajah mereka akan keadaan aa idannya. Sejam perjalanan malam, masih memberikan kesempatan bertemu dan menengok anak kecil yang masih terbaring. dengan sabar sambil hilir mudik adik-adik kecil menunggu si aa diperbolehkan pulang. Tampak aa digendong tak berdaya oleh teteh yang sabar menunggunya di sisi tempat tidur selama proses pemulihan dari operasi. Pertanyaan tak hentinya disampaikan oleh si adik-adik kecil, kenapa aa idan..?sambil mendekati aa dan membelai sayang kepadanya. kejadian ini, tampak membekas dalam diri mereka, dan baiknya, mereka kini mudah diingatkan untuk berhati-hati bermain. Tampak pengalaman aa idan ini terus menjadi pelajaran dan kenangan masa kecil mereka…. Semoga diberi kesembuhan dan perlindungan senantiasa dari marabahaya….

  4. saya mempunyai kasus yang serupa, waktuanak saya naik sepeda dia menabrak mobil dan bagian bawah mata sempat terluka. sayang nya saya baru menyadari setelah beberapa bulan. setelah di cek di RS. AIni dikatakan kalo syaraf mata sebelah kanannya terjepit menyebabkan penglihatannya menjadi hilang. kalau boleh tau di rumah sakit tempat zaidan di operasi dan berapa biaya yang dikeluarkan? terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: